Home / Rumah Tangga / Madu Pemberian Ipar / Bu RT Datang Melerai

Share

Bu RT Datang Melerai

Author: Kurnia_cy
last update publish date: 2025-12-09 21:00:13

'Viana sialan! Beraninya dia berkata begitu di depan banyak orang. Awas saja kau! Aku akan benar-benar melaporkanmu pada bang Yanto'

"Hei pelakor! Lihat sendiri, kan? Kakak iparmu lepas tangan, tidak mau ikut-ikutan. Jadi, jangan berharap akan ada orang yang menolongmu," ucap Bu Lela.

"Lela, sudah! Lepaskan dia. Lihat, dia sudah kesakitan kayak gitu," tunjuk Bu Reni ke arah Runi yang kini mulai menangis kesal karena usahanya untuk melepaskan diri dari Bu Lela tidak berhasil. Ten

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Madu Pemberian Ipar    Perbincangan Bu Resti dan Viana.

    Viana duduk termenung di dalam kamarnya. Rentetan peristiwa tadi siang di kantor membayang di pelupuk matanya. Hatinya bimbang, mempertanyakan sudah tepatkah keputusan yang diambilnya ini mengingat konsekuensi yang harus dihadapinya adalah menjadi seorang pengangguran.Dia juga sudah menceritakan masalahnya ini kepada Bu Resti dan ibu angkatnya itu berusaha menyikapinya dengan bijak.Saat tengah duduk melamun, Viana dikejutkan oleh suara pintu kamar yang dibuka dari luar."Ibu," ucapnya lirih ketika melihat siapa yang datang.Bu Resti tersenyum lalu berjalan menghampirinya."Kenapa? Masih memikirkan yang tadi siang?"Viana mendesah pelan sambil menatap Bu Resti."Jujur, iya Bu. Menurut ibu, aku salah atau tidak ya mengambil keputusan ini? Soalnya aku kok tiba-tiba merasa menyesal sekarang." Viana mengungkapkan unek-uneknya."Mau menyesal pun sekarang gak ada gunanya lagi, Vi. Semuanya telah terjadi dan sekarang yang kamu bisa hanyalah menatap ke depan dan melanjutkan hidupmu. Terkadan

  • Madu Pemberian Ipar    Viana Dipecat

    Suasana di dalam ruangan berukuran 4 x 5 meter itu tampak hening, yang terdengar hanyalah suara pendingin ruangan yang berputar pelan menyemburkan hawa dingin yang menyejukkan. Beberapa hiasan yang terpasang dalam ruangan itu memanjakan mata setiap orang di sana, yang seharusnya bisa menciptakan suasana hangat dan menyenangkan hati.Akan tetapi, semua hal tersebut tidak bisa meredam aura ketegangan yang saat ini tengah meliputi ruangan tersebut.Seorang wanita paruh baya dengan stelan pakaian kantor berwarna abu-abu dan rambut yang ditata apik tengah menatap tajam seorang wanita muda yang duduk di seberang mejanya.Wanita itu duduk dengan sikap tenang, tetapi masih dapat dilihat sedikit raut kegelisahan membayang di wajahnya."Viana, apa kamu tahu kenapa kamu dipanggil ke sini?" tanya wanita paruh baya itu yang ternyata adalah Bu Irma."Tidak, Bu," jawab Viana jujur.Bu Irma melemparkan tatapan sinis."Benar - benar kamu itu, ya. Sudah bikin salah, tapi malah bersikap seperti orang ya

  • Madu Pemberian Ipar    Konfrontasi

    Beberapa hari telah berlalu, tetapi gosip yang menimpa Viana masih belum reda, yang ada malah semakin hot dengan bumbu-bumbu penyedap yang ditaburkan Veby. Hal tersebut membuat Viana menjadi jengah terlebih lagi masalah ini merembet ke urusan pekerjaan. Mereka bertindak tidak profesional kepada Viana. Laporan yang Viana butuhkan seringkali mereka tahan dengan alasan belum selesai atau harus direvisi dulu.Terang saja hal itu membuat Viana jadi keteteran dalam menyelesaikan pekerjaannya dengan tepat waktu. Karena hal ini juga lah, Viana mendapat teguran secara halus dari Bu Selly yang menilai kinerjanya tidak bagus.Viana mencoba menjelaskan bahwa keterlambatannya, tetapi Bu Selly tidak percaya karena orang-orang yang berhubungan dengan Viana selama ini tidak pernah membuat kesalahan dalam pekerjaan dan mereka adalah orang-orang yang kompeten menurut pandangan Bu Selly.Ingin rasanya juga dia melaporkan fitnahan yang dibuat Veby, tetapi lagi-lagi dia terkendala dengan bukti karena grup

  • Madu Pemberian Ipar    Cerita Nuri

    Jarum jam di dinding ruangan telah berdentang sebanyak dua belas kali, pertanda jam istirahat siang telah tiba. Satu persatu karyawan mulai beranjak meninggalkan tempat mereka menuju ke kantin perusahaan termasuk rekan-rekan satu divisi Viana kecuali Viana dan Nuri.Setelah melihat semua orang sudah keluar, tanpa basa basi lagi, Viana langsung menghampiri Nuri dan bertanya kepada wanita berambut sebahu itu."Sekarang Nuri, tolong beritahu aku apa yang sebenarnya sudah terjadi. Kenapa semua orang bersikap aneh padaku hari ini," pinta Viana.Nuri menatap Viana sejenak lalu menghela napas."Kamu tau nggak, saat ini kamu sedang jadi bahan gosip para karyawan di kantor ini.""Hah? Aku? Gosip apa?" Mendadak perasaan Viana jadi tidak enak."Sebenarnya ini berawal dari berita yang disebarkan Veby di grup chat karyawan. Intinya, Veby mengatakan bahwa kamu itu adalah cewek murahan yang berani menggoda pak Bayu supaya bisa masuk dan bekerja di kantor ini.""Lebih lanjut lagi menurut Veby, kamu i

  • Madu Pemberian Ipar    Rekan Yang Bersikap Aneh.

    "Apa?! Jadi dia bilang gitu ke kamu?" ucap Bu Resti setengah berteriak karena kaget sekaligus tidak percaya."Iya, benar, Bu. Aku pun sungguh tidak percaya Tante Ajeng bisa bersikap seperti itu. Padahal kemari ini, dia sangat ramah menyambut kedatanganku di rumahnya. Apa jangan-jangan ada yang menghasutnya, ya?" tebak Viana."Tidak usah menduga yang bukan-bukan. Yang jelas, dengan adanya kejadian ini, sudah positif kamu harus cepat bertemu dengan Bayu dan menyampaikan keputusanmu. Tapi kamu tidak perlu bilang perihal ibunya yang datang kemari dan memintamu menjauh darinya. Bayu anak yang baik dan ibu tidak mau Bayu bersedih karena kelakuan ibunya itu serta tidak mau juga membuat hubungan anak dan ibu itu menjadi renggang. Ibu khawatir jika itu terjadi maka si Ajeng akan playing victim seolah-olah kamulah penyebab hubungan mereka berdua jadi rusak dan itu akan memancing reaksi negatif dari masyarakat sekitar tentang dirimu," papar Bu Resti panjang lebar.Viana mengangguk paham."Baik,

  • Madu Pemberian Ipar    Kedatangan Bu Ajeng

    Sabtu siang.Viana memarkirkan motornya di depan pagar rumah kemudian dia turun dari motor untuk membuka pagar rumah. Siang itu Viana baru saja pulang kerja karena pada hari Sabtu dia hanya bekerja setengah hari saja. Tadi di kantor, dia ingin langsung memberitahukan Bayu tentang keputusannya, tetapi hari itu dia tidak menjumpai Bayu di kantor karena pada hari itu Bayu mempunyai banyak agenda meeting di luar kantor. Alhasil, sampai tiba jam pulang, Viana belum bisa bertemu dengan Bayu, yang ada dia malah bertemu dengan Veby.Veby sempat melontarkan beberapa kalimat sindiran dan cemoohan untuk Viana, tapi Viana berusaha untuk tidak menggubrisnya supaya tidak terjadi keributan di dalam kantor.Setelah pintu pagar terbuka, Viana segera mendorong motornya masuk ke dalam rumah lalu bersiap mengunci pintu pagar.Akan tetapi, satu tangan seseorang menahan pagar tersebut sehingga Viana jadi tidak menguncinya."Tante Ajeng?" ucap Viana setelah melihat siapa orang tersebut."Ya, bisa kita bicar

  • Madu Pemberian Ipar    Dukungan Dari Mika.

    FLASHBACK ONBeberapa jam sebelumnya..."Jadi apa yang akan kamu lakukan selanjutnya, Vi?" tanya Mika di siang hari itu ketika mereka sedang duduk santai di ruang tengah sehabis makan siang.Viana menghela napasnya, batinnya merasa lelah dengan semua yang terjadi pada akhir-akhir ini."Entahlah, Mb

  • Madu Pemberian Ipar    Menandatangani Surat

    Feyla terus berupaya melontarkan perkataan yang mempermainkan emosi Viana agar persyaratan tersebut tidak jadi direalisasikan.Bagaimanapun dia tidak ingin jika Viana sampai tinggal serumah dengan mereka. Disamping perasaan cemburu, Feyla juga tidak ingin aktivitas pribadinya bersama Yanto menjadi

  • Madu Pemberian Ipar    Syarat Yang Memberatkan.

    Runi menatap bergantian kedua orang yang ada di depannya itu, tetapi tidak ada satu pun yang menjawab pertanyaannya. Akhirnya, Runi yang sudah tidak sabaran lagi segera menarik kertas yang ada di hadapan Yanto dan Feyla.Dengan cepat, matanya menelusuri deretan huruf – huruf yang tertulis di sana.

  • Madu Pemberian Ipar    Syarat Dari Viana

    Setibanya di dalam rumah, Feyla dan Runi hanya melihat Yanto yang sedang duduk di kursi ruang tamu sedangkan Viana tidak terlihat sosoknya di sana."Kamu kenapa duduk di sini, Mas? Viana mana?" tanya Feyla sambil mendudukkan tubuhnya di sebelah Yanto."Viana lagi di dalam kamar dan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status