แชร์

2. Runtuhnya Keluarga Bexley

ผู้เขียน: cherrymeyren
last update วันที่เผยแพร่: 2026-07-02 13:36:43

Sehari setelah surat lamaran pernikahan itu tiba, tiga kereta kuda mewah berhenti di depan kediaman keluarga Bexley.

Kedatangan kereta kuda itu membuat gaduh para tentangga yang melihatnya. Bagaimana tidak, kereta-kereta itu dipenuhi sutra, perhiasan, serta berbagai barang berharga.

Melihat kedatangan hadiah-hadiah mewah itu, Nyonya Bexley dengan ketamakannya langsung berbinar.

"Ini... semua untuk kita?" bisiknya nyaris tak percaya.

Pelayan yang mengantar hadiah itu hanya membungkukkan badan.

"Hadiah dari Tuan Duke Dalton."

"Bawa semuanya masuk." Senyum di wajah wanita itu semakin lebar. Bahkan sebelum keluarga mereka memberikan jawaban resmi, ia telah menerima seluruh hadiah itu tanpa sedikit pun keraguan.

Melihat semua itu, hati Freya semakin berat.

Awalnya ia masih berpikir bahwa dirinya memiliki kesempatan untuk menolak atau mengajukan keberatan, seperti setiap lamaran yang pernah datang sebelumnya.

Namun tindakan sang duke membuat keadaan berubah.

Kini ia tahu bahwa ibunya akan menekannya jauh lebih keras daripada sebelumnya.

Di antara seluruh anggota keluarga mereka, ibunyalah yang paling terpukul setelah kehilangan kekayaan.

Meskipun mereka semua pernah menikmati kehidupan mewah, masing-masing berusaha menyesuaikan diri ketika kenyataan pahit menghantam.

Ayahnya bekerja sebagai akuntan bagi seorang Count di ibu kota.

Adik laki-lakinya menjalani pelatihan untuk menjadi seorang ksatria.

Sementara Freya mengajar bahasa kepada para wanita bangsawan setiap kali ada kesempatan memperoleh penghasilan tambahan.

Hanya ibunya yang tetap hidup dalam bayang-bayang masa lalu. Ia tidak mampu menerima kenyataan bahwa dirinya tak lagi bisa mengadakan pesta teh setiap minggu seperti dahulu.

Ia juga tidak sanggup menerima bahwa gaun-gaun sutra dari para perancang terbaik kini hanyalah kenangan.

Pada awalnya, Nyonya Bexley menjual hadiah-hadiah dan barang-barang peninggalan sang kakek satu per satu demi mempertahankan posisinya di kalangan masyarakat kelas atas, hingga harta keluarga tergerus habis dan mereka benar-benar tak memiliki apapun lagi untuk dijual.

Namun setelah bertahan dalam kemiskinannya selama ini, akhirnya hadiah dari duke itu bisa membuat Nyonya Bexley merasakan kembali bagaimana hidupnya yang dulu.

Ketika kereta kuda berlambangkan kebesaran keluarga Dalton telah meninggalkan kediaman, Nyonya Bexley segera mengetuk kamar putrinya.

Tok... tok...

"Freya, Ibu tahu kau sedang mendengarkan." Suara itu terdengar dari balik pintu kamar.

Freya tidak menjawab.

"Ibu sudah mengirimkan balasan bersama kereta itu."

Hening sejenak.

"Lamaran Duke Dalton... kita terima." Jantung Freya serasa berhenti berdetak.

"Semua ini demi kebaikanmu," lanjut ibunya. "Dan demi kebaikan keluarga kita."

Tanpa menunggu jawaban, Nyonya Bexley segera pergi. Suara langkah kakinya bergema menuruni tangga, semakin lama semakin menghilang.

Freya tetap berdiri membeku. Kamar itu mendadak terasa begitu sunyi.

Di tengah keheningan itu, kesedihan yang selama ini ia pendam perlahan memenuhi dadanya, menyeret hatinya semakin dalam.

Sebentar lagi...Ia akan menjadi pengantin seorang duke. Sesuatu yang tidak pernah ia inginkan, tetapi tetap dipaksakan kepadanya.

Dulu, Freya tak pernah dipaksakan untuk melakukan apa pun oleh siapa pun. Namun sekarang, semuanya berubah.

Sifat tamak sang ibu membuat hatinya menjerit hingga membuat Freya mengenang kembali masa-masa sebelum kakeknya meninggal.

Kala itu, kediaman keluarga Bexley selalu dipenuhi tawa dan kehangatan.

Ibunya adalah sosok yang lembut dan penyayang. Ayahnya pun gemar mengajak seluruh keluarga bepergian ke berbagai tempat.

"Ayo, kita lihat festival musim panas tahun ini!" ajak ayahnya setiap kali mereka bersiap melakukan perjalanan.

Kenangan-kenangan seperti itu masih melekat jelas dalam ingatan Freya.

Namun, seiring bertambahnya usia, ia mulai menyadari bahwa sebagian besar kebahagiaan itu dibangun di atas kekayaan yang mereka miliki.

Selama tiga generasi, keluarga Bexley dikenal sebagai keluarga pedagang yang sangat kaya raya. Mereka memang bukan bagian dari kaum aristokrat, tetapi bahkan para bangsawan diam-diam iri terhadap kekayaan keluarga itu.

Sejak kecil, Freya sering diajak sang kakek berkeliling dunia untuk memperluas jaringan bisnis keluarga.

"Suatu hari nanti, kau harus melihat dunia dengan matamu sendiri," ujar sang kakek sambil tersenyum. "Semakin banyak yang kau lihat, semakin luas pula cara berpikirmu."

Setiap musim panas, mereka selalu bepergian mengelilingi berbagai benua. Perjalanan itu menjadi bagian favorit dalam hidup Freya.

Ia menyukai makanan dari berbagai negeri, budaya yang berbeda-beda, dan terutama gaun-gaun indah dengan beragam gaya yang selalu berhasil menarik perhatiannya.

Ketika mengenakan gaun bergaya unik dari rumah mode paling mahal sambil berjalan di ibu kota, para bangsawan sering kali menoleh dan memandanginya. Namun Freya tidak pernah memedulikan tatapan itu.

Pada masa itu, tidak ada seorang pun yang berani meremehkan atau mengejek keluarga Bexley.

Namun...

Semua kebahagiaan itu berakhir ketika sang kakek meninggal dunia.

Para penerusnya tidak memiliki kemampuan yang sama dalam mengelola bisnis keluarga. Kesalahan demi kesalahan terus terjadi hingga perlahan-lahan kekayaan yang telah dibangun selama puluhan tahun mulai runtuh.

Kini keluarga Bexley hanya tinggal di sebuah rumah kecil di pinggiran ibu kota karena ibunya bersikeras tidak ingin meninggalkan kota itu.

"Aku yakin kita akan kembali seperti dulu," ucap Nyonya Bexley berkali-kali, seolah sedang meyakinkan dirinya sendiri. "Keluarga Bexley tidak mungkin selamanya terpuruk."

Freya hanya bisa diam mendengarnya kala itu.

Ibunya masih berharap suatu hari nanti keluarga mereka kembali diterima di kalangan masyarakat kelas atas, dan tampaknya harapan itu tidak sepenuhnya sia-sia. Ia telah menjual kebahagiaan putrinya sendiri.

Freya akhirnya menerima pernikahan itu dengan keterpaksaan tanpa menyadari bahwa ada sesuatu yang mengerikan, yang akan menunggunya di sana.

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป

บทล่าสุด

  • MENJADI ISTRI KEDUA DUKE TERKUTUK   41. Musim semi yang sempurna

    Setahun setelah Freya kembali ke Kadipaten Dalton, musim semi datang lebih awal dari biasanya. Pepohonan di halaman bermekaran seolah merayakan sesuatu yang telah lama dinantikan.Para pelayan tampak lebih sibuk dari biasanya. Sementara itu, Doria, yang entah bagaimana selalu tahu kapan harus muncul, sudah duduk santai di kursi goyang dekat perapian sejak pagi, mengupas apel sambil bergumam pelan.Ryan tidak meninggalkan sisi Freya sejak fajar. Bukan karena diminta, ia terus muncul di depan pintu kamar dengan wajah yang berusaha tampak tenang, meskipun jelas gagal menyembunyikan kegelisahannya.Freya tidak memiliki cukup tenaga untuk menyuruhnya pergi.Doria melirik ke arahnya. "Tuan Duke, kalau tanganmu terus gemetar seperti itu, lebih baik keluar saja."Ryan menatap tangannya sendiri. Ia mengepalkan jemarinya kuat-kuat, tetapi tetap tidak beranjak.Freya tertawa kecil di sela napasnya yang berat. "Biarkan dia."Ryan tidak dapat mendengar suara itu. Namun, ia dapat melihatnya, dan it

  • MENJADI ISTRI KEDUA DUKE TERKUTUK   40. Kembali ke rumah yang tepat

    Hal yang belum selesai itu adalah kata-kata yang belum sempat diucapkan.Dua bulan setelah kejadian itu, Duke Ryan masih menetap di penginapan bersama Freya dan Andrew. Freya tahu pria itu seharusnya sudah kembali, sebab Kadipaten Dalton membutuhkan tuannya.Urusan tanah dan pajak menunggu untuk diselesaikan, sementara ratusan pelayan menanti perintah darinya. Namun, setiap pagi, Ryan tetap duduk di meja makan dan menyeruput teh sambil memandangi Andrew yang berlarian di halaman.Tatapannya tidak pernah berubah. Khas seorang pria yang belum siap melepaskan.Freya memahaminya. Tapi, memahami bukan berarti ia mampu mengubah kenyataan. Hubungan mereka telah berakhir, setidaknya itulah yang selalu ia yakinkan kepada dirinya sendiri setiap malam sebelum tidur.Tapi suatu malam, Freya sedang duduk sendirian di balkon belakang penginapan ketika ia mendengar langkah kaki yang begitu dikenalnya. Ia tidak perlu menoleh untuk mengetahui siapa yang datang.Ryan duduk di sampingnya tanpa mengucapk

  • MENJADI ISTRI KEDUA DUKE TERKUTUK   39. Pertarungan

    Rasa takut adalah naluri yang menjauhkan manusia dari bahaya.Itulah sebabnya tubuh Freya gemetar, seolah memaksanya untuk berbalik dan pergi. Namun, ia tidak bisa. Ia harus berada di sini dan melakukannya, bahkan jika ini adalah hal terakhir yang ia lakukan dalam hidupnya.Freya dan Conan bersembunyi sesuai rencana. Begitu mereka cukup dekat dengan pondok tua milik penyihir itu, pintu berderit terbuka dari dalam.Rambut hitam panjang Shana menjuntai hingga menyentuh tanah. Tubuhnya mengerikan, begitu kurus hingga tampak seperti tulang yang hanya dibalut kulit. Dengan gaun hitam panjang yang dikenakannya, ia menyerupai malaikat maut yang baru bangkit dari kegelapan."Aku mencium sesuatu yang kotor, dan kini aku tahu apa itu. Keturunan si pembohong," katanya, matanya langsung tertuju pada Duke Ryan.Cara Shana bergerak tidaklah manusiawi. Tubuhnya meliuk dalam sudut-sudut yang aneh, seolah ia telah lama melupakan bagaimana caranya menjadi manusia."Aku datang untuk menawarkan apa pun y

  • MENJADI ISTRI KEDUA DUKE TERKUTUK   38. Shana

    Shana adalah penyihir yang telah menentang hukum alam. Itulah yang Doria ceritakan kepada Freya sebelum mulai menuturkan kisah-kisah yang pernah ia dengar tentang perempuan itu.Tidak ada yang tahu berapa usianya atau dari mana ia berasal. Mungkin bahkan Shana sendiri telah lupa siapa dirinya dahulu, bagaimana ia pernah hidup sebagai manusia biasa, dan bagaimana akhirnya menjadi seperti sekarang.Kabar yang beredar menyebutkan bahwa karena usianya yang amat tua, ia telah kehilangan minat terhadap segalanya. Tidak ada lagi yang berharga dan layak diperjuangkan, ia hanya menjalani hari demi hari dengan harapan samar bahwa suatu saat hidupnya akan kembali terasa menarik.Hari-hari itu menumpuk menjadi ratusan tahun. Hingga suatu hari, sesuatu yang berbeda terjadi.Ia menolong seseorang yang membutuhkan, bukan karena kebaikan hati, melainkan karena sudah lama sekali tidak menggunakan sihirnya. Sebagai ungkapan terima kasih, orang itu memberinya sekeranjang jeruk dari pohon-pohon di sekita

  • MENJADI ISTRI KEDUA DUKE TERKUTUK   37. Pengakuan Wilson

    Berhari-hari telah berlalu sejak mereka meninggalkan Gowndale sebelum fajar hari itu. Jalan yang mereka tempuh semakin jauh dari kota, semakin dekat ke arah yang tidak pernah dijelajahi peta mana pun.Di sepanjang perjalanan itu, pikiran Freya berkali-kali melayang jauh ke belakang.Tiga setengah tahun yang lalu, ketika perjalanan ini dimulai bersama Conan, Freya tenggelam dalam lingkaran kesengsaraan yang tak berujung. Mereka terus berpindah tanpa henti, tanpa jeda untuk sekadar bernapas.Freya membenci bau penginapan yang mereka singgahi dan kasur besi yang keras serta dingin. Setiap kali mereka mulai terbiasa dengan suatu tempat, waktu untuk pergi selalu tiba lebih cepat dari yang diharapkan.Mencari jalan keluar dari kutukan Andrew jauh lebih sulit daripada yang mereka bayangkan. Tak ada tabib yang mampu menyembuhkan kutukan, sehingga satu-satunya pilihan adalah mencari para penyihir yang mungkin mengetahui sesuatu yang berguna. Sayangnya, semua penyihir yang mereka temui ternyata

  • MENJADI ISTRI KEDUA DUKE TERKUTUK   36. Benda pengikat kutukan

    Benda apa kiranya yang mengikat kutukan pada keluarga Dalton? Bagaimana mereka akan menghadapi penyihir paling kuat di Barat itu, dan mampukah mereka mengalahkannya?Begitu banyak pertanyaan yang berputar dalam benak Freya. Tapi untungnya, putranya segera membuyarkan lamunannya."Ibu, aku sudah selesai memilih. Aku membawa ini untuk Paman Conan, Tuan Ryan, dan yang lainnya," kata Andrew. Lalu ia mengeluarkan sebuah kantung kecil berisi permen merah. "Ini rasa ceri kesukaan kita. Kita makan bersama-sama ya, Bu."Freya memeluk putranya erat tanpa berkata apa pun. Andrew, putra tersayangnya, selalu memikirkan orang lain terlebih dahulu.Doria, alias ibu baptis Wilson, benar. Andrew pasti akan tumbuh menjadi anak yang baik.Freya berjanji pada dirinya, setelah semua ini usai, ia akan menemukan jalan hidupnya dan Andrew agar bisa selalu bersama seperti ini.Malam itu, setelah Andrew tertidur, Freya menyelinap keluar dari kamarnya dan menuju kamar Doria, berharap bisa mendapatkan lebih bany

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status