Beranda / Romansa / MENJEMPUT ISTRIKU / 130 Setelah Cahaya

Share

130 Setelah Cahaya

Penulis: Wolfy
last update Tanggal publikasi: 2026-05-28 00:44:36

**Bab 130: Setelah Cahaya**

Kembali ke dek.

Angin berubah arah.

Thally berdiri diam.

Namun matanya bergerak.

Tali. Layar. Arah angin. Ia menghitung.

<
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • MENJEMPUT ISTRIKU   131 Siluet Di Tengah Samudra

    **Bab 131: Siluet Di Tengah Samudra**Deru mesin memenuhi lambung kapal. Berat. Stabil. Menggetarkan papan dek di bawah kaki mereka.Air terbelah kasar di haluan. Asap naik dari cerobong, tebal dan lurus sebelum dipatahkan angin laut.Saihan berdiri paling depan. Tatapannya terkunci ke satu titik.Di kejauhan—laut lepas terasa membentang luas tak berujung. Gelap, pekat, hanya deru angin dan debur ombak terdengar.“…belum terlihat apa-apa,” gumam Kevin di sampingnya.Ash menyipitkan mata. “Kita hanya mengikuti naluri.”Safin tidak menjawab. Ia berdiri sedikit di belakang, namun posisinya jelas pusat. Tidak banyak bergerak. Tidak banyak bicara.

  • MENJEMPUT ISTRIKU   130 Setelah Cahaya

    **Bab 130: Setelah Cahaya**Kembali ke dek.Angin berubah arah.Thally berdiri diam.Namun matanya bergerak.Tali. Layar. Arah angin. Ia menghitung.Langkah kecil. Satu langkah ke samping.Pengawas langsung bereaksi. “Jangan bergerak terlalu jauh.”Thally berhenti. Mengangguk tipis.Kapal uap. Mesin berdenyut berat. Asap membumbung lebih tebal.Saihan berdiri di depan. Tatapannya ke cakrawala. Kosong. “H

  • MENJEMPUT ISTRIKU   129 Cahaya Yang Tidak Seharusnya Ada

    **Bab 129: Cahaya yang Tidak Seharusnya Ada**BOOM—Suara itu mengguncang udara.Bukan sekadar keras—tapi dalam. Seperti sesuatu yang pecah… dari atas, bukan dari laut.Semua orang diam. Tidak ada yang langsung bicara. Bahkan suara mesin uap yang berat itu—seolah tertelan sesaat oleh gema yang tersisa.Di cakrawala—cahaya itu naik.Cepat.Garis terang menembus langit senja yang mulai memerah—lalu mekar.Kilatan singkat. Tajam. Menyebar dalam satu ledakan cahaya yang terlalu rapi untuk disebut kebetulan.Dan kemud

  • MENJEMPUT ISTRIKU   128 Laut Yang Tenang

    **Bab 128: Laut yang Tenang**Laut di sisi ini… lebih sunyi.Tidak ada jejak kejaran. Tidak ada bayangan kapal lain di cakrawala. Hanya garis air yang memanjang tanpa gangguan, seolah dunia benar-benar telah ditinggalkan di belakang.Kapal itu melaju stabil.Layar terbentang penuh, menangkap hembusan angin. Tidak tergesa. Tidak menyimpang.Seperti perjalanan yang sudah dipastikan aman.—Thally masih duduk. Namun kali ini—tidak lagi terikat.Tali di pergelangan tangannya telah dilepas. Bekas gesekannya masih terlihat samar, merah tipis di kulitnya. Tapi ia tidak mengusapnya. Tidak juga mengeluh.

  • MENJEMPUT ISTRIKU   127 Target Terkunci

    **Bab 127: Target Terkunci**Pagi baru saja bangun.Kabut tipis masih menggantung di atas pelabuhan, bercampur dengan bau asin laut dan sisa asap dari aktivitas dini hari. Cahaya matahari belum sepenuhnya kuat—hanya garis keemasan pucat yang menyelinap di antara tiang-tiang kapal.Namun suasana… sudah tegang.Langkah kaki terdengar cepat di atas papan dermaga.Saihan berjalan paling depan. Tidak berlari—tapi cukup cepat untuk membuat orang-orang di sekitarnya menyingkir tanpa diminta.Kevin di sampingnya.Ash sedikit di belakang.Pelabuhan bar

  • MENJEMPUT ISTRIKU   126 Thally dan Julius

    **Bab 126: Thally dan Julius**Ruangan itu lembap dan nyaris gelap.Dinding kayu lapuk, dipenuhi noda hitam dan bekas air asin. Bau amis menyengat—bukan sekadar ikan, tapi campuran darah, garam, dan sesuatu yang sudah lama membusuk.Thally duduk di kursi kayu tua. Tangan dan kakinya terikat. Tali kasar menggesek kulitnya setiap kali ia bergerak.Namun punggungnya tetap tegak.“Jadi… ini caramu memperlakukan putrimu sendiri… Ayah.”Nada suaranya rendah, tapi tajam.Robert berdiri tidak jauh darinya. Wajahnya tegang, namun bukan ragu—lebih seperti seseorang yang menahan harga dirinya agar tidak runtuh.“Kau yang m

  • MENJEMPUT ISTRIKU   025 Mengamati

    **Bab 025 Mengamamati**Di ruang kerja yang sederhana namun tertata, Cavero duduk di mejanya sambil membaca surat resmi yang baru saja diterima. Surat itu—yang telah melalui saluran komunikasi resmi dan mendapat persetujuan dari Hugh—memberikan kabar singkat mengenai situasi Aldor di Skythia yang b

  • MENJEMPUT ISTRIKU   024 Integritas

    **Bab 024 Integritas**Atthy termenung memikirkan cerita yang sampai kepadanya melalui Ayahnya dan Ay. Dia memikirkan, kenapa cerita yang beredar di kalangan masyarakat Nauruan mengenai Grand Duke Griffith berbeda dengan yang baru saja dia dengar dari Lily.''Duchess!'' panggil Lily yang mulai bing

  • MENJEMPUT ISTRIKU   023 Griffith

    **Bab 023 Griffith**Beberapa waktu setelah kejadian dengan trio viscountess, Atthy duduk setengah bersila di kalang jendela sambil memegang buku yang dia tidak tahu apa isinya. Dengan mata yang sedang melihat keluar jendela, menatap pemandangan yang sangat asing baginya, pikirannya sibuk merenungk

  • MENJEMPUT ISTRIKU   021 Aldor 2

    **Bab 021 Aldor 2**Langit di atas Aldor semakin gelap, angin dingin membawa serta aroma tanah basah dan asap dari obor yang dinyalakan di sepanjang jalanan kota benteng. Di dalam ruang pertemuan yang tertutup rapat, Alwyn duduk di depan meja panjang dengan peta Aldor dan Ironvale terbentang di had

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status