LOGINPada hari kami seharusnya berangkat ke Pegunungan Rapen untuk liburan kelulusan, pacarku mendadak hilang kontak. Saat aku menunggu dengan cemas di bandara, teman sekamarku tiba-tiba mengirim pesan dengan makna tersirat. [Reza, jangan panik dulu. Sebentar lagi ada kejutan besar!] Aku langsung lega. Kukira Nova, pacarku, terlambat karena sibuk berdandan. Karena, dia pernah berjanji akan mengenakan gaun pengantin dan menikah denganku begitu kami lulus. Sampai akhirnya, ketua kelas mengirim berita besar di grup obrolan WA. @Semua Orang. [Terima kasih kepada dosen dan teman-teman yang sudah hadir untuk menjadi saksi acara pertunangan Nova Tardin dan Fando Batio! Hubungan tiga tahun penuh perjuangan ini, akhirnya berbuah manis!] Pesan itu segera dibalas dalam sekejap. Teman-teman sekelas berbondong-bondong memberikan selamat. Hingga seseorang menyadari sesuatu dan mengetik pesan, [Astaga, Ketua Kelas, apa kamu lupa mengeluarkan Reza dari grup?] Seketika grup itu menjadi hening. Tak lama kemudian, semua orang mulai menyebutku. [Reza, kamu jangan nekat datang dan bikin kekacauan, ya! Mereka sudah pacaran sembunyi-sembunyi selama tiga tahun, nggak gampang bagi mereka untuk sampai di titik ini.] [Lagi pula, kamu biasanya terlalu mengekang. Kasihan Fando, selama tiga tahun ini dia sampai nggak berani menampakkan diri.] Bahkan Dosen Pembimbing Akademik kami, ikut membujukku. [Tolong hargai Saya. Kamu itu laki-laki, lapangkan dadamu dan jangan buat keributan. Berikan sedikit rasa hormat untuk pasangan baru ini.] Di tengah kata demi kata desakan dari mereka, aku merasa sangat sesak hingga tak punya tenaga lagi untuk mempertanyakan apa pun. Ternyata, bukan cuma janji mengenakan gaun pengantin untukku yang palsu. Bahkan semua hal yang kujalani selama empat tahun ini, juga palsu.
View MoreSetelah kebenaran terungkap, manajer perusahaan menghubungiku secara pribadi."Reza, keputusan memecatmu sebelumnya adalah wujud kurang cermatnya pertimbangan perusahaan.""Kamu boleh kembali bekerja kapan saja."Aku menutup laptopku."Tidak perlu.""Yang kalian butuhkan bukan seorang karyawan, tapi seseorang yang tidak pernah kena kontroversi.""Saya tidak cocok menjadi karyawan kalian."Pemilik kontrakan juga datang berkunjung membawa buah-buahan."Anak muda, cat di pintu rumah sudah kusuruh orang untuk membersihkannya sampai bersih.""Kamu tinggal saja dengan tenang, uang sewanya kupotong setengah."Aku tidak menyulitkannya dan hanya menjawab, "Terima kasih, tapi saya mau pindah.""Mau ke mana?""Ke luar negeri."Saat kuliah, aku pernah mendaftar untuk program luar negeri. Profesor dari kampus sana yang melihat kejadian di internet, kembali mengirimkan email padaku. Beliau bersedia mempertahankan posisiku, bahkan membantuku mengajukan beasiswa.Di akhir email itu, juga tertulis se
Setelah rekaman suara itu diunggah, jagat maya seketika gempar. Para pendukung Fando masih saja mengelak dengan keras kepala. [Suara ‘kan bisa direkayasa.][Demi membersihkan namanya, Reza rela melakukan apa saja!]Namun, Pak Dahlan segera merilis riwayat bukti secara lengkap. Waktu penerimaan pesan di ponsel Nenek, nomor pengirim, beserta isinya dipaparkan dengan sangat rinci.Bibi Tisna juga merekam sebuah video kesaksian. "Hari itu Bibi yang melarikan neneknya Reza ke rumah sakit." "Sebelum pingsan, isi ponselnya penuh dengan caci maki tentang cucunya." "Reza, waktu itu, masih di perjalanan naik kereta dari luar kota. Dia sama sekali nggak tahu apa yang terjadi."Catatan pembayaran rumah sakit dan tiket kereta milikku juga sangat cocok. Pada hari itu, aku memang sedang berada di perjalanan menuju rumah Nenek. Tuduhan bahwa aku sendiri yang memprovokasi Nenek menggunakan video, sama sekali tidak terbukti.Tidak lama setelah itu, pihak platform media sosial merilis pernyataan
Pada hari surat somasi dilayangkan, Nova langsung meneleponku. Baru saja kuangkat, dia langsung berkata dengan nada marah, "Reza, kamu belum puas juga bikin ribut?" "Fando sampai takut keluar rumah gara-gara kamu!" "Kesehatannya dari awal sudah buruk, apa kamu baru puas kalau dia sampai mati?" "Kamu sendiri yang sudah jahat sampai bikin Nenekmu meninggal, tapi sekarang malah mau menyeret orang lain?" "Reza, kenapa kamu berubah jadi seperti ini?"Aku tertawa dingin. "Kamu bahkan belum membaca isi surat somasinya, tapi sudah buru-buru membela Fando?"Dia langsung memotong ucapanku. "Aku nggak perlu baca itu." "Tangkapan layar itu sudah sangat jelas. Kamu sendiri yang tahu, apa yang pernah kamu kirim ke Fando." "Segera cabut surat somasi itu dan minta maaf secara terbuka padanya!" "Kalau nggak, aku bakal menyebarkan seluruh riwayat obrolan WA kita dulu!" "Biar semua orang tahu, bagaimana caramu memaksaku melaporkan kegiatan sehari-hari dan melarangku mendekati pria lain!"Aku h
Unggahan itu makin viral dan menduduki puncak tren. Ponselku terus-menerus dihujani panggilan telepon. Teman-teman sekelas yang dulu, berbondong-bondong memberikan kesaksian di kolom komentar.Ketua kelas menjadi orang pertama yang bersuara. [Saya adalah teman sekelasnya selama empat tahun kuliah.] [Sifat mengekang Reza sangat kuat. Dia sering memaksa Nova melaporkan seluruh kegiatannya dan melarangnya berhubungan dengan pria lain.]Reno juga bergegas menimpalinya. [Saya tinggal satu kamar dengannya selama empat tahun.] [Dia mengandalkan nilai akademik dan latar belakang keluarganya yang nggak buruk, untuk selalu meremehkan orang lain.] [Fando sering ditindas dengan sangat parah oleh dia.]Bahkan Dosen Pembimbing Akademik-ku, ikut menerima wawancara dari media independen. Dia menghela napas ke arah kamera. "Nilai akademik Reza memang bagus, sayangnya moralitas dan perilakunya bermasalah." "Sebelum lulus, dia bahkan pernah membuat kekacuan di acara pertunangan teman sekelasnya






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.