FAZER LOGINChang Xue tampaknya terkejut kala mendengarkan tawaran darinya namun dengan cepat menyesuaikan dirinya. “Tentu, Nyonya muda adalah orang yang luar biasa. Bisa berteman dengan Nyonya muda adalah keberuntungan bagi Chang Xue. “ Ucap Chang Xue. “Jika sudah berteman maka rasanya tidak pantas jika memanggil dengan sebutan Nyonya muda, kamu panggil aku Qingyu saja. “ Balas Xu Qingyu dengan lembut. “Qingyu… nama yang sangat indah. Kalau begitu maka kamu panggil aku Xue saja, dengan begini kita adalah teman. “Ucap Chang Xue ikut bahagia. Xu Qingyu tersenyum dan mengamati Chang Xue ini, tampaknya Chang Xue ini memang benar benar seorang gadis yang polos. Sikapnya sederhana dan tidak terlihat licik, tampaknya layak untuk dijadikan sebagai teman. “ Xue, apakah kamu datang sendirian ? “Tanya Xu Qingyu duduk di samping Chang Xue. “ Tidak, ada adikku yang akan datang namun mungkin terlambat. Tadi kondisinya kurang baik sehingga dia perlu pergi ke toilet terlebih dahulu. “Jawab Chang Xue deng
Setelah menghabiskan waktunya bersama dengan Selir Wen, akhirnya Xu Qingyu memutuskan untuk menanyakan hal yang sudah terlintas di benaknya sejak awal . Xu Qingyu menilai situasi sebelum akhirnya menanyakan tentang hal ini. “Bibi, Istana ini tidak memiliki banyak Pangeran dan Putri namun ada begitu banyak Selir. Apakah ada alasan tertentu? “ Tanya Xu Qingyu dengan penasaran. Mendengar ini membuat Selir Wen terkekeh alih alih marah atau merasa tersinggung dengan pertanyaan sensitif ini. “Sejak masuk ke dalam neraka ini, meski kamu berusaha keras pun tetap tidak akan mencapai hasil yang baik. Kecuali kamu memiliki kemampuan untuk membalikkan keadaan, menahan ombak yang datang menerpa. “Ucap Selir Wen dengan agak sedih. Xu Qingyu samar samar paham bahwa masalah kehamilan ini telah disabotase oleh para Selir tingkat tinggi untuk menekan angka saingan. Karena itu hanya ada tiga Pangeran dan dua putri, sisanya tidak memiliki anak. Kemungkinan besar para Selir dipaksa untuk minum sesua
Selir Terhormat Yu mau tidak mau melepaskan selir yang dipaksa nya untuk berlutut itu, kemudian Xu Qingyu pun dengan cepat bergerak maju dan membantu selir itu untuk berdiri. “Bangunlah, Selir. “ Ucap Xu Qingyu mengulurkan tangannya. “Terima kasih, Nyonya muda. “ Balas Selir itu dengan penuh hormat. “Bagaimana jika Nyonya muda duduk sebentar di halamanku? “ Tanya Selir itu. “Tentu saja. “ Jawab Xu Qingyu tidak menolak. “Selir Terhormat Yu biasanya arogan dan keras kepala, Nyonya muda menegurnya hari ini mungkin akan membuatnya tidak bahagia di masa depan. “ Ucap Selir itu di perjalanan. “Tidak bahagia atau bahagia bukanlah urusanku, aku hanya mengatakan apa yang aku ketahui. Apakah hal ini salah menurut Selir? “ Tanya Xu Qingyu dengan lembut. “Tidak, Nyonya muda memang sangat baik. Namun kenapa Nyonya muda memutuskan untuk terlibat dalam masalah ini dan membantuku? “ Tanya selir itu dengan penasaran. “Selir mungkin tidak tahu, namun secara kekerabatan kita masih merupakan kera
Xu Qingyu menerima tawaran dari kasim itu untuk mengajaknya berkeliling Istana, jarang sekali Istana dibuka secara umum. Terakhir kali dia datang kemari adalah bersama Putri Huailing, untuk membela Xu Yin di hadapan Permaisuri. Mengingat hal ini membuat Xu Qingyu mau tidak mau merasa khawatir, apakah Xu Yin akan baik baik saja di Istana? Sudah satu bulan sejak pernikahan Xu Yin, tentu saja seharusnya selama ini baik baik saja. Jika baik baik saja maka dirinya sebagai seorang adik akan ikut merasa bahagia dengan kebahagiaan kakaknya. “Tuan, perjalanan di depan biarkan aku yang melanjutkannya sendiri. Aku sudah pernah datang kesini sebelumnya. “ Ucap Xu Qingyu dengan tenang. “Kalau begitu maka silakan berkeliling Nyonya muda, hamba akan pergi untuk memeriksa hal lain. “ Balas kasim itu tidak menolak. Setelah itu hanya tersisa Xu Qingyu dengan kedua orang pelayannya. Di tengah langkahnya menuju Istana Permaisuri, dia justru bertemu dengan seorang wanita di usia dua puluhan tahun s
Hari berlalu dengan cepat dan Putri Huailing masih belum sadarkan diri hingga saat ini yang menyebabkan Xu Qingyu dan Ling Shang harus menjalankan rencana darurat mereka. “Aku akan pergi, kamu jagalah Ibu dan jangan khawatirkan aku. Kali ini akan ada Ayah serta kakak pertama dan kakak kedua, aku akan baik baik saja. “ Ucap Xu Qingyu menenangkan suaminya. “Jika ada sesuatu maka bersabarlah, namun jika keterlaluan tidak perlu menahan diri. Aku akan selalu mendukungmu. “ Balas Ling Shang. Xu Qingyu menganggukkan kepalanya dan tersenyum tipis lalu mengulurkan tangannya untuk memeluk Ling Shang dengan erat. “Ling Shang, aku akan menunggumu untuk menjemputku. “ Ucap Xu Qingyu dengan agak sedih. Dia berharap bahwa dirinya akan bisa pergi ke perjamuan ini bersama Ling Shang, namun sayang sekali bahwa Ling Shang sedang harus menjaga Putri Huailing. Setelah berpamitan, Xu Qingyu pun pergi dari kediaman dengan naik kereta kuda. Ling Shang melambaikan tangan padanya dan Xu Qingyu tertawa ke
Ling Shang menganggukkan kepalanya meski merasakan hawa yang tidak enak dari ajakan Xu Qingyu ini. Semula tidak ada yang aneh, melainkan mereka tetap makan dan berbincang seperti biasa. Perubahan suasana baru terjadi setelah piring piring makanan dibersihkan dan mereka duduk berdua di tengah taman belakang ini. Xu Qingyu mengusir seluruh pelayan untuk pergi dan hanya menyisakan dirinya dengan Ling Shang. “Apa yang terjadi?” Tanya Ling Shang. Xu Qingyu meremas gaunnya dengan gelisah sebelum akhirnya memberanikan dirinya untuk bertanya. “Ling Shang… Apakah kamu sengaja untuk menghindari ku? Kita sudah menikah tiga bulan namun masih belum… berhubungan.”Ucap Xu Qingyu menundukkan kepalanya. “Aku dengar bahwa gadis yang menikah ke kediaman bahkan ada yang hamil setelah satu bulan masuk ke dalam kediaman. Apakah… apakah menurutmu aku kurang menarik? “Tanya Xu Qingyu dengan air mata yang menumpuk di pelupuk mata. Ling Shang terkesan dengan pertanyaan Xu Qingyu dan tergagap, bahkan le
Xu Qingyu hanya menanggapinya dengan senyuman dan merasa agak kurang nyaman. Entah kenapa dia merasa bahwa ini bukan sekedar keberuntungan atau kebenaran melainkan sebuah pengaturan yang telah dibuat dengan teliti untuk menariknya masuk. Hanya saja Xu Qingyu tidak yakin apakah ini hanya perasaann
Pria tua itu berulang kali menggumamkan kata kata bahwa dirinya telah melakukan kesalahan, seolah olah itu adalah kesalahan yang tidak memiliki jalan mundur lagi. “Tepatnya bulan lalu, putriku menikah dengannya dan putriku ikut pergi ke kampung halaman bajingan itu. ““Namun hingga satu bulan pun
Xu Qingyu merasa bahwa sekujur tubuhnya gemetar dan ketika mendengarkan suara itu dirinya merasa agak tenang. Awalnya Xu Qingyu mengira bahwa itu adalah kelompok pembunuh yang lain namun ternyata dirinya salah. Suara yang serak dan pada saat yang sama memberikannya keamanan itu adalah suara yang
Bagimana mungkin tidak menegang? Sementara kedua tangan Ling Shang menghimpit pinggangnya dari kanan dan kiri untuk memegang tali kekang kuda. Seolah olah selimut besar telah membungkus tubuhnya yang mungil ini. Belum lagi karena ukuran kuda yang seharusnya didesain untuk satu orang ini ketika did







