공유

54

작가: Dao Yue
last update 게시일: 2026-08-12 22:25:39

Setelah membungkuk hormat sekali lagi, Ki Jaga melangkah mundur perlahan.

Tubuh tua bertongkat kayu itu menyatu dengan kegelapan malam di seberang jalan, hilang tanpa menyisakan jejak langkah sedikitpun sebuah keahlian bergerak cepat yang hanya dimiliki oleh ahli beladiri tingkat tinggi.

Andre berdiri sendirian di pelataran rukonya yang lapang.

“Gila, ternyata ilmu jaman dulu itu gak bohong. Tau-tau udah ngilang aja itu aki-aki,” gumam Andre.

Angin malam kota bertiup pelan, membawa aroma udar
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Mas, Baksomu Ngangenin   71

    WUSH!Sensasi seperti terjun bebas, membuat seluruh tubuh Andre terasa sakit. Sendi-sendinya terasa lepas, bahkan dia merasa jantung dan matanya seperti hendak lepas saja, tulangnya terasa remuk dan kepalanya sangat sakit.Tubuhnya terlempar dan jatuh terjerembab di sebuah tempat asing.“Argh,” rintih Andre kesakitan.Andre susah payah duduk, lalu menatap sekeliling, dan menyadari dirinya berada di sebuah tempat aneh yang dikelilingi oleh kobaran api keemasan.Udara di tempat itu membuatnya sesak, karena dipenuhi oleh tekanan energi spiritual yang sanggup meremukkan tulang manusia biasa.Di tengah tempat itu, duduk seorang pria tampan dengan jubah keagungan raja. Tubuhnya melayang di udara, wajah pria itu sangat mirip dengan Andre, tetapi matanya memancarkan kekejaman seorang penguasa.“Kau … kau yang pernah datang waktu aku pakai kakung ini, kan?” tanya Andre terbata."Jadi, kau adalah wadah yang ditakdirkan untuk membawa namaku di zaman baru ini?" tanya pria itu.Suaranya menggema,

  • Mas, Baksomu Ngangenin   71

    WUSH!Sensasi seperti terjun bebas, membuat seluruh tubuh Andre terasa sakit. Sendi-sendinya terasa lepas, bahkan dia merasa jantung dan matanya seperti hendak lepas saja, tulangnya terasa remuk dan kepalanya sangat sakit.Tubuhnya terlempar dan jatuh terjerembab di sebuah tempat asing.“Argh,” rintih Andre kesakitan.Andre susah payah duduk, lalu menatap sekeliling, dan menyadari dirinya berada di sebuah tempat aneh yang dikelilingi oleh kobaran api keemasan.Udara di tempat itu membuatnya sesak, karena dipenuhi oleh tekanan energi spiritual yang sanggup meremukkan tulang manusia biasa.Di tengah tempat itu, duduk seorang pria tampan dengan jubah keagungan raja. Tubuhnya melayang di udara, wajah pria itu sangat mirip dengan Andre, tetapi matanya memancarkan kekejaman seorang penguasa.“Kau … kau yang pernah datang waktu aku pakai kakung ini, kan?” tanya Andre terbata."Jadi, kau adalah wadah yang ditakdirkan untuk membawa namaku di zaman baru ini?" tanya pria itu.Suaranya menggema,

  • Mas, Baksomu Ngangenin   70

    Sementara itu dari kejauhan, Larasati berdiri bersandar pada pilar salah satu ruko. "Mayang ... dia harus aku lenyapkan. Mengganggu rencana saja," gumam Larasati dengan nafas yang memburu.Makam itu hujan deras dan angin kencang, tepat ketika Mayang akan pulang. Para karyawan sudah pulang sepuluh menit yang lalu, akhirnya Mayang terjebak hujan.“Kamu nginep di sini aja, Mayang. Bawa mobil juga susah, di lantai dua ada kamar kok di sebelah kamar aku,” tawar Andre.“Liat nanti deh, kalo reda aku pulang aja. Pake mobil harusnya aku bisa neronis hujan,” tolak Mayang.“Begitu boleh juga, tapi lihat pohon itu … anginnya terlalu kencang. Gak bisa kamu terobos, apalagi mobilmu kecil model mobil sport begitu,” cakap Andre.“Kamu bener juga, ya sudah … aku numpang tidur,” sahut Mayang.Andre mengunci pintu dan menuju ke lantai dua.“Kamu tidur di kamar aku aja, aku tang di kamar tamu. Soalnya kamu pasti ga nyaman di sini.” Andre membuka pintu kamarnya.“Terima kasih, lumayanlah … ada AC juga.

  • Mas, Baksomu Ngangenin   69

    Para pelanggan yang sedang mengantri, dan tujuh orang sedang menikmati sajian bakso mendadak riuh dan saling berbisik.Tuduhan pelanggaran lisensi cagar budaya dan penggelapan retribusi adalah isu berat yang bisa mematikan reputasi bisnis apa pun dalam hitungan jam.Andre sudah menduga akan datang hal murah seperti ini, bukan karena sok tahu, tetapi … di desa dia juga pernah mendapatkan pola yang sama."Aturan cagar budaya ini tidak ada disebutkan ketika aku mengurus izin, dan kawasan ini adalah area komersial murni sejak awal mula dibangun. Juga tidak disebutkan bahwa akan ada pungli yang mengatasnamakan restribusi," cakap Andre dengan begitu tenang, tetapi menyindir secara halus.“Benar, aku belum pernah dengar kalau wilayah ini jadi cagar budaya,” ucap Fian lantang."Aturan tetaplah aturan! Kamu mau melawan kebijakan pemerintah kota!" sergah Bambang marah sambil menunjuk wajah Andre.Bambang maju satu langkah, lalu mencondongkan tubuhnya."Aku memang tidak bisa menyentuh standar hi

  • Mas, Baksomu Ngangenin   68

    Larasati hendak menyerang Andre, tetapi tubuhnya terpental kembali dan memuntahkan darah segar dua kali.“Dasar penyihir gila. Pergi sekarang atau aku akan membunuhmu!” sergah Ki Jaga.“Kalian harus mati!” teriak Larasati.Larasati bersiap untuk menyerang, tetapi empat bayangan hitam segera datang dan membawanya pergi.Ki Jaga hendak mengejar, tetapi Andre menahannya.“Biar saja, Ki. Kabur berarti tau kalo mereka bakal kalah,” lontar Andre.“Tuan muda, kaki tangan Durji kalau tidak dibunuh … bakal buat masalah lebih besar,” tepis Ki Jaga.“Kalau begitu, biarkan mereka datang dan kita hadapi,” sahut Andre.“Tidak, bukan begitu. Anda baru di sini, pejabat pemerintah, orang penting lainnya juga orang kaya raya adalah kaki tangan Durji. Pasti mereka akan mencari cara untuk mendesak Anda, memfitnah … seperti kejadian ratusan tahun yang lalu, saat … Pangeran Narendra masih ada,” urai Ki Jaga.“Aku harap kau bisa mengenalku dengan baik.” Andre meninggalkan Ki Jaga dan masuk kembali.Ki Jaga

  • Mas, Baksomu Ngangenin   67

    Andre menangkap kaki Larasati dan melayangkan sebuah tinju ke arah perut dan ta itu.“Ugh!” seru Larasati tertahan.“Jangan marah, sudah kuperingatkan sebelumnya,” kata Andre.“Terlalu banyak bicara.” Larasati mengeluarkan sebuah benda dari balik pakaiannya, berbentuk bulat sebesar biji jagung dan dihempaskan ke tanah.Seketika asap hitam tebal muncul, disertai aroma yang luar biasa busuk. Seperti tumpukan bangkai yang membuat mual dan kepala pusing.Tendangan Larasati mendarat tepat di bagian rusuk Andre, membuat lelaki itu terhuyung. Andre tidak bisa melihat apapun, bahkan arah gerakan Larasati sulit dia tebak dengan benar.Andre menutup indra penglihatannya, yang menurutnya menyesatkan dan sepenuhnya mengandalkan getaran energi spiritual kalung pusaka di dadanya.Dalam kegelapan batinnya, dia bisa melihat dengan sangat jelas aliran sihir hitam yang mengalir dari dalam tubuh Larasati, berupa benang-benang merah tipis yang mengendalikan tubuh itu seperti boneka.Saat belati Larasati

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status