Chapter: #Bab 87. Seorang CindyBel panjang berbunyi nyaring, menggema di seluruh sudut sekolah. Suaranya seperti simfoni kebebasan bagi para siswa yang sudah lelah duduk berjam-jam di dalam kelas. Mata Shanum langsung berbinar mendengarnya. Tanpa menunggu aba-aba, dia mulai memasukkan buku dan alat tulis ke dalam tas dengan gerakan cepat tapi tetap rapi. Ketika guru sudah keluar, Shanum berdiri dan menoleh ke arah Cindy, yang masih sibuk membereskan barang-barangnya. “Cindy, mau ke mana abis ini? Pulang bareng, yuk? Jalan ke mana gitu?” tanya Shanum sambil tersenyum, berusaha terdengar santai walau hatinya sedikit tegang. Gadis di hadapannya itu masih dingin seperti salju di kutub.Cindy menatap Shanum sekilas, lalu kembali membereskan barang-barangnya. “Aku ada les. Nggak bisa,” jawabnya singkat tanpa ekspresi. Seolah tak ingin ada percakapan lebih panjang.‘Pasti karena omongan Ghani tadi. Dia terlalu takut sama Ghani. Yah, apa boleh buat. Daripada dia makin tersiksa sama Mas-ku itu, kayaknya aku harus ngalah
최신 업데이트: 2026-02-02
Chapter: #Bab 86. Rahasia GhaniSenyum riang Shanum tidak membuat seluruh isi kelas bahagia menyambutnya. Buktinya, wajah Cindy datar saja saat cewek yang membuat kekacauan pagi itu duduk di meja—tepat di sebelahnya.Cindy bisa merasakan tubuh Shanum sedikit condong ke arahnya. Ia berusaha menghindari tatapan teman sekelas barunya itu, tapi malah tertangkap ketika sedang melirik lewat sudut matanya.“Hai, aku nggak nyangka kalau kita ternyata satu kelas,” ucap Shanum seraya memamerkan deretan giginya, begitu cerah dan percaya diri.Cindy tidak tahu harus merespon seperti apa karena hampir semua mata tertuju padanya. Status Shanum sebagai orang yang berani melawan Ghani sungguh tidak aman baginya. Semua orang tahu, Ghani adalah pusat gravitasi sekolah ini, dan siapa pun yang berani menentangnya, akan terlempar keluar dari orbit sosial mereka. Cindy pun hanya menarik ujung bibirnya sedikit saja, bahkan hampir tidak terlihat. Lalu, langsung sok sibuk membuka tasnya. Padahal, tidak ada yang dicari.Puas menyapa Cindy,
최신 업데이트: 2026-02-01
Chapter: #Bab 85. Di Sekolah Yang SamaKedua jemari tangan Shanum terkepal erat seiring geraman kesalnya karena diturunkan jauh dari sekolah. “Ghani, nggak sopan!” teriaknya walaupun tahu kalau cowok itu nggak bisa mendengarnya.Sama sekali tidak mau menyerah, diambilnya langkah cepat supaya bisa mengejar mobil Ghani. Namun, kakinya melemah ketika menemukan tanjakan. Hanya setengah tanjakan dia sanggup berlari, selebihnya berjalan kaki dengan napas ngos-ngosan. Ternyata gerbang sekolah ada di ujung tanjakan. Shanum berdiri sebentar di depan pintu gerbang sambil memegangi kedua lututnya. “Dia ngerjain aku,” gumamnya sambil mengatur napas.Beberapa murid melewatinya dengan tatapan bingung.Setelah cukup bisa mengatur napasnya, Shanum pun memasuki gerbang berpintu besi warna cream itu, senada dengan cat dinding gerbang dan sekolah.Sebenarnya, sih, Shanum ingin melihat kemegahan sekolah ini, akan tetapi sosok Ghani mengganggu pemandangannya. Terlebih lagi ketika dilihatnya cowok itu melemparkan tas pada gadis, yang jauh le
최신 업데이트: 2026-01-31
Chapter: #Bab 84 • TantanganBunyi jemari mengetuk meja besi putih nan bundar terdengar begitu nyaring di telinga Shanum. Beberapa kali dia meringis akibat nyilu yang menyayat hatinya. Setelah berusaha menghindar, akhirnya Shanum beranikan diri melirik ke arah wanita cantik yang duduk di hadapannya. Dia tahu kalau wanita itu tidak melepaskan tatapan darinya sedari tadi, tapi Shanum tetap terkejut dan refleks mengalihkan pandangannya ke arah lain. Bunyi ketukan menghilang karena Fania menarik tangannya. Kedua kakinya yang jenjang terekspos jelas ketika melipat kaki hingga rok span pendek sebatas lutut yang dikenakannya tertarik sampai paha. “Jadi, kamu anak dari wanita yang membuat Papa-ku sering bolak-balik ke Jogja,” gumamnya lebih ke sebuah tudingan. Seringainya muncul di akhir kalimat. Mata elangnya enggan melepaskan Shanum dari pandangan. Shanum meliriknya. “Aku ngga tahu tentang itu. Buktinya, aku ngga kenal Papa-nya Kakak.” “Tapi, Papa mengenalimu. Aku kira dulu dia punya anak lain selain kami kar
최신 업데이트: 2025-03-11
Chapter: #Bab 83 • Terlanjur Bad MoodDengan mata yang membengkak, Aurel sudah bersiap dengan peralatan membersihkan pekarangan rumah. Selepas Subuh tadi, diperhatikannya halaman depan yang rumputnya sudah memanjang. Begitu juga dengan bunga-bunga dan tanaman yang dulu peliharan almarhum ibunya sudah tumbuh tidak karuan, dia hendak merapikannya. Hitung-hitung bisa menghilangkan sejenak kesedihannya.Namun, langkah Aurel terhenti. Dia terkejut mendapati Ridho berada di depan pagar rumah ini.“Ngapain kamu di sini, Dho?” tanyanya seraya menghampiri pagar dan membuka kuncinya. Seharusnya jam tujuh begini, Ridho sudah berada di kantor. Kok malah ada di depan rumah ini? Kalau bukan urusan yang penting, tidak mungkin mau ke sini.“Itu ....” Ridho terlihat meragu. Bukannya lekas menjawab, dia malah menoleh ke arah jalan gang ini.Aurel juga ikut melihat ke sana. Menerka sekiranya ada jawaban di ujung jalan i
최신 업데이트: 2024-05-25
Chapter: #Bab 82 • Bukan Anak HaramSelesai sarapan, Shanum memegangi perutnya. “Padahal, hanya semangkuk kecil begitu. Tapi, udah bikin kenyang banget,” ujarnya dengan bibir yang tersenyum puas.Saat mengangkat pandangannya, dia menemukan Ghani yang berjalan cepat di lorong hendak ke arah luar. “Ghani,” gumamnya senang. Lalu, berlari kecil ke arah cowok itu.Ghani sudah berpakaian seragam putih abu-abu lengkap dengan tas punggungnya, yang hanya tercantol di bahu kanannya. Dari langkahnya yang cepat, cowok itu masih terlihat penuh emosi.“Ghani, Ghani,” panggil Shanum.Yang dipanggil sempat menoleh, tapi begitu tahu suara itu milik siapa dia langsung malah kian mempercepat langkahnya. Namun selebar-lebarnya langkah Ghani, tetap terkejar oleh Shanum, yang pantang menyerah.Gadis itu menangkap pergelangan tangan Ghani. “Tunggu," pintanya agak memaksa. Kemudian, mengatur napasnya yang tersengal-sengal. “Aku harus jelasin kalau tujuanku ke sini bukan untuk menjadi penerus perusahaan Fadel Group. Aku cuma mau ....”“Bullshit
최신 업데이트: 2024-05-24
Chapter: Bab 20. Antara Mimpi dan KenyataanCiuman lembut terasa mendarat satu per satu, menyusuri lekuk halus di sepanjang leher Felicia. Sentuhan itu terasa hangat dan membangkitkan rasa yang sudah lama tak ia rasakan, membuat tubuhnya perlahan melemas. Tanpa sadar, kelopak matanya terpejam rapat, membiarkan dirinya larut sepenuhnya dalam kenikmatan yang terasa begitu nyata. Saat dia perlahan membuka matanya, bayangan yang terlihat membuat jantungnya berdebar lebih kencang. Di atasnya terbaring sosok Randy dengan raut wajah yang teduh dan menatapnya dalam-dalam, menutupi seluruh tubuhnya. Jemari Felicia yang lentik bergerak turun perlahan, menyusuri leher hingga menyentuh dada bidang pemuda itu. Dia menelan ludah, matanya tak mampu beralih menatap pemandangan yang terbentang di hadapannya. Otot-otot yang terbentuk sempurna, kulit yang halus namun terasa kokoh, dan garis perut yang begitu atletis.Setiap sentuhan membuat desiran di dadanya. Tangannya pun bergerak menyelimuti punggung R
최신 업데이트: 2026-06-14
Chapter: Bab 19. Mimpi Yang Membuat CanduBibir itu terlihat begitu lembut dan berwarna merah merona alami seperti memanggil-manggil perhatiannya. Tanpa sadar, jemari Randy terulur perlahan, menyentuh bagian bawah bibir itu dengan sentuhan yang sangat ringan juga penuh keraguan. Rasanya halus, lembut, dan hangat terasa di ujung jemarinya. Dengan tarikan napas yang terasa berat, seperti mengumpulkan seluruh keberanian yang dimiliki, Randy mendekatkan wajahnya dan mengecup bibir itu sekilas. Sentuhannya terasa begitu segar dan lembut, meninggalkan sensasi yang membuat dadanya terasa berdebar kencang. Rasa itu justru membangkitkan keinginan yang lebih besar dalam dirinya. ‘Aku ingin mengulum bibir itu lagi, lebih lama, dan lebih dalam lagi.’ Apalagi ketika dia merasakan bibir lembut itu perlahan bergerak dan membalas ciumannya dengan lembut pula. Bibir manis yang menyambut kehadirannya. Dunia terasa berputar sebentar, Randy merasa dirinya melayang. Hingga akhirnya memaksakan dirinya membuka mata perlahan dan menjauhkan wa
최신 업데이트: 2026-06-13
Chapter: Bab 18. Sentuhan Tak Sengaja“Aam!” seru Wilona ceria, lalu membuka mulut lebar-lebar untuk menggigit burgernya. Dia mengunyah dengan semangat hingga pipinya terlihat gembung seperti kelinci, membuat Felicia tak bisa menahan senyum gemas melihat tingkah putrinya.Mobil hitam elegan yang tadi terparkir di depan pagar sekolah, kini berada di depan restoran cepat saji yang tidak terlalu ramai itu. Felicia kemudian menyesap jus jeruknya perlahan, namun pandangannya terus melirik ke arah lengan kanan Randy yang kini tertutup rapat oleh jas hitam baru dan kemeja ganti yang baru saja mereka beli tadi. “Terima kasih untuk jas dan kemeja barunya, Nyonya,” ucap Randy tiba-tiba, menyadari tatapan itu. Felicia tersentak, lalu mengangguk sedikit sambil memalingkan wajah, merasa ketahuan. Dia meletakkan gelas jusnya perlahan di atas meja. “Kenapa luka kamu nggak diobati ke rumah sakit aja? Menurutku, lebih baik diperiksa dengan alat yang lebih lengkap, daripada klinik kecil tadi,” tanyanya dengan nada khawatir yang tak bi
최신 업데이트: 2026-06-12
Chapter: Bab 17. Salah SasaranSetelah memarkirkan mobil hitam mengilapnya tepat di depan gerbang pagar sekolah, Randy segera turun dan melangkah ke sisi penumpang. Dengan gerakan halus namun tegas, dia membukakan pintu untuk Felicia. Di sepanjang jalan masuk itu, terlihat berderet mobil-mobil mewah lain yang terparkir rapi, menandakan bahwa anak-anak dari keluarga terpandang sedang dijemput atau diantar oleh orang tua mereka masing-masing.Felicia melangkah turun dengan anggun, namun saat matanya sempat melirik sekilas ke arah Randy, pemuda itu justru memalingkan wajah. Tatapan pemuda itu kini tajam dan waspada, menyapu setiap sudut lingkungan sekitar seolah sedang mengawasi segala kemungkinan bahaya. Setelah memastikan tidak ada hal yang mencurigakan, Randy mulai berjalan mengikuti langkah Felicia. Jalan setapak menuju pintu masuk taman kanak-kanak itu terasa sejuk karena rindangnya pohon-pohon besar yang tumbuh di sepanjang sisi. Langkah mereka perlahan namun pasti, hingga mata Randy menangkap sosok yang ber
최신 업데이트: 2026-06-12
Chapter: Bab 16. Senyuman ManisLangkah Randy berderap pelan di atas karpet merah tebal yang membentang sepanjang koridor panjang itu. Motif akar yang menjalar di permukaannya seolah mengikuti setiap gerak kakinya. Setiap kali dia melangkah, sepatunya akan tenggelam sedikit di antara karpet. Dia berhenti tepat di depan pintu kayu setinggi dua meter yang dihiasi ukiran halus, lalu mengetuknya dua kali dengan lembut namun tegas. Tanpa menunggu jawaban panjang, dia memutar gagang pintu dan mendorongnya perlahan hingga terbuka.Di dalam ruangan kerja itu, suasana terasa redup dan sejuk. Satu-satunya sumber cahaya datang dari lampu meja berwarna kuning keemasan yang hanya menerangi area terbatas yang tak lain adalah meja kerja besar di ujung ruangan dan sosok pria yang duduk di baliknya. Randy berjalan dengan langkah mantap, penuh kewaspadaan namun sopan, hingga berhenti beberapa langkah di depan meja itu.“Ya, Pak?”Lidah Randy terasa berat saat mengucapkan kata itu. Rahangnya mengeras sesaat.Sepuluh tahun lalu, lel
최신 업데이트: 2026-06-11
Chapter: Bab 15. Jangan Kasihani AkuFelicia menghela napas panjang, yang terasa berat seakan membawa beban seluruh dunia di dalam dadanya. Bahunya yang ramping ikut turun naik dengan gerakan itu. Dia menoleh, pandangannya jatuh pada sosok yang berdiri tepat di belakangnya. Keningnya langsung mengkerut dalam, membentuk garis tegangan yang jelas di dahi halusnya. Matanya yang bening namun kini berkilat dingin, tertuju lekat-lekat pada sosok tinggi besar yang mengenakan jas hitam rapi. Di balik jas itu, terlihat kemeja putih bersih yang pas membingkai tubuh tegapnya. Satu kancing di bagian leher kemeja itu terbuka sedikit.Manik mata pemuda itu bergerak ke arahnya. Seperti mempertanyakan maksud Felicia menghentikan langkah, lantas menatapnya dingin seperti ini. “Cih!” Felicia mendengus pelan, suara itu penuh dengan ketidaksukaan dan rasa jijik yang terselip. Ia langsung memalingkan wajah dengan kasar, enggan menatap lebih lama lagi. Tanpa menunggu reaksi apa pun dari pemuda itu, ia melanjutkan langkah kakinya menuju kam
최신 업데이트: 2026-06-10
Chapter: #Bab 98. Dinner Yang Tertunda“Gimana kalau kita liburan ke Bali?” cetus Nisha tanpa aba-aba apalagi kalimat pembukaan. Itupun setelah melamun cukup lama.Alhasil, Shareefa dan Diana yang tengah cekikikan menonton drama korea di sisi Nisha langsung menatapnya kaget. Beda dengan Bahri yang masih asyik bermain game seolah tidak peduli. Dia memang belum mengerti, kok.“Bali?!” seru Ana dan Efa berbarengan. Nisha menyender di bangku outdoor Cuko. “He-eh,” jawabnya pasti diiringi anggukan.Memang sudah lama mereka tidak liburan. Sejak Bahri dan Efa masuk ke sekolah baru, ke tingkat yang lebih tinggi, atau sejak Mak pergi lima bulan yang lalu. Nisha juga disibukkan dengan kegiatannya di sini. Terlebih lagi Diana tahun ini melakulan grand opening Cuko.“Mau!” seru Efa senang. Sudah tidak dipedulikannya lagi drama korea yang masih berjalan di smartphone-nya.“Tapi, Efa masih ujian dua hari lagi.” Wajah yang tadi cerah mendadak berubah mendung. Gimana mau ke Bali, kan dia masih ujian.Nisha baru menyadari sesuatu. O, iya.
최신 업데이트: 2024-01-07
Chapter: #Bab 97. Suami Masa DepanNisha menghabiskan hari-harinya dengan menemani Bapak ke makam almarhum sang ibunda. Sebisa mungkin dia selalu sempatkan karena Bapak tidak pernah berhenti merindukan belahan jiwanya itu.Nisha juga rindu, tapi tetap harus melanjutkan hidup. Selain itu dia juga sibuk mengantar anak ke sekolah, menjalankan bisnisnya, atau meet up dengan sahabat-sahabatnya. “Nis,” panggil Elza.Nisha menyeruput es americanonya sebentar, lalu menatap sahabatnya itu. “Hm?”“Cowok yang kemarin ada di rumah duka itu siapa?” tanya Elza hati-hati.“Pak Akbar? Gurunya Efa.”Vika dan Elza saling bertukar pandang, sebelum menatap Nisha kembali.“Bukan yang pakai baju PNS, yang pakai kemeja hitam.” Elza menelan air ludah. Sepertinya Nisha belum juga mengerti apa maksud ucapannya. “Yang itu, loh. Yang rambutnya lebat, matanya agak gede, rahangnya tuh gagah banget gitu.” Vika juga membantu menjelaskan.Nisha pun menepuk tangannya sekali. “Oh, itu. Andreas. Kenapa?”“Kayaknya dia ada rasa, deh sama kamu, Nis.”“Em
최신 업데이트: 2024-01-06
Chapter: #Bab 96. Jodoh Sang Guru KillerTiba-tiba Nisha berdiri. Sontak, Akbar ikut berdiri. “Aku permisi dulu,” pamit Nisha tiba-tiba.“Tunggu!”Nisha menoleh. Tatapannya seolah berkata tidak ingin mau tahu apa yang terjadi sekarang ini. Dia hanya ingin pergi dan pulang ke rumah. “Ada yang harus aku jelaskan ke kamu,” ucap Akbar dengan wajah serius.Nisha terdiam bagai manekin seraya menunggu Akbar mendekat. Bola matanya sempat bergetar. Degup jantungnya terdengar jelas oleh telapak tangan yang menangkup dada. Dinginnya hembusan angin malam tidak serta merta mampu menghapus piluh mengalir di keningnya.“Sepertinya ada kesalahpahaman di sini,” simpul Akbar.“Kesalahpahamam?”“Iya. Baik itu apa yang Andre atau kamu pikirkan sekarang.” Akbar berhenti karena sudah tepat berada di dalam jarak satu kaki di hadapan Nisha.“Memangnya, apa yang kupikirkan ... menurutmu?” Nada bicara Nisha agak turun di akhir kalimat.“Kamu mengira kalau aku menyukai kamu, Nisha. Oh, lebih tepatnya menaruh perasaan sama kamu.”“Haha.” Tawa Nisha t
최신 업데이트: 2024-01-04
Chapter: #Bab 95. Akhirnya Dinner Juga“Mama mau ke mana?” tanya Efa curiga karena menjelang malam belum ada tanda-tanda Nisha berniat pulang dari butik. Malah Bunda Ana disuruh mengendarai mobil untuk mengantar Efa dan Bahri pulang. Mencurigakan? Banget.“Mama mau pergi sama Mami Elza,” jawab Ana membantu.Efa menoleh ke arah Ana, lalu kembali pada Nisha. “O, ya?! Pakai dandan segala.” Tidak segampang itu membohongi gen-Z satu ini.“Dandan gimana? Biasa aja,” dalih Nisha lantas masuk ke kantornya. Ditinggalkannya Efa yang masih menatapnya penuh curiga.Setengah jam kemudian, Nisha melambai singkat ke arah mobil merah yang biasa dikendarainya. Namun, kini sosok Ana yang berada di balik kemudi. Sementara itu, Efa terus saja menatap sang mama tanpa mengedipkan mata. Bahkan, terkesan sinis. Ditambah lagi mulutnya yang manyun. “Emangnya Mami Elza bisa keluar malem-malem begini, Bun? Bukannya dia paling malas keluar malam karena anak-anaknya sudah tidur jam segini?” tanya Efa dalam satu tarikan napas.“Mungkin dijagain sama s
최신 업데이트: 2024-01-04
Chapter: #Bab 94. Di Antara Dua PilihanAlmira, Bianca, dan Shareefa duduk di kantin. Hal biasa yang mereka lakukan kalau sedang istirahat begini. Ini bukan istirahat biasa, mereka baru saja habis mengikuti mapel olahraga.Tatapan mereka tertuju pada sosok Pak Akbar, yang tengah menghukum anak yang ketahuan menuju kantin di jam pelajaran. Terlebih lagi lima anak lelaki yang berdiri di dekat pintu kantin itu tidak ada yang berpenampilan rapi. Penggaris besi terarah ke bagian pinggang Angga —anak kelas satu. “Kenapa kamu berkeliaran tanpa menggunakan ikat pinggang? Mana ikat pinggangmu?!”“Kelupaan pakai, Pak,” jawab Angga tanpa merasa bersalah.“Jongkok!” teriak Pak Akbar bergema di kantin.Decakan kesal Angga terdengar jelas, namun tetap mematuhi apa yang dikatakan Akbar. “Squat jump 25 kali. Habis itu kembali ke kelas.”Dengan helaan napas berat, Angga meletakkan tangannya di bagian belakang leher dan mulai squat jump.“Kamu lagi!”Yudi melirik penggaris yang menyeruak masuk di antara rambut lembatnya. “Jangan dipotong, P
최신 업데이트: 2024-01-03
Chapter: #Bab 93. Bukan Urusanku LagiNisha mendekati dinding pembatas dapur dengan bagian restoran. Meskipun dapur berada di bagian tengah, tapi tidak merusak nuansa mewah restoran itu.Nisha berhenti tepat di sebelah Andreas, yang tengah menyeruput segelas jus buah bercampur soda.Melihat kedatangan Nisha, Daniel pamit secara halus untuk kembali mengawasi para staffnya. Andreas menoleh tepat ketika wanita berhijab itu berada di sisinya. Ia sedikit terkejut namun dengan mudah dikendalikannya emosi itu.Dia tersenyum sumringah pada Efa dan Bahri yang melambaikan tangan ke arahnya seraya menuju lobi. Kemudian tersenyum tipis pada Salma, Sarah, Firdaus, juga Bella yang dibalas dengan perlakuan serupa. Lantas, kembali menatap Nisha seolah bertanya ada apa.Sementara Firdaus melirik dari kasir ketika menemani Sarah membayar biaya makan malam mereka. Lagi-lagi, dia tidak tahu kalau Bella memerhatikan dari lobi.“Saya mau berterima kasih karena kamu sudah menyelamatkan Bahri tadi sampai luka begitu.” Nisha menunjuk samar luka
최신 업데이트: 2024-01-03