Se connecterTatapan nenek Han berubah sedikit. "Itu yang belum bisa kupastikan. Tetapi berdasarkan dokumen yang kami temukan, Ethan pernah menjalani pemeriksaan di tempat yang ditangani langsung oleh Dokter Mark. Sepertinya peran dari Dokter Keluarga itu tidak sedikit."Lucia terdiam. Artinya, Ethan memiliki kesempatan untuk mengetahui kebenaran sejak awal."Selamat beristirahat, Nyonya Tua Rajawali," ucap Lucia sebelum membuka pintu lalu melangkah ke luar.Profesor Han sudah menunggu di depan pintu ketika Lucia keluar dari ruangan pribadi neneknya.Begitu melihat perempuan itu, Han segera berdiri tegak. Tatapannya langsung menyapu wajah Lucia, mencoba mencari tanda-tanda bahwa percakapan di dalam ruangan tadi berjalan tidak menyenangkan."Apakah dia menekanmu?" tanya Han.Lucia menggeleng pelan.Tanpa mengatakan apa pun, dia melangkah melewati Han. Namun, pria itu tidak berniat membiarkanny
Nenek Han menatapnya cukup lama. "Saya tidak memintamu melakukan apa pun. Saya hanya ingin kamu bisa meraih kesuksesan dirimu sendiri apabila kamu tetap merasa dirimu berhak untuk bersanding dengan cucu kesayanganku.""A-Apa?" Lucia kehilangan kata-katanya. "Tapi, kami hanya..."Lucia tidak sanggup melanjutkan kalimatnya karena ekpresi Nenek berubah dengan cepat.Nenek Tua Rajawali menutup map tersebut, tetapi menyisakan satu lembar dokumen di hadapan Lucia."Namun, sebelum kamu mengambil keputusan, ada satu hal lagi yang harus kamu ketahui."Lucia memandang lembaran itu. Di bagian bawah dokumen tersebut terdapat sebuah tanda tangan yang sudah sangat dikenalnya.Wajah Lucia seketika berubah saat Nenek Tua Rajawali berkata singkat, "Melia Fu.""Itu..." Jemarinya menunjuk tanda tangan tersebut. "Kenapa nama ini ada di sini?"Nenek Han menari
"Lucia, sebelum kamu melihat dokumen ini, aku ingin bertanya satu hal. Apakah selama menikah dengan Ethan, kamu pernah mengetahui siapa dokter yang sebenarnya mengatur seluruh pengobatan kesuburanmu?"Lucia menatap nenek Han dengan wajah tegang. Pertanyaan itu terdengar sederhana, tetapi seketika membuat pikirannya kembali pada lima tahun pernikahannya bersama Ethan.Selama ini, ia menjalani pemeriksaan dan mengonsumsi berbagai obat atas anjuran dokter keluarga Fu. Ia bahkan pernah berpindah rumah sakit untuk mendapatkan pendapat kedua, tetapi hasilnya selalu sama. Semua orang seolah sepakat bahwa masalahnya terletak pada tubuhnya.Namun, tak seorang pun pernah menyebutkan bahwa Ethan mungkin mandul."Dokter Mark," jawab Lucia setelah beberapa saat. "Dia dokter keluarga Fu yang mengatur pemeriksaan dan pengobatanku. Aku juga sedang menyelidiki dia, tetapi aku belum mendapatkan data jelas."&nb
Acara ulang tahun nenek Han akhirnya selesai setelah beberapa jam berlangsung. Bagi Lucia, malam itu terasa cukup melelahkan.Sesekali, ia harus menghadapi tatapan tidak bersahabat dari ibu Han, sindiran Clara, serta bisikan para tamu yang penasaran dengan identitasnya. Sementara Profesor Han terlihat sedang beramah tamah dengan beberapa kolega.Tentu saja dengan Clara Wijaya yang selalu berusaha ada di setiap pembicaraan.Namun, Lucia tidak terlalu memikirkannya. Ia sudah terbiasa menghadapi orang-orang yang menilai dirinya hanya berdasarkan status dan latar belakang. Menjadi menantu Keluarga Fu selama lima tahun juga selalu mendapat pertanyaan yang sama yaitu, "Apakah sudah mengandung pewaris Fu?"Lucia tersenyum kecil lalu meneguk minuman dalam gelas yang sedang dipegangnya. Ini adalah gelas ketiga.Sesuai permintaan nenek Han, seorang pelayan kemudian menghampirinya. "Nona Lucia, Nyonya Tua Rajawali mem
Clara Wijaya segera menyambung dengan senyum manis."Benar sekali. Han membutuhkan seseorang yang bisa mendukungnya dalam dunia bisnis dan memahami lingkungan keluarga Rajawali. Keluarga Rajawali dan Keluarga Wijaya memiliki koneksi yang kuat secara turun temurun," tegasnya.Lucia menarik napas perlahan. Ia mulai memahami alasan mengapa keluarga Han begitu mempermasalahkan kehadirannya.Namun, ia sama sekali tidak merasa perlu membela diri."Kalau begitu, saya rasa Nyonya Rajawali dan Nyonya Tua Rajawali tidak perlu khawatir," ucapnya pelan.Ibu Han mengangkat alis sementara Lucia menatap mereka satu persatu dengan tenang sebelum melanjutkan kalimatnya, "Saya datang ke sini karena Profesor Han mengundang saya. Saya menghormatinya sebagai seseorang yang telah membantu saya kembali ke dunia profesional. Namun, saya tidak pernah menganggap undangan ini sebagai janji hubungan khusus."
Lucia menarik napas perlahan. Ia tidak ingin menjadi alasan Han bertengkar dengan keluarganya. Terlebih lagi, sejak awal ia memang tidak menganggap undangan ini sebagai pengumuman hubungan khusus di antara mereka.Han adalah seseorang yang telah membantunya kembali menekuni dunia arsitektur. Ia menghormati pria itu, tetapi tidak pernah menganggap dirinya memiliki hubungan istimewa dengannya.Karena itu, Lucia memilih tetap tenang. "Nyonya, saya rasa Anda tidak perlu mengkhawatirkan saya. Saya datang sebagai tamu Profesor Han. Saya juga tidak memiliki niat untuk mengubah kedudukan siapa pun di keluarga ini."Ibu Han menatapnya penuh selidik. "Benarkah? Lalu mengapa kau menerima undangannya? Pakai status apa kau hadir di sini? Sebagai janda keluarga Fu? Seingatku, Keluarga Fu bahkan tidak kuundang.""Karena saya menghargai undangan seseorang yang telah membantu saya secara profesional. Tidak lebih dari







