Beranda / Romansa / MERAYU CEO JAGOAN / BAB 5 : Wanita Malam (Part 5)

Share

BAB 5 : Wanita Malam (Part 5)

Penulis: Hamfa Merman
last update Terakhir Diperbarui: 2025-11-18 16:46:17

“Suatu saat, aku pasti bisa terbebas dari lingkaran setan ini! Pasti! Jika ada seutas harapan yang muncul dihadapanku, aku pasti akan memegangnya dengan erat sampai mustahil terlepas dari genggamanku!” batin Sariska Lianor dalam diam ketika terus berjalan sampai ke lantai bawah.

Tak berselang lama, Sariska Lianor telah sampai di lantai bawah. Berbeda dengan keadaan di lantai atas, kondisi di sini jauh lebih normal dan sangat beradab selayaknya kafe pada umumnya. Para pelanggan yang datang tentu hanya ingin memesan secangkir kopi, makanan, dan berbagai minuman lainnya.

Meski begitu, satu hal jelas tak berubah. Sosok cantiknya Sariska Lianor jelas langsung memikat berbagai macam tatapan binatang buas yang bertahun-tahun kelaparan dengan hasrat terpendam. Tentu saja, tatapan rasa iri para wanita juga tak jauh berbeda.

Hanya saja, mereka semua lebih beradab dan hanya melihat sekilas atau setidaknya paling banter hanya sebatas curi-curi pandangan saja. Sariska Lianor tidak terlalu terganggu akan hal itu, langkah kakinya terus berlalu sampai ke salah satu sudut antrian yang kosong.

Tempat antrian itu tidak seperti yang lainnya. Pasalnya, antrian itu hanya diperuntukkan demi melayani para pelanggan di lantai atas, berbeda dengan yang lainnya ketika penuh dengan antrian pelanggan di lantai bawah maupun pelanggan dari layanan aplikasi online.

“Hmm? Sariska rupanya! Sudah jam delapan malam, belum pulang juga rupanya!” ucap seorang wanita berusia 47 tahun bernama Bu Aniran, sosok pemilik Kafe Layanan Malam tempat Sariska Lianor bekerja saat ini.

“Bu Aniran pasti bercanda, kan? Sejak kapan wanita penghibur seperti saya ini pulang di pukul delapan malam? Bagi mereka yang seperti saya, jam delapan malam serasa jam delapan pagi. Waktu yang tepat untuk memulai hari demi bekerja lebih giat lagi!” sahut Sariska Lianor dengan senyum lembut seolah menyadari kalau Bu Aniran memang sengaja menggodanya.

“Haha, memang begitulah adanya kenyataan dirimu saat ini! Ya sudah, kamu pasti sibuk kerja, kan? Lalu, kamu pasti datang ke sini karena butuh sesuatu. Katakan saja kebutuhanmu, ingatlah kalau permintaan pelanggan tidak boleh disepelekan!” tegur Bu Aniran dengan kata-kata yang santai, tapi bagi Sariska Lianor terasa seperti anak panah yang dilesatkan ke jantungnya.

Sariska Lianor sontak saja terdiam sejenak sebelum tersenyum tipis, dan diam-diam mengejek dalam hatinya. “Iblis tua ini memang tidak bisa diharapkan sama sekali. Setiap kali ada kesempatan untuk mencemoohku, pasti langsung dieksekusi saat itu juga! Benar-benar makhluk berbisa yang sangat berbahaya!”

“Iya, Bu Aniran! Sariska ingat betul dengan nasehat tulus yang berulang kali mengingatkan Sariska sewaktu lupa akibat lelah melayani para pelanggan yang selalu bahagia setiap kalinya bertemu. Kalau begitu, Sariska ingin memesan dua botol mineral dan dua kaleng cola. Dua-duanya harus dingin ya, Bu!” ungkap Sariska Lianor dengan tenang berdiri santai di depan tempat antrian tersebut seorang diri.

Jika orang awam melihatnya, sosok rupawan seperti Sariska Lianor tampak seperti pelanggan premium kelas atas. Tidak ada yang menyangka, kalau Sariska Lianor hanyalah pegawai di tempat itu. Hal itulah yang membuat Bu Aniran sangat kesal dan diam-diam mengutuk dalam hatinya.

“Sialan, rubah murahan ini terus saja merusak pemandangan! Beraninya dia memerintah atasannya sendiri dengan kata-katanya itu! Dia pikir dirinya siapa, hah? Artis papan atas, bukan! Anak elit golongan orang kaya dan penguasa juga bukan! Beraninya dia berlagak seperti ini! Apa dia sengaja berpura-pura lupa statusnya sebagai wanita penghibur dan statusku sebagai atasannya, hah?!”

Kata-kata penuh amarah yang hanya bisa tersimpan dalam hatinya saja. Bu Aniran ingin sekali berteriak sambil melontarkan kata-kata pedasnya tersebut. Sayangnya, dia harus bersikap setenang mungkin ketika menghadapi sosok licik seperti Sariska Lianor ini.

“Baiklah, aku ambilkan dulu! Tunggu sebentar!” respon Bu Aniran dengan nada suaranya yang ketus dan tidak lagi ramah.

“Baik, Bu! Saya tunggu sebentar, ya!” sahut Sariska Lianor dengan lembut dan tersenyum tipis.

“Sialan, rubah murahan! Beraninya dia memerintahku untuk cepat-cepat secara tidak langsung! Kau tunggu saja pembalasanku, Sariska Lianor!” batin Bu Aniran dalam diam, tapi raut wajahnya seketika berubah sangat suram dan menyeramkan sekali. 

Meski begitu, beliau masih bisa mengendalikan dirinya untuk tetap bersikap tenang dan sewajarnya. Mereka yang tidak tahu konflik di antara keduanya, jelas bingung memikirkannya. Sejak kapan keduanya berselisih dan apa juga alasannya?

Semua berawal dari saat kedatangan Sariska Lianor melamar kerja di tempat ini. Sosok yang memberikan pertanyaan biadab saat interview lamaran kerja yang tidak lain adalah Bu Aniran itu sendiri. Dialah yang menawari Sariska Lianor pekerjaan menjadi pegawai kafe di pagi hingga sore hari, tapi menjadi wanita penghibur saat malam hari tiba.

Alasan Bu Aniran menawarkan hal itu karena bisnis kafenya sedang dalam keadaan krisis finansial akibat persaingan ketat dan inflasi yang tidak stabil. Belum lagi, munculnya pandemi virus baru yang mengacaukan segalanya jelas semakin memperburuk keadaan.

Di tengah situasi tersebut, Bu Aniran meminta izin suaminya untuk membuka layanan baru di kafe miliknya tersebut.  Awalnya, sang suami langsung menolak mentah-mentah ide gila tersebut. 

Lagi pula, layanan baru yang diusulkan malah mengarah jauh dari esensi kafe itu sendiri yang tenang dan damai, bukannya tempat panas dengan hasrat dan nafsu yang membara. Citra kafe yang ramah ke segala umur bisa hancur lebur kalau sampai menyebar ke mana-mana.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • MERAYU CEO JAGOAN   BAB 93 : Hadir (Part 3)

    “Bagaimana mungkin kami bisa menerima kenyataan ini kalau nantinya sama-sama harus menerima sangsi dari Tuan Muda?!”“Diamlah! Lihat itu, wanita muda yang melarikan diri sudah berada dekat dengan pintu keluar! Cepat informasikan hal ini kepada yang lainnya!”“Oh tidak, sialnya hidupku!”Para pengawas saling berdebat sebelum akhirnya jatuh dalam kepanikannya sendiri. Dengan terburu-buru, mereka kembali menginformasikan kalau Sariska Lianor telah berada beberapa langkah lagi dari pintu keluar. Para penjaga yang ada di sana segera berbalik dan menunggu kedatangannya Sariska Lianor.“Hei, apakah orang yang kabur ini akan ke sini?”“Ya jelaslah! Hanya ini saja pintu keluar yang ada di seluruh sisi kediaman pribadi ini. Lagi pula, orang yang melarikan diri ini pasti salah satu wanita penghibur yang baru saja datang tadi pagi. Kau seharusnya masih ingat dengan mereka, kan?”“Oh itu! Aku ingat sekarang. Meski begitu, hanya ada satu pintu keluar yang tersedia di tempat ini benar-benar terasa s

  • MERAYU CEO JAGOAN   BAB 92 : Hadir (Part 2)

    Para pengawas yang melihat itu melalui layar besar dibuat melongo. Mereka tidak menyangka kalau Sariska Lianor benar-benar menjatuhkan seorang penjaga dengan sekali tendangan saja. Sesuatu yang sangat tak terduga terjadi begitu saja tanpa ada pihak mana pun yang dapat menghentikannya.“Apa-apaan sebenarnya wanita ini?! Bisa-bisanya dia menjatuhkan dalam sekali tendangan. Apakah dia wanita yang sama dengan yang sebelumnya ditiduri oleh Tuan Muda? Benar-benar absurd dan sangat mustahil terjadi!”“Tidak perlu banyak alasan. Yang terjadi biarlah terjadi. Segera berikan himbauan terbaru!”“Baiklah!”Para pengawas saling berkomentar, tapi hanya sesaat saja sebelum akhirnya fokus kembali dengan tugas mereka masing-masing.“Pemberitahuan terbaru. Target dicegat oleh dua penjaga, tapi berhasil lolos setelah membuat salah penjaga jatuh pingsan dalam sekali tendangan. Harap berhati-hati dan tetap waspada! Saat ini, target dikejar menuju ke sisi …. Semuanya harus bekerja sama untuk menangkapnya!”

  • MERAYU CEO JAGOAN   BAB 91 : Hadir (Part 1)

    “Baik, Pak!” sahut para pengawas lainnya segera berpencar.Bu Risma yang terbaring lemas di dalam kamarnya dibuat menyipitkan matanya ketika mendengar pemberitahuan itu. “Apa-apaan itu? Ada-ada saja hal absurdnya semacam ini di tempat mewah ini? Mungkinkah ini langkah pencegahan agar orang sepertiku tidak bisa keluar seenaknya tanpa izin?” gumam Bu Risma merasa tak nyaman.Dilihat dari sudut mana pun, perlakuan seperti ini sudah seperti penjara saja di mana para penghuninya diawasi dengan sangat ketatnya sehingga melarikan diri saja seolah tidak mungkin sama sekali. Segalanya tampak semakin membuat Bu Risma kehilangan pikiran liarnya.“Karena begini, aku tidak akan bisa melarikan diri. Dengan demikian, aku tidak punya pilihan selain fokus dengan keamananku sendiri. Kalau saja aku terlena, bisa musnahlah aku sia-sia di tempat ini! Urgh, sialan!” ujarnya mencaci maki nasib malangnya sendiri sambil menahan rasa sakit di goa tersembunyi miliknya.Di tempat lain, para penjaga kediaman prib

  • MERAYU CEO JAGOAN   BAB 90 : Misi Utama (Part 10)

    Para pengawas lainnya juga tidak percaya dengan apa yang baru saja dilihatnya. “Pak Diwar benar-benar sialan! Cepat hubungi dia sekali lagi! Entahlah, siapa pun bisa mencobanya! Kalau masih gagal, terpaksa mengaktifkan alarm tanda bahaya tingkat tinggi!” tegas pengawas lainnya.“Baik, Pak!” jawab para pengawas segera mengantri untuk menghubungi Pak Diwar.Di sisi lain, para pengawas pemberontak yang kini tengah menuju ke arah kamarnya Sariska Lianor terlihat semakin mempercepat langkah kakinya. Jelas sangat terburu-buru seolah ada sesuatu yang harus mereka kejar dan tidak boleh sampai kehilangan jejaknya.“Cepatlah! Jangan lambat sedetikpun kalau tidak ingin atasan kita yang bejat dan tidak tahu diri itu! Kita tidak bisa diam saja ketika melihat dewi yang indah dinodai susunan tulang tua rapuh yang kulitnya sudah bau bangkai itu, hmph!” tegas pengawas yang memimpin rombongan pemberontak tersebut.“Siap, Pak!” sahut para bawahan yang mengikutinya.“Cepat, lari! Kita tidak ingin menunda

  • MERAYU CEO JAGOAN   BAB 89 : Misi Utama (Part 9)

    “Hei, mau ke mana kalian? Jangan gegabah seperti ini! Mau bagaimana pun juga, Pak Diwar tetaplah atasan kita. Apakah kalian ingin dipecat gara-gara ini, huh?!” tegas salah satu pengawas yang merasa sudah terlalu absurd kalau ikut campur segala terkait urusannya Pak Diwar.“Halah, kamu hanyalah pengecut. Kalian bisa duduk diam di sini saja. Kami tidak ingin sepertimu. Tidak perlu lagi, ayo pergi sekarang!” tegas salah satu dari mereka yang memimpin rombongan itu keluar dari sana dan pergi begitu saja.“Urgh, sialan! Kalian pikir bisa seenaknya sendiri. Lihat dan tunggu saja apa akibatnya, hmph!” tegas salah satu pengawas setia yang menentang aksi semena-mena tersebut.Para bawahan terbelah menjadi dua kubu. Satu sisi tetap memilih untuk diam di ruang pengawas sedangkan yang lainnya telah turun ke medan perang. Tentu saja bukan medan perang secara harfiah. Medan perang yang dimaksud adalah merebutkan wanita penghibur yang cantik untuk ditiduri oleh siapa.Jelas jauh sekali dari kata ter

  • MERAYU CEO JAGOAN   BAB 88 : Misi Utama (Part 8)

    Jarjon Daryankor tiba-tiba berhenti di tempatnya. Dia langsung menoleh ke arah Pak Diwar dengan tatapan yang serius. “Hmm…, bukankah kamu terlalu penasaran, Pak Diwar? Seharusnya, kamu cukup berkata sanggup atau tidak saja. Tentunya, kalau terlalu sering berkata tidak, ada konsekuensi yang cukup berat!” ucapnya dengan dingin.Pak Diwar dibuat terdiam dan tidak bisa berkata-kata lagi. Memang pada kenyataannya seperti itulah karakternya Jarjon Daryankor. Tanpa kompromi dan tidak suka terlalu bertele-tele. Ketika ia memberikan perintah atau menginginkan sesuatu, Jarjon Daryankor sangat jelas maksudnya.Maksud yang tidak lain merupakan kepatuhan secara penuh tanpa basa-basi pertanyaan segala. Pak Diwar yang melihat tatapan serius, datar, dan sangat dingin itu sedikit bergetar di dalam hatinya.“Ten, tentu saja, Tuan Muda! Maaf atas kelancangan saya! Setibanya Tuan Muda di kediaman pribadi, saya akan langsung mengirimkan video rekaman dan siap membahas diskusi apa pun itu dengan Anda!” uja

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status