Masuk“Ada dua orang? “Tanya Xu Qingyu dengan terkejut dan dia berpikir keras. Jika memang ada dua orang maka seharusnya akan ada pihak lain yang menginginkan kematian Kepala Pelayan Cheng. Bukan hanya pelayan yang menyamar itu, saat ini Xu Qingyu tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada saat itu. Jika saja Xu Qingyu membayangkan lagi saat Putri Huailing sendirian, apa yang akan dilakukannya? Dengan perilaku Putri Huailing selama ini, sangat kecil kemungkinan dirinya akan menyinggung orang lain. “Selain itu , tusukan demi tusukan ini menunjukkan bahwa orang yang melakukannya sangat dendam pada orang ini.” Ucap koroner itu lagi. “Apakah ada petunjuk lagi? Seperti waktu kematiannya atau semacamnya? “ Tanya Xu Qingyu. “Waktu kematiannya… diperkirakan pagi ini sekitar pukul delapan, tidak lama dari sejak dia ditemukan. Karena tubuhnya masih belum sepenuhnya kaku dan darahnya masih sedikit hangat. “Jawab koroner itu. “Apakah masih ada bukti lain lagi? “ Tanya Xu Qingyu. Koroner itu t
Xu Qingyu memandang ke arah Jingyun dan tidak paham dengan maksud perkataan Jingyun yang sangat ambigu ini. Xu Qingyu tidak paham kenapa dirinya lebih beruntung lagi? Mungkinkah karena bisa menikahi Ling Shang? “Apakah Nyonya muda mendengar bahwa Tuan muda berkata kalau seluruh kendali Jingyun berada di tangan Nyonya muda? Itu sama saja dengan memberikan Jingyun kepada Nyonya muda sepenuhnya, menjadikan Nyonya muda sebagai tuan barunya. “ Ucap Jingyun. “Ya… lalu apa yang aneh dengan hal ini? “Tanya Xu Qingyu masih tidak paham. “Hal ini menunjukkan bahwa meski nanti ada perdebatan antara Nyonya muda dengan Tuan muda, Jingyun tetap harus mematuhi Nyonya muda dan melakukan semua nya untuk Nyonya muda meski itu harus menyakiti Tuan muda. “ Jawab Jingyun. “Biasanya, di budaya kami para pembunuh terlatih, kepemilikan kami sepenuhnya hanya pada satu Tuan, tidak dipindah pindah demi keamanan diri sendiri. Namun Tuan muda sangat memperhatikan Nyonya muda, sehingga tidak ingin Nyonya muda
“Hm, kalau begitu maka aku akan kembali. Ling Shang, tetaplah semangat dan aku akan menunggu kabar baik darimu. “ Ucap Xu Qingyu pada akhirnya. Karena sudah menyampaikan apa yang perlu disampaikan pada suaminya maka Xu Qing yu tidak memiliki alasan lain untuk tetap tinggal dan membuat kekacauan di sini. Selain itu Putri Huailing masih belum sadar, akan lebih baik jika dirinya kembali dan tinggal di samping Ibu mertuanya sebagai bentuk dukungan moral. Namun ketika di pintu keluar, Ling Shang tiba tiba memanggilnya yang membuat langkah kakinya terhenti. “Tunggu sebentar, apakah kamu bisa memasak untuk malam ini? Ibu berencana untuk makan bersama pagi ini, bagaimana jika kita makan bersamanya malam ini? “ Tanya Ling Shang dari belakang. Xu Qingyu terdiam dan berpikir sejenak, dia tahu maksud dari perkataan Ling Shang. Orang bilang jika ada orang yang koma maka kita harus mengingatkan kegiatan yang seharusnya mereka lakukan. Ling Shang berharap dengan melakukan ini, Ibunya akan sada
“Hadiah? “ Tanya Xu Qingyu dengan heran. Situasi sudah seperti ini dan suaminya yang baik ini masih sempat sempatnya untuk memberikan dan menyiapkan hadiah untuknya? Tentu saja Xu Qingyu merasa aneh namun tidak bertanya ketika melihat ekspresi Ling Shang yang begitu antusias dan penuh semangat. Tidak lama kemudian, seorang wanita dengan pakaian pelayan masuk dan Ling Shang menarik tangannya untuk lebih mendekat. Xu Qingyu mengamati gadis ini dengan seksama, gadis ini cukup cantik dengan riasan tipis yang sederhana. Serta ekspresi yang ramah dan mudah untuk membuat orang lain merasa kasihan padanya. Namun Xu Qingyu tidak menemukan hadiah yang dimaksud oleh Ling Shang. Xu Qingyu tidak melihat hadiah apapun yang dipegang oleh pelayan ini yang menunjukkan bahwa pelayan ini bukanlah orang yang membawa hadiah yang dimaksud oleh Ling Shang. Xu Qingyu menaikkan alisnya dan merasa tidak enak, ada banyak pemikiran yang memenuhi hatinya. Mungkinkah Ling Shang akan mengambi
Ling Shang terlihat tidak mengerti dengan poin yang disorot oleh Xu Qingyu namun Xu Qingyu tidak merasa kesal atau marah. Sebenarnya masuk akal jika Ling Shang tidak mengerti karena tidak semua orang paham dan peka dengan masalah ini. “Dada wanita umumnya dengan ukuran sebesar ini akan sedikit lebih turun, kemungkinan besar di sini. Tidak akan berada di posisi ini. Bahkan wanita dengan ukuran dada yang lebih kecil pun juga tidak akan berada di posisi ini. Hal ini terlihat bahwa orang yang menyamar ini memalsukan ukuran dadanya . “ Ucap Xu Qingyu menjelaskan. “Selain itu… kemungkinan besar orang ini adalah pria karena dia tidak paham dengan lekuk tubuh alami wanita. “Lanjut Xu Qingyu. Ling Shang terdiam sejenak dan memandang Xu Qingyu. Lalu kembali memandang ke lukisan. Xu Qingyu merasa agak canggung dan malu namun menahannya, mereka adalah suami istri. Tidak seharusnya begitu berjarak kan? Masalah ini agak intim namun apa boleh buat? Hal ini bisa membantu arah penyelidikan, ja
Semua orang langsung menjadi histeris setelah Yueyue mengumumkan bahwa ada orang meninggal di halaman belakang . Terutama setelah orang orang mengetahui bahwa orang yang meninggal adalah Kepala Pelayan Cheng. “Yueyue, kamu urus situasi di sini. Aku akan mencari Tuan muda. Pastikan bahwa informasi ini tidak bocor sedikitpun keluar! “ Ucap Xu Qingyu dengan penuh peringatan. Yueyue menganggukkan kepalanya dan langsung mengatur pelayan untuk membereskan kekacauan ini. Sementara Xu Qingyu segera keluar dan menunggangi kuda yang sudah disediakan untuk dirinya. Jika dia tidak salah maka Ling Shang seharusnya berada di Mahkamah Agung dan sedang mencari pelayan yang dicari cari ini. Sesampainya di Mahakamah Agung, penjaga awalnya tidak ingin memberinya jalan untuk masuk. Namun Ying Long yang berjaga di luar justru melihat dirinya dan segera berlari menghampirinya. “Nyonya muda! Berikan jalan bagi Nyonya muda! “perintah Ying Long. Para penjaga itu terkejut dan segera menundukk
Bagimana mungkin tidak menegang? Sementara kedua tangan Ling Shang menghimpit pinggangnya dari kanan dan kiri untuk memegang tali kekang kuda. Seolah olah selimut besar telah membungkus tubuhnya yang mungil ini. Belum lagi karena ukuran kuda yang seharusnya didesain untuk satu orang ini ketika did
Keesokan harinya berjalan seperti biasa namun terasa retakan yang nyata di antara Xu Qingyu dan Ling Shang. Keduanya tidak saling menyapa dan tidak berbicara satu sama lain, hanya saling berbicara ketika dibutuhkan saja. Sisanya mereka hanya mengurus urusan masing masing dan sibuk dengan urusan m
Wei Lianhua merasa canggung dengan ini dan tidak tahu harus mengatakan apa sebelum akhirnya mengulurkan tangan dan menepuk nepuk punggung Xu Qingyu. “Jangan terlalu sedih, Ayahku bilang bahwa seorang gadis tidak seharusnya mengharapkan cinta dari orang lain melainkan harus mencintai dirinya terleb
Xu Qingyu segera melarikan diri dari hadapan Putri Huailing setelah mengatakan kata katanya tadi dan memerintahkan Yueyue untuk menyiapkan kereta kuda. “Nyonya muda, apakah kita akan berangkat ke bengkel besi? “Tanya Yueyue memastikan. “Ya.” Jawab Xu Qingyu. “Nyonya muda, ini adalah kusir baru y







