Share

53

Author: Dao Yue
last update publish date: 2026-08-12 22:25:03

Ki Jaga menghela napas panjang, tatapannya menyiratkan beban ribuan tahun yang teramat berat, yang terpaksa dia sebut puluhan tahun agar tidak membingungkan.

Lelaki tua itu menatap Andre lekat-lekat, mencoba mencari cara, bagaimana menjelaskan takdir rumit ini tanpa membuat kepala pria muda di hadapannya meledak karena bingung.

"Tuan Muda tidak perlu punya salah secara pribadi untuk diburu oleh mereka," ucap Ki Jaga dengan suara pelan.

"Di mata Kerajaan Durji, fakta bahwa Tuan Muda bernapas, m
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Mas, Baksomu Ngangenin   56

    Malam pun larut, jam menunjukkan pukul sembilan malam ketika pengunjung terakhir selesai menikmati hidangan dan melangkah keluar dari ruko. Lampu-lampu jalan di luar mulai menyala terang, memantulkan bayangan gedung tiga lantai yang megah itu.Setelah Mayang, Bu Ram, Chef Aris, pamit pulang lebih awal.Saat Andre baru saja memutar kunci pintu utama dan hendak mematikan lampu teras luar, tiga pasang langkah kaki berat terdengar berderap mendekat dari arah trotoar yang remang-remang.Tiga orang pria tinggi tegap berpakaian jubah kulit hitam berdiri melingkari teras ruko Andre.Pria yang berdiri di tengah memiliki bekas luka bakar memanjang dari pelipis hingga lehernya."Maaf, tempat kami sudah tutup untuk hari ini. Silakan kembali besok pagi," kata Andre sopan.Andre berdiri tegap menatap ketiga pria asing tersebut tanpa rasa gentar sedikit pun.Pria berbekas luka bakar itu melangkah satu tapak ke depan. Tatapan matanya tajam bak belati, menatap lurus ke arah Andre dengan nada suara ya

  • Mas, Baksomu Ngangenin   55

    Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Kawasan ruko utara pusat kota yang biasanya dipadati lalu lintas kendaraan, mendadak dipenuhi oleh deretan papan bunga ucapan selamat yang berada di sepanjang trotoar. Di depan ruko tiga lantai yang berdiri megah, spanduk memajang nama tempat usaha Andre secara terang-terangan Bakso Rempah Swarga.“Tuan muda, apa sebaiknya dilakukan ganti saja namanya. Ini membahayakan Anda,” usul Ki Jaga.“Ki Jaga, hidup mati ada di tangan Tuhan. Usahaku terkenal karena resep ini, maka aku harus tau diri untuk menyertakan dari mana resep ini berasal,” tolak Andre halus.Meskipun Ki Jaga sudah berkali-kali memperingatkan, bahwa menggunakan nama itu sama saja dengan menabuh genderang perang bagi para pemburu dari Kerajaan Durji, Andre sama sekali tidak gentar.Andre dengan tegas menolak mengganti nama atau bersembunyi di balik identitas palsu. Bagi Andre, nama itu bukan cuma merek dagang, melainkan lambang kehormatan, identitas, dan tempatnya berpijak.Jika mus

  • Mas, Baksomu Ngangenin   54

    Setelah membungkuk hormat sekali lagi, Ki Jaga melangkah mundur perlahan. Tubuh tua bertongkat kayu itu menyatu dengan kegelapan malam di seberang jalan, hilang tanpa menyisakan jejak langkah sedikitpun sebuah keahlian bergerak cepat yang hanya dimiliki oleh ahli beladiri tingkat tinggi.Andre berdiri sendirian di pelataran rukonya yang lapang. “Gila, ternyata ilmu jaman dulu itu gak bohong. Tau-tau udah ngilang aja itu aki-aki,” gumam Andre.Angin malam kota bertiup pelan, membawa aroma udara perkotaan yang dingin. Namun, di dalam tubuh Andre, aliran energi spiritual mengalir makin deras, menyatu sempurna dengan pusat tenaga dalamnya.Andre mengalihkan pandangannya ke arah toko kosmetik kecil di seberang jalan. Di balik pintu kaca yang tertutup rapat, Rumala tampak sedang duduk sendirian meratapi nasibnya yang malang. Andre merasakan ada yang familiar di seberang sana, lalu menggeleng karena tidak tahu ada apa di sana. Lelaki itu teringat pesan Ki Jaga agar berhati-hati.‘Kenapa a

  • Mas, Baksomu Ngangenin   53

    Ki Jaga menghela napas panjang, tatapannya menyiratkan beban ribuan tahun yang teramat berat, yang terpaksa dia sebut puluhan tahun agar tidak membingungkan.Lelaki tua itu menatap Andre lekat-lekat, mencoba mencari cara, bagaimana menjelaskan takdir rumit ini tanpa membuat kepala pria muda di hadapannya meledak karena bingung."Tuan Muda tidak perlu punya salah secara pribadi untuk diburu oleh mereka," ucap Ki Jaga dengan suara pelan. "Di mata Kerajaan Durji, fakta bahwa Tuan Muda bernapas, menguasai resep rahasia, dan memiliki kalung pusaka Bumi Swarga … itu sudah cukup menjadi sebuah kesalahan fatal yang harus dimusnahkan."Andre memijat pelipisnya yang mendadak berdenyut nyeri. Informasi yang baru saja dilontarkan Ki Jaga terasa seperti hantaman besi di dadanya.Dari seorang pedagang bakso yang berjuang dari bawah di desa, kini mendadak diseret ke dalam sejarah kelam pertumpahan darah raja-raja masa lalu."Tunggu dulu, Ki," potong Andre, mencoba mencerna alur berpikir pria tua

  • Mas, Baksomu Ngangenin   52

    Pria tua bertongkat naga itu gemetaran hebat. Matanya yang membendung air mata menatap lekat-lekat garis rahang Andre, seolah memutar kembali memori puluhan tahun silam yang hilang."Benar ... tidak salah lagi. Garis mata ini, dan getaran energi spiritual dari pusaka di dalam baju itu," bisik pria tua itu dengan suara parau yang sarat akan kerinduan mendalam.Andre mengerutkan dahi, melangkah mundur setengah langkah sambil memegang bagian dadanya tempat kalung pusaka Bumi Swarga berada. Rasa asing sekaligus familiar mendadak memenuhi tubuh dan juga pikirannya."Maaf, Pak. Anda salah orang. Nama saya Andre, bukan Narendra," tegas Andre dengan nada suara yang tetap tenang.Pria tua itu menggelengkan kepala dengan cepat, menolak mentah-mentah penyangkalan Andre.Lelaki itu bertumpu pada tongkat kayunya, lalu secara mengejutkan membungkukkan badan sangat dalam di hadapan Andre, sebuah penghormatan tertinggi yang hanya diberikan kepada seorang penguasa."Nama hamba Ki Jagasekala, Tuan Muda

  • Mas, Baksomu Ngangenin   51

    Proses penandatanganan akta jual beli ruko tiga lantai di pusat Kota berlangsung cepat dan mulus. Berkat bantuan perusahaan milik keluarga Mayang, seluruh dokumen kepemilikan bangunan strategis di kawasan utara kota itu resmi beralih atas nama Andre. Dengan dana tunai hasil keuntungan Ruko jalan utama dan uang ganti rugi dari Kalingga, Andre melunasi gedung tersebut tanpa perlu berutang sepeser pun ke bank.Satu minggu berselang, aroma cat baru dan wangi rempah segar memenuhi lantai dasar ruko tiga lantai tersebut. Andre memilih mengadakan acara syukuran secara sederhana namun hangat untuk menandai dimulainya babak baru Bakso Rempah Bumi Swarga di pusat Kota.Di dalam ruangan yang telah ditata rapi, hadir orang-orang terdekat yang selama ini menjadi pilar perjalanannya. Mayang tampil sangat anggun dengan gaun elegan, berdiri berdampingan dengan Chef Aris yang mengenakan kemeja batik modern. Bu Ram hadir membawa karangan bunga besar, mengobrol akrab dengan Bu Citra dan Airin yang tam

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status