Short
Setelah Teman Masa Kecilku Menipuku untuk Pindah Sekolah

Setelah Teman Masa Kecilku Menipuku untuk Pindah Sekolah

By:  NinaKumpleto
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
10Mga Kabanata
11views
Basahin
Idagdag sa library

Share:  

Iulat
Buod
katalogo
I-scan ang code para mabasa sa App

Aku setuju untuk menemani teman masa kecilku, yang mengaku menjadi korban perundungan, untuk pindah sekolah bersama. Namun, tepat sehari sebelum berkas kepindahan disahkan, dia menarik kembali ucapannya. Sahabatnya mencemooh. "Hebat juga kamu. Berpura-pura dirundung sekian lama hanya demi menyingkirkan Deandra." "Tapi dia itu teman masa kecilmu, apa kamu benar-benar tega membiarkannya pergi sendirian ke sekolah asing?" Samanta menjawab dengan nada datar, "Ini cuma sekolah lain di kota yang sama, memangnya sejauh apa sih?" "Lagi pula, aku sudah bosan ditempel terus olehnya setiap hari. Begini lebih baik." Hari itu, aku berdiri di depan pintu untuk waktu yang lama, sebelum akhirnya memutuskan untuk berbalik dan pergi. Hanya saja, pada formulir permohonan pindah sekolah itu, aku mengubah tujuannya. Dari SMA 3 Kota Hakan menjadi sekolah menengah atas di luar negeri, sesuai keinginan orang tuaku. Semua orang lupa bahwa antara aku dan dia, sedari awal memang ibarat awan dan tanah, terpaut jarak yang tak tergapai.

view more

Kabanata 1

Bab 1

Saat mendengar kenyataan itu, jantungku bergetar hebat.

Selama sebulan terakhir, kasus Samanta Ondri dikeroyok dan difitnah sudah tak terhitung jumlahnya.

Aku mengerahkan seluruh kemampuanku untuk melindunginya, meski terkadang masih ada yang terlewat.

Karena sudah tidak tahan lagi, aku menyarankannya untuk pindah sekolah.

Waktu itu, Samanta baru saja disiram air es. Wajahnya yang manis, tampak pucat dan menyedihkan. Dengan tak berdaya, dia menggenggam tanganku.

"Deandre, aku takut pergi sendirian ke tempat yang nggak kukenal."

Aku dan Samanta bisa dibilang teman masa kecil. Kami berangkat dan pulang sekolah bersama sejak taman kanak-kanak, tak pernah berubah selama belasan tahun.

Terlebih lagi, aku diam-diam mencintainya.

Jadi, dalam luapan emosi, aku berjanji padanya, "Jangan takut. Ke mana pun kamu pergi, aku akan menemanimu."

Namun, baru sekarang aku tahu bahwa semua itu hanyalah sandiwara rumit yang dia buat demi mengusirku.

Aku mau tak mau merasa heran, apakah Samanta begitu membenciku?

Suara dari dalam ruangan privat itu masih berlanjut. "Deandre benar-benar setia mati-matian padamu."

"Kalau kamu memintanya pindah ke sekolah lain sekarang, apa kamu nggak takut dia akan menyukai orang lain?"

"Dia?"

Samanta mendengus remeh, seolah baru saja mendengar lelucon terlucu di dunia.

"Demi aku, dia bahkan berani menghadang keroyokan massa. Walaupun dipukuli sampai babak belur, dia nggak mundur selangkah pun. Kamu bilang dia akan berpaling dariku?"

Seseorang bergumam kecil, "Bagaimana kalau iya? Deandre bukan tipe orang yang bisa dianggap remeh."

Nada bicara Samanta terdengar malas saat berkata, "Nggak akan ada 'bagaimana kalau'. Ada banyak gadis cantik di SMA 1, tapi kapan kamu pernah melihatnya melirik orang lain?"

Suaranya tak pelak lagi tercemar oleh rasa hina.

"Setiap hari kerjanya hanya membuntutiku. Anjing pelacak saja nggak seposesif dia."

Gelak tawa yang menyakitkan telinga, pecah di dalam ruangan itu, terasa seperti tamparan keras di wajahku.

Aku ingin pergi, tapi kakiku seolah berakar di sana. Memaksaku untuk terus mendengar dan terus merasa sakit.

Seseorang berdecak kagum.

"Baru kali ini aku melihat gadis yang mengusir pemuda yang mencintainya. Sobat, aku salut padamu."

"Tapi kalau kamu nggak suka Deandre terlalu menempel padamu, bukannya cukup bilang saja langsung? Deandre Tantio sepertinya bukan tipe orang yang akan mengejar-ngejar kalau sudah ditolak."

Samanta berdecak, mulai terdengar tidak sabar. "Deandre itu terlalu mencolok. Kalau dijelaskan secara terang-terangan, mana mungkin dia mau pergi dengan mudah."

Nada bicaranya berubah. "Lagi pula, Mario merasa rendah diri dan sedih setiap kali melihat Deandre. Mario hanya akan merasa lebih baik kalau aku yang menemaninya."

"Demi Mario, aku terpaksa melakukan ini. Untuk sementara, biar Deandre saja yang kesusahan."

Begitu kata-kata ini terucap, semua orang langsung paham.

Jika dihitung waktunya, keputusan Samanta untuk berpura-pura dirundung tepat terjadi satu minggu setelah Mario pindah ke SMA 1.

Seseorang tertawa sambil menggoda Samanta, "Hebat juga kamu, ya? Begitu si berondong manis itu pindah ke sini, kamu langsung naksir anak itu?"

"Tapi Mario memang punya wajah yang sangat mengundang rasa iba, karakternya juga lembut. Wajar saja kalau kamu tertarik padanya."

"Nggak seperti Deandre. Selain sifatnya yang keras dan galak, wajahnya selalu dingin sepanjang hari, seolah menolak siapa pun yang mendekat. Setampan apa pun dia, tetap saja nggak menarik."

Komentar-komentar liar tentangku di dalam ruangan itu terus pasang seperti ombak.

Sementara Samanta, gadis yang diam-diam kucintai selama bertahun-tahun, tidak mencegah maupun membantah. Sesekali, dia malah mengiyakan.

Aku berdiri di luar pintu, merasa hatiku jatuh ke jurang yang dalam. Hampa, sekaligus sesak.

Untuk sesaat, aku ingin membuka pintu dan menginterogasi Samanta dengan suara lantang.

Bertanya, mengapa dia menipuku?

Bertanya, apakah dia merasakan sedikit rasa bersalah atau iba, saat melihatku dipukuli demi melindunginya?

Bertanya, apakah dia pernah memikirkan persahabatan belasan tahun kami saat melakukan semua ini?

Namun akhirnya, kata-kata ibuku terngiang di telingaku, "Jangan melakukan hal yang sia-sia."

Seseorang tidak akan berubah menjadi buruk secara mendadak.

Aku pun berbalik dan meninggalkan ruangan pribadi itu.

Palawakin
Susunod na Kabanata
I-download

Pinakabagong kabanata

Higit pang Kabanata

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Walang Komento
10 Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status