Compartir

Bab 37

Autor: Lee Sizunii
last update Fecha de publicación: 2025-05-13 23:14:01

Malam baru saja tiba, menyelimuti kota dengan sunyi dan remang lampu jalanan yang temaram. Di dalam ruang inap bernuansa netral itu, udara dingin dari pendingin ruangan terasa menusuk kulit, tapi tak seberapa dibandingkan dinginnya suasana hati Yara.

Gadis itu duduk menyamping di sofa pojok ruangan sambil mengupas apel. Gerakannya pelan dan penuh kehati-hatian, seolah kulit apel itu bisa pecah jika ia terlalu terburu-buru. Wajahnya datar, tak berseri seperti biasanya. Matanya sayu, dan bibirnya
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Mainan Malam Sang Miliarder    Bab 82

    Cahaya pagi bergulir lembut, menembus kaca jendela besar yang gordennya telah tersingkap lebar. Saat Yara membuka kelopak matanya, hal pertama yang menyambutnya adalah hamparan laut lepas yang berkilau keemasan diterpa matahari pagi. Rupanya, Nathan sudah bangun lebih dulu dan membuka pembatas antara kamar dengan dunia luar, membiarkan keindahan pantai Camber Sands langsung menyapa penglihatan Yara begitu ia terjaga.Bersamaan dengan kesadarannya yang terkumpul, aroma gurih dari ikan yang dipanggang dengan mentega dan rempah langsung memenuhi rongga hidungnya. Perut Yara seketika berbunyi, merespons wewangian yang begitu menggugah selera.Dengan rambut sedikit acak-acakan dan langkah kaki telanjang, Yara langsung turun dari ranjang. Ia berjalan menuju area pantry terbuka yang berbatasan langsung dengan jendela besar, memperlihatkan pemandangan taman kecil berumput hijau di samping penginapan. Di sana, Nathan sedang berdiri dengan apron gelap membungkus kaos santainya, terlihat begitu

  • Mainan Malam Sang Miliarder    Bab 81

    Galeri seni pribadi Zhen Chu terletak di sebuah gedung tua yang telah direnovasi dengan sentuhan industrial modern yang sangat kental. Begitu pintu besi besar itu terbuka, Clara disambut oleh keheningan yang elegan. Dinding-dinding putih bersih di sana dihiasi oleh berbagai kanvas dengan teknik pewarnaan yang berani, diterangi oleh lampu sorot yang memberikan kesan magis pada setiap goresan kuas.Zhen berjalan perlahan di samping Clara, kedua tangannya disembunyikan di saku celana kainnya. Ia tampak sangat menguasai setiap inci ruangan ini."Kau lihat lukisan abstrak di sana?" Zhen menunjuk pada sebuah kanvas besar dengan dominasi warna biru laut dan percikan emas yang acak. "Itu berjudul The Silent Escape. Pelukisnya membuatnya saat dia merasa terjebak di tengah hiruk-pikuk kota yang tidak pernah tidur. Dia merasa, satu-satunya cara untuk tetap waras adalah dengan menciptakan dunianya sendiri."Clara mendekat, menatap lukisan itu dengan saksama. "Biru ini... terasa sangat dalam. Sepe

  • Mainan Malam Sang Miliarder    Bab 80

    Lampu kristal yang menggantung di langit-langit restoran fine dining itu memantulkan cahaya temaram, menciptakan atmosfer yang intim sekaligus menyesakkan bagi Clara. Dia menghampiri Zhen yang tengah berbicara dengan seseorang.Saat Clara mendekat, pria tersebut pergi membawa tablet yang baru saja di perlihatkan ke Zhen."Sudah datang?" Zhen bangkit sambil tersenyum dan menarik kursi untuk Clara. "Silahkan duduk." Clara sejenak menatapnya, tapi dia tetap duduk.Zhen Chu duduk di hadapannya, terlihat sangat tenang."Kenapa kau melakukan ini, Zhen? Bukankah sudah kukatakan jangan dekat-dekat denganku?" ucap Clara ketus, meski ia tidak beranjak dari kursi beludru itu.Zhen tidak langsung menjawab. Ia mengambil botol vintage wine dan menuangkannya perlahan ke gelas Clara. "Kalau aku bilang, ini karena aku ingin menghabiskan waktu lebih banyak denganmu, apa kau percaya?"Clara mendengus sinis. "Gombalanmu tidak mempan, Zhen. Aku ingatkan kau, aku

  • Mainan Malam Sang Miliarder    Bab 79

    Angin laut malam mulai terasa menggigit kulit saat semburat jingga di cakrawala Camber Sands perlahan ditelan kegelapan. Pasir putih yang tadinya hangat kini berubah dingin di bawah telapak kaki. Yara, dengan rambut yang agak acak-acakkan karena tiupan angin kencang, berjalan sedikit tertatih sambil memegangi lengan Nathan."Nathan... aku lapar," rengek Yara. Suaranya terdengar seperti anak kecil yang kehabisan baterai setelah seharian bermain di taman bermain.Nathan menoleh, menatap Yara yang tampak sedikit pucat namun matanya masih berbinar. "Lapar, hm? Tadi siang sepertinya kau makan udang bakar seperti orang kesurupan. Sekarang sudah lapar lagi?"Yara mendongak, mengerucutkan bibirnya dengan kesal. "Itu kan tadi siang! Bermain air dan berlari mengejarmu itu membakar banyak kalori tahu! Perutku sudah bernyanyi keroncongan sejak sepuluh menit yang lalu."Nathan terkekeh, suara tawa rendah yang selalu berhasil membuat perut Yara terasa geli. Ia menarik

  • Mainan Malam Sang Miliarder    Bab 78

    Perjalanan dari London menuju pesisir East Sussex memakan waktu beberapa jam, namun rasa lelah Yara menguap seketika saat mobil mewah Nathan berhenti di sebuah penginapan bergaya cottage modern yang berdiri anggun di dekat hamparan pasir Camber Sands. Angin laut yang membawa aroma garam menyapa indra penciuman Yara begitu pintu mobil terbuka."Nathan! Lihat itu!" teriak Yara antusias, jarinya menunjuk ke arah bukit pasir yang membentang luas. "Itu benar-benar laut? Biru sekali!"Yara langsung turun, mengabaikan Nathan yang masih sibuk mematikan mesin. Ia berlarian kecil ke arah hamparan rumput di depan penginapan, berputar-putar seperti anak kecil yang baru pertama kali diajak piknik.Nathan keluar dari mobil, menyandarkan tubuhnya di pintu sambil memperhatikan tingkah Yara. Senyum tipis yang jarang terlihat kini menghiasi wajahnya yang biasanya kaku. Ia menurunkan dua koper bawaan mereka untuk tiga hari ke depan."Awas jatuh, Yara! Kau bukan sedang berad

  • Mainan Malam Sang Miliarder    Bab 77

    Cahaya matahari London yang jarang-jarang terlihat begitu terik menyelinap masuk melalui celah gorden blackout yang tidak tertutup sempurna. Cahaya itu jatuh tepat di kelopak mata Yara, memaksanya untuk terjaga dari tidur nyenyaknya yang tanpa mimpi. Yara mengerjap, mencoba mengumpulkan nyawanya yang masih tertinggal di alam bawah sadar, sampai matanya menangkap jarum jam di dinding."Astaga!" Yara memekik kecil, jantungnya mendadak berdegup kencang karena panik.Ia menoleh ke samping dan mendapati Nathan masih terlelap dengan posisi membelakanginya, bahu lebarnya yang polos tanpa sehelai benang pun terlihat begitu kokoh di bawah cahaya pagi. Yara langsung mengguncang bahu pria itu dengan tangan gemetar."Nathan! Bangun! Lihat jam berapa ini? Kau bisa terlambat ke kantor! Astaga, kenapa alarmmu tidak bunyi? Nathan!"Nathan tidak menunjukkan tanda-tanda akan bangun, ia hanya mengeluarkan geraman rendah yang terdengar seperti dengkuran halus seorang predator yang terganggu tidurnya. Buk

  • Mainan Malam Sang Miliarder    Bab 70

    Waktu seolah merayap lambat di bawah denting jam besar aula. Sudah lebih dari satu jam Yara berdiri di sisi Nathan, menjadi pusat perhatian sekaligus sasaran bisik-bisik yang tak kunjung reda. Nathan benar-benar menjalankan perannya sebagai pelindung yang posesif; ia tak membiarkan jarak antara tub

  • Mainan Malam Sang Miliarder    Bab 69

    Clara Liu menarik napas panjang, mencoba menstabilkan detak jantungnya yang seolah ingin melompat keluar dari dadanya. Ia berdiri di sudut aula, memegang gelas berisi air mineral dengan jari yang sedikit gemetar. Matanya yang tajam di balik topeng terus bergerak, mencari alasan logis untuk menenang

  • Mainan Malam Sang Miliarder    Bab 68

    Aula besar itu mendadak sunyi, hanya menyisakan bisik-bisik yang merayap di balik pilar-pilar marmer. Fokus para tamu elit London yang tadinya tertuju pada Nathan dan Yara, kini terbelah secara brutal. Di pintu masuk, sosok wanita dengan aura dingin yang menusuk baru saja melangkah masuk."Bukankah

  • Mainan Malam Sang Miliarder    Bab 67

    Malam yang dinanti—atau lebih tepatnya, malam yang ditakuti Yara—akhirnya tiba. Di dalam pantulan kaca mobil yang melaju membelah dinginnya London, Yara nyaris tidak mengenali dirinya sendiri. Riasan wajah yang dipoles oleh penata rias profesional pilihan Nathan sejak sore tadi benar-benar mengubah

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status