Home / Urban / Makin Lama Makin Asyik / Bab 183: Hamil Lagi...

Share

Bab 183: Hamil Lagi...

Author: mrd_bb
last update publish date: 2026-07-31 10:48:15
Mendengar pengungkapan silsilah gaib berlapis yang teramat sakral itu, keheningan mendadak menyelimuti kabin mewah jet pribadi mereka.

Lintang terdiam seribu bahasa dengan dada yang bergemuruh hebat, baru menyadari betapa besarnya pengorbanan darah daging klan Sanjaya demi melindunginya tetap tumbuh hidup di dunia fana ini.

"Selain itu... Sejak masa muda dulu, Dewi Ramita sebenarnya memendam rasa cinta yang teramat mendalam kepada papamu. Perasaan tulus itulah yang membuatnya rela mengorbankan a
mrd_bb

BERSAMBUNG

| 3
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Makin Lama Makin Asyik   Bab 198: Sempat-sempatnya Bercumbu Kilat

    "Luar biasa hebat... Seingatku beberapa tahun lalu perasaan jabatannya masih mentok menjadi seorang lurah biasa. Kemudian dalam waktu singkat, posisinya naik level meroket menjadi Sekretaris Dinas, berlanjut menjadi Kepala Dinas.”“Eeh sekarang tahu-tahu posisinya sudah berhasil menjabat sebagai Sekda saja. Kalau jalurnya semulus ini, jangan-jangan pas momen pemilihan kepala daerah alias pilkada serentak tiga tahun lagi, si Om ini bakalan nekat maju mencalonkan diri menjadi bupati?" batin Lintang sembari menggeleng-gelengkan kepalanya takjub.Namun, di balik kekagumannya tersebut, radar kebatinan manusia harimau Sanjaya milik Lintang justru memberikan sinyal bahaya yang kian curiga.Ia tahu persis di dunia fana ini tidak ada kesuksesan politik yang instan tanpa adanya mahar besar yang wajib dibayar alis nyogok plus ada kekuatan lain bermain.Kilatan energi hitam yang mengalir di bawah kulit Om Zomi seolah mempertegas analisis batinnya, bahwa suksesi jabatan Sekda yang diperoleh dengan

  • Makin Lama Makin Asyik   Bab 197: Kaget Papanya Hana Meroket Banget Karirnya

    Setelah kedua petugas polisi lalu lintas (polantas) itu berpamitan dengan tubuh yang terbungkuk-bungkuk—karena baru menyadari siapa sebenarnya sosok remaja tampan level sultan yang berdiri di hadapannya—Lintang langsung memberikan instruksi penutup."Tolong amankan mobil milik saudaraku itu ke tempat yang aman. Berikan saja nomor ponsel pribadiku kepada pemilik mobil yang ditabrak tadi. Sampaikan kalau aku siap bertanggung jawab penuh untuk menanggung seluruh kerugian materialnya," kata Lintang dengan nada berwibawa.Kedua polisi itu langsung kompak berseru siap dengan sikap hormat yang teramat takzim.Sikap patuh mereka semakin melesat naik seratus persen setelah Lintang tanpa ragu langsung mentransfer dana segar sebesar lima juta rupiah ke dalam rekening top up dompet digital milik mereka berdua sebagai uang lelah…!"Kalau sudah uang yang berbicara, urusan serumit apa pun di dunia ini pasti akan langsung bisa dibereskan dengan aman dan instan," batin Lintang sembari menyunggingkan se

  • Makin Lama Makin Asyik   Bab 196: Lagi Asoiiii, Tapi Ada Gangguan..!

    Sepasang mata biawak Lintang membelalak lebar dengan napas yang mendadak memburu kencang.Begitu kancing mantel putih dokternya dilepas, pandangan Lintang langsung disuguhi pemandangan premium yang teramat menggetarkan iman.Di balik tanktop ketatnya, tampak gundukan sepasang buah melon milik Dokter Tami menyembul montok, padat, kencang, dan sangat menantang nekk….Struktur lekuk tubuh aduhai sang dokter muda ini benar-benar terlihat sangat seksi dan aduhai, seratus persen mirip dengan penampilan selebritas internet terkenal, dokter Amanda Zahra!"Ya sudah, tunggu sebentar ya," ujar Dokter Tami seraya bergerak membuatkan segelas susu instan yang memang tersedia di dalam dispenser ruangan kerjanya ini.Saat melangkah mendekat kembali sembari menyodorkan gelas susu hangat tersebut, keharuman aroma parfum sensual milik si dokter cantik langsung menguar lembut, menyeruak menusuk rongga hidung si mata biawak ini."Kelihatannya enak banget nih?" ceplos Lintang spontan, sukses membuat Dokter

  • Makin Lama Makin Asyik   Bab 195: Godaan dokter Seksoiii...

    Mendengar kesaksian ganjil mengenai penampakan dua ekor ular kobra misterius di kaca mobil di tengah jalur angker Mantewe tersebut, Lintang, Boma, dan Iful seketika langsung tersentak kaget bukan main.Ruangan Puskesmas mendadak diselimuti atmosfer dingin yang mencekam. Radar kebatinan Lintang bergetar hebat, langsung menyadari bahwa ini bukan kecelakaan biasa.Melainkan serangan teror gaib pemburu tumbal dari sisa-sisa pengikut iblis penguasa kegelapan yang nyata-nyata sudah mulai bergerak aktif mengincar keselamatan orang-orang di sekelilingnya!"Ular...? Bagaimana bisa ada ular merayap di kaca samping, padahal kecepatan laju kendaraanmu kan terhitung lumayan kencang? Jika dianalisis dari skala kerusakan benturan keras yang menimpa mobil sedan mewah kepunyaanmu ini, Hana," sela Boma mulai melancarkan analisis sotoy andalannya."Iya, Hana... Kok bisa sampai ada teror reptil ganjil seperti itu?" Iful tidak mau kalah taktis mengambil kesempatan.Remaja berkacamata minus itu bahkan denga

  • Makin Lama Makin Asyik   Bab 194: Hana Melihat Ular…

    "Astaga...! Jadi perempuan yang terkapar berdarah ini adalah si Hana?!" seru Boma spontan memekik kaget, sembari kedua belah tangannya terus untuk tetap fokus mencengkeram kendali setir kemudi SUV bongsornya membelah jalanan aspal Mantewe.Sama seperti Boma, Lintang sebenarnya juga dibuat kaget setengah mati di dalam kabin belakang. Ia benar-benar tidak menyangka bahwa korban kecelakaan lalu lintas alias laka lantas parah yang baru saja mereka tolong di pinggir jalur Gunung Hanggar itu adalah Hana—gadis manis mantan kekasih masa SMP-nya dulu.Lintang tampak dengan sangat sigap memangku dan memeluk erat tubuh lemas Hana di jok baris tengah.Sementara itu, Iful mengalah menggeser pantatnya pindah ke jok baris depan di samping Boma. Lintang terus-menerus memandangi rupa wajah jelita milik Hana yang kini terlihat teramat pucat pasi tanpa ada rona kehidupan."Ya Tuhan... Semoga saja kondisi fisikmu tidak kenapa-kenapa dan tidak ada luka dalam yang membahayakan, Hana," batin Lintang dirundun

  • Makin Lama Makin Asyik   Bab 193: Insiden di Jalan Angker!

    "Pantas saja... Si Adon beserta seluruh komplotan geng sekolah, bahkan kawanan begal jalanan yang pernah kamu sikat tempo hari, semuanya langsung keok bergelimpangan dalam sekali hantam! Ternyata sahabat kita ini rekam jejaknya memang sudah jadi jagoan sejak usia dini!" seru Boma terkejut-kejut kagum.Sembari menyenggol lengan Iful yang sibuk membetulkan letak kacamatanya menatap foto seorang gadis berseragam SMP."Lintang... Kalau yang ini siapa, nih? Berpose mesra berdua denganmu di tepi pantai, wajahnya cakep dan bening banget!" serobot Boma kepo, membuat Lintang yang barusan melangkah dari dapur membawakan nampan minuman langsung berjalan mendekat."Hana...?!" gumam Lintang tanpa sadar.Dada remaja itu seketika berdegup samar. Ia cukup kaget karena ternyata foto kenang-kenangan bersama kekasih masa cinta monyetnya saat duduk di bangku SMP dulu masih tersimpan rapi dan dipajang oleh Bik Aluh di jajaran dekorasi foto-fotonya yang lain.Sejak dia pindah ke Jakarta hingga kini, mereka

  • Makin Lama Makin Asyik   Bab 4: Perjanjian Maut…!

    Tanpa rasa keder sedikitpun Bhaskoro keluar dari rumahnya, dan dia melihat seorang pria ngamuk di rumah tetangganya yang berjarak 30 meteran dari rumahnya sendiri.Gigi Bhaskoro seketika gemeletuk menahan marah. Apalagi saat melihat si pemilik rumah tentu saja ketakutan. “Katakan di mana Surti, tadi

  • Makin Lama Makin Asyik    Bab 3: Jamu yang Bikin Cenat Cenut

    “Sial, kalau saja aku tidak mengambil keputusan bodoh itu di masa lalu, kini aku pasti bisa hidup tenang!” keluh Bhaskoro, mirip rintihan, ingat kebodohannya dahulu, tapi inilah syarat berat yang sudah ia setujui dan tak bisa di tarik lagi.Dia tak bisa batalkan perjanjian maut ini sepihak, apa yang

  • Makin Lama Makin Asyik   Bab 2: Bu Kades yang di Demo Warganya

    Besok paginya jelang siang…“Hemm…ada apa ribut-ribut di depan kantor kelurahan itu?” batin Bhaskoro, lalu buru-buru memarkir mobil jadulnya dan mendekat ke arah keributan ini.“Ganti uang kami, panen kami gagal akibat ulah mantan suaminya yang kurang ajar bawa duit kas desa dan kami tak bisa beli p

  • Makin Lama Makin Asyik   Bab 1: Jeritan Bibi Jamu Cantik

    “Tolonggg….!”Sebuah jeritan sudah cukup membangkitkan jiwa kesatria Bhaskoro, sejenak dia hentikan aktivitas di rumah miliknya ini, tak peduli gerimis mulai deras dan agaknya sebentar lagi akan hujan.Bhaskoro bergegas keluar rumah sederhana miliknya dan dia melihat seorang penjual jamu keliling te

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status