Share

80. Peringatan

Author: OTHOR CENTIL
last update publish date: 2026-04-14 16:06:06

“Bajingan! Apa kamu sengaja melakukan ini, huh?”

Bugh!

Bugh!

Dua pukulan melayang dari telapak tangan pria tampan yang terkepal kuat. Usai memberi ‘hadiah’ ada targetnya, ia terengah.

Tepat seperti dugaan Aurin, di belahan kota lain, Rayden sedang mengamuk. Ia tidak sedang meninjau proyek seperti yang ia katakan pada Dea, tidak pula melakukan pekerjaan penting yang mengharuskannya lembur hingga larut malam.

Sebaliknya, ia sedang meluapkan amarah pa
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   143. Menjenguk Baby Triplets 21+

    “Jangan sok baik!”Dea langsung menyembur sang suami begitu mereka bertemu di area penjemputan bandara. Pada gulita malam, suara Dea melengking kuat penuh amarah.Rayden sebenarnya sama sekali tak berminat untuk menginjakkan kaki di bandara lagi hanya untuk menjemput sang istri. Namun, demi menjaga sandiwara dan mencegah Dea berbuat nekat yang bisa mengacaukan rencananya, maka ia terpaksa datang. Dan ketika sang istri tak bisa ia bujuk, ia harus memutar otak untuk berakting—selayaknya suami yang merasa bersalah dan peduli pada istrinya.“Apa maksudmu bicara begitu? Aku benar-benar tidak tahu kalau kamu tertinggal di hotel tadi,” ucap Rayden dengan suara yang dibuat selembut mungkin, ia mencoba meredam api kemarahan istrinya. “Alasan!” balas Dea dengan ketus. Ia memalingkan wajah dan enggan menatap suaminya.Rayden menghela napas. Ia mencoba mengeluarkan jurus pamungkasnya. “Aku dengar, ada koleksi tas branded Louis Vuitton terbaru y

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   142. Menggempur Hingga Lemas

    “Apa? Dia sudah ada di Indonesia? Bagaimana bisa dia meninggalkanku seperti ini?”Di tempat lain, suasana hati Dea benar-benar hancur. Ia muring-muring alias marah-marah tidak karuan. Kata marahnya ya luapkan pada salah satu anak buah suaminya yang kebetulan memang tinggal di Singapura ini, pria itu ditugaskan untuk mengawasi proyek yang ada di sini.*Mohon maaf, Nyonya. Tuan mengira setelah Anda marah dan pergi ke bandara bersama Aurin, Anda memutuskan langsung terbang pulang. Jadi, beliau juga melakukan hal yang sama untuk segera menyusul Anda. Beliau khawatir pada Anda, Nyonya,” jawab anak buah itu dengan kepala tertunduk. Ia berusaha menahan rasa sakit meskipun Dea sejak tadi menamparnya tanpa henti.“Astaga! Kenapa bodoh sekali dia langsung pergi begitu saja tanpa tanya padaku lebih dulu.”Mata anak buah itu memicing. “Maaf, Nyonya. Kata beliau, Anda tidak menghubunginya kalau Anda kembali ke hotel lagi. Apa benar?”Dea terdiam sejenak, merasa gelagapan karena itu memang benar.

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   141. Mengadon Bayi

    “Hasilnya USG-nya dua kembar identik, dan satu tidak kembar. Yang tidak kembar berjenis kelamin perempuan.”Rita melepaskan tautan tangannya dari Rayden. Ia sangat terkejut dengan pernyataan itu, pun sangat penasaran dengan bayi kembar identik itu.Pertanyaannya yang terlontar amat menekan, “Perempuan? Lalu … bagaimana dengan dua bayi lainnya … yang kembar identik? Apakah … laki-laki?” harapnya.Rayden menggeleng. Dan saat itu pula, harapan Rita pupus. Wanita itu memegangi dadanya … lalu pingsan.Usai sang ibu pingsan, Rayden memutar bola mata jengah. “Drama Queen!” katanya.Tanpa membuang waktu lagi, ia memberi isyarat pada kedua anak buahnya yang menerobos masuk dan bertanya, “Ada apa, Tuan?”“Bawa ke kamar tamu.” Rayden memerintah singkat.Setelah sang anak buah membawa wanita itu ke kamar tamu, Rayden melangkah ke dapur—berniat mengambil air dingin untuk mendinginkan kepalanya.Di sana, ia melihat Aurin sedang berjalan tergesa ke arahnya sambil memperbaiki sweater oversize merah

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   140. Pupus Sudah

    “Kamu menggebrak pintu seolah-olah kamu sedang mengkhawatirkan pembantumu itu.” Rita menginterogasi, matanya setajam silet. “Ada apa sebenarnya? Kamu bilang ‘jangan seperti ini pada saya’ saat memanggil Aurin. Itu artinya … kamu khawatir padanya, ‘kan?” Rayden bukan pria yang bodoh. Ia memiliki self control yang sangat kuat dan tidak akan membiarkan ibunya mencurigai apapun mengenai perasaannya terhadap Aurin. Dengan wajah yang sangat datar, ia segera memutar otak dan memberikan alasan yang logis, “Aku tidak mengkhawatirkannya. Aku justru sedang mengkhawatirkan istriku,” tegas Rayden. Rita tak percaya. “Dea? Kenapa dengan dia?” Rayden mengembus panjang, seolah-olah ia lelah dengan sikap Dea seperti biasanya. Ia tunjukkan raut kesal itu pada mamanya. “Tadi, kami sempat bertengkar hebat hanya karena strolle. Dea marah besar sampai dia nekat pergi ke bandara dan menyeret Aurin untuk pulang ketik itu juga. Tapi, satu jam kemudian, anak buahku yang menyusul ke bandara melapor

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   139. Mak Lampir

    Setelah menunggu selama 2 jam lebih, akhirnya jet pribadi milik Rayden lepas landas membelah langit Singapura yang saat itu sudah petang.Namun, ketinggian puluhan ribu kaki itu tidak sedikitpun memberi ketenangan bagi nya. Kabar terbaru dari anak buahnya yang berada di rumah terus mengusik pikiran. Katanya, Aurin masih mual dan beberapa kali muntah. Itulah yang membuat Rayden tidak tenang. Rayden lantas menatap nanar nomor Dokter Ken yang memang ia miliki sejak beberapa hari yang lalu. Jemarinya gatal sekali ingin memencet icon telepon genggam untuk memanggil pria itu. Ia ingin menurut penjelasan sejauh mana mabuk udara itu menyiksa ibu dari calon anak-anaknya. Sayangnya, ego dan logika segera mengambil alih. Ia menahan diri dan berusaha sabar, sebab ia belum ingin melibatkan Ken lebih jauh ke dalam urusan pribadinya saat itu. Selama 2 jam lebih sekian menit, keresahan itu ia pendam rapat-rapat dalam hatinya. Ia biarkan membusuk menjadi amarah yang siap meledak hingga roda pesa

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   138. Rasa Khawatir Yang Pelik

    “Pulang!” potong Rayden cepat. Hatinya tidak tenang sebelum melihat dengan mata kepalanya sendiri Aurin benar-benar sehat. “Saya harus memastikan triplets aman. Baru saya bisa tenang.”Rega terbelalak, ia melangkah lebar menyamai langkah sang tuan. Bukan masalah mereka kembali ke Indonesia sekarang, ada jet pribadi, dan mereka tak perlu bingung soal tiket. Tapi yang jadi masalah, bagaimana kalau Dea mengamuk lagi karena ditinggal sendiri di sini?“Lalu, bagaimana dengan Nyonya Dea, Tuan? Beliau sudah menunggu di hotel dan—”“Apa peduli saya?” tanggap Rayden cepat. “Dia yang marah, dia sendiri yang nekat ingin pulang sendiri, dan dia juga yang ingin kembali ke hotel tanpa memberitahu saya. Jadi kalau saya tinggal dia di sini sendiri, bukan salah saya, ‘kan?”Rega membenarkan itu. Jadi, ia segera menghubungi pihak bandara agar jet pribadi tuannya bersiap.Saat perjalanan menuju ke bandara, Rayden menimbang-nimbang ponselnya. Dia ingin menghubungi sang anak buah, meminta mereka membaw

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   46. Ditelanj4ngi

    “Terima kasih, Dok.”Aurin menerima hasil USG tersebut dengan tangan gemetar. Meskipun kehamilan ini terpaksa ia lakukan, tapi ia sangat menyayangi bayinya. Kini, ia duduk di ruang depan—tempat Dea periksa tadi. Dea dan Rayden sudah pulang sekitar setengah jam yang lalu. Sebelum pergi, Dokter Ken

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   45. USG Transvaginal

    “B-buka baju, Dok?”Aurin menatap dokter itu. Sedangkan sang dokter menatap balik dengan wajah datar.Tapi sejurus kemudian, Dokter Ken tersenyum miring. “Iya. Kalau tidak buka baju atasmu, lalu bagaimana saya bisa USG?”Aurin tak dapat berkutik. Kini, ia menutupi tubuhnya dengan selimut. Usai meny

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   40. Pembuktian

    “Apa Mama tidak percaya kalau Dea hamil? Sebegitunya Mama meragukan kehamilannya. Apa karena dia kosong bertahun-tahun, sampai Mama begini?” “Tentu saja!” balas Rita dengan dingin, menekan. “Dea kosong bertahun-tahun lamanya. Untuk itu, Mama perlu pembuktian. Apakah kehamilan Dea itu sungguh-sung

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   37. Kenikmatan Surgawi Yang Dia Berikan

    “Apa tujuanmu ke sini hanya ingin menjadi wanita penggoda?”Aurin baru saja membalikkan badan. Dia bermaksud memanggil sang nyonya majikan di lantai atas untuk sarapan. Namun, nafasnya justru tertahan di kerongkongan begitu melihat sosok wanita penuh otoritas yang berdiri tegak di hadapannya—hany

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status