Beranda / Rumah Tangga / Mantan Istri Jadi Adik Ipar / #Bab 82 • Bukan Anak Haram

Share

#Bab 82 • Bukan Anak Haram

Penulis: buchaa
last update Terakhir Diperbarui: 2024-05-24 07:02:42

Selesai sarapan, Shanum memegangi perutnya. “Padahal, hanya semangkuk kecil begitu. Tapi, udah bikin kenyang banget,” ujarnya dengan bibir yang tersenyum puas.

Saat mengangkat pandangannya, dia menemukan Ghani yang berjalan cepat di lorong hendak ke arah luar. “Ghani,” gumamnya senang. Lalu, berlari kecil ke arah cowok itu.

Ghani sudah berpakaian seragam putih abu-abu lengkap dengan tas punggungnya, yang hanya tercantol di bahu kanannya. Dari langkahnya yang cepat, cowok itu masih terlihat penu
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Cilon Kecil
kesel sama Shanum.. Feny juga kapan dia dapat karmanya karena menyakiti Aurel
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Mantan Istri Jadi Adik Ipar   #Bab 87. Seorang Cindy

    Bel panjang berbunyi nyaring, menggema di seluruh sudut sekolah. Suaranya seperti simfoni kebebasan bagi para siswa yang sudah lelah duduk berjam-jam di dalam kelas. Mata Shanum langsung berbinar mendengarnya. Tanpa menunggu aba-aba, dia mulai memasukkan buku dan alat tulis ke dalam tas dengan gerakan cepat tapi tetap rapi. Ketika guru sudah keluar, Shanum berdiri dan menoleh ke arah Cindy, yang masih sibuk membereskan barang-barangnya. “Cindy, mau ke mana abis ini? Pulang bareng, yuk? Jalan ke mana gitu?” tanya Shanum sambil tersenyum, berusaha terdengar santai walau hatinya sedikit tegang. Gadis di hadapannya itu masih dingin seperti salju di kutub.Cindy menatap Shanum sekilas, lalu kembali membereskan barang-barangnya. “Aku ada les. Nggak bisa,” jawabnya singkat tanpa ekspresi. Seolah tak ingin ada percakapan lebih panjang.‘Pasti karena omongan Ghani tadi. Dia terlalu takut sama Ghani. Yah, apa boleh buat. Daripada dia makin tersiksa sama Mas-ku itu, kayaknya aku harus ngalah

  • Mantan Istri Jadi Adik Ipar   #Bab 86. Rahasia Ghani

    Senyum riang Shanum tidak membuat seluruh isi kelas bahagia menyambutnya. Buktinya, wajah Cindy datar saja saat cewek yang membuat kekacauan pagi itu duduk di meja—tepat di sebelahnya.Cindy bisa merasakan tubuh Shanum sedikit condong ke arahnya. Ia berusaha menghindari tatapan teman sekelas barunya itu, tapi malah tertangkap ketika sedang melirik lewat sudut matanya.“Hai, aku nggak nyangka kalau kita ternyata satu kelas,” ucap Shanum seraya memamerkan deretan giginya, begitu cerah dan percaya diri.Cindy tidak tahu harus merespon seperti apa karena hampir semua mata tertuju padanya. Status Shanum sebagai orang yang berani melawan Ghani sungguh tidak aman baginya. Semua orang tahu, Ghani adalah pusat gravitasi sekolah ini, dan siapa pun yang berani menentangnya, akan terlempar keluar dari orbit sosial mereka. Cindy pun hanya menarik ujung bibirnya sedikit saja, bahkan hampir tidak terlihat. Lalu, langsung sok sibuk membuka tasnya. Padahal, tidak ada yang dicari.Puas menyapa Cindy,

  • Mantan Istri Jadi Adik Ipar   #Bab 85. Di Sekolah Yang Sama

    Kedua jemari tangan Shanum terkepal erat seiring geraman kesalnya karena diturunkan jauh dari sekolah. “Ghani, nggak sopan!” teriaknya walaupun tahu kalau cowok itu nggak bisa mendengarnya.Sama sekali tidak mau menyerah, diambilnya langkah cepat supaya bisa mengejar mobil Ghani. Namun, kakinya melemah ketika menemukan tanjakan. Hanya setengah tanjakan dia sanggup berlari, selebihnya berjalan kaki dengan napas ngos-ngosan. Ternyata gerbang sekolah ada di ujung tanjakan. Shanum berdiri sebentar di depan pintu gerbang sambil memegangi kedua lututnya. “Dia ngerjain aku,” gumamnya sambil mengatur napas.Beberapa murid melewatinya dengan tatapan bingung.Setelah cukup bisa mengatur napasnya, Shanum pun memasuki gerbang berpintu besi warna cream itu, senada dengan cat dinding gerbang dan sekolah.Sebenarnya, sih, Shanum ingin melihat kemegahan sekolah ini, akan tetapi sosok Ghani mengganggu pemandangannya. Terlebih lagi ketika dilihatnya cowok itu melemparkan tas pada gadis, yang jauh le

  • Mantan Istri Jadi Adik Ipar   #Bab 84 • Tantangan

    Bunyi jemari mengetuk meja besi putih nan bundar terdengar begitu nyaring di telinga Shanum. Beberapa kali dia meringis akibat nyilu yang menyayat hatinya. Setelah berusaha menghindar, akhirnya Shanum beranikan diri melirik ke arah wanita cantik yang duduk di hadapannya. Dia tahu kalau wanita itu tidak melepaskan tatapan darinya sedari tadi, tapi Shanum tetap terkejut dan refleks mengalihkan pandangannya ke arah lain. Bunyi ketukan menghilang karena Fania menarik tangannya. Kedua kakinya yang jenjang terekspos jelas ketika melipat kaki hingga rok span pendek sebatas lutut yang dikenakannya tertarik sampai paha. “Jadi, kamu anak dari wanita yang membuat Papa-ku sering bolak-balik ke Jogja,” gumamnya lebih ke sebuah tudingan. Seringainya muncul di akhir kalimat. Mata elangnya enggan melepaskan Shanum dari pandangan. Shanum meliriknya. “Aku ngga tahu tentang itu. Buktinya, aku ngga kenal Papa-nya Kakak.” “Tapi, Papa mengenalimu. Aku kira dulu dia punya anak lain selain kami kar

  • Mantan Istri Jadi Adik Ipar   #Bab 83 • Terlanjur Bad Mood

    Dengan mata yang membengkak, Aurel sudah bersiap dengan peralatan membersihkan pekarangan rumah. Selepas Subuh tadi, diperhatikannya halaman depan yang rumputnya sudah memanjang. Begitu juga dengan bunga-bunga dan tanaman yang dulu peliharan almarhum ibunya sudah tumbuh tidak karuan, dia hendak merapikannya. Hitung-hitung bisa menghilangkan sejenak kesedihannya.Namun, langkah Aurel terhenti. Dia terkejut mendapati Ridho berada di depan pagar rumah ini.“Ngapain kamu di sini, Dho?” tanyanya seraya menghampiri pagar dan membuka kuncinya. Seharusnya jam tujuh begini, Ridho sudah berada di kantor. Kok malah ada di depan rumah ini? Kalau bukan urusan yang penting, tidak mungkin mau ke sini.“Itu ....” Ridho terlihat meragu. Bukannya lekas menjawab, dia malah menoleh ke arah jalan gang ini.Aurel juga ikut melihat ke sana. Menerka sekiranya ada jawaban di ujung jalan i

  • Mantan Istri Jadi Adik Ipar   #Bab 82 • Bukan Anak Haram

    Selesai sarapan, Shanum memegangi perutnya. “Padahal, hanya semangkuk kecil begitu. Tapi, udah bikin kenyang banget,” ujarnya dengan bibir yang tersenyum puas.Saat mengangkat pandangannya, dia menemukan Ghani yang berjalan cepat di lorong hendak ke arah luar. “Ghani,” gumamnya senang. Lalu, berlari kecil ke arah cowok itu.Ghani sudah berpakaian seragam putih abu-abu lengkap dengan tas punggungnya, yang hanya tercantol di bahu kanannya. Dari langkahnya yang cepat, cowok itu masih terlihat penuh emosi.“Ghani, Ghani,” panggil Shanum.Yang dipanggil sempat menoleh, tapi begitu tahu suara itu milik siapa dia langsung malah kian mempercepat langkahnya. Namun selebar-lebarnya langkah Ghani, tetap terkejar oleh Shanum, yang pantang menyerah.Gadis itu menangkap pergelangan tangan Ghani. “Tunggu," pintanya agak memaksa. Kemudian, mengatur napasnya yang tersengal-sengal. “Aku harus jelasin kalau tujuanku ke sini bukan untuk menjadi penerus perusahaan Fadel Group. Aku cuma mau ....”“Bullshit

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status