Share

Ch. 209 Hippocratic Oath

last update Last Updated: 2025-12-27 21:15:34

Sherly mematut bayangan dirinya di cermin, ia sudah terbalut kebaya berwarna tosca lengkap dengan kain batik dan riasan rambut serta wajah. Hari ini adalah hari besar Evelyn, di mana adik iparnya itu akhirnya diambil sumpah dokter setelah berjuang enam tahun. Seharusnya diprosesi ini, Nirina dan Aji yang hadir dan mengenakan snelli ke tubuh Evelyn sebagai sebuah simbolis bahwa gadis itu sudah sah bergelar dokter, namun keduanya sudah tidak bisa izin lagi, sehingga Sherly dan Gerrard lah yang mendapatkan tugas penting itu hari ini.

"Sudah siap?"

Suara itu tiba-tiba muncul dari pintu, Gerrard tersenyum. Lelaki itu sudah rapi dan nampak gagah dengan setelan jas dan dasi warna senada dengan kebaya yang dikenakan Sherly dan Evelyn hari ini.

"Tentu!" Sherly tersenyum, meraih tas dan melangkah keluar dari kamar. "Mana Evelyn?"

Tidak nampak gadis itu di sana, pintu kamarnya sudah tertutup rapat.

"Sudah duluan turun, ayo!"

Sherly hendak melangkah, namun tangan itu meraih tangan Sherly dan memb
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (3)
goodnovel comment avatar
Bunda Ernii
weeeh mantannya Evelyn ngajak berantem nih.. udah tahu ada dokter Bastian masih berani muncul dia..
goodnovel comment avatar
listiani darmawan
si Fendy kah...lah deg degan ini..lanjut boleh thor..
goodnovel comment avatar
virna putri
Ada mantan nya Lyn kah? duh jgn ada yg macem2 dl deh.. pingin segera SAH ini., hehe
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Malam Panas Tak Terlupakan dengan Konsulenku   Ch. 232 The Another Malam Panas

    "Kamu kenapa sih bilang begitu sama papa tadi, Yang?" protes Bastian begitu mereka sudah sampai di rumah. "Yang mana? Emang kenapa?" cecar Evelyn sekaligus. Bastian mencebik, ia mengunci pintu rumah, menyusul Evelyn yang sudah naik ke lantai dua, hendak menuju kamar mereka. "Soal main aman tadi, kan jadi nggak enak sama papa."Evelyn meletakkan tas di meja rias, melepas cardigan yang dia kenakan dan melangkah masuk ke kamar mandi. Bastian sendiri melepas jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan, hendak mandi kalau istrinya itu sudah keluar dari kamar mandi. Ah! Mendadak Bastian takut mertuanya itu murka kalau Evelyn benar-benar hamil sebelum dia selesai internship. Bahkan beberapa kali berhubungan badan sejak kemarin, mereka sama sekali tidak memakai pengaman apapun. Entah Evelyn tengah subur atau tidak, Bastian sendiri juga tidak tahu. "Papa mah santai, Mas. Tenang aja, nggak bakalan jadi masalah." ucap Evelyn sembari melangkah keluar, ia sudah berganti pakaian, melangkah

  • Malam Panas Tak Terlupakan dengan Konsulenku   Ch. 231 Obrolan Nakal

    "Kalian langsung pulang?" tanya Gerrard ketika mereka tengah melangkah menuju parkiran bandara. "Tentu. Takut ngerepotin kalau mampir dulu, ini udah malem banget, Ge."Panggilan diantara mereka masih sama, tidak ada imbuhan apapun karena memang itu yang Gerrard minta. Ia ingin antara dia dan Bastian tetap sama. "Nggak lah. Rumahku udah jadi rumahmu juga. Santai aja, Bas!" desis Gerrard sembari tersenyum. "Oh ... pasti kalian nggak mau diganggu, kan? Takut kedengeran pas lagi gituan?"Sontak tawa Bastian pecah, diliriknya Gerrard dengan tatapan gemas. Ah otak laki-laki! Tidak kaget dia kalau hal ini yang Gerrard bahas pada obrolan kali ini. "Kayak lupa aja dulu habis kawin gimana." ledek Bastian balas menyerang. "Eh! Nggak ada, ya!" kilah Gerrard tidak berbohong. "Ah masa? Kagak yakin aku!" Bastian menolak percaya. "Serah kamu lah, intinya cukup lama setelah surat nikah keluar terus kami baru intens gituan." jawab Gerrard apa adanya. "Iya deh iya, Evelyn udah cerita kok." desis

  • Malam Panas Tak Terlupakan dengan Konsulenku   Ch. 230 Negosiasi

    "Papa satu mobil sama aku!" tegas Evelyn langsung menarik lengan Aji dan mendekapnya erat-erat. Gerrard mencebik, ia menatap adiknya dengan tatapan gemas. "Kenapa nggak satu mobil aja sih? Gede itu mobil yang satunya!" gerutu Gerrard dengan nada kesal. "Kita lima orang ini!" tegas Evelyn mengingatkan dengan nada yang sama kesalnya. "Bagasi belakang muat kamu, sama itu koper-koper papa!"Mata Evelyn melotot, ia segera menoleh dan menatap Bastian dengan tatapan memelas. "Mas! Terima kamu istrimu disuruh duduk di belakang gitu?" Evelyn mengadu, membuat Bastian kontan garuk-garuk kepala sembari tersenyum kecut. "Nggak usah sok ngadu, mana berani suamimu sama aku!" ucap Gerrard langsung melangkah menuju mobil. "Ayo, Pa! Jam berapa ini?""Jadinya gimana ini?" tanya Aji tak tega dengan sorot mata memohon Evelyn. "Satu mobil aja, Pa. Ngapain bawa dua mobil?" Gerrard tidak jadi melangkah, kembali menoleh dan sontak mendengus kesal. "Nanti emang Eve sama Bastian mau kesini lagi? Nggak l

  • Malam Panas Tak Terlupakan dengan Konsulenku   Ch. 229 Takdir Yang Seperti Apa?

    "Eh Bang!" sapa Bastian yang seketika membuat wajah jahil Gerrard berubah masam. Gerrard menekuk wajah, menggebuk punggung Bastian berulang kali. Bukannya memekik kesakitan, Bastian malah terbahak-bahak, membuat Gerrard rasanya ingin memukuli lelaki yang kini sah berstatus adik iparnya. "Panggil kayak biasa aja kenapa sih? Hah? Nyari perkara?" tantang Gerrard gemas. Kini wajah itu yang nampak cemberut, ia menatap mata Gerrard, hendak mengajukan protes kalau dilihat dari gerak-geriknya. "Kalo panggil kayak biasa, ntar dikatain kurang ajar sama kakak ipar ... ini dipanggil abang eh malah kena gebuk. Serba salah, ya!" protes Bastian dengan wajah pura-pura lesu. Gerrard tersenyum, ia meraih bahu Bastian, memaksa lelaki itu sedikit lebih dekat dengannya. "Masih ingat janjimu dulu, Bas?" tanya Gerrard keluar dari pembahasan awal mereka. Bastian mengerutkan kening, nampak gelisah dan menatap sekeliling. Tidak ada yang berada di teras rumah, kecuali mereka berdua! "Janji yang mana?" b

  • Malam Panas Tak Terlupakan dengan Konsulenku   Ch. 228 Pesan Aji

    "Udah mau balik, Ge?" Langkah terburu Gerrard sontak terhenti, ia menoleh dan mendapati Willy sudah berdiri di belakangnya. "Iya nih, ditunggu karena mau nganter papa balik." jawab Gerrard apa adanya. "Pasien mu yang kemarin, nanya-nanyain kamu terus." Gerrard yang tadinya hendak pamit, seketika mengurungkan niat. Jangan bilang yang dimaksud Willy dengan pasiennya itu adalah ... "Dia keknya nyesel banget dulu misahin kamu sama anaknya, Ge." lanjut Willy yang seolah paham dengan apa yang ada dalam pikiran Gerrard. "Ah udah berlalu juga. Nggak perlu dibahas sih sebenarnya." ucap Gerrard yang kini sudah sangat paham siapa yang Willy maksud. Dugaannya tidak salah! "Iya emang sih, tapi beliau terus ngerasa bersalah gitu, Ge. Bahkan sampai kontrol terakhir kemarin, masih aja nanyain kamu." Gerrard tertawa lirih, begitukah? Bukannya dulu mereka sama sekali tidak mau Gerrard masuk ke dalam keluarga mereka? Sampai tega membunuh darah daging Gerrard yang bahkan baru memulai k

  • Malam Panas Tak Terlupakan dengan Konsulenku   Ch. 227 Pengantin Baru

    "Hai, Mbak!"Sherly yang sedang membantu Farida menyusun botol dot dan perlengkapan pumping di mesin sterilisasi, kontan menoleh. Ia tersenyum lebar ketika mendapati Evelyn sudah berdiri di depan pintu dengan beberapa tentengan di tangan. "Eh, halo pengantin baru!" sorak Sherly yang langsung melepaskan botol dan membalikkan badan. Mereka berpelukan sejenak, seolah-olah sudah beberapa bulan tidak bertemu. Sherly menatap wajah itu dengan saksama, rona wajah dan sorot mata itu membuat Sherly seketika nyengir lebar. "Berapa kali semalem, Lyn?" goda Sherly dengan suara lirih. Seketika wajah itu memerah, ia segera menjejalkan plastik-plastik itu ke tangan Sherly. Bibirnya menggerucut, hendak pergi dari depan pintu ketika ia teringat sesuatu. "Itu buat mbak Farida satu, Mbak. Cepet dimakan, keburu dingin!" pesannya lalu menghilang dengan segera. Sherly terkekeh, ia segera menyerahkan bungkusan yang dimaksud pada pengasuh anaknya itu. "Dari Evelyn, cepet dimakan, ya!""Terimakasih bany

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status