LOGINPasca melahirkan normal, aku menderita sindrom relaksasi yang membuat bagian pribadiku sangat longgar, hingga suamiku menolak berhubungan intim karena merasa tidak pas. Begitu tahu, ayah mertuaku menatapku tajam dan menyudutkanku di kamar mandi, mengaku dia punya sindrom alat vital besar yang kebetulan sangat cocok denganku.
View MoreSelanjutnya, giliran ayah mertua dan suamiku.Pertama, aku mengeluarkan banyak uang untuk menyewa beberapa keluarga pasien ayah mertuaku. Aku mau mereka membuat keributan di rumah sakit, agar reputasinya hancur.Setelah itu, aku melaporkan ayah mertua atas tuduhan menerima suap dan penggelapan dana publik, tentu saja aku mengirim laporannya menggunakan email suamiku.Ayah mertua pun dibawa untuk diperiksa.Meski akhirnya tidak ditemukan bukti apa pun, berita itu telanjur viral di internet dan membuat rumah sakit merugi parah. Rumah sakit besar di pusat kota yang biasanya penuh itu, mendadak punya banyak ranjang kosong.Begitu dibebaskan, pihak rumah sakit menyalahkannya, "Meski kamu dijebak, masalah ini sudah terlanjur besar. Harus ada yang bertanggung jawab, jadi silakan mengundurkan diri."Ayah mertua pulang sambil membawa barang-barangnya, lalu menghajar suamiku habis-habisan, tapi suamiku tidak mengaku hingga ayah dan anak itu baku hantam.Ibu mertua mencoba melerai, tapi ayah mert
"Toh, pengobatan kamu sudah selesai, tapi punya Ayah 'kan belum. Kemarin kamu lihat sendiri 'kan, ibu kamu itu sama sekali nggak bisa muasin Ayah.""Soal Leon, meskipun dia anak kandung Ayah, Ayah nggak bakal bantah kalau dia itu memang pengecut. Biarin saja dia sama perempuan lapar di luar sana, iya 'kan?""Lagian masih ada anak-anak. Leon jadi ayah lumayan bagus kok, dia sabar, apalagi dia guru yang bisa bantu pendidikan anak. Kalau kalian cerai, kasihan anak-anak masih kecil sudah nggak punya ayah, benar nggak?"Ayah mertua bicara panjang lebar, tapi aku cuma fokus pada satu hal. Dia ingin aku tetap menjalin hubungan terlarang dengannya.Tapi, aku ini istri anaknya. Kalau bermain api dengan ayah mertua sendiri, cepat atau lambat aku akan terbakar.Aku merasa ragu.Ayah mertua juga tidak mendesakku untuk segera menjawab. Dia memberiku waktu untuk berpikir matang-matang.Tapi, baru keesokan harinya, aku langsung memantapkan pilihan karena hanya gara-gara aku mandi agak lama, ibu mertu
Situasi yang sangat kacau, ditambah rasa takut ketahuan yang terus menghantui membuat tubuhku lemas luar biasa.Aku merasa hampir pingsan karena saking lemasnya, sementara rasa hampa yang tak tertahankan seolah menelanku.Dengan pandangan kabur, aku minta tolong pada ayah mertua. Kemudian, dia tersenyum licik sambil membalikkan tubuh ibu mertua dan menekannya di atas wastafel.Ibu mertua tampak sangat ketakutan, "Jangan, aku bisa mati. Katanya cuma mau cium saja, kamu mau ngapain?"Ayah mertua menenangkannya dan berjanji tidak akan melakukannya sampai ke dalam.Lalu dia menarikku keluar dengan cepat, membalikkan tubuhku, dan memasukkanku kembali ke dalam lemari.Posisiku kini menungging dengan bagian belakang yang terangkat tinggi ....Begitulah cara ayah mertua menjambak rambut ibu mertua sambil berpura-pura melakukannya dengannya, padahal semuanya dia berikan kepadaku ....Malam itu terasa sangat gila. Aku tidak tahu sampai jam berapa kami melakukannya, yang aku tahu hari sudah hampi
Tubuhku tersentak hebat, saat sensasi nikmat yang tak terkendali menjalar dari tulang ekor ke seluruh tubuh.Kekuatan pria sejati sungguh luar biasa. Hanya dengan sekali sentuhan saja aku benar-benar kehilangan kendali, hingga membasahi tubuh ayah mertuaku.Ini adalah pengalaman yang belum pernah aku rasakan sebelumnya bersama suamiku.Melihat jejak yang memalukan itu, aku merasa sangat ingin mati saja karena malu.Meski sulit mengakui bahwa aku adalah wanita yang liar, tapi kenyataannya aku memang sudah terlalu lama merasa haus dan kering.Saat ini, aku sangat membutuhkan pria perkasa. Lagi pula kami tidak sedang berbuat asusila, melainkan sedang mengobati penyakitku.Aku sudah kehilangan keanggunanku. Aku merasa lebih tidak tahu malu daripada wanita penghibur di zaman kuno.Aku mendongakkan leher. Aku memegang pinggang ayah mertua dengan kaki terangkat tinggi untuk menunggunya.Namun, saat aku sedang melayang dalam kenikmatan, tiba-tiba terdengar suara ibu mertua dari balik pintu."S






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.