Share

Mari Cerai setelah Anak ini Lahir!
Mari Cerai setelah Anak ini Lahir!
Penulis: Agatha Mahasra

Prolog

Tok! tok! tok!

"Masuk!"

Pintu terbuka, menunjukkan seorang perempuan dengan penampilan rapi memakai setelan jas wanita berwarna hitam dan kemeja putih di dalamnya. Make up tipis yang membalus wajahnya memberikan kesan natural, serta rambut coklat yang di ikat ekor kuda membuatnya lebih terlihat fresh.

Ia berjalan memasuki ruangan yang cukup besar itu dengan sopan lalu meletakkan 3 map diatas meja yang langsung di ambil alih oleh seorang pria tampan yang sedetik yang lalu masih sibuk berkutat dengan komputernya.

Laki-laki tampan dengan rahang tegasnya, tatapan tajam saat membolak balikkan lembar demi lembar laporan yang ia baca memberi kesan serius. Pria itu meraih bolpoin dan menanda tangani beberapa lembar di 2 map dari 3 yang tadi diberikan.

"Tolong buat ini lebih mudah untuk dipahami," kata laki-laki itu.

"Baik, pak. Akan saya lakukan," jawab wanita itu sembari menerima kembali 3 map tersebut, "maaf pak, saya hanya mengingatkan kalau nanti anda ada pertemuan lunch jam 1 siang di Valva Cafe. Apakah saya juga harus ikut?"

"C'yo Corp?"

"Benar pak."

"Ikut lah, aku tak terlalu suka berada diantara orang yang tak ku percaya."

Wanita itu mengangguk, "Baik pak, saya akan ingatkan kembali 30 menit sebelum jam janji, permisi."

***

Sebastian, pengusaha muda sukses yang dipuja para kaum hawa. Banyak yang mengira jika kakek beserta orang tuanya berada dibalik kesuksesannya saat ini, mengingat jika perusahaan yang ia pimpin adalah salah satu anak perusahaan terbesar di bisnis keluarga Da Franch. Namun, nyatanya Bastian pun melewati masa dimana ia juga menjadi karyawan biasa, dan karena sifatnya yang kompeten membuatnya bisa berada diposisi direktur saat ini.

Bastian memang hanya terfokus dengan pekerjaan dan sama sekali tidak melirik hal lain, termasuk wanita. Bahkan salah seorang sahabatnya pun sampai membantu untuk mengikut sertakannya untuk kencan buta.

Drrttt... Drrttt...

Ponselnya berdering, ia meraba meja bagian kanannya tempat ponsel itu berada, dengan tatapan yang masih terfokus pada beberapa lembar berkas yang ada ditangannya.

"Halo?" Bastian menghela napasnya panjang saat menyadari siapa orang yang menelponnya dijam sibuk seperti ini, "ya, Mom?"

"..."

"Aku sedang sibuk sekarang, Mom."

"..."

"Baiklah, kapan-kapan aku akan mampir ke rumah," jawabnya sembari tetap fokus pada lembaran lertas penuh dengan tulisan.

"..."

"Besok? Entahlah, aku harus memeriksa jadwalku dulu."

"..."

"Oky! Baiklah, aku akan datang besok malam. Hanya acara makan malam, 'kan? Aku tidak mau jika ternyata kau membuat acara perjodohan lagi," katanya dengan sedikit kesal.

Yah, ia masih sangat ingat beberapa waktu lalu saat mommy nya berkata akan mengadakan acara makan malam dan ternyata adalah acara perjodohan tidak jelas yang membuatnya sangat-sangat kesal.

".."

"Mom, kita sudah sering membahas ini." Bastian meletakkan berkasnya, lalu beralih memijat pelipisnya jengah dengan wanita yang berstatus sebagai ibunya itu yamg terus membahas tentang pernikahan.

"..."

"Mom, aku pasti akan menikah jika aku ingin dan menemukan wanita yang tepat, jadi tenanglah."

"..."

"Mom c'mon, aku sibuk sekarang. Kita bahas lagi saat kita bertemu nanti. Bye mom, love you." Bastian mengakhiri panggilan itu sepihak.

Ia meletakkan ponselnya dan kembali menghela napas, ia merasa bisa gila jika terus didesak tentang pernikahan seperti ini. Ia bukannya tak ingin menikah, tetapi ia bahkan memang belum memikirkan tentang pernikahan.

Gia adalah sekretaris Bastian selama 2 tahun terakhir, gadis berpenampilan sederhana dengan setelan kantor lengan dan celana panjang, serta rambut yang selalu diikat kuda. Satu-satunya sekretaris yang bisa bertahan lebih dari 6 bulan dibawah Bastian, membuat beberapa karyawan wanita lainnya bergunjing dengan hal itu.

Alasan kenapa sekretaris Bastian sering berganti tentu saja karena mereka tidak kompeten, yang hanya ingin dekat dengan Bastian yang terkenal dengan ketampanannya. Berlomba menjadi wanita yang paling cantik dengan penampilan seksi mencoba menggoda laki-laki yang bahkan sama sekali tak bergeming jika ada wanita telanjang dihadapannya.

"Hahhh... semangat lah Gia, hari ini akan selesai dengan cepat!

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status