Share

Bab 2

Author: Guren
Kotor.

Terlalu kotor.

Jauh lebih baik daripada Salma yang sudah kotor.

Hanya dalam beberapa kalimat singkat, pria itu mengulang kata "kotor" berulang kali!

Ternyata selama ini seperti itu!

Ternyata inilah alasan mengapa selama lima tahun pernikahan mereka, pria itu tak pernah menyentuhnya!

Bukan karena pria itu menganut cinta platonis, bukan pula karena pria itu begitu menghormati dan menyayanginya!

Melainkan karena pria itu menganggapnya kotor!

Menganggapnya kotor! Salma yang saat Reyhan diculik di usia 18 tahun, nekat datang seorang diri untuk menyelamatkannya, mati-matian mendorong pria itu keluar dari bahaya hingga dirinya justru jatuh ke tangan para penculik, disiksa selama tiga hari penuh, dan saat diselamatkan tubuh Salma nyaris tak berbentuk karena bersimbah darah ... justru dianggap kotor oleh pria itu!

Jantungnya terasa tercabik seketika. Rasa sakit itu membuatnya nyaris tak bisa bernapas. Dia mencengkeram dadanya erat-erat, kuku-kukunya menancap hingga ke dalam daging.

Ingatan di usia 18 tahun kembali menyerbu. Wajah para penculik yang kejam, peralatan dingin yang menusuk, kegelapan dan rasa takut yang tak berujung ... Dia mengerahkan sisa tenaga terakhirnya untuk melindungi diri. Memang tak sampai dilecehkan, tetapi rentetan pukulan dan tendangan, serta penyiksaan batin yang dialaminya, telah meninggalkan luka yang tak akan pernah pudar.

Saat dia diselamatkan, tatapan Reyhan kepada gerombolan penculik itu begitu tajam, seolah ingin mencincang mereka hidup-hidup.

Pria itu memeluknya dengan tubuh gemetar. Saat itu, Salma melihat rasa perih di mata Reyhan, tetapi juga ada sekilas tatapan rumit yang kala itu tak mampu Salma pahami.

Kini, akhirnya Salma paham.

Tatapan rumit itu adalah rasa jijik. Anggapan bahwa dirinya ... sudah tidak bersih lagi.

Padahal dia sama sekali tidak pernah ....

Dorongan kuat untuk menjelaskan melonjak di tenggorokannya, tetapi Salma buru-buru menelannya kembali dengan paksa.

Untuk apa menjelaskannya pada pria itu?

Di mata pria itu, dia sudah terlanjur dicap "kotor" selama lima tahun penuh.

Penjelasan apa pun dari dirinya, di hadapan prasangka pria itu yang sudah mendarah daging, hanya akan terdengar sia-sia dan konyol.

Giselle menatap Salma yang seketika terlihat kehilangan jiwanya dan pucat pasi, lalu tersenyum puas. Dengan anggun, Giselle menyeruput kopinya sebelum mengeluarkan sebuah dokumen dari tasnya dan menggesernya ke hadapan Salma.

"Nona Salma, keadaan udah begini, percuma kalau diterusin. Reyhan tuh nggak bisa hilangkan rasa jijiknya. Kalian dipaksa bareng juga nggak bakal bahagia. Ini surat cerai, tanda tangan aja deh. Toh kalian udah suami istri, mendingan berpisah baik-baik."

Jika ini adalah Salma yang dulu, saat ada yang berani memancing dengan begitu kurang ajar dan menyodorkan surat cerai ke hadapannya, dia pasti tanpa ragu akan menampar perempuan itu, memberinya pelajaran tentang akibat menginginkan suami orang.

Namun kini, dia hanya merasa hawa dingin di sekujur tubuh, bahkan tak memiliki tenaga untuk mengangkat tangan.

Dia sangat sadar bahwa Giselle memang bersalah, tetapi biang keladinya adalah Reyhan, pria yang dengan mulutnya sendiri menyebutnya "terlalu kotor"! Pria yang telah dia cintai selama sepuluh tahun penuh, sosok yang dia yakini akan dicintainya seumur hidup!

Menatap wajah Giselle di seberangnya yang tersungging senyum kemenangan, Salma tiba-tiba tertawa pelan. Namun, di tengah tawanya, air mata justru mengalir deras tak terbendung.

Sungguh ironis.

Pemuda berusia 16 tahun yang dulu menyatakan cinta di bawah tiang bendera hingga telapak tangannya berkeringat karena gugup, mungkin tak pernah menyangka bahwa suatu hari nanti, perempuan lain akan menggunakan video dirinya yang menyebut istrinya "kotor" untuk memaksa sang istri menceraikannya.

Setelah rasa sakit yang tak tertahankan, yang tersisa hanyalah keheningan yang mencekam bak kematian.

Ternyata, mencintai seseorang bisa bertahan hingga bertahun-tahun lamanya.

Akan tetapi, untuk membuat hati mati rasa, nyatanya hanya butuh sekejap.

Salma tak lagi mencintai Reyhan.

Setidaknya, tak lagi mencintai Reyhan yang menganggapnya "kotor" ini.

Salma tak mengucapkan sepatah kata pun, bahkan tak lagi menoleh menatap Giselle. Dia langsung mengambil surat cerai yang telah disiapkan perempuan itu, membalik ke halaman terakhir, dan membubuhkan tanda tangannya, Salma Alvaro.

Goresan tulisannya tetap anggun, tetapi sarat akan tekad yang bulat dan tak tergoyahkan.

Giselle jelas tak menyangka urusan akan berjalan semulus ini. Dia tertegun sejenak sebelum buru-buru membereskan surat cerai itu. Nada suaranya sarat akan kemenangan yang tak bisa disembunyikan, "Nona Salma emang tegas banget. Tenang aja, malam ini juga aku bakal cari cara biar Reyhan tanda tangan. Kalau proses cerainya selesai, kalian resmi bercerai."

Salma bangkit berdiri tanpa menjawab. Dia menegakkan punggungnya, lalu berbalik meninggalkan kafe.

Sinar matahari di luar cukup menyilaukan, tetapi dia tak merasakan kehangatan sedikit pun.

Dengan langkah gontai, dia pulang ke rumah. Baru saja melangkah masuk, ponselnya bergetar. Ada video dari Giselle.

Salma membuka video itu dengan ujung jari yang gemetar.

Adegan di video itu sungguh tak pantas dilihat. Video itu memperlihatkan Reyhan dan Giselle sedang di atas ranjang.

Di tengah momen mesra, Giselle meraih surat cerai dari sampingnya. Dengan nada merengek manja, dia bilang sedang naksir tas edisi terbatas dan menyuruh Reyhan menandatanganinya.

Reyhan hendak menunduk untuk melihat isi dokumen itu lebih jelas, tetapi Giselle justru mendekat dan mencium jakunnya.

Pria itu terkekeh pelan, lalu berkata, "Dasar manja, nanti aku beliin."

Kemudian, tanpa repot membaca isi dokumen tersebut, dia langsung membubuhkan tanda tangannya di bagian paling bawah.

Goresan nama Reyhan Septian tertulis dengan begitu tegas dan mengalir, sama mantapnya seperti saat pria itu membubuhkan tanda tangan di buku nikah mereka dulu.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Manusia Mudah Berpisah, Mimpi Mudah Pupus   Bab 24

    Namaku Evan Fander. Aku sahabat Reyhan sejak kecil dan saksi mata dari awal mula kisah cinta mereka yang menggelegar, sampai akhirnya hancur lebur tanpa sisa.Kalau diingat-ingat lagi, rasanya hanya bisa menghela napas panjang. Reyhan ini benar-benar ... sudah di posisi yang paling menguntungkan, tapi malah mengacaukannya sendiri.Dulu, waktu dia mengejar Salma, sumpah, itu benar-benar heboh setengah mati.Menyatakan cinta di bawah tiang bendera, hingga menyewa taman hiburan untuk melamar, siapa yang tidak iri melihat Salma mendapatkan pria yang begitu cinta mati seperti itu?Kita semua, geng sahabatnya, sudah sangat yakin kalau mereka akan berakhir bahagia seperti di dalam cerita dongeng.Salma adalah gadis yang cantik dengan latar belakang keluarga yang baik. Namun, yang paling penting adalah hatinya begitu murni layaknya kristal dan seluruh dunianya hanya terpusat pada Reyhan. Kala itu, kami semua sering menggoda Reyhan dan mengatakan bahwa dia telah menghabiskan keberuntungan dari

  • Manusia Mudah Berpisah, Mimpi Mudah Pupus   Bab 23

    Aku Irwan Prayoga.Banyak orang bilang aku beruntung. Beruntung bisa hadir di sisi Salma saat dia berada di titik paling rapuh dan pada akhirnya, berhasil memenangkan hatinya.Namun, cuma aku sendiri yang tahu bahwa dibalik keberuntungan ini, ada penantian panjang dalam diam selama 20 tahun.Aku mengenal Salma jauh sebelum Reyhan.Kami dulu bertetangga. Sejak kecil, bibit cantiknya sudah terlihat. Matanya berbinar bagai bintang dan senyumnya sanggup membuat segala sesuatu di sekitarnya terasa pudar.Sedangkan aku, hanyalah kakak pendiam yang selalu menjaganya dalam diam, membawakan tas sekolahnya, dan mengusir serangga yang mendekatinya.Saat usiaku sepuluh tahun, keluargaku pindah ke luar negeri.Sebelum berangkat, dia berlari untuk mengantarku. Dia menyodorkan sebutir permen susu Milkita, lalu berkata dengan suara imutnya, "Kak Irwan, jangan lupa pulang dan main ke sini lagi, ya!"Saat itu, hatiku terasa sesak. Aku sadar, ada benih yang sudah lama diam-diam tertanam di hati.Bertahun

  • Manusia Mudah Berpisah, Mimpi Mudah Pupus   Bab 22

    Dia berpikir, mungkin jika Salma tahu kebenarannya, tahu betapa konyol dan menggelikannya "obsesi kebersihan" dan rasa jijiknya yang sialan itu, hati Salma akan terasa sedikit lebih lega?Mungkin ... mungkin retakan fatal di antara mereka bisa ditambal sedikit demi sedikit karena hal ini? Meski kesempatannya hanya satu banding sepuluh ribu.Beberapa hari kemudian, setelah sebuah pameran seni kecil yang diadakan oleh studio Salma usai, Reyhan memberanikan diri, dan secara "kebetulan" berpapasan dengannya di kafe di bawah gedung studionya.Salma sepertinya tahu dia akan datang, tidak menunjukkan banyak kejutan, hanya duduk di hadapannya dengan tenang.Setelah lebih dari dua tahun tak bertemu, menatapnya dari dekat, Reyhan menyadari perempuan itu jauh lebih cantik daripada dalam ingatannya. Ketenangan dan kepercayaan diri yang memancar dari dalam dirinya adalah sesuatu yang sama sekali belum pernah dimiliki Salma di masa lalu. Perasaannya campur aduk, tenggorokannya terasa tercekat."Berk

  • Manusia Mudah Berpisah, Mimpi Mudah Pupus   Bab 21

    Salma dan Irwan memasuki ruangan sambil berjalan berdampingan.Salma mengenakan gaun panjang off-shoulder berwarna biru safir, yang menonjolkan kulitnya yang seputih susu dan siluet tubuhnya yang anggun memikat. Rambut panjangnya disanggul dengan elegan, memperlihatkan leher yang mulus serta tulang selangka yang indah. Riasan tipis yang indah menghiasi wajahnya, sementara gurat matanya memancarkan rasa percaya diri dan pesona yang belum pernah ada sebelumnya.Dia dengan lembut menggandeng lengan Irwan. Keduanya berbincang pelan, sesekali bertatapan dan tersenyum. Keakraban dan kecocokan yang begitu alami itu membuat iri banyak orang yang hadir, dan bagaikan belati membara, menusuk langsung ke jantung Reyhan!Irwan tetap terlihat lembut dan berkelas, tetapi di antara alisnya kini terpancar ketenangan dan ketajaman setelah berkecimpung di dunia bisnis. Berdiri berdampingan dengan Salma, mereka tampak begitu serasi bagaikan pasangan yang sempurna.Gelas di tangan Reyhan bergetar hebat, an

  • Manusia Mudah Berpisah, Mimpi Mudah Pupus   Bab 20

    Teriakan itu ditelan oleh angin laut, lenyap dalam pelukan senja yang membentang luas.Reyhan tergeletak di sana bagaikan seonggok lumpur, menatap ke arah hilangnya Salma dengan air mata yang terus bercucuran, hingga malam benar-benar turun dan langit dipenuhi taburan bintang.Dia tahu, dia telah kehilangan perempuan itu untuk selamanya.Bukan sejak perempuan itu menandatangani surat cerai, juga bukan sejak perempuan itu meninggalkan Kota Awangga, melainkan mulai dari detik ini, dari saat dia mendengar langsung perempuan itu berkata 'hidup matimu bukan urusanku', dia secara total dan untuk selamanya, kehilangan gadis yang dulu menyayanginya melebihi nyawanya sendiri.Setelah benar-benar terbebas dari gangguan Reyhan, kehidupan Salma seolah terlepas dari beban yang teramat berat, siap menyambut cakrawala yang luas.Dia mencurahkan seluruh energinya ke dalam studio seni merangkai bunga "Nirmala Bloom Studio".Bakat desainnya perlahan mulai menonjol. Berbeda dengan kelembutan seni merangk

  • Manusia Mudah Berpisah, Mimpi Mudah Pupus   Bab 19

    Reyhan tidak bisa menunggu lagi.Dia harus membuat keputusan akhir, entah membuatnya kembali ke sisinya, atau ... hancur bersama.Kesempatan itu datang pada suatu senja di akhir pekan.Irwan mendadak ada rapat bisnis mendesak dan terbang ke kota tetangga. Salma pergi sendirian untuk melukis di sebuah garis pantai tebing di sisi timur Pulau Seruni, sebuah tempat yang relatif sepi dan terkenal dengan pemandangan matahari terbenamnya yang megah. Di sana, jajaran batu karang tampak menjulang terjal, ombak besar menghantam tepi pantai, dan area tersebut sangat jarang dijamah orang.Saat Reyhan memacu mobil dengan kesetanan menuju ke sana, matahari terbenam sedang mewarnai permukaan laut dengan warna jingga kemerahan yang pilu sekaligus indah.Dari jauh dia melihat Salma duduk di atas sebuah karang raksasa yang datar, menopang papan lukis, dengan tenang mengoleskan warna. Angin laut menerbangkan rambut panjang dan ujung roknya, profil tubuhnya tampak tenang dan indah, seolah telah menyatu de

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status