LOGINAku setuju untuk menemani teman masa kecilku, yang mengaku menjadi korban perundungan, untuk pindah sekolah bersama. Namun, tepat sehari sebelum berkas kepindahan disahkan, dia menarik kembali ucapannya. Sahabatnya mencemooh. "Hebat juga kamu. Berpura-pura dirundung sekian lama hanya demi menyingkirkan Deandra." "Tapi dia itu teman masa kecilmu, apa kamu benar-benar tega membiarkannya pergi sendirian ke sekolah asing?" Samanta menjawab dengan nada datar, "Ini cuma sekolah lain di kota yang sama, memangnya sejauh apa sih?" "Lagi pula, aku sudah bosan ditempel terus olehnya setiap hari. Begini lebih baik." Hari itu, aku berdiri di depan pintu untuk waktu yang lama, sebelum akhirnya memutuskan untuk berbalik dan pergi. Hanya saja, pada formulir permohonan pindah sekolah itu, aku mengubah tujuannya. Dari SMA 3 Kota Hakan menjadi sekolah menengah atas di luar negeri, sesuai keinginan orang tuaku. Semua orang lupa bahwa antara aku dan dia, sedari awal memang ibarat awan dan tanah, terpaut jarak yang tak tergapai.
View More“Look Eunice, the moon is beautiful, isn’t it?” I looked at him with a smile and followed his hand, pointing at the moon.
“Yeah, it’s... beautiful...” I said while staring at the moon. If it was just a dream, I don’t want to wake up.I looked at him again.I’m so lucky to have Jared in my life.“Come here! I have something to show you.” My heart is beating fast when he held my hand and brings me somewhere... I can’t see anything because it’s dark.I felt scared when he let go of my hand. I’m scared of the dark, I don’t know, but I suddenly imagined that some monsters will eat me or hurt me. My Aunt always says that to me, when I was 9 years old.“Jared?” Did he prepare something for me? Is he planning to surprise me?“J-Jared? Why is it so dark here? W-Where are we?” “Do you think that I love you, Eunice?” I heard his voice, and it was somewhere near me. I think he’s just near to me...“What... w-what kind of question is that, Jared?” I asked, confused.“Answer my damn question, Eunice!” I was shocked because his voice is raising.“Y-Yes... you said that you l-love me r-right? I broke one of our family’s rules for you.” I scratch my finger, trying not to cry. My heart is beating so fast, I don’t know why, but I’m so nervous right now.“You’re wrong...”
“I DIDN’T LOVE YOU! I WILL NEVER LOVE YOU!! WHY WOULD I LOVE SOMEONE WHO KILLED MY MOTHER?!!”
“What?? W-What are you t-talking about? I didn’t kill anyone...”I swear, I didn’t kill anyone.
He’s mad at me? I do not know why and I am confused by what he said that I killed his mother. I can not kill a person... I can’t do that.
“Don’t lie to me, Eunice! I hate it when someone lying on me! You’re such a demon!!” I bit my lower lip, did I hear it right? H-He call me d-demon? Why? I’m not even a demon. I am not a demon.Suddenly, the surroundings lit up, and I saw Jared in front of me.
I backed away a little when I saw him holding a knife.
“J-Jared... w-why are you holding a knife?”
What is he going to do with that knife? Why is he acting like this?
I bit my lower lip again. I’m getting scared of him.
He’s looking at me badly and that makes me scared more. I can see in his eyes... it’s like he wants to kill me.
Is he still the Jared I meet? He suddenly changes right now, I don’t know him anymore.I was surprised when he quickly approached me and stabbed me in the heart. I felt pain. Not because of the stab, but because of him.I can’t believe that he could do this to me...
I could feel the tears dripping from my eyes as we stared at each other. Anger was the only thing I could see in his eyes.“Just die Eunice, I don’t want to see your face again! A demon like you deserves to die! Oh, happy 18th birthday. I hope you’ll see Satan in hell.” He smiled, it was like he was happy seeing me like this.
“H-How... c-could you do t-this to me?”
I felt the weakness in my body and I saw the blood dripping. I vomited blood as he pressed the knife even harder.
I thought I’m special to him...
I thought he loves me...
Because honestly, I love him so much that’s why it hurts more...
I slowly closed my eyes…_
3 months ago
I woke up early because I have classes today. When I finished bathing and getting dressed, I went out of my room and I saw mom standing in front of me.
She’s looking at me seriously.“G-Good morning, Mom,” I said and smiled at her. But her expression is still the same. She said nothing.
I looked next to my room. I saw Auntie Emily just coming out of her room. Maybe she just woke up. By the way, she’s my Mom’s sister, they’re twins.
“Good morning--- “ I could not continue what I was going to say.
“Shut up! Good morning Emilie.”
“Good morning.” Mom replied.
“Breakfast is ready!” I heard Uncle Rommel’s voice, he’s the older brother of my Mom and Auntie Emily.
I sat down in my chair; they are just looking at me seriously. They’re always like this, but I’m still not used to it.
“Where’s Maddie?” Auntie Emily asked and looked around.
“I don’t know! When I woke up she was not there in our room anymore.” Sara and Maddie shared the same bedroom.
I raised my hand. “I’ll look for her, Auntie.”
“No! I’ll look for her instead!” She said and stood up. I slowly lowered my hand. I just bit my lip while wondering why Auntie Emily seems to be angry with me.Minutes have passed. Auntie Emily is still not back yet.
I raised my eyebrow when I heard someone’s chuckled under the table.
I bent down and looked under the table; I saw Maddie there, covering her mouth while holding back a laugh. Does she want to play again? Auntie Emily might get mad at her.Maddie is a naughty kid. When it’s time to eat, she is the only one we are waiting for. She likes to play hide and seek always.
“Maddie, why are you there?” I muttered.
Maddie is only nine years old, she’s Auntie Emily’s only daughter.“Come here.” I grabbed her hand and pulled her out of there.
She giggled.“Maddie! I’ve been looking for you! I already said that you should not play hide and seek in the early morning!” I look at Auntie Emily, she’s now looking at me badly. She walks towards us and grabbed Maddie’s hand.
“Never lay those dirty hands on my daughter again!”
Kerja sama antara Perusahaan Tantio dan Perusahaan Krisna berjalan stabil. Tiga tahun kemudian, aku dan Leila menikah. Pernikahan kami diadakan di sebuah kota kecil klasik di luar negeri, di mana setiap rumah menggantungkan lonceng angin berwarna-warni. Saat angin berembus, dentingan jernih terdengar seperti untaian doa yang tulus.Menjelang acara berakhir, aku menerima sebuah kado. Tidak ada nama pengirimnya, tetapi semua orang mengenali stempel Perusahaan Ondri.Sebenarnya, setelah Leila resmi memegang kendali Perusahaan Krisna, dia melakukan penekanan besar-besaran terhadap Perusahaan Ondri. Jika dulu Perusahaan Ondri tanpa Nyonya Disya ibarat gedung yang hampir runtuh, maka Perusahaan Ondri yang sekarang hanya menyisakan puing-puing bangunan. Leila tidak akan membiarkan keluarga yang mengkhianati ibunya lepas begitu saja.Aku memilih untuk bekerja sama dengannya, bahkan bertindak lebih keras. Perusahaan Ondri sudah tidak punya nama lagi di lingkaran bisnis. Karena aku pun ti
Sudah sangat larut saat kami selesai membuat laporan di kantor polisi, jadi aku membawa Leila langsung ke rumahku. Keesokan paginya saat membuka mata, sarapan sudah tersaji di atas meja.Aku bersandar di pintu, menatap orang yang sedang serius mencuci alat makan. "Rajin sekali?""Kan belum punya status resmi, jadi harus rajin supaya calon suamiku terkesan.""Kalau dia marah lalu nggak mau menikah denganku lagi, bagaimana?"Leila mencubit hidungku sambil mengeluh manja. Aku hanya bisa pasrah, teringat bagaimana teman-temanku menatapnya dengan penuh rasa ingin tahu semalam.Sambil bersantai melihat ponsel, perhatianku tertuju pada sebuah berita. Aku tersenyum. "Kalau kamu butuh status, ini dia kesempatannya."Berita yang sedang memuncaki trending topik memiliki judul besar dan tebal. [Pewaris Perusahaan Tantio Berperilaku Buruk, Menggoda Wanita Bersuami!][Kehidupan Pribadi Pewaris Perusahaan Tantio Berantakan, Mengajak Wanita Asing Menginap Di Rumahnya!]Dua judul itu muncul beruru
Aku bertemu kembali dengan Samanta di acara jamuan makan yang diadakan teman-temanku. Kami semua sudah dewasa. Pembicaraan di lingkaran sosial kami mulai beralih ke urusan bisnis dan pengelolaan keluarga. Cahaya lampu yang temaram, minuman yang manis, suasananya cukup nyaman.Aku memutuskan untuk tinggal sedikit lebih lama, tetapi tiba-tiba tamu tak diundang masuk. Suasana di ruangan privat itu seketika hening.Seorang teman menarik ujung bajuku dan berbisik, "Deandre, nggak ada yang mengundangnya."Aku mengangguk paham. Temanku mendengus jijik. "Pasangan ini sudah dianggap seperti hama di lingkaran pertemanan kita. Keluarga mereka sudah bangkrut, perangai mereka pun buruk.""Terutama Mario. Dia memperlakukan Samanta seolah gadis itu adalah barang paling berharga di dunia. Dia waspada pada setiap pria yang mendekat."Aku menoleh. Benar saja, di belakang Samanta, ada Mario. Saat melihatku menatap ke arah mereka, Mario refleks menciutkan bahunya ketakutan. Namun sedetik kemudian, dia
Kantor pusat perusahaan berada di kota ini, jadi aku langsung berkendara pulang untuk mengambil dokumen. Demi kenyamananku, ibuku membelikan sebuah vila kecil dengan taman yang asri.Aku mendorong gerbang utama, tetapi saat hendak menekan kode kunci pintu, aku tersentak. Seseorang ternyata sedang duduk di koridor samping pintu.Dia menoleh, memperlihatkan sepasang mata yang merah padam. Aku mengernyit. "Samanta? Bagaimana kamu bisa masuk ke sini?"Tiba-tiba aku melihat lututnya yang memar kebiruan. Kerut di keningku makin dalam. "Kamu memanjat pagar rumahku? Ada urusan apa?"Orang yang sedari tadi diam itu menatapku tajam, lalu berucap tiba-tiba, "Deandre, kamu jadi kurusan sekarang."Aku tidak mengerti apa maksud basa-basi anehnya itu. Saat aku berbalik hendak pergi, dia mendadak menghambur dan memelukku. Kekuatannya begitu besar, seolah ingin meremukkan tubuhku.Untungnya, pelatihan fisik yang kujalani bukan sekadar pajangan. Aku menyentak tangannya hingga terlepas, lalu mengusa






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.