Se connecterKeduanya sama sama terpikirkan siapa yang mampu memiliki kemampuan ini namun tidak ada yang berani langsung menyebutkannya. Sebelum akhirnya Xu Qingyu mengambil inisiatif untuk menyebutkan nama terlebih dahulu. “Yang Mulia Kaisar. “ Ucap Xu Qingyu dengan suara rendah. Ling Shang menganggukkan kepalanya dan langsung setuju dengan dugaan yang dibuat oleh Xu Qingyu. Di Ibukota ini, orang yang memiliki kemampuan sebesar itu maka takutnya hanya ada Kaisar seorang. Jadi mereka otomatis langsung mencurigai Kaisar sebagai dalang di balik penyerangan Ling Shang. Karena ini adalah topik yang sensitif dan setiap dinding memiliki telinga, jadi mereka masuk ke dalam kamar untuk membicarakan masalah ini. “Kenapa Yang Mulia ingin membunuhmu? Bukankah kamu adalah keponakannya? Selain itu, kamu selalu melakukan apa yang Yang Mulia perintahkan padamu. “Bisik Xu Qingyu dengan gelisah. Jika memang Kaisar maka lawan mereka tidak akan mudah dihadapi. Sebab lawan mereka adalah orang paling berkuasa
“Benarkah? “ Tanya Xu Qingyu dengan antusias kala mendengarnya. Bagaimana tidak antusias? Ini berkaitan dengan orang jahat yang mencoba membunuh Ling Shang. Tentu saja kabar baik jika mereka menemukan jejak para penjahat itu dan menangkap mereka lalu memberikan mereka hukuman yang berat. “Benar, Nyonya muda terimalah hormat dari Ying Long. Tanpa bantuan dan penyelamatan Nyonya muda maka Ying Long akan mati tanpa pembalasan. “ Ucap Ying Long menundukkan kepalanya dengan sopan. Xu Qingyu terkekeh dan membantu Ying Long untuk bangun lalu membalas, “Sebenarnya Yueyue yang menyadari lebih dahulu bahwa kamu terbaring di sana. Kamu nanti berterima kasih padanya saja. ““Baik, Nyonya muda. “ Balas Ying Long menundukkan kepalanya agak malu. Xu Qingyu merasa bahwa Ying Long dengan Yueyue agak cocok, walaupun keduanya sering bertengkar namun bukan berarti hubungan mereka tidak baik kan? Mereka justru memiliki hubungan yang baik, jika mereka bisa bersama maka Xu Qingyu sebagai majikan aka
Ekspresi Xu Qingyu langsung berubah drastis ketika mendengarkan ucapan dari Ling Shang yang mengiyakan tuduhannya. “Kamu sungguh sungguh pernah melakukannya? Dengan siapa? Sebelumnya kamu bilang bahwa kamu hanya pernah mencintaiku. “ Keluh Xu Qingyu dengan cemberut. Xu Qingyu memukul mukul lengan Ling Shang dengan lebih kuat dan jelas sekali bahwa dirinya sedang cemburu. “Kenapa tidak? Aku tampan dan rupawan, ada lebih dari selusin gadis yang akan mengantre di hadapanku. “ Tanya Ling Shang sengaja menantang Xu Qingyu. “Kamu?! Baiklah, tidak masalah… aku akan melakukan hal yang sama. Mencari pria yang lebih tampan darimu untuk membalas dendam! “Seru Xu Qingyu dengan kesal. Xu Qingyu menghentakkan kakinya dan berbalik untuk pergi , kemudian Ling Shang langsung menarik tangannya dan membawanya ke dalam pelukan. “Lepaskan aku! “ Perintah Xu Qingyu meronta ronta. “Diam dulu. Apakah kamu tidak penasaran dengan orangnya? “ Tanya Ling Shang di telinganya. “Siapa yang penasaran dengan
Ling Shang menganggukkan kepalanya sementara Xu Ming berdeham dengan canggung. Bagaimana mungkin tidak merasa canggung di saat Ling Shang sebenarnya lebih tua dua tahun darinya namun harus memanggilnya adik ipar. Xu Qingyu tidak dapat menahan diri untuk tidak tertawa kala menonton pemandangan aneh ini. Namun satu satunya hal yang bisa dia katakan adalah rasanya ada sebuah batu besar yang menimpa hatinya telah diangkat pada saat ini. Sehingga hatinya mendadak terasa sangat ringan dan kehilangan bebannya, Xu Qingyu merasa sangat bersyukur. Lalu dari belakang, situasi ini berubah menjadi lebih tenang ketika Selir Wei datang dibantu oleh pelayan. Nyonya Wen membantu Selir Wei untuk mendekati putranya, Xu Ming dengan tertatih tatih. “Putraku… Ming'er… “Lirih Selir Wei lalu memeluk Xu Ming dengan erat. “Selir Wei… “Panggil Xu Ming dengan senyum lebar. Xu Qingyu tersenyum sekaligus merasa agak sakit hati mendengarkan panggilan ini, seorang selir selamanya tidak akan bisa dipanggil
“Tuan muda ketiga telah sadar! “ Seru pelayan dari dalam dengan suara nyaring. Xu Qingyu langsung berlari masuk lalu melihat Xu Ming yang baru saja membuka matanya dan melihat sekitar dengan tatapan kosong. Sepertinya kesadarannya masih belum sepenuhnya kembali, jadi Xu Qingyu dengan sabar berlutut di samping ranjang Xu Ming. Xu Qingyu menggenggam telapak tangan Xu Ming dengan erat dan tampak enggan untuk melepaskannya. “Kakak, apakah kamu sudah membaik? Apakah kami sebaiknya memanggil tabib untuk memeriksa keadaanmu? “ Tanya Xu Qingyu dengan khawatir. “Siapa kamu? “ Tanya Xu Ming padanya. “Kakak? “ Gumam Xu Qingyu. Xu Qingyu merasa bahwa matanya memanas dan air matanya menumpuk, jantungnya terasa berhenti sejenak. Sangat sakit dan menyiksa dirinya pada saat ini, rasanya sama seperti saat Ling Shang melupakan dirinya. “Ada apa ini? Ming'er, ini adalah adikmu, Qingyu. “ Ucap Xu Yong dari luar. “Ayah… aku benar benar tidak ingat. Yi'er, Ibu.”Panggil Xu Ming pada orang orang ya
“Biarkan saja mereka? Setelah mereka melakukan semua ini? “ Tanya Xu Qingyu tidak terima. “Ya, kita tidak tahu siapa orang ini. Namun bisa dikatakan bahwa dia tidak sabar. Biarkan saja mereka dan berpura pura bahwa tidak ada masalah. Apakah kamu memberitahu semua ini kepada orang lain? “ Tanya Ling Shang. “Tidak… hanya keluargaku yang tahu. Namun itu pun tidak spesifik. “Jawab Xu Qingyu dengan ragu. “Kalau begitu maka bagus sekali, jika kamu mengharapkan sesuatu namun hal ini tidak kunjung memberikan tanda. Apa yang akan kamu lakukan? “ Tanya Ling Shang. “Aku akan… aku akan mengecek ulang atau melakukannya lagi. “Jawab Xu Qingyu. Ketika mengatakan hal ini pun Xu Qingyu langsung menyadari apa maksud dari Ling Shang dengan ‘biarkan saja mereka'. Ling Shang benar benar sangat jenius, baru Xu Qingyu sadari pada saat ini rencana yang dikatakan Ling Shang. Dengan membiarkan mereka dan berpura pura tidak ada yang terjadi maka pihak lawan akan berubah menjadi gelisah. Mereka akan s
Xu Qingyu tentu saja melakukan sesuatu sesuai dengan instingnya, yaitu berusaha untuk melepaskan diri! Dia meronta ronta dan berpikir bahwa mungkin inilah akhir dari hidupnya hingga akhirnya… . “Ini aku. “ Bisik suara di belakangnya. Xu Qingyu tertegun dan segera berbalik lalu melihat bahwa tang
“ Apakah kamu diabaikan di hari pernikahan? “Tanya Xu Yin dengan tatapan menyelidik. “Hah? Tidak… Aku tidak merasa begitu. “Jawab Xu Qingyu dengan polos. “Sampai kapan kamu akan menyembunyikan fakta bahwa kamu diserang oleh pembunuh pada malam pernikahan dan ditinggalkan sejak hari pertama pernik
“Kamu harus mencoba untuk mencari kegiatan, sebagai istri Adipati kita dituntut untuk mandiri dan siap untuk kesepian. “ Ucap Putri Huailing dengan senyum sedih. “Tetapi sebenarnya ini bukan sebuah hal yang buruk, ini adalah pengabdian untuk tanah air. Ini adalah sebuah kebaikan yang tidak dapat d
Hari demi hari berlalu dan tiba saatnya di hari ketiga Xu Qingyu menikah dengan Ling Shang, pada saat itu dirinya menjalani hari dengan tenang dan sepi. Ling Shang seperti biasa belum memberikan kabar sedikitpun bahkan belum terlihat akan pulang dalam waktu dekat. Sepertinya… Ling Shang lupa ata







