Share

S2 Bab 55

Author: Dewiluna
last update Last Updated: 2026-03-02 21:46:48

“Kamu mau kerja?” Rafael bertanya sambil beranjak dari tempat tidur.

Setelah kemarin Tania tertidur seharian, hari ini ia akhirnya bergerak. Tania tak bisa terus ada di kamar tanpa mengetahui apa pun. Ingatannya tidak utuh, dan hal itu sungguh membuat dirinya penasaran.

“Iya. Aku sudah meninggalkan soft launch begitu saja kemarin lusa. Aku harusnya sedikit bertanggung jawab,” sahut Tania penuh penyesalan.

Ia memang merasa bersalah, meski rasa penasarannya lebih besar. Tania harus keluar dari
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Malam Penuh Gairah Bersamamu   S2 Bab 55

    “Kamu mau kerja?” Rafael bertanya sambil beranjak dari tempat tidur. Setelah kemarin Tania tertidur seharian, hari ini ia akhirnya bergerak. Tania tak bisa terus ada di kamar tanpa mengetahui apa pun. Ingatannya tidak utuh, dan hal itu sungguh membuat dirinya penasaran. “Iya. Aku sudah meninggalkan soft launch begitu saja kemarin lusa. Aku harusnya sedikit bertanggung jawab,” sahut Tania penuh penyesalan. Ia memang merasa bersalah, meski rasa penasarannya lebih besar. Tania harus keluar dari rumah. Ia perlu bertemu dengan Bryan. Dan satu-satunya alasan yang bisa ia gunakan adalah pergi bekerja. “Aku antar, ya.” Rafael dengan sigap beranjak. Pria itu hendak bersiap-siap. Tania mengangkat tangan, hendak menolak. “Tidak per–”Namun, kata-katanya tersangkut di tenggorokan, tidak selesai sempurna. Rafael menyela ucapan Tania. “Sebentar saja. Jangan pergi tanpa aku, oke?” Pria itu menghilang di balik pintu kamar mandi. Terpaksa, Tania menunggu. Karena tidak sabar, ia mencoba mengirim

  • Malam Penuh Gairah Bersamamu   S2 Bab 54

    “Aku di mana?” Tania memegang kepalanya yang berputar. Ia mencoba menarik kembali ingatan yang bisa ia dapatkan. Hal terakhir yang bisa Tania ingat adalah soft launch The Crown Level, lalu … Bryan. Tania seketika terduduk. Ia menggeleng berkali-kali agar tatapannya bisa fokus. Sekarang, kedua matanya bisa menangkap satu gambaran jelas. Kamar tidur bernuansa putih dengan langit-langit kamar yang tinggi. Itu adalah kamarnya. Tania ada di rumah. “Gimana aku bisa pulang?” Tania berusaha keras untuk mengingat. Namun, hanya potongan kejadian yang ia dapatkan dari memorinya. Ada Bryan, tentu saja. Lalu Rafael. Rafael datang menjemputnya!“Astaga!” Tania memekik panik. “Apa yang terjadi semalam?”Tania bergerak. Ia beranjak dari tempat tidur lalu mencari tasnya. Tania berniat mengecek handphone. Ia perlu mencari petunjuk apa saja yang terjadi semalam. “Aduh!” Pekikan Tania menggema di dalam kamar tidur.

  • Malam Penuh Gairah Bersamamu   S2 Bab 53

    “Kita saling kenal?” Bryan tidak punya pilihan selain pura-pura bodoh. Ia mengumbar senyum konyol sambil mengedipkan mata berkali-kali. Bryan mencoba untuk mengalihkan pembicaraan. Sebisa mungkin ia tidak mau terlihat panik meski otaknya sibuk berputar cepat mencari alasan. Bagaimana bisa ada orang lain yang melihatnya? Padahal Bryan yakin jika ia sudah membawa Tania tanpa seorang pun tahu. “Jangan mengalihkan pembicaraan, Pak,” sahut Fera sinis. “Tania itu temanku. Aku tidak akan segan-segan mengadukannya pada–”Bryan langsung menarik Fera menjauh. Ia melakukannya dengan sangat cepat sebelum ada orang lain yang mendengar mereka. Ternyata, perempuan di depannya ini tak bisa dibodohi. Bryan harus menggunakan cara lain untuk membungkam perempuan ini. “Lepaskan!” Fera berusaha membebaskan diri genggaman Bryan.Namun, Bryan seolah tuli. Ia terus menyeret Fera ke lorong gelap.“Jangan berani

  • Malam Penuh Gairah Bersamamu   S2 Bab 52

    “Satu gelas lagi,” ucap Tania sembari memohon. Wajahnya memerah, dan ia sudah mabuk berat. Di sampingnya, Bryan menopang sebagian tubuh Tania. Pria itu menarik Tania ke dalam pelukan, membiarkan Tania bersandar padanya. Jam-jam sudah berlalu, hari telah larut, dan mereka hanya duduk sambil minum. Tak seperti biasanya, Bryan hanya menemani Tania, mendengarkan ceritanya, sambil sesekali membelai kepala Tania lembut. Ruang VIP itu tenang dan damai. Terdengar musik dari layar televisi yang dinyalakan oleh Bryan. Di sampingnya, Tania masih terus bicara. “Sejak awal aku memiliki seorang pacar yang gila. Dia selingkuh di depanku. Lalu, aku pikir aku bertemu dengan cowok baik.” “Enggak salah, tapi juga enggak benar. Dia awalnya baik.” Bryan tertarik dengan apa yang Tania katakan barusan. Pria itu yakin, orang yang sedang dibicarakan oleh Tania adalah Rafael. “Dia juga selingkuh. Ternyata semua lelaki sama saja!” Tania ter

  • Malam Penuh Gairah Bersamamu   S2 Bab 51

    Sonya terus saja menyudutkannya, tapi Tania tak ingin menanggapi. Hanya Rafael yang kembali menyahut dan membelanya. “Ibu! Buatku enggak ada yang lebih penting dari Tania! Ibu tau itu, kan?!” Rafael berseru marah. Sekarang, tatapan para tamu perlahan tertuju ke arah mereka. Tania yang awalnya tak ingin bicara, jadi merasa tak bisa terus diam. “Rafael, yang mau pergi itu aku.” Tania sengaja menoleh ke arah Sonya, memastikan wanita tua itu mendengar.“Kamu tunggu saja di sini dan selesaikan semuanya dengan baik. Aku enggak mau hasil kerja kerasku untuk semua minuman yang ada di sini sia-sia.” Sengaja Tania menekankan nada pada kata “kerja keras”. The Crown Level memang tidak akan semewah ini tanpa dirinya. “Maaf, saya pamit dulu.” Tania menunduk sekilas. “Silakan nikmati acaranya, Pak Julian dan Bu Sonya.”Ia gegas berbalik sebelum Rafael sempat mengejarnya. Tania ingin secepatnya pergi. Ia tak mau lagi mendapat makian atau ucapan omong kosong dari Julian dan Sonya. Di sudut ruang

  • Malam Penuh Gairah Bersamamu   S2 Bab 50

    “Kamu tau itu enggak mungkin, kan?” Tania memicing tak percaya. Ia melepaskan pelukan Bryan, lalu memilih untuk mengecek riasannya. Di depan cermin wastafel, Tania memastikan keadaannya sama seperti sebelum ia masuk tadi. “Kamu mau keluar? Kita belum sepakat, kan?” Bryan menarik kembali tangan Tania. Sia-sia sudah Tania merapikan penampilannya. Bryan kembali menariknya ke dalam pelukan. “Jangan pergi sebelum aku izinkan, Mee.”Tania memekik saat Bryan mengangkat tubuhnya dengan mudah ke atas wastafel. Sekarang, mereka berhadapan dengan tinggi yang sejajar. “Kamu tau kan, kalau aku ini orang yang tidak mudah puas?” bisik Bryan tepat di telinga Tania. Bryan mendekatkan wajahnya perlahan. Seolah tahu apa yang akan terjadi setelahnya, Tania memejamkan mata. Ia membiarkan bibirnya disambut hangat oleh Bryan.Kehangatan itu berubah perlahan menjadi panas. Tania terbawa ke dalam lautan gairah sampai sebuah ketuka

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status