Beranda / Romansa / MENJEMPUT ISTRIKU / 131 Siluet Di Tengah Samudra

Share

131 Siluet Di Tengah Samudra

Penulis: Wolfy
last update Tanggal publikasi: 2026-05-28 00:46:01

**Bab 131: Siluet Di Tengah Samudra**

Deru mesin memenuhi lambung kapal. Berat. Stabil. Menggetarkan papan dek di bawah kaki mereka.

Air terbelah kasar di haluan. Asap naik dari cerobong, tebal dan lurus sebelum dipatahkan angin laut.

Saihan berdiri paling depan. Tatapannya terkunci ke satu titik.

Di k

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • MENJEMPUT ISTRIKU   131 Siluet Di Tengah Samudra

    **Bab 131: Siluet Di Tengah Samudra**Deru mesin memenuhi lambung kapal. Berat. Stabil. Menggetarkan papan dek di bawah kaki mereka.Air terbelah kasar di haluan. Asap naik dari cerobong, tebal dan lurus sebelum dipatahkan angin laut.Saihan berdiri paling depan. Tatapannya terkunci ke satu titik.Di kejauhan—laut lepas terasa membentang luas tak berujung. Gelap, pekat, hanya deru angin dan debur ombak terdengar.“…belum terlihat apa-apa,” gumam Kevin di sampingnya.Ash menyipitkan mata. “Kita hanya mengikuti naluri.”Safin tidak menjawab. Ia berdiri sedikit di belakang, namun posisinya jelas pusat. Tidak banyak bergerak. Tidak banyak bicara.

  • MENJEMPUT ISTRIKU   130 Setelah Cahaya

    **Bab 130: Setelah Cahaya**Kembali ke dek.Angin berubah arah.Thally berdiri diam.Namun matanya bergerak.Tali. Layar. Arah angin. Ia menghitung.Langkah kecil. Satu langkah ke samping.Pengawas langsung bereaksi. “Jangan bergerak terlalu jauh.”Thally berhenti. Mengangguk tipis.Kapal uap. Mesin berdenyut berat. Asap membumbung lebih tebal.Saihan berdiri di depan. Tatapannya ke cakrawala. Kosong. “H

  • MENJEMPUT ISTRIKU   129 Cahaya Yang Tidak Seharusnya Ada

    **Bab 129: Cahaya yang Tidak Seharusnya Ada**BOOM—Suara itu mengguncang udara.Bukan sekadar keras—tapi dalam. Seperti sesuatu yang pecah… dari atas, bukan dari laut.Semua orang diam. Tidak ada yang langsung bicara. Bahkan suara mesin uap yang berat itu—seolah tertelan sesaat oleh gema yang tersisa.Di cakrawala—cahaya itu naik.Cepat.Garis terang menembus langit senja yang mulai memerah—lalu mekar.Kilatan singkat. Tajam. Menyebar dalam satu ledakan cahaya yang terlalu rapi untuk disebut kebetulan.Dan kemud

  • MENJEMPUT ISTRIKU   128 Laut Yang Tenang

    **Bab 128: Laut yang Tenang**Laut di sisi ini… lebih sunyi.Tidak ada jejak kejaran. Tidak ada bayangan kapal lain di cakrawala. Hanya garis air yang memanjang tanpa gangguan, seolah dunia benar-benar telah ditinggalkan di belakang.Kapal itu melaju stabil.Layar terbentang penuh, menangkap hembusan angin. Tidak tergesa. Tidak menyimpang.Seperti perjalanan yang sudah dipastikan aman.—Thally masih duduk. Namun kali ini—tidak lagi terikat.Tali di pergelangan tangannya telah dilepas. Bekas gesekannya masih terlihat samar, merah tipis di kulitnya. Tapi ia tidak mengusapnya. Tidak juga mengeluh.

  • MENJEMPUT ISTRIKU   127 Target Terkunci

    **Bab 127: Target Terkunci**Pagi baru saja bangun.Kabut tipis masih menggantung di atas pelabuhan, bercampur dengan bau asin laut dan sisa asap dari aktivitas dini hari. Cahaya matahari belum sepenuhnya kuat—hanya garis keemasan pucat yang menyelinap di antara tiang-tiang kapal.Namun suasana… sudah tegang.Langkah kaki terdengar cepat di atas papan dermaga.Saihan berjalan paling depan. Tidak berlari—tapi cukup cepat untuk membuat orang-orang di sekitarnya menyingkir tanpa diminta.Kevin di sampingnya.Ash sedikit di belakang.Pelabuhan bar

  • MENJEMPUT ISTRIKU   126 Thally dan Julius

    **Bab 126: Thally dan Julius**Ruangan itu lembap dan nyaris gelap.Dinding kayu lapuk, dipenuhi noda hitam dan bekas air asin. Bau amis menyengat—bukan sekadar ikan, tapi campuran darah, garam, dan sesuatu yang sudah lama membusuk.Thally duduk di kursi kayu tua. Tangan dan kakinya terikat. Tali kasar menggesek kulitnya setiap kali ia bergerak.Namun punggungnya tetap tegak.“Jadi… ini caramu memperlakukan putrimu sendiri… Ayah.”Nada suaranya rendah, tapi tajam.Robert berdiri tidak jauh darinya. Wajahnya tegang, namun bukan ragu—lebih seperti seseorang yang menahan harga dirinya agar tidak runtuh.“Kau yang m

  • MENJEMPUT ISTRIKU   034 Penyambutan dan Perpisahan

    **Bab 034 Penyambutan dan Perpisahan**Langit di luar Manor Eldoria telah sepenuhnya gelap ketika makan malam disajikan di ruang utama. Meja panjang yang dihiasi lilin-lilin elegan dan peralatan makan perak mencerminkan keagungan keluarga Griffith. Pelayan bergerak dengan tenang dan terlatih, memas

  • MENJEMPUT ISTRIKU   032 Perkenalan

    **Bab 032 Perkenalan**Grand Duke Vadim Griffith duduk di kursi yang disediakan dengan ketenangan khasnya, memandang Atthy yang berdiri di depan pintu. Sebuah senyum tipis terlukis di wajahnya yang tampak seperti mengukur situasi. Ketika Atthy masuk, ia langsung memberi hormat."Yang mulia Grand Du

  • MENJEMPUT ISTRIKU   029 Helena dan Hugh

    Bab 029 Helena dan HughTOK TOK TOK''Eum, masuklah!'' jawab Atthy setelah mendengar ketukan di pintu kamarnya.''Owh, Helena,'' sapa Atthy sambil tersenyum ketika melihat ternyata Helena yang datang.''Ya, Duchess...'' dengan sopan Helena membalas sapaan Atthy.''Duduklah, apakah ada yang ingin ka

  • MENJEMPUT ISTRIKU   026 Pembuktian Diri

    **Bab 026 Pembuktian Diri**Di sebuah sore yang tenang di Manor, cahaya redup dari jendela menyinari ruang tamu yang rapi. Atthy duduk di kursi bergaya klasik, sejenak tenggelam dalam lembaran surat kabar yang tampak usang. Meski tampak santai, pikirannya melayang jauh, seakan setiap baris kata men

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status