Share

Bab 37 - Akur

Author: Delf
last update Petsa ng paglalathala: 2025-08-19 19:05:41
Olivia naik ke mobil Ivan, detak jantungnya belum juga kembali normal. Ivan tidak mengatakan apapun. Seringnya dia menggoda Olivia dengan kata-kata mesum, tapi ciuman tadi memang terasa berbeda, tidak seperti biasanya. Ada rasa yang sulit dijelaskan. Walaupun hanya kecupan singkat namun efeknya luar biasa.

“Kamu mau makan dulu?”

Olivia mengangguk tanpa menjawab, bibirnya masih terasa kelu. Olivia bingung dengan perasaannya. Rasanya dia ingin marah karena Ivan selalu berlaku seenaknya kepadanya,
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Masih Menjadi Milikku   Bab 93 - Still Mine

    Olivia membekap mulutnya, dia hampir tidak percaya dengan apa yang diceritakan oleh Ivan. Dia menjatuhkan bokongnya di atas kasur. “Ka.. kamu..?”Ivan mengangguk, “Bisa dibilang, aku memperkosamu.. aku mengambil keperawananmu. Maafkan aku Olivia, aku..aku hanya tidak tahan melihatmu tersiksa..”Olivia masih menggelengkan kepalanya, mencoba menggali kenangan masa lalunya. Ya dia ingat bahwa dia merasakan kesakitan di inti tubuhnya namun kemudian kenikmatan yang bertubi-tubi. Dia merasa melakukannya dengan Ivan, dan dia sangat menikmati segala sentuhan lembut dari pria yang dicintainya itu. Dia tidak menyesal sama sekali. Tapi hari di saat dia terbangun keesokan paginya, yang sedang tertidur di sampingnya adalah Randy. Jadi Olivia berpikir bahwa dia hanya sedang bermimpi atau terlalu mabuk sehingga membayangkan Randy sebagai Ivan.“Ya Tuhan!!” hanya itu kata yang dapat diucapkan oleh Olivia.Ivan meraih tangan Olivia, “Maafkan aku Olivia.”“Jadi kamu melakukannya karena kasihan melihatk

  • Masih Menjadi Milikku   Bab 92 - Flash back

    Flashback empat tahun lalu…Resepsi pernikahan berlangsung meriah, para tamu undangan sangat terpukau dengan kecantikan pengantin wanita. Banyak yang mengatakan Randy begitu beruntung bisa memiliki Olivia. Namun kemeriahan pesta berbanding terbalik dengan apa yang dirasakan oleh Olivia.Jika benar mengenal Olivia, maka akan jelas terlihat ratapan sedih di balik senyum manisnya. Apalagi sejak kehadiran Ivan membuat konsentrasi Olivia benar-benar berantakan, bahkan ketika harus mengucapkan janji pernikahan, barisan kalimat yang berusaha dihafalnya dalam seminggu terakhir benar-benar hilang tanpa jejak. Bahkan ketika pendeta bertanya bersediakah dia menerima Randy menjadi suaminya, Olivia bahkan tidak menyadari pertanyaan itu tertuju padanya. Karena yang ada dalam benaknya hanyalah Ivander Elio.“Liv, kamu jangan minum terlalu banyak.” Ucap Steffany mengingatkan sahabatnya pada saat after party, acara seusai resepsi, dimana yang tersisa hanya pengantin dan juga teman-teman dekat, menikma

  • Masih Menjadi Milikku   Bab 91 - Tes DNA

    Ivan memejamkan matanya, mencoba menenangkan dirinya. “Kamu pegang saja ini, kapan kamu siap, kamu bisa memakainya. Aku akan menunggumu.”Olivia menerima kotak tersebut, “Ivan.. boleh aku meminta sesuatu?”“Katakan.”“Aku ingin mencobanya denganmu, tapi..” suara Olivia bergetar, “Jika aku tidak bisa memuaskanmu.. tolong jujur padaku dan tinggalkan aku. Aku tidak ingin terjebak di situasi yang sama.”Ivan terkejut dengan perkataan Olivia, dia bukanlah pria brengsek yang memaksakan gairahnya pada seorang wanita. “Liv..” protes Ivan.“Please, Van.” Air mata Olivia mengalir, “Aku tidak ingin kamu membuang waktu menungguku.”“Kamu yakin?”Olivia mengangguk dengan tegas, ya dia telah memutuskan, mungkin ini satu-satunya cara yang harus dipilihnya agar Ivan menyerah. Mungkin juga ini menjadi kenangan terindah yang akan selalu dia kenang.Ivan menatap dalam mata Olivia, Ivan tidak ingin melakukannya dalam kondisi seperti ini, tapi toh Ivan akhirnya setuju, karena hanya dengan cara ini bisa me

  • Masih Menjadi Milikku   Bab 90 - Penolakan Olivia

    Dariel yang memasuki musim liburan diculik oleh Steffany ke luar kota bersama orangtua Ivan, membuat Olivia leluasa mengurung diri di kamar. Sudah dua minggu berlalu dan Ivan tidak pernah muncul di hadapannya, hanya pesan singkat yang memberi kabar bahwa dia sedang sibuk mengerjakan suatu project.Olivia tidak bertanya banyak, karena baginya mungkin Ivan hanya mencari alasan untuk menghindarinya. Ivan bahkan tidak meminta penjelasan apapun padanya. Dan hati Olivia mulai berhenti berharap pada kebahagiaan impiannya.Knock knockSuara ketukan mengagetkan Olivia dari lamunannya. Siapa yang datang? Olivia menghapus air matanya dan berjalan ke depan rumah.“Ivan?”Ivan tersenyum menatap Olivia yang terkejut dengan mata sembab. Dua minggu mereka tidak bertemu, Olivia nampak semakin kurus dengan pipi tirusnya. Ivan sengaja tidak menemui Olivia, karena dia tau Olivia perlu menenangkan diri, pun juga dengan dirinya sendiri.“Sudah makan?” tanya Ivan dengan senyum manisnya dan Olivia menggeleng

  • Masih Menjadi Milikku   Bab 89 - Patah hati

    “Ana… tunggu.” Ana menghempaskan tangan Calvin yang mengejar dan menarik tangannya ketika berada di parkiran cafe.“Apa lagi?” tatap Ana dengan mata berkaca-kaca pada sosok pria tampan di hadapannya.“Aku bisa menjelaskan semua.” Ucap Calvin mengenggam tangan Ana dengan wajah penuh harap.Ana menghapus air matanya, “Kalau kamu memang dekat dengan Olivia, kenapa kamu harus mendekati aku??”“Aku dan Olivia sudah bersahabat sejak lama.” “Selingkuhan bertopeng sahabat?” ucap Ana sarkas.“Aku tidak berselingkuh. Kamu jangan percaya kata-kata Randy! Dia itu hanya mencoba menghancurkan kita semua. Dia sakit hati karena Olivia menceraikannya.”Ana tertawa sinis, “Randy mungkin berbohong, tapi Mama Ivan tidak mungkin berbohong kan?”“Maksud kamu?” Calvin mengangkat sebelah alisnya, tidak mengerti dengan ucapan Ana.“Kamu lupa pas ulang tahun Papa Ivan, Mama Ivan bilang dulu mereka pikir kalau Olivia akan menikah dengan kamu. Maksudnya apa? Apa yang kalian sembunyikan? Sebenarnya kalian ada hu

  • Masih Menjadi Milikku   Bab 88 - Kemunculan Randy

    Olivia sedang menikmati makan malamnya bersama Ivan, Steffany, dan juga Calvin bersama pasangan mereka masing-masing di sebuah cafe. Tiga pasangan ini sering keluar bareng untuk sekedar makan atau pun nonton bioskop bersama.“Wah.. lagi ngumpul, koq ga ajak-ajak sih?” sebuah suara mengagetkan mereka saat sedang menikmati makan malam bersama.“Randy?” Olivia terkejut melihat kemunculan mantan suaminya yang menghilang bagai ditelan bumi.“Kenapa terkejut? Dariel di mana?”“Iel lagi di rumah Ivan.” Jawab Olivia singkat.Randy tersenyum sinis, “I see. Kalian seperti sedang triple dating.”Ivan tersenyum, “Perkiraanmu benar.” Ivan merangkul bahu Olivia seakan mengklaim bahwa wanita itu kini adalah miliknya.Randy tersenyum, tidak terpengaruh dengan tindakan provokasi Ivan. Pria itu kemudian menatap Ana dan Andrew dan kemudian memperkenalkan diri."Pacar Steffany?" tanyanya ketika menjabat tangan Andrew. Belum sempat Andrew mengiyakan, Ivan melanjutkan, "Sudah lebih dari sebulan belum? Bias

  • Masih Menjadi Milikku   Bab 26 - Terluka

    “Liv, Ivan koq uda lama ga ke sini ya? Kalian baik-baik saja kan?”“Hmm Oliv dan Ivan baik-baik aja koq, Ma. Dia lagi sibuk persiapan beasiswanya, Ma. Ada beberapa test yang harus dijalani. Belum lagi harus urus visa segala macam.”“Hmm..” Lisa mengangguk. “Mama suka kamu sama Ivan. Ivan terlihat de

  • Masih Menjadi Milikku   Bab 25 - Janji Ivan

    Steffany bukan orang jahat. Jika boleh memilih, tentu dia sangat senang jika Olivia tidak hanya menjadi sahabatnya, tapi juga menjadi bagian keluarganya. Kecurigaannya sejak melihat Olivia dan Ivan dalam posisi berdekatan di kamarnya, juga ketika Olivia langsung gugup bahkan menyemburkan air minumn

  • Masih Menjadi Milikku   Bab 24 - Curiga

    “Kak Ivan…”“Stef? Kamu belum tidur?”Steffany menggelengkan kepalanya, menatap sang kakak yang berjalan lunglai memasuki rumah, tidak seperti biasanya. “Dari mana, Kak?”Ivan berusaha tersenyum, “Pergi ma teman.”Steffany tersenyum jail. “Teman yang mana? Aku kenal ga?”Ivan kemudian merebahkan tu

  • Masih Menjadi Milikku   Bab 23 - Permainan selesai

    Siapa yang memulai, dia juga yang harus bertanggungjawab untuk mengakhirinya. Perjalanan kali ini terasa jauh dan sangat menyesakkan. Masing-masing bermain dengan pikiran dan perasaannya sendiri, tanpa ada yang bersuara.Malam ini Olivia tampil sangat mempesona dengan gaun sederhana berwarna hitam.

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status