LOGINSetelah mengalami kecelakaan, aku sengaja berpura-pura amnesia untuk menggoda suami dan putraku. "Kalian siapa?" Mata putraku berbinar gembira saat menarik seorang wanita yang berdiri di luar kamar rumah sakit untuk masuk ke dalam. Dia berkata, "Tante, aku dan orang tuaku ke sini untuk menjengukmu." Suamiku berdiri diam di sampingnya, diam-diam menyetujui perkataan putraku.
View MoreSeketika aku merasa panik, seolah-olah ada sesuatu di dalam hatiku yang diam-diam menghilang.Manusia memang makhluk yang selalu lambat menyadari sesuatu dan baru menghargainya setelah kehilangannya.Aku mulai membuka kembali unggahan-unggahan lamanya di media sosial, melihat kembali keseharian yang dulu pernah dia bagikan padaku.Aku tak bisa menahan senyum melihat isi obrolan kami dulu, bagaimana dia menceritakan segala hal dengan ceria dan penuh semangat.Ternyata, pesan-pesan yang dulu dia kirimkan padaku selalu sehangat dan semenarik itu.Namun, dalam riwayat obrolan itu, sebagian besar dialah yang mengirimkan pesan panjang dan lebar. Sementara aku jarang membalas bahkan membacanya.Lambat laun, dia mulai mengurangi frekuensi mengirim cerita kesehariannya padaku, bahkan berhenti menghubungiku terlebih dahulu.Hasrat seseorang untuk berbagi tidak pernah hilang, hanya berpindah tempat. Maka dia mulai mencurahkan hal-hal kecil dalam hidupnya kepada Samudra.Tanpa disadari, Samudra pe
Dia mengundangku ke sebuah kafe untuk minum kopi bersama."Nona Natania, waktu itu di rumah sakit, aku mengira Zavier sedang menguji apakah kamu benar-benar kehilangan ingatan, jadi aku tidak langsung membantah. Untuk hal itu, aku memang harus meminta maaf padamu.""Aku seharusnya nggak ikut campur dalam hubunganmu dengan Rayan. Aku juga seharusnya nggak tergiur uang untuk menjadi guru privat Zavier."Yuki menundukkan kepalanya."Perceraianku dengan Rayan sama sekali nggak ada hubungannya denganmu, jadi kamu nggak perlu menyalahkan dirimu sendiri. Aku tahu kamu bukan orang seperti itu."Aku memang masih berutang satu kebaikan pada Yuki.Saat masih kelas dua SMA, Yuki sempat pindah ke kelasku untuk sementara waktu.Saat itu, di kalangan sosial ibu kota, Yuki bisa dibilang seperti 'putri ' dari kalangan elit, tetapi sikapnya rendah hati dan tidak sombong. Dia selalu tersenyum lembut kepada semua orang. Sikap tenangnya sungguh luar biasa.Semantara aku yang masih berusia tujuh belas tahun
"Aku tanya, kenapa dia sampai bisa kecelakaan?""Itu karena kamu meninggalkannya di jalan tol demi Yuki.""Saat dia sakit atau nggak enak badan, kamu ada di mana? Apa kamu pernah berpikir dia adalah istrimu saat kamu terus-terusan meninggalkannya?"Bibir Rayan menyunggingkan senyum kecut. Dia ingin menyangkalnya, tetapi semua yang pria itu katakan adalah kebenaran. Rasanya seperti seseorang sedang mencekiknya, seperti ada duri di tenggorokannya, membuat pikirannya kosong.Saat aku mendengar kalau Rayan menerobos ke kantor untuk mencari Samudra, aku segera memanggil satpam dan pergi ke lantai atas kantor bersama."Rayan! Apa yang kamu lakukan?" Begitu kami sampai keluar lift, aku melihat Rayan terlihat menarik kerah Samudra. Pria itu terlihat marah sekaligus malu.Satpam segera maju untuk menghentikan Rayan dan aku berdiri di depan Samudra.Sudut bibir Samudra yang bengkak terlihat mencolok di wajahnya yang pucat. Matanya berkaca-kaca, terlihat sangat menyedihkan. Aku dengan lembut meng
Aku bersikap seolah tidak ada yang terjadi. "Hmm … memang brendi."Aku berjalan maju meninggalkan Samudra berdiri di belakang. Wajahnya memerah sampai telinga.Samudra segera menyusulku dan memelukku dengan erat. Dia sedikit membungkuk untuk melingkupi seluruh tubuhku. Wajahnya terbenam di leherku seperti seorang anak kecil yang bahagia.Dia terus-menerus bergumam, "Tania, Tania, aku sangat menyukaimu ….."Begitu kami sampai di rumah, Samudra terlihat sudah sadar dan menekanku ke pintu."Tania, boleh aku menciummu?"Saat dia melihatku mengangguk, dia seperti anak anjing yang melihat tulang, matanya terbakar hasrat.Kami berciuman sepanjang jalan menuju ranjang.Dia perlahan mencium tulang selangkaku dan saat merasakan badanku gemetar dia berhenti.Dia mendekat ke telingaku dan berbisik, "Tania, jangan mendorongku pergi."Di dalam kegelapan, aku membuka ikat pinggangnya.Rayan hanya duduk diam sambil minum di pertemuan yang diselenggarakan oleh teman-temannya.Dia tanpa sengaja mendenga






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews