Share

Bab 4

"Kamu kerja dimana nak Jesika?" tanya ibu Sabrina sembari dudu dikursi ruang tamu.

"Hmm.. saya bekerja sebagai spg di sebuah brand kecantikan tante," jawab Jesika.

"Waah.. pantas saja kamu cantik yaa," ucap ibu sabrina dengan melihat penampilan Jesika mulai dari atas hingga ujung kaki seperti tengah menilai wanita selingkuhan anaknya itu.

"Terimakasih tante.. oh ya ini ada sedikit buah dari saya," ucap Jesika seraya memberikan kantong berisi buah serta beberapa cemilan yang dibeli saat dalam perjalanan tadi.

"Waah... terimakasih banyak ya nak Jesika, tapi ngomong-ngomong apa kamu belum tahu jika Aditya sudah memiliki istri?" tanya ibu sabrina.

"Sudah tahu tante, bahkan kami menjalin hubungan ini sudah hampir delapan bulan lamanya." jawab Jesika.

Pak Gilang yang mendengarnya hanya bisa kesal, dia tak suka dengan Jesika. Bagaimana bisa seorang wanita single mau berhubungan dengan laki-laki yang masih berstatus suami orang.

"Hmm... sudah lumanyan lama juga ya," gumam ibu sandra yang masih bisa didengar oleh yang lain.

Pak Gilang yang malas mendengarkan obrolan mereka memilih keluar dari rumah dan menjaga warung saja.

"Mau kemana yah?" tanya Aditya.

"Jaga warung didepan, dari pada disini sama sekali gak penting," Jawab pak gilang kemudian menghembuskan asap rokok yang cukup banyak dirungan tersebut. Membuat Jesika jadi batuk-batuk kerena dia sangat benci dengan asap rokok.

"Udah biarin aja ayah kamu ke depan, lagian ibu sudah capek jaga dari tadi," ucap ibu sabrina menatap ke arah Aditya.

"Oh ya.. nak Jesika ini berapa bersaudara? tanya ibu sabrina, dia akan mengintrogasi wanita tersebut. jika gaji dan keuangan orang tuanya lebih dari Carisa, maka dia akan memihak kepada Jesika.

"Kebetulan sekali saya hanya anak tunggal tante, saya sebenarnya ingin punya adik tapi kedua orang tua saya, sedari saya masih kecil sangat sibuk dengan bisnisnya, jadi yaa saya sendirian hingga sekarang, bahkkan kedua orang tua saya jarang sekali ada dikota ini," jawab Jesika.

"Waah.. pebisnis sukses dong," ucap ibu sabrina dengan membayangkan jika harta kedua orang tua Jesika sangat melimpah, rumah mewah dan tentunya akan loyal kepadanya nanti.

"Hehe ya alhmadulilah tante," jawab Jesika.

"Kamu kan ingin punya adik, Aditya punya loh adik perempuan namanya Nadin, tapi saat ini dia masih belum pulang dari kampus, kalau kamu kesepian main aja sama dia," ucap ibu sabrina.

"Wah cocok sekali dong, aku tuh pengen banget punya adik perempuan biar bisa di ajak shoping atau kesalon bareng gitu," jawab Jesika.

"Nah mendingan kamu jalan sama Nadin aja, toh dia juga bisa nyetir mobil nanti bisa gantian kalau bawa mobil kamu, atau pakai mobilnya Nadin juga bisa." ucap ibu sabrina.

Jesika akan semakin gencar mendekati keluarga ini, Aditya sudah mapan. Keluarganya juga sepertinya banyak uang buktinya anak mereka yang masih kuliah saja sudah membawa mobil, berbeda dengan dirinya yang baru satu tahun ini memiliki mobil hasil kerja sebagai spg selama enam tahun dan itu pun masih kredit.

Jesika berbohong soal orang tuanya, sebenarnya dia adalah anak orang biasa. Ayahnya bekerja sebagai tukang kebun dirumah salah satu juragan desanya sedangkan ibu menjadi buruh cuci. Jesika memang sedang menggaet lelaki kaya agar dia bisa hidup enak tanpa harus bekerja. Setelah dia berhasil menjadi istri Aditya, dia akan meminta Aditya untuk membalik namakan surat-surat berharga menjadi atas namanya dengan alasan bukti cinta.

Beberap saat kemudian mobil honda brio berwarna merah masuk kehalaman rumah orang tua Aditya.

"Nah itu kayaknya Nadin udah pulang" ucap ibu sabrina.

"Iya tante.." jawab Jesika dengan senyuman serta anggukan kepala.

"assalamualaikum..." ucap Nadin saat masuk kedalam rumahnya.

"Waalaikumsalam.. sini Din, ada yang mau ibu kenalkan sama kamu," ucap ibu sabrina sambil menepuk bantalan kursi meminta anaknya untuk mendekat.

"Siapa bu?" tanya Nadin.

"Hai Din.. kenalin aku Jesika pacarnya mas Aditya," ucap Jesika dengan percaya diri dan mengulurkan tangan ke arah Nadin.

"Pacar?" tanya Nadin denga sedikit heran.

"Iya Din.. tapi kamu jangan kasih tahu Carisa," jawab Aditya.

"Iya kak, cantik kok" ucap Nadin dan memindai penampilan Jesika meskipun cukup seksi tapi menarik juga, dan dia malah berniat ingin berpenampilan seperti Jesika.

"Jelaslah.. pacar kakak. Oh ya kamu hubungi kak Carisa sendiri saja. Kakak males banget mau hubungi dia," ucap Aditya pada Nadin.

"Jadi uangnya belum juga di transfer?" tanya Nadin.

Aditya hanya mengehendikan bahu. "Ya belum, kalau sudah di transfer ngapain kakak suruh kamu minta sendiri," jawab Aditya.

"Uang apa sih mas?" tanya Jesika yang sedikit kepo.

"Itu uang kuliah buat Nadin, masak iya cuma di kasih satu juta doang, padahal dua jutaa loh, semua uang gaji dibawa sama Carisa dan mas hanya dikasih sedikit ini di atm," jawab Aditya dengan sedikit membual.

Dia memang bercerita kepada Jesika jika gajinya mencapai dua digit dan dirinya hanya mengambil uang lima juta buat pegangan, padahal gajinya hanya tujuh jutaan. Satu juta untuk Carisa dua juta untuk ibu  serta adiknya.

"Yaa ampun!! Kok gitu sih mas," jawab Jesika.

"Nah maka dari itu, mas minta Nadin biar minta sendiri sama Carisa," ucap Aditya.

"Emangnya kamu menanggung uang kuliah Nadin?" tanya Jesika dengan nada seperti sedikit keberatan.

"Itu sudah menjadi tanggung jawab Aditya, lagian nanti setelah Nadin selesai kuliah ibu akan membayar semua biaya yang di keluarkan oleh Aditya dengan satu rumah disebelah," sahut ibu sabrina.

Jesika yang mendengarnya semakin berbinar matanya, pasti nanti setelah dia menikah dengan Aditya kehidupannya akan lebih baik dari saat ini.

"Iya bu.. kalau aku jadi istrinya Mas Aditya nanti juga tak keberatan kalau seandainya Mas aditya membantu Nadin," jawab Jesika.

Tadi dia sangat bodoh karena bisa-bisanya keceplosan tanya begitu, nanti yang ada orang tua Aditya bisa ilfil dan tidak memberi restu padanya.

"Nah.. ini baru calon menantu idaman," ucap ibu sabrina.

"Hmm.. baiklah, aku pamit mau ke kamar dulu, mau telfon kak Carisa," ucap Nadin seraya beranjak dari tempat duduknya.

"Nadin.." panggill Jesika sebelum Nadin terlalu jauh dari ruang tamu.

"Iya kak.. ada apa?" tanya Nadin yang menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang.

Jesika berdiri serta mengeluarkan dompetnya dari dalam tas dan mengambil uang didalamnya.

"Ini buat tambahan jajan kamu besok, oh ya lain kali kita shoping bareng mau ya?" tanya Jesika seraya memberikan uang lembaran seratus ribu sebanyak lima lembar pada Nadin.

"aah makasih banyak ya kak, emang kakak paling cantik gak ada duanya. Iya aku mau kak, kabarin aja nanti ya kak. oh ya mana no hp kakak biar aku save," ucap Nadin dan menerima uang dari Jesika, lalu mengeluarkan ponsel miliknya dari dalam tas.

Jesika lalu menyebutkan nomor ponselnya agar di save oleh Nadin.

"Tuh kan.. lihat bu, Jesika baru bertemu satu kali dengan Nadin langsung kasih uang loh. Bedakan sama Carisa," ucap Aditya pada ibunya.

"Iya Dit.. kamu benar, kalau dia sudah jadi istri kamu pasti lebih loyal lagi," jawab ibu sabrina.

"Itu sudah pasti bu," ucap Aditya.

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status