Share

Bab 34. Luka Tembakan Damian

last update Terakhir Diperbarui: 2025-09-21 20:09:31

Jessica seketika bangun dari tidurnya, ia melihat jam menunjukkan sudah pukul 3 dini hari. Ia bangun dari ranjang, melihat Aland sudah tidur dengan nyenyak Jessica memutuskan untuk keluar dari kamar.

Jessica melihat keadaan rumah yang sangat sepi, tetapi banyak penjaga yang berada di luar mereka sama sekali tidak tidur. Wanita itu menatap ruang kerja Damian dengan perasaan bimbang.

“Kalau tidak mencoba gak akan tahu, kan?!” gumam Jessica penuh tekad.

Dengan langkah pasti agar gerak-geriknya tidak dicurigai yang lain atau Damian yang mengawasinya sekali pun. Wajahnya terlihat tenang, ia menuju dapur terlebih dahulu untuk membuat minuman hangat.

“Kenapa aku merasa Damian ada di sini ya?” gumam Jessica dengan lirih.

Ia melihat ke belakang tetapi sama sekali tidak ada Damian atau orang lain. Mungkin karena ia mengingat pria itu jadinya dirinya merasa jika Damian ada di rumah ini, padahal Damian masih berada di Italia.

“Aku kenapa sih? Gak mungkin kan aku merindukan pria dingin itu?!” guma
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Malam Terlarang : Mengandung Anak Presdir Dingin   Bab 183. Lebih Baik Kehilangan Perusahaan

    “Kamu dengar kan, Jessica? Jika Mas Aaron sudah tidak menginginkanmu! Dia hanya menjadikanmu sebagai alat untuk mendapatkan perusahaan suamimu itu,” bisik Audy dengan penuh penekanan.Jessica sama sekali tidak menjawab, tetapi tatapannya begitu tajam. Sebagai bukti jika ia tidak akan takut dengan Audy, semua perlakuan Audy kepada dirinya masih menyimpan rasa sakit yang menikam dadanya hingga sampai detik ini rasa marah dan benci pada mantan sahabatnya belum hilang sempurna.“Dasar sampah!” hardik Jessica dengan sinis.“Hidupmu tidak akan pernah bahagia karena terus merampas kebahagiaan orang lain, Audy!”Audy geram, ia kembali menjambak rambut Jessica hingga beberapa helai rambut wanita hamil itu rontok di tangan Audy.“Jangan sok suci kamu, Jessica. Mentang-mentang kamu anak kandung dari keluarga Sinclair dan sudah menjadi istri Damian, kamu sudah bisa berbicara sombong kepadaku hmm?” balas Audy dengan mata melotot karena merasa terhina oleh perkataan Jessica.Jessica tertawa pelan,

  • Malam Terlarang : Mengandung Anak Presdir Dingin   Bab 182. Tidak Akan Menyerah

    Jessica hanya bisa menangis dalam diam, ia tidak ingin Damian sampai menyerahkan perusahaan hanya untuk membebaskan dirinya.Perusahaan itu adalah jerih payah keluarga Axelle. Jessica berusaha untuk melepaskan ikatan yang ada di tangannya, tetapi ikatan itu sungguh sangat kencang, tenaganya sudah terkuras habis karena sakit kepala yang dideritanya.“Kenapa? Kamu berusaha untuk melepaskan ikatan itu ya?” tanya Aaron dengan membelai pipi Jessica dengan tersenyum sinis ketika menyadari apa yang Jessica lakukan.“Jika kamu hanya menginginkan aku kenapa kamu melibatkan Mas Damian sejauh ini, Mas?” tanya Jessica dengan pandangan yang sulit diartikan.Aaron berdecak kesal. “Kamu bodoh atau pura-pura lupa hmm? Saya dan suamimu itu bersaing dalam hal apa pun. Dalam bisnis legal maupun ilegal.”“Padahal saya sudah hampir menembak mati Damian tetapi lagi dan lagi ia berhasil selamat dan menggagalkan rencana saya.”Raut wajah Aaron kembali mengeras, emosinya kembali meluap ketika melihat Damian y

  • Malam Terlarang : Mengandung Anak Presdir Dingin   Bab 181. Barter?

    Aaron tertawa melihat Jessica kesakitan ketika ia menekan perut wanita itu, tidak ada rasa kasihan sama sekali di hatinya. Ia sudah mati rasa karena dendam yang menyelimuti dirinya, sisi ibanya tertutup dengan kerasnya hati dan tingginya ego.“L-lepas, Mas. Kamu menyakiti anakku!” ucap Jessica dengan meringis bahkan keringat dingin muncul di dahinya.‘Mama mohon kalian bertahan ya Sayang sampai Papa datang menolong kita,’ gumam Jessica di dalam hati mengajak kedua anaknya berbicara dan semoga mereka merasakan semuanya.Jessica tersenyum samar saat merasakan tendangan kedua anaknya, seperti merespon ucapannya di dalam hati.Wajah Aaron begitu menyeramkan, tatapan mereka bertemu pandang.Mata yang berbinar sayu itu, bibir pucat yang tersenyum manis kepadanya, sedikit menggoyahkan hatinya yang keras.“M-mas Aaron, maaf jika aku menyakiti dirimu sehingga kamu bisa berbuat nekad seperti ini. Terima kasih sudah mau merawatku dan Aland lima tahun lalu, aku tahu kamu tulus menyayangi kami,” g

  • Malam Terlarang : Mengandung Anak Presdir Dingin   Bab 180. Titik Terang?

    “Di mana titik lokasinya Marco?” tanya Damian tidak sabaranWajahnya yang lelah kini tampak bersemangat kembali, ada harapan yang menguar di dalam dadanya tentang keberadaan sang istri walaupun belum sepenuhnya bisa diyakini.“Di sebuah hutan tapi ada gedung terbengkalai di sana, Tuan. Sepertinya saya mengenal tempat ini,” jawab Marco tampak berpikir keras.Karena tempat yang baru saja ia lihat sangat familiar di ingatannya.“Mana saya lihat,” ujar Damian dengan serius.Marco memberikan ponselnya kepada Damian. Pria dingin itu menerimanya, ia mulai menelaah tempat yang dikatakan Marco.“Marco ini gudang senjata api ilegal milik Aaron,” ucap Damian membelalakkan matanya ketika tahu tempat ini sangat berbahaya untuk istrinya.Jantungnya berdetak sangat kencang menatap Marco dengan pandangan yang sulit diartikan. Marco juga terkejut, akhirnya terjawab sudah rasa penasarannya tadi. Benar itu gudang senjata api ilegal milik.“Tuan kita tidak bisa datang ke sana tanpa persiapan,” ujar Marc

  • Malam Terlarang : Mengandung Anak Presdir Dingin   Bab 179. Belum Menemukan Petunjuk

    Kirana hampir pingsan karena kehabisan oksigen, wanita itu meraup udara sebanyak-banyaknya ketika Damian melepaskan cengkeraman di lehernya.Damian semakin tidak terkendali, semua itu karena Kirana yang tidak mau mengakui di mana Aaron membawa istrinya berada.Bahkan rumah sakit sebesar itu tidak ada yang mengetahui kejahatan Aaron. Ia yakin anak buah pria itu juga ikut andil dalam penculikan ini.Tidak mungkin tidak ada yang mendengar keributan di kamar istrinya, tidak mungkin staf rumah sakit tidak mendengar teriakan istrinya maupun Crystal.Ini sangat janggal baginya. Ia harus menyelidiki ini semua sampai tuntas, jika ada yang bermain bersama dengan Aaron, ia pastikan mereka tidak akan bisa lepas dari dirinya.Tidak ada kesabaran!Tidak ada rasa kasihan!Semua orang yang terlibat menyakiti istri dan anaknya harus segera dimusnahkan.“Kali ini kamu bisa bungkam, Kirana. Tetapi nanti kamu akan berteriak ampun dan memohon kepada saya. Untuk kali ini kamu bisa menyelamatkan mereka, tet

  • Malam Terlarang : Mengandung Anak Presdir Dingin   Bab 178. Kirana Bungkam

    Damian kaget mendengar laporan polisi kepada dirinya, ia semakin yakin jika ini semua adalah rencana Aaron karena semua kejadian datang dalam waktu bersamaan.“Yang benar saja, Pak? Bagaimana bisa Audy kabur dari penjara, hah?” tanya Damian dengan suara yang sedikit meninggi.Rasanya Damian lelah mendengar kabar yang terus menikam dirinya dari segala sisi. Dan yang paling membuatnya geram dan marah adalah Aaron membawa istrinya, mengambil Jessica dari sisinya.Apa sebenarnya yang diinginkan pria itu kepada dirinya?Damian yakin ada maksud dan tujuan lain dari Aaron menculik istrinya. Aaron pasti tidak hanya menginginkan Jessica, tetapi menginginkan hal lainnya juga.“Sepertinya ada orang yang sengaja membebaskan Audy, Tuan. Kami sudah mengecek CCTV tetapi anehnya CCTV di saat Audy kabur mati,” jelas Polisi tersebut.Damian menghela napasnya dengan kasar, tangannya terkepal dengan erat, udara di sini terasa sangat panas membakar kulitnya hingga darahnya mendidih.“Tim kami sedang menca

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status