Share

Masa Lalu yang Meluruh Seperti Salju
Masa Lalu yang Meluruh Seperti Salju
Penulis: Zoro

Bab 1

Penulis: Zoro
Perawat bertanya apakah ada seseorang yang ingin dia temui untuk terakhir kalinya.

Maya menatap pohon Akasia yang layu di luar jendela. Dengan sisa harapan kecil yang memudar, dia menghubungi nomor Howard.

Telepon itu tersambung seolah tidak sengaja tertekan. Setelah kebisingan sejenak, terdengar suara cemas dua orang anak yang mendesak.

"Ayah, setelah makan kue ini, ayo kita foto keluarga bersama Tante Gisel."

"Oke."

Hati Maya berdenyut nyeri. Ponselnya terjatuh ke lantai dan hancur berkeping-keping.

Dalam keputusasaan yang tak bertepi, dia bagaikan perahu sebatang kara yang tenggelam ke dasar laut dalam. Perlahan, dia memejamkan mata.

...

Saat membuka mata kembali, Maya kembali ke usia dua puluh tujuh tahun.

Hal pertama yang dia lakukan adalah menyusun draf perjanjian cerai.

Hal kedua adalah membawa surat itu menemui cinta pertama suaminya, Gisel Osbi.

"Aku memutuskan untuk bercerai dengan Howard." Maya meletakkan surat itu di atas meja dengan ekspresi datar. "Selama kamu punya cara untuk membuatnya tanda tangan, posisi Nyonya Keluarga Bandri akan menjadi milikmu."

Gisel tertegun, kilat keterkejutan tampak di matanya. "Kamu sudah tujuh tahun menikah dengan Howard dan punya dua anak. Kamu benar-benar rela memberikan posisi itu pada orang lain?"

Ingatan tentang kepedihan di kehidupan sebelumnya terlintas di benak Maya.

Dia hanya berucap tenang, "Howard nggak bisa melupakanmu, dan anak-anak pun lebih suka padamu. Setelah aku mundur, semua orang akan bahagia."

Tepat saat itu, ponselnya berdering.

Maya mengangkatnya, dan seketika terdengar tangis histeris putranya, Javier, dan putrinya, Jesika.

"Ibu, cepat selamatkan kami!"

"Paman jahat ini mau memukul kami sampai mati, huhu!"

Detik berikutnya, suara dingin penculik menghunjam telinganya. "Kedua anakmu ada di tanganku! Kalau mau mereka hidup, bawa uang 20 miliar sebagai tebusan. Kalau nggak, aku akan ...."

"Bunuh saja mereka."

Tanpa menunggu penculik itu selesai bicara, Maya langsung memutuskan sambungan telepon.

Melihat hal ini, raut wajah Gisel berubah. "Sepertinya aku mendengar Javier dan Jesika minta tolong, kamu nggak pergi menyelamatkan mereka?"

Hati Maya terasa dingin. "Hanya lelucon anak-anak."

Di kehidupan sebelumnya, saat mendengar anak-anaknya diculik, dia tidak bisa menghubungi Howard yang memegang kendali keuangan keluarga.

Dia pun memohon ke sana kemari hingga akhirnya berhasil mengumpulkan uang 20 miliar.

Saat memacu mobil ke lokasi, dia bahkan menabrak pembatas jalan hingga kepalanya berdarah karena terlalu mencemaskan mereka.

Namun akhirnya, dia baru tahu bahwa penculikan itu direncanakan oleh kedua anaknya sendiri.

Mereka melakukan itu hanya untuk memeras uang 20 miliar darinya demi membelikan hadiah ulang tahun untuk Gisel.

Kali ini, dia tidak akan tertipu lagi.

Maya menyambar tasnya dan beranjak pergi.

Setibanya di rumah, dia membuang semua syal yang dia rajut untuk Howard dan kedua anaknya, serta hadiah Natal yang telah dia siapkan jauh-jauh hari.

Semua benda itu dia buang ke tempat sampah.

Pernikahannya dengan Howard adalah pernikahan bisnis.

Sedangkan Gisel adalah cinta pertama yang tak pernah bisa dilepaskan pria itu seumur hidupnya.

Dulu, mereka hampir menikah, tetapi Keluarga Bandri menemukan bahwa Keluarga Osbi terlibat bisnis ilegal. Mereka menganggap latar belakang Gisel tidak bersih dan memaksa keduanya berpisah.

Setelah Gisel ke luar negeri, Howard terpuruk selama setengah tahun sebelum akhirnya setuju menikah dengan Maya.

Di hari pernikahan, pria itu berkata dengan nada dingin, "Kita hanya terikat pernikahan bisnis. Selain status Nyonya Keluarga Bandri, aku nggak bisa memberikan apa pun padamu."

Maya berkata tidak keberatan, tetapi diam-diam dia menyimpan fantasi naif.

Dia merasa hati manusia bisa luluh. Selama dia lebih banyak berkorban dan bersabar, dia pasti bisa menghangatkan pernikahan yang dingin ini.

Jadi, dia belajar memasak makanan kesukaan Howard, menyetrika setiap kemejanya, dan menghapal semua kesukaan suami dan anak-anaknya.

Namun, selain jadwal hubungan seksual yang rutin setiap minggu, hati pria itu tidak pernah tertuju padanya.

Pria itu tak pernah membalas pesannya, tak pernah mengangkat teleponnya, dan tak pernah memedulikannya, termasuk segala hal yang berkaitan dengannya.

Setelah Gisel kembali ke tanah air, hubungan mereka semakin erat. Bahkan anak-anaknya pun semakin dekat dengan wanita itu.

Kini, setelah hidup kembali, dia tak ingin lagi mengubur hidupnya demi pernikahan tanpa cinta.

Tiba-tiba terdengar langkah kaki mantap dari belakang, diikuti suara Howard yang dingin dan menjaga jarak, "Sedang apa kamu?"

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Masa Lalu yang Meluruh Seperti Salju   Bab 19

    Saat itu, Gisel dijatuhi hukuman tiga tahun penjara karena sengaja melukai orang lain. Setelah bebas, dia mencoba kembali ke dunia kerja dan menyadari bahwa segalanya telah berubah. Dia mengirim banyak resume, tetapi semuanya berakhir sia-sia. Entah tidak ada kabar sama sekali, atau dia ditolak mentah-mentah karena memiliki catatan kriminal.Dalam keputusasaan, dia mencari Howard dengan harapan pria itu mau membantunya. Namun, dia bahkan tidak bisa melewati pintu gerbang perusahaan. Gisel dihadang oleh petugas keamanan yang menyodorkan sejumlah uang kepadanya."Pak Howard bilang, ambil uang ini dan jangan pernah hubungi dia lagi!"Gisel berdiri di bawah gedung Perusahaan Bandri sambil menggenggam uang itu. Hatinya dipenuhi rasa tidak rela dan penyesalan mendalam. Dia dulu mengira akan menikah dengan Howard dan menjadi Nyonya Bandri yang membuat iri semua orang. Namun siapa sangka, dia justru berakhir mengenaskan seperti ini!...Berbeda dengan penderitaan kedua orang itu, kehidupa

  • Masa Lalu yang Meluruh Seperti Salju   Bab 18

    Maya mendengar nama Howard kembali pada suatu sore, lima tahun kemudian.Hari itu, dia baru saja menyelesaikan seminar pengasuhan anak. Seorang anak magang di studionya sedang melihat berita di ponsel dan berceletuk, "Direktur Perusahaan Bandri, Howard, masuk berita viral lagi. Katanya, dia gagal dalam negosiasi dengan mitra bisnis karena nggak bisa konsentrasi gara-gara masalah keluarga."Tangan Maya yang sedang merapikan dokumen sempat terhenti sejenak. Dia tidak mendongak, hanya berkata datar, "Fokus saja pada pekerjaan kalian."Si anak magang itu menjulurkan lidahnya dan segera menyimpan ponselnya. Namun, berita tentang Howard itu, tetap seperti kerikil kecil yang menimbulkan riak tipis di hati Maya. Bukan karena masih peduli, dia hanya merasa sedikit getir.Lima tahun telah berlalu. Pria yang dulu menjadi pusat dunianya itu, kini hanyalah "tokoh berita" yang tidak penting dalam hidupnya.Belakangan, dia mendengar dari teman-temannya bahwa hidup Howard selama lima tahun ini tidak

  • Masa Lalu yang Meluruh Seperti Salju   Bab 17

    Setelah kembali ke negaranya, Howard membatalkan semua pekerjaannya dan tinggal di rumah sakit untuk fokus merawat kedua anaknya. Namun, saat terbangun dan melihat bahwa dialah yang berjaga di samping mereka, mata anak-anak itu justru dipenuhi kekecewaan.Malam itu, suhu tubuh Jesika tidak kunjung turun. Dia terus mengigau dalam sakit panasnya, "Mau makan bubur buatan Ibu."Howard mencoba membuat bubur dengan kaku mengikuti tutorial di internet. Namun, saat bubur itu disodorkan ke tepi ranjang, Jesika langsung menepisnya. Bubur yang masih panas itu tumpah berserakan di lantai."Nggak mau! Ini bukan buatan Ibu!" Tangis anak itu penuh kepedihan. "Bubur buatan Ibu selalu diberi kurma merah yang manis. Ayah nggak tahu apa-apa!"Melihat kekacauan di lantai, hati Howard terasa seperti dihantam benda tumpul. Dulu, dia mengira rumah ini akan baik-baik saja meski tanpa Maya. Baru sekarang dia sadar bahwa tidak ada seorang pun yang bisa menggantikan keberadaan Maya.Di hari-hari berikutnya,

  • Masa Lalu yang Meluruh Seperti Salju   Bab 16

    Maya terdiam sejenak, lalu bertanya balik, "Justru karena nggak tega, aku selalu memilih untuk mengalah. Tapi apa pengabdianku selama bertahun-tahun ini membuahkan hasil yang baik? Nggak, ‘kan?"Setelah berkata demikian, dia menutup telepon tanpa keraguan sedikit pun....Setelah Howard masuk rumah sakit, kehidupan Maya segera kembali ke jalurnya. Hari itu, dia sengaja menemui Benny untuk berterima kasih karena telah membantunya menghalangi gangguan Howard sebelumnya.Benny duduk di kursi kerjanya, sudut bibirnya terangkat membentuk senyum tipis. "Kalau kamu benar-benar mau berterima kasih, aku punya sebuah ide.""Ide apa?""Virga sangat menyukaimu." Benny berhenti sejenak. "Aku mau kamu jadi ibu angkatnya. Apa kamu bersedia?"Virga adalah anak dari kakak laki-laki Benny. Beberapa tahun lalu, kakak dan kakak iparnya meninggal dalam kecelakaan, dan mereka menitipkan anak itu kepadanya. Selama ini Benny berperan sebagai ayah, dan mendidik Virga menjadi anak yang penurut dan pengertian

  • Masa Lalu yang Meluruh Seperti Salju   Bab 15

    Pupil mata Maya mengecil karena terkejut, dia mundur setengah langkah. Sebelum dia sempat bereaksi, sebuah sosok yang tegap, mendadak menerobos masuk dari pintu dan mencengkeram pergelangan tangan Gisel."Gisel, letakkan pisaunya!" Howard mengertakkan gigi, suaranya sedingin es.Mata Gisel memerah, dia berontak ingin melepaskan diri. "Nggak mau! Kecuali kamu berjanji padaku untuk nggak mencarinya dan berhubungan dengannya lagi!"Howard tidak menjawab, dia justru memperkuat cengkeramannya. Sikap diamnya itu seperti menyiram bensin ke dalam api, memicu kemarahan Gisel sepenuhnya. Gisel meronta dengan sekuat tenaga. Di tengah aksi saling dorong itu, mata pisau itu menusuk telak ke perut Howard dengan bunyi yang mengerikan.Darah seketika merembes membasahi setelan jas abu-abu tuanya, menetes ke lantai. Udara seolah membeku seketika. Gisel terpaku di tempat, wajahnya penuh rasa tidak percaya. Maya juga panik, dia segera mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi ambulans.Petugas keam

  • Masa Lalu yang Meluruh Seperti Salju   Bab 14

    Sepuluh tahun yang lalu di Universitas Kenington, Benny dan Howard diakui sebagai dua mahasiswa yang sangat jenius. Yang satu tajam dan berpikiran cepat.Yang satunya lagi tenang dan tegas dalam bertindak. Dari debat di kelas hingga peringkat kompetisi, keduanya selalu bersaing sengit dan tidak ada yang mau mengalah.Meski sudah bertahun-tahun lulus, satu sama lain tetap menjadi "duri dalam daging" yang paling disegani dalam peta persaingan bisnis mereka. Hingga akhirnya Benny pergi mengembangkan karier di Negara Artina, barulah nama itu perlahan menghilang dari daftar musuh bisnis Howard.Dia tidak pernah membayangkan bahwa pertemuan pertama mereka setelah bertahun-tahun akan terjadi dalam situasi seperti ini."Aku juga nggak menyangka akan bertemu denganmu di sini," kata Benny sambil tersenyum tipis. "Lagi pula, aku kira setelah Maya menceraikanmu, kamu akan segera menikah dengan Gisel."Kening Howard semakin berkerut. "Perceraian itu nggak sengaja terjadi. Aku nggak akan menikahi

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status