ログインJika orang lain mendengarkan kata kata Xu Qingyu hari ini maka orang orang pasti akan mengutuknya sebagai seorang bawahan yang tidak setia! Namun Xu Qingyu pada dasarnya tidak mempedulikan hal ini. Hal yang penting di hatinya adalah keselamatan orang orang yang dicintainya. Xu Qingyu tiba tiba teringat bahwa dirinya masih memiliki mahar dan juga sebuah toko yang diberikan oleh Nyonya Wen sebelumnya. “Kamu berhentilah, aku akan menghidupi mu mulai sekarang. “Ucap Xu Qingyu sembari bergelayut manja di lengan Ling Shang. “Baiklah, aku akan mengandalkan istriku dan menjadi suami matri lokal. Bagaimana? “ Tanya Ling Shang dengan senyum manis. “Kamu sudah berjanji ya, jangan sampai menyesalinya di masa depan. “ Jawab Xu Qingyu. Keduanya terkekeh dengan santai, menikmati hari hari damai yang jarang terwujud ini. Tak terasa satu bulan lain sudah berlalu. Mereka sudah hidup menjadi suami istri selama dua bulan lamanya dan kali ini mereka akan mengantar Xu Ming ke perbatasan. Setelah te
Keduanya sama sama terpikirkan siapa yang mampu memiliki kemampuan ini namun tidak ada yang berani langsung menyebutkannya. Sebelum akhirnya Xu Qingyu mengambil inisiatif untuk menyebutkan nama terlebih dahulu. “Yang Mulia Kaisar. “ Ucap Xu Qingyu dengan suara rendah. Ling Shang menganggukkan kepalanya dan langsung setuju dengan dugaan yang dibuat oleh Xu Qingyu. Di Ibukota ini, orang yang memiliki kemampuan sebesar itu maka takutnya hanya ada Kaisar seorang. Jadi mereka otomatis langsung mencurigai Kaisar sebagai dalang di balik penyerangan Ling Shang. Karena ini adalah topik yang sensitif dan setiap dinding memiliki telinga, jadi mereka masuk ke dalam kamar untuk membicarakan masalah ini. “Kenapa Yang Mulia ingin membunuhmu? Bukankah kamu adalah keponakannya? Selain itu, kamu selalu melakukan apa yang Yang Mulia perintahkan padamu. “Bisik Xu Qingyu dengan gelisah. Jika memang Kaisar maka lawan mereka tidak akan mudah dihadapi. Sebab lawan mereka adalah orang paling berkuasa
“Benarkah? “ Tanya Xu Qingyu dengan antusias kala mendengarnya. Bagaimana tidak antusias? Ini berkaitan dengan orang jahat yang mencoba membunuh Ling Shang. Tentu saja kabar baik jika mereka menemukan jejak para penjahat itu dan menangkap mereka lalu memberikan mereka hukuman yang berat. “Benar, Nyonya muda terimalah hormat dari Ying Long. Tanpa bantuan dan penyelamatan Nyonya muda maka Ying Long akan mati tanpa pembalasan. “ Ucap Ying Long menundukkan kepalanya dengan sopan. Xu Qingyu terkekeh dan membantu Ying Long untuk bangun lalu membalas, “Sebenarnya Yueyue yang menyadari lebih dahulu bahwa kamu terbaring di sana. Kamu nanti berterima kasih padanya saja. ““Baik, Nyonya muda. “ Balas Ying Long menundukkan kepalanya agak malu. Xu Qingyu merasa bahwa Ying Long dengan Yueyue agak cocok, walaupun keduanya sering bertengkar namun bukan berarti hubungan mereka tidak baik kan? Mereka justru memiliki hubungan yang baik, jika mereka bisa bersama maka Xu Qingyu sebagai majikan aka
Ekspresi Xu Qingyu langsung berubah drastis ketika mendengarkan ucapan dari Ling Shang yang mengiyakan tuduhannya. “Kamu sungguh sungguh pernah melakukannya? Dengan siapa? Sebelumnya kamu bilang bahwa kamu hanya pernah mencintaiku. “ Keluh Xu Qingyu dengan cemberut. Xu Qingyu memukul mukul lengan Ling Shang dengan lebih kuat dan jelas sekali bahwa dirinya sedang cemburu. “Kenapa tidak? Aku tampan dan rupawan, ada lebih dari selusin gadis yang akan mengantre di hadapanku. “ Tanya Ling Shang sengaja menantang Xu Qingyu. “Kamu?! Baiklah, tidak masalah… aku akan melakukan hal yang sama. Mencari pria yang lebih tampan darimu untuk membalas dendam! “Seru Xu Qingyu dengan kesal. Xu Qingyu menghentakkan kakinya dan berbalik untuk pergi , kemudian Ling Shang langsung menarik tangannya dan membawanya ke dalam pelukan. “Lepaskan aku! “ Perintah Xu Qingyu meronta ronta. “Diam dulu. Apakah kamu tidak penasaran dengan orangnya? “ Tanya Ling Shang di telinganya. “Siapa yang penasaran dengan
Ling Shang menganggukkan kepalanya sementara Xu Ming berdeham dengan canggung. Bagaimana mungkin tidak merasa canggung di saat Ling Shang sebenarnya lebih tua dua tahun darinya namun harus memanggilnya adik ipar. Xu Qingyu tidak dapat menahan diri untuk tidak tertawa kala menonton pemandangan aneh ini. Namun satu satunya hal yang bisa dia katakan adalah rasanya ada sebuah batu besar yang menimpa hatinya telah diangkat pada saat ini. Sehingga hatinya mendadak terasa sangat ringan dan kehilangan bebannya, Xu Qingyu merasa sangat bersyukur. Lalu dari belakang, situasi ini berubah menjadi lebih tenang ketika Selir Wei datang dibantu oleh pelayan. Nyonya Wen membantu Selir Wei untuk mendekati putranya, Xu Ming dengan tertatih tatih. “Putraku… Ming'er… “Lirih Selir Wei lalu memeluk Xu Ming dengan erat. “Selir Wei… “Panggil Xu Ming dengan senyum lebar. Xu Qingyu tersenyum sekaligus merasa agak sakit hati mendengarkan panggilan ini, seorang selir selamanya tidak akan bisa dipanggil
“Tuan muda ketiga telah sadar! “ Seru pelayan dari dalam dengan suara nyaring. Xu Qingyu langsung berlari masuk lalu melihat Xu Ming yang baru saja membuka matanya dan melihat sekitar dengan tatapan kosong. Sepertinya kesadarannya masih belum sepenuhnya kembali, jadi Xu Qingyu dengan sabar berlutut di samping ranjang Xu Ming. Xu Qingyu menggenggam telapak tangan Xu Ming dengan erat dan tampak enggan untuk melepaskannya. “Kakak, apakah kamu sudah membaik? Apakah kami sebaiknya memanggil tabib untuk memeriksa keadaanmu? “ Tanya Xu Qingyu dengan khawatir. “Siapa kamu? “ Tanya Xu Ming padanya. “Kakak? “ Gumam Xu Qingyu. Xu Qingyu merasa bahwa matanya memanas dan air matanya menumpuk, jantungnya terasa berhenti sejenak. Sangat sakit dan menyiksa dirinya pada saat ini, rasanya sama seperti saat Ling Shang melupakan dirinya. “Ada apa ini? Ming'er, ini adalah adikmu, Qingyu. “ Ucap Xu Yong dari luar. “Ayah… aku benar benar tidak ingat. Yi'er, Ibu.”Panggil Xu Ming pada orang orang ya
Xu Qingyu hanya menanggapinya dengan senyuman dan merasa agak kurang nyaman. Entah kenapa dia merasa bahwa ini bukan sekedar keberuntungan atau kebenaran melainkan sebuah pengaturan yang telah dibuat dengan teliti untuk menariknya masuk. Hanya saja Xu Qingyu tidak yakin apakah ini hanya perasaann
Pria tua itu berulang kali menggumamkan kata kata bahwa dirinya telah melakukan kesalahan, seolah olah itu adalah kesalahan yang tidak memiliki jalan mundur lagi. “Tepatnya bulan lalu, putriku menikah dengannya dan putriku ikut pergi ke kampung halaman bajingan itu. ““Namun hingga satu bulan pun
Ketika Xu Qingyu bangun, tentu saja tidak akan menemukan Ling Shang lagi hanya saja dia terkejut bahwa dirinya sudah berada di atas ranjang. Namun… ini bukan ranjangnya! Ini adalah ranjang Ling Shang! Xu Qingyu melirik ke samping dan berjalan ke arah pembatas ruangan, hanya untuk menemukan bahwa k
Xu Qingyu merasa bahwa sekujur tubuhnya gemetar dan ketika mendengarkan suara itu dirinya merasa agak tenang. Awalnya Xu Qingyu mengira bahwa itu adalah kelompok pembunuh yang lain namun ternyata dirinya salah. Suara yang serak dan pada saat yang sama memberikannya keamanan itu adalah suara yang







