Mag-log inXu Qingyu menerima tawaran dari kasim itu untuk mengajaknya berkeliling Istana, jarang sekali Istana dibuka secara umum. Terakhir kali dia datang kemari adalah bersama Putri Huailing, untuk membela Xu Yin di hadapan Permaisuri. Mengingat hal ini membuat Xu Qingyu mau tidak mau merasa khawatir, apakah Xu Yin akan baik baik saja di Istana? Sudah satu bulan sejak pernikahan Xu Yin, tentu saja seharusnya selama ini baik baik saja. Jika baik baik saja maka dirinya sebagai seorang adik akan ikut merasa bahagia dengan kebahagiaan kakaknya. “Tuan, perjalanan di depan biarkan aku yang melanjutkannya sendiri. Aku sudah pernah datang kesini sebelumnya. “ Ucap Xu Qingyu dengan tenang. “Kalau begitu maka silakan berkeliling Nyonya muda, hamba akan pergi untuk memeriksa hal lain. “ Balas kasim itu tidak menolak. Setelah itu hanya tersisa Xu Qingyu dengan kedua orang pelayannya. Di tengah langkahnya menuju Istana Permaisuri, dia justru bertemu dengan seorang wanita di usia dua puluhan tahun s
Hari berlalu dengan cepat dan Putri Huailing masih belum sadarkan diri hingga saat ini yang menyebabkan Xu Qingyu dan Ling Shang harus menjalankan rencana darurat mereka. “Aku akan pergi, kamu jagalah Ibu dan jangan khawatirkan aku. Kali ini akan ada Ayah serta kakak pertama dan kakak kedua, aku akan baik baik saja. “ Ucap Xu Qingyu menenangkan suaminya. “Jika ada sesuatu maka bersabarlah, namun jika keterlaluan tidak perlu menahan diri. Aku akan selalu mendukungmu. “ Balas Ling Shang. Xu Qingyu menganggukkan kepalanya dan tersenyum tipis lalu mengulurkan tangannya untuk memeluk Ling Shang dengan erat. “Ling Shang, aku akan menunggumu untuk menjemputku. “ Ucap Xu Qingyu dengan agak sedih. Dia berharap bahwa dirinya akan bisa pergi ke perjamuan ini bersama Ling Shang, namun sayang sekali bahwa Ling Shang sedang harus menjaga Putri Huailing. Setelah berpamitan, Xu Qingyu pun pergi dari kediaman dengan naik kereta kuda. Ling Shang melambaikan tangan padanya dan Xu Qingyu tertawa ke
Ling Shang menganggukkan kepalanya meski merasakan hawa yang tidak enak dari ajakan Xu Qingyu ini. Semula tidak ada yang aneh, melainkan mereka tetap makan dan berbincang seperti biasa. Perubahan suasana baru terjadi setelah piring piring makanan dibersihkan dan mereka duduk berdua di tengah taman belakang ini. Xu Qingyu mengusir seluruh pelayan untuk pergi dan hanya menyisakan dirinya dengan Ling Shang. “Apa yang terjadi?” Tanya Ling Shang. Xu Qingyu meremas gaunnya dengan gelisah sebelum akhirnya memberanikan dirinya untuk bertanya. “Ling Shang… Apakah kamu sengaja untuk menghindari ku? Kita sudah menikah tiga bulan namun masih belum… berhubungan.”Ucap Xu Qingyu menundukkan kepalanya. “Aku dengar bahwa gadis yang menikah ke kediaman bahkan ada yang hamil setelah satu bulan masuk ke dalam kediaman. Apakah… apakah menurutmu aku kurang menarik? “Tanya Xu Qingyu dengan air mata yang menumpuk di pelupuk mata. Ling Shang terkesan dengan pertanyaan Xu Qingyu dan tergagap, bahkan le
Tiga hari berlalu dengan sangat cepat sejak Putri Huailing ditemukan pingsan di kediaman, namun masih belum ada kabar baik saat ini. Baik di pihak Xu Qingyu maupun di pihak Ling Shang sementara perjamuan yang diadakan oleh Istana menjadi semakin dekat dan dekat. Lusa adalah waktu untuk mereka pergi namun dengan situasi saat ini maka tidak nyaman bagi mereka untuk meninggalkan Putri Huailing. “Bagaimana jika kamu pergi namun aku tidak pergi? “ Tanya Xu Qingyu menawarkan bantuan ini pada Ling Shang. Ling Shang berpikir sejenak dan merasa gelisah, karena ini adalah acara perburuan maka Kaisar pasti akan mencari pemenangnya. Jika Ling Shang menang maka dirinya akan menarik banyak perhatian orang orang sementara dirinya saat ini pun tidak boleh banyak menarik perhatian. Jika tidak maka akan ada banyak orang yang ingin membunuhnya. “Sepertinya agak tidak mungkin, bagaimana jika kamu pergi dan aku akan menyusul di akhir acara? Dengan begitu maka kita tidak akan diasingkan. “ Ucap Lin
Xu Qingyu terkesan dengan permintaan Chunli dan tidak pernah menyangka bahwa Chunli yang pengecut akan meminta ini sebagai gantinya. “Kamu ingin melepaskan kakakmu? Apakah kamu tidak ingin bebas? “ Tanya Xu Qingyu dengan agak kasihan. “Sejak awal hingga akhir, hanya salah satu dari kami yang bisa keluar dan menghadap publik. “Jawab Chunli dengan tawa menyedihkan. Xu Qingyu tidak memahami maksud perkataan Chunli sehingga memandang Chunli dan menunggu penjelasan lebih lanjut dari Chunli mengenai hal ini. “ Dikatakan bahwa hanya ada satu Tuan Putri yang lahir namun sebenarnya kembar, kembar identik yang berbeda satu jam saja. Namun satu membawa nasib buruk sementara yang lain membawa nasib baik. ““Peramal Kerajaan mengatakan bahwa akan ada Putri kembar yang lahir dari Permaisuri dengan nasib adik yang lebih kecil memiliki keberuntungan yang membawa kemajuan bagi Kerajaan. ““Sementara kakaknya membawa keburukan dan kesialan bagi masa depan Kerajaan. Serta akan membawa kehancuran bag
“Biarkan aku ikut denganmu , dengan begitu maka aku bisa membantumu menilai. “ Ucap Lu Hua. Xu Qingyu menganggukkan kepalanya, saat ini dirinya sedang berada di dalam emosi yang kurang stabil. Sehingga mengamati orang lain akan menjadi tidak objektif bagi dirinya, hal ini tidak akan terlalu baik untuk perkembangan kasus ini. Xu Qingyu tidak berharap bahwa dirinya bisa memecahkan keseluruhan kasus ini, namun asalkan dia bisa memberikan petunjuk bagus untuk Ling Shang yang mempermudah pemuda itu untuk menemukan pelakunya. Maka itu adalah hal yang sangat baik, karena meski tidak mengatakannya namun Xu Qingyu bisa merasakan bahwa Ling Shang sebenarnya tidak ingin keluar. Ling Shang lebih ingin berdiam diri di rumah dan menghabiskan waktunya untuk menemani Ibunya yang masih belum sadarkan diri. Sesampainya mereka di halaman Putri Huailing, darah berceceran dimana mana dan Xu Qingyu mengernyit kan dahinya dengan tidak nyaman. Meski sudah beberapa kali berkontak langsung dengan darah
Pria tua itu berulang kali menggumamkan kata kata bahwa dirinya telah melakukan kesalahan, seolah olah itu adalah kesalahan yang tidak memiliki jalan mundur lagi. “Tepatnya bulan lalu, putriku menikah dengannya dan putriku ikut pergi ke kampung halaman bajingan itu. ““Namun hingga satu bulan pun
Bagimana mungkin tidak menegang? Sementara kedua tangan Ling Shang menghimpit pinggangnya dari kanan dan kiri untuk memegang tali kekang kuda. Seolah olah selimut besar telah membungkus tubuhnya yang mungil ini. Belum lagi karena ukuran kuda yang seharusnya didesain untuk satu orang ini ketika did
Xu Qingyu hanya menanggapinya dengan senyuman dan merasa agak kurang nyaman. Entah kenapa dia merasa bahwa ini bukan sekedar keberuntungan atau kebenaran melainkan sebuah pengaturan yang telah dibuat dengan teliti untuk menariknya masuk. Hanya saja Xu Qingyu tidak yakin apakah ini hanya perasaann
“Apa? *Tanya Xu Jian dengan terkejut sementara Xu Yin masih terdiam dan kaku seperti boneka kayu. Xu Jian langsung mencengkram tangan Xu Yin dan dengan paksa menyingkap lengan pakaiannya hanya untuk melihat banyak sekali bekas luka. Ada beberapa memar yang akan hilang dalam beberapa hari dan ada







