로그인There’s a thin line between desperation and destiny ****** Sophia Jenkins has lived her life in the shadows of hardship. At 23, she juggles multiple jobs, trying to lift her family out of debt while caring for her terminally ill mother. Her only dream is to escape the weight of her broken home and rewrite her family’s fate. But fate had other plans. On her birthday, when relentless debt collectors humiliate her and her father, Sophia’s world shatters—until a mysterious man steps out of a sleek black car, commanding the chaos with nothing but his presence. Leonard Morano. At 40, Leonard is the ruthless head of the Morano mafia empire, a billionaire controlling over a hundred businesses and underground casinos. What no one knows is that he was once Martin Jenkins’ best friend—and the man who silently watched Sophia grow from afar before vanishing when she was fifteen. Now, he’s back. And he’s not offering help. He’s demanding marriage. With the chilling words, “Marry me, and I will smash every obstacle in your way,” Leo pulls her into a world of luxury, power, and deadly secrets. But can Sophia survive the dark underworld Leo rules? Can love truly bloom in the cracks of fear, obligation, and a past that refuses to stay buried?
더 보기"Lahirkan anakku atau kau akan kujadikan mayat dan kubuang ke hutan?!"
Christa membulatkan matanya. "Kenapa harus aku?!" sentaknya tak terima. "Aku bahkan tak mengenalmu! Siapa kau dan siapa aku hingga kau bisa mengatakan itu?!""Kau adalah anak pembunuh orang tuaku!" Tajam suara pria tegap tinggi berwajah angkuh dan garang di hadapan Christa, yang sudah membulatkan mata dengan rahangnya yang sempurna jatuh. "Ayah ibuku ... dibunuh oleh ayahmu! Maka kau harus memberikan nyawa pengganti untukku, yaitu dua orang bayi yang tak lain adalah anakku."Christa masih tak mampu menjawab, tatapannya kosong hingga sebuah remasan kencang hinggap di lengannya. Tangan pria itu yang meremasnya, dengan cengkraman kuat dan membuat perih."Kau harus menikah denganku," ujarnya dingin hingga Christa membeku. "Lahirkan anak untukku sebagai pengganti ayah ibuku. Atau ..., aku akan membuangmu dalam keadaan tak bernyawa ke hutan. Tubuhmu akan di cabik-cabik hewan liar dan tidak ada yang bisa menolongmu," lanjutnya dalam bisikan.Tubuh Christa menegang, bibirnya bergetar dengan tatapannya yang bergoyang kaget, juga syok."A-ayahku?""Ya! Albene Adixon! Sementara dia sedang diselidiki, tapi aku tahu kalau dia yang membunuh ayah dan ibuku." Suara pria itu semakin dingin, hingga tubuh Christa bergetar mendengar nama yang disebabkannya.Itu memang nama ayahnya! Tetapi-"Kau sudah baik karena aku menikahimu." Pria itu mengeluarkan bisikan yang mampu membelah alam pikirannya. "Anakku tidak akan kuhadirkan dalam keadaan haram! Dan kau, mau setuju atau tidak akan tetap kunikahi! Kau akan menjadi istriku dan juga melahirkan dua anakku. Setelahnya ... kau harus pergi tanpa pernah memunculkan dirimu lagi di hadapan kami."Brak!"Agh ...." Christa meringis, merasakan bokongnya yang terhempas ke lantai."Bawa dia ke kamar rias! Siapi dia karena dia akan segera menjadi pengantinku."Lima orang wanita berpakaian seragam langsung maju, memegangi setiap tubuh Christa dan membawanya dari hadapan pria itu.Dia menatap nanar kepergiannya dengan wajah yang berangsur merah. Ada rasa sakit hati dan juga kebencian yang mendarah daging. Dia akan menyiksa sekaligus mendapatkan anak-anak sebagai nyawa pengganti orang tuanya. Anak-anak yang akan menjadi masa depannya, anak-anak yang akan menjadi pewarisnya dan anak-anak yang akan meneruskan bisnisnya.Dia takkan melepaskan wanita itu, sampai nanti melahirkan anak keduanya."Tuan Hafens ...."Kesadaran pria itu kembali bersamaan dengan napas yang dia raup banyak-banyak. Dihempaskannya tubuh ke sofa, dengan wajah angkuh nan dingin yang mampu membuat suasana rumah berubah seratus sembilan puluh derajat."Pegawai pencatatan pernikahan sudah tiba, Tuan.""Bawa mereka masuk.""Tunggu, Tuan Hafens ...."Hafens tak bergeming, menunggu ucapan pria di sampingnya yang sudah mengulurkan sebuah map. Hafens menerimanya, membaca isinya dan tersenyum tipis.~Menjadi istri dan harus mengandung secepatnya, tidak akan menyusui anaknya dan lebih memberikan susu formula, merawat bayi pertama sampai berumur delapan bulan dan barulah hamil kedua, jika anak kedua sudah berumur delapan bulan juga maka perceraian akan turun.~Point tambahan : Christa dilarang terlalu dekat dengan anaknya yang akan membuat bayinya merasa terbiasa, semuanya akan dirawat baby sitter dan Christa hanya perlu melihatnya sesekali. Tidak masalah mengakui pernikahan mereka asalkan bukan untuk tujuan mencapai keuntungan, mencari bantuan, melarikan diri atau membuat rencana perpisahan. Jika hal itu diketahui maka ada sanksi dan hukuman berat."Tampaknya ada yang perlu ditambah." Hafens, pria yang duduk di sofa itu bersuara."Ya, Tuan?"Hafens tersenyum tipis. "Sampai anak perempuan atau anak laki-laki tidak lahir, maka tidak akan ada perceraian. Aku hanya butuh anak laki-laki dan anak perempuan, dia harus bisa menghadirkan minimalnya tiga anak laki-laki dan satu perempuan atau sebaliknya.""Hmm, baik, Tuan. Akan saya tambahkan ...""Bawa padaku malam nanti, karena aku akan memintanya menandatangani itu saat malam pertama kami.""Baik, Tuan ...."Hafens menggerakkan kepalanya, mengusir sang pengacara hingga yang tertinggal hanya seorang pria sebayanya."Kau sudah memeriksa semua musuh kita?""Sudah, Tuan. Tidak ada bukti yang mengarah pada mereka. Bukti kuat ada di tangan Albene Adixon. Mereka sudah tidak di temukan dimana-mana. Skillnya sebagai mafia cukup hebat, hingga mampu hilang tanpa terdeteksi."Hafens menarik napas dan membuangnya dengan cepat."Tender itu? Pengiriman barang kita?"Pria di hadapannya tampak menghela napas perlahan. "Tender hangus, Tuan .... Kita keduluan orang karena tujuan yang terpecah. Kematian orang tua anda bertepatan dengan hari dan jam dimana kita harus menghadirinya. Namun, semuanya terlepas karena ulah Albene Adixon. Dan mengenai pengiriman barang kita yang dibawa oleh kapal tanker tenggelam di laut perbatasan Klan Minamoto dan Klan Mogera.""Kurang ajar!" Sekuat mungkin Hafens mengeluarkan makian dan kekesalannnya. "Orang-orang kurang ajar yang sudah bosan hidup! Tunggu ajal kalian, akulah yang akan mencabutnya!"Emosi yang belum stabil sejak seminggu setelah kematian ayah ibunya tampak mencuat di wajah angkuh dan tampan Hafens Barack, seorang mafia yang banyak memiliki musuh. Mereka tak mengenal siapa, yang pasti mereka akan membunuhnya selama itu menyangkut tentang untung dan puas.Seperti halnya Hafens, dia yang dikenal sebagai sindikat mafia, malah orang tuanya yang harus menerima hal yang mengerikan dari musuh besarnya. Hal itu takkan bisa dia lupakan seumur hidup. Dia takkan mengampuni siapapun yang bersangkutan dengan kasus pembunuhan ayah ibunya maka akan berakhir tragis dengannya.''Christa Felisha Adixon ... Kaupun akan menderita bersama denganku. Dengan tanganku sendiri kau akan merasakan neraka dunia.'' Dia menghembuskan napas berat, dengan pinggiran mata kuningnya yang mulai memerah. ''Itupun belum seimbang dengan apa yang dilakukan oleh orang tuamu. Jadi, kau akan mendapatkan apa yang seimbang itu di atas penghargaan yang kuberikan.''Pria itu bangkit, menyeka air matanya yang jatuh di hadapan pria yang tak lain adalah asisten sekaligus tangan kanannya. Dave Soccer, dia menatap kepergian Hafens dengan tatapan yang sama sedihnya. Well, dia mengenal siapa Hafens. Mafia kejam yang baru kehilangan ayah ibunya akibat kelicikan musuhnya. Dua pahlawan yang amat dicintai oleh Hafens Barack harus tiada akibat musuhnya yang menghalalkan segala macam cara untuk menghancurkannya.Kali ini Hafens akan melakukan balas dendam penuh yang terarah pada wanita itu. Dia mengalami sakit hati yang besar, orang tuanya yang begitu dia cintai harus mati ditangan musuhnya! Maka dari itu, Hafens akan membalaskan semua rasa sakit yang dirasakannya, agar bisa dirasakan oleh Christa. Penderitaan gadis itu adalah penderitaan bagi Albene Adixon!Hafens membenci gadis itu karena selain nyawa orang tuanya melayang, bisnisnya juga mengalami kerugian karena kapal tanker miliknya tenggelam di perbatasan. Itu membuatnya mengalami kerugian sampai triliunan. Intinya dia sebagai Ketua Mafia begitu merasa terpuruk akan kabar buruk yang menimpa mereka berturut-turut. Itu memecahkan hatinya, menumpulkan semangatnya dan juga membuat mereka kacau dalam beberapa hari.Dalam lamunannya, dia memecahkan gelas kaca yang digenggamnya sebelum mendengar suara langkah kaki yang tergopoh-gopoh di lantai bawah.''Tuan Hafens! Mafia yang dipimpin oleh Royman Adiffer membuat kerusuhan di pelabuhan!''Sophia’s POVIt had been two month since the baby shower, a month since Leonard slipped that ring on my finger again under the stars and made me feel like the happiest woman alive. Life in the Morano mansion had changed since then. The house no longer felt like a cage—it felt like a home. The staff, Grace especially, treated me less like the master’s wife and more like family. And Leonard… Leonard had softened in ways I never thought possible.But today, none of that mattered.Today, my hormones were driving me crazy.“Leonard,” I said, dragging out his name like a child begging for candy as I chased him around the room. My swollen belly made me slower than usual, but determination gave me speed. “Stop running from me.”He chuckled, dodging my attempt to grab his arm. He still had that smug, playful smirk that drove me insane. “Sophia, I told you. Let me finish this first. These documents won’t sign themselves.” He waved a folder in his hand as he tried to stay out of my reach. “You’l
Sophia’s POVLeonard’s hand was warm against mine as he guided me up the narrow stairs. I could hear faint music drifting upward, and the cool night air brushed against my face as the door opened. When I stepped out onto the rooftop, I froze.Soft golden lights hung in perfect rows, swaying gently in the night breeze. Candles flickered on every corner, casting a warm glow that made the rooftop look like something out of a dream. White and silver ribbons danced in the air, tied to pillars, and in the middle stood a small table with a bouquet of roses.I gasped, my hand instinctively covering my mouth. “Leonard… this is… this is beautiful. You really… you really did all this?”He smiled, his deep voice warm. “For you. And for our baby.”My eyes blurred with sudden tears. I turned toward him, my heart tightening. “You already gave me a surprise with the baby shower earlier, and now this rooftop… Leonard, you really spent a lot of time and effort. You didn’t have to—”“I wanted to.” He st
Sophia’s POV“Careful, madam… just a few more steps.” Grace’s gentle voice guided me as I felt her hand steadying my arm.My eyes were still covered with the blindfold she had stubbornly tied earlier. I had been asking questions non-stop, but no one was answering me directly. The soft shuffling of feet around me told me there were others—probably the maids, helping guide me.“Grace, at least tell me where we’re going. This is unfair,” I complained, my hands instinctively moving over my growing belly.She giggled mischievously. “If I tell you, it won’t be a surprise anymore. Just be patient, ma. You’ll love it.”I sighed, puffing my cheeks. “I don’t like surprises.”“Yes, you do,” Grace teased, tightening her grip as I slowly descended the stairs. “You just like to act like you don’t.”“Grace…” I dragged her name in protest.“Almost there,” she whispered in excitement.The air around us shifted the moment we reached the last step. I could hear faint murmurs, the shuffling of many feet,
Sophia’s POV"How are you feeling?" Dr. Asher asked as he checked my pulse, his voice calm, steady, and professional. His fingers were warm against my wrist, pressing gently as if he could read not only the rhythm of my heart but the weight of my emotions."I'm fine," I replied softly, my voice low but steady.He tilted his head slightly, his eyes narrowing in quiet assessment. "Are you feeding well? Taking care of yourself? And the child in your womb?"I managed a small smile. "Yes, doctor. I’m eating fine and resting as much as I can."He nodded, though his expression showed he wasn’t entirely convinced. "That’s good. But listen carefully, Sophia," he said, lowering his voice as if his words carried a heavier truth. "Don’t stress yourself too much. Your health and the baby’s health depend on it. Always eat on time, don’t skip meals, and make sure to take your supplements.""I will," I assured him, though a lump had begun to form in my throat.The room was quiet, too quiet, except fo
Sophia's POV “One month feels like one year,” I whispered under my breath as the car slowed to a stop before the towering gates of the De Luca mansion.The sight of the mansion, with its tall windows glowing warmly against the late evening sky, stirred emotions in me I wasn’t prepared for—relief,
“Aaagh…” Logan’s moan slipped from his lips as Massimo’s mouth wrapped around him, warm and eager. His back arched slightly, muscles tightening while his fingers tangled in the sheets.Massimo’s movements were unhurried, his tongue working with deliberate patience, tasting every inch of him. He was
Sophia's POV “You should forgive her, Leonard. She’s just a child,” my father’s voice drifted into the quiet night.I froze where I stood in the hallway, my hand still clutching the banister. My heart skipped a beat. Father’s voice was calm, but there was something pleading in it, almost like he w
Sophia’s POV“One week later…”A sudden knock echoed through the house. It startled me because I wasn’t expecting anyone, especially at this hour. I had been sitting in the living room with a cup of warm tea, trying to calm the uneasiness that had followed me since the day I arrived in Washington.












Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.
리뷰