LOGINSeorang pemuda yang baru masuk ke IGD rumah sakit dinyatakan meninggal dunia. Namun, sepuluh menit kemudian dia hidup lagi dan mengamuk. Celakanya, pemuda tersebut menyerang dan membunuh siapa pun, sehingga menimbulkan kekacauan. Petaka itu kian menjadi ketika orang-orang yang dibunuh si pemuda mendadak hidup lagi dan membunuh orang-orang lainnya. Rumah sakit menjadi lumpuh, berantakan, dan tak berhasil diisolasi. Mayat-mayat hidup itu tarus menyerang orang-orang dengan buas dan tak terkendali. Kini, kota terancam hancur, dan berpotensi memorakporandakan satu provinsi, bahkan bisa jadi memusnahkan satu negeri.
View More【プロローグ】
初恋は実らないものだ、と人はよく口にする。 私はそれを信じず、初恋の人と結婚した。 結婚三周年記念日。 私は妊娠をした身で、ミシュランに引けを取らないほどのご馳走を並べ、彼の帰りを待っていた。 すると彼から一本のメッセージが届き、ある高級レストランの住所だけが記されていた。貸し切りだと。 ついに彼も気が回るようになったか、サプライズを用意してくれたのかと思った。 ドアを開けた先にあったのは、私の妹・綾乃の誕生日会だった。 その瞬間、私はすべてを悟った。 自分だけが幸せだと思い込んでいたこの結婚は、最初から最後まで私ひとりだけの独り舞台だった。 私はあの子の影に過ぎなかったのだ。 *** 三月二十日。 それは、私と桐生一弥(きりゅう いちや)が結婚して三周年になる記念日だった。 私は丸一日かけて、私たちの家をまるで夢の中のように飾りつけた。 テーブルには、ミシュランにも劣らないと自負できるほど、心を込めて作った料理を並べ、その中央には、予約しておいた白いバラの花束を置いた。 ――彼は、これまで一度も私に花を贈ってくれたことはないけれど、それでも今日は、特別な日なのだから、せめて形だけでも大切にしたかった。 なぜなら―― まだ平らなままの下腹部にそっと手を当てる。 そこには、彼に伝えたい、いちばん大きなサプライズがあった。 私は、妊娠している。 午後七時になっても、彼は帰ってこなかった。 胸がざわつき始めた頃、ようやく届いたのは、感情のこもらない短いメッセージだった。 【今すぐ、フィーストレストランに来い。】 住所の後に、余計な言葉は何ひとつない。 心臓が、ひとつ拍動を飛ばした。 もしかして……あの仕事一筋の夫が、本当に結婚記念日のサプライズを用意してくれたのだろうか。 わずかな高揚感と、それ以上の期待を胸に、私は急いで家を出た。 エプロンを脱ぐことさえ忘れていたけれど、白いバラの花束だけは、しっかりと抱えて。 「すみません……桐生の予約はありますか?」 「はい、桐生様ですね。本日は貸し切りでございます。どうぞこちらへ」 ――貸し切り? こんな高級レストランを、記念日のためだけに貸し切るなんて……。 感情を表に出すことが苦手な彼が、こんなことをするなんて予想外で、だからこそ胸が熱くなり、心臓がまた強く跳ねた。 スタッフの後について店内を進み、彼がいるはずの場所へと向かう。 鼓動は、自然と速くなっていた。 けれど―― 個室の扉を開けた、その瞬間。 目に飛び込んできたのは、無数の風船、色とりどりのリボン、そして壁いっぱいに飾られた 「Happy Birthday」の文字。 足が、ぴたりと止まった。 頭の中で、「ガン」と鈍い音が鳴り響く。 人々に囲まれて立っているのは、私の夫・一弥。 そしてその隣で、華やかなワンピースに身を包み、丁寧に整えられたメイクで微笑んでいるのは―― 三年間、ずっと海外にいるはずだった、私の妹。 本城 綾乃(ほんじょう あやの)。 ……どうして? 彼女は、海外にいるはずじゃなかったの? なぜ、誰も私に、彼女が帰国したことを教えてくれなかったの? 呆然と立ち尽くす私より先に、綾乃がこちらに気づいた。 「お、お姉ちゃん……?」 私を見つけた瞬間、彼女はぱっと顔を輝かせ、心から嬉しそうに笑う。 「本当に来てくれたんだ! 一弥お兄ちゃんが“来る”って言ってたけど、私、信じてなかったの!」 その声に、一弥さんが振り向いた。 私の姿を認めた途端、彼の眉は不機嫌そうに寄り、聞き慣れた冷たく苛立った声が落ちてくる。 「杏華(きょうか)、遅すぎる。今日は綾乃の誕生日だろう。知らなかったのか?」Zombi laki-laki dengan wajah penuh darah mendelik tajam ke ujung koridor. Dia berjalan tertatih-tatih dengan caping hidung kembang kempis. Dia mengendus bau seseorang yang berada beberapa meter darinya. Kedua tangannya terulur ke depan dengan sikap siap menerkam. Kendati langkahnya terhuyung, tetap saja dia tampak ganas dan mengancam.Setibanya di depan area suster, zombi ini mendapati seorang laki-laki yang baru saja memakan wafer. Seketika mata merahnya makin nyalang. Giginya bergemeletuk siap menerkam. Di ujung bibirnya air liur menetes bercampur darah. Dia menggeram siap menyerang, sehingga laki-laki itu terkejut dan menyadari kehadirannya. Dia mendapati ketakutan di wajah laki-laki itu. Dia bisa mencium kengerian yang terpancar dari sikap laki-laki tersebut. Dengan gerakan mendadak dia menyerang laki-laki itu sambil menggeram lebih keras.Kiman yang tak siap dengan serangan zombi itu menjadi syok dan tak bisa bergerak, sehingga dia diterjang zombi tersebut. Dia terjatuh ke bel
Pak Sapto mengusap wajah sembari mengembuskan napas panjang. Entah bagaimana sedari tadi dia memercayai Gugun sebagai teman curhat. Dia menceritakan semua keresahan hati atas masalah yang dihadapi dalam rumah tangganya. Meski menyisakan kekesalan dan kesedihan, tetapi kali ini dia merasa cukup lega, seolah-olah baru saja memuntahkan segala beban yang sudah lama tersimpan.Sementara Gugun tidak menyangka baru saja mendengar kisah Pak Sapto yang akhirnya bercerai dengan Bu Erna. Niatnya yang sekadar menemai waktu jaga Pak Sapto, malah mendapat cerita yang membuatnya semakin berhitung soal pernikahan. Diam-diam dia jadi khawatir unruk berumah tangga. Saat berpikir begitu, dia tersadar akan dua hal. Pertama, dia tidak punya pacar. Kedua, situasinya masih sangat berbahaya dan dia tidak tahu apakah bisa selamat, lalu bertemu perempuan yang dicintai sampai menikah. Dia merasa telah berpikir terlalu jauh akan hal itu. Kini dia menyadarkan diri sendiri untuk fokus pada keselamatan terlebih d
Penciumannya mendapati harum masakan. Otaknya lantas memerintahkan matanya terbuka perlahan. Dengan heran Pak Sapto terjaga dari tidurnya. Dia yang telentang di lantai ruang depan bergerak perlahan untuk duduk. Dia melihat Wati tersenyum padanya. Anaknya itu duduk dengan wajah segar sehabis mandi. Dia masih bingung telah tersaji nasi hangat, cah kangkung, telor ceplok diberi bumbu cabai, serta ikan bandeng goreng. Semua makanan itu jelas masih hangat dan menggugah selera. Dia menelan ludah karena perutnya mendadak minta diisi.Bu Erna datang dari ruang tengah sambil membawa seteko teh hangat. “Makan dulu,” katanya pada Pak Sapto dengan ramah. Dia duduk di sebelah Wati, lalu menuangkan teh hangat ke dalam gelas dan menaruhnya di dekat Pak Sapto.Pak Sapto tersenyum canggung. Dia meneguk teh hangat itu perlahan. Dia masih bingung dengan sikap Bu Erna yang mendadak baik. Dia jadi bertanya-tanya, apa yang membuat istrinya itu pulang, lalu bisa dan mau menyediakan makanan sebegini mewah
Sedari pagi Pak Sapto mengojek. Meski penghasilannya tetap sedikit, dia merasa lega. Pasalnya, nanti malam dia akan bertemu dengan pembeli motornya. Hari ini seperti menjadi hari perpisahan dengan motornya itu. Kendati lahir perasaan senang, tetapi dia juga sedih. Dia bahagia karena telah mendapat jalan keluar dari masalahnya. Dia sudah mendapatkan solusi terbaik meski risikonya harus merelakan motor yang sudah bertahun-tahun bersamanya.Dia sempat berpikir menemui Pak Hardi dan Mak Gaple untuk memberi tahu mereka bahwa akan membayar utangnya nanti malam. Namun, dia urung karena diserang perasaan malu. Dia pun memutuskan nanti saja setelah mendapat uang pembayaran motor, dia langsung menemui kedua orang itu dan melunasi utangnya. Meski tetap malu, tetapi membawa uang untuk melunasi semuanya tentu perasaannya jadi lebih lega. Uang akan membuatnya lebih percaya diri.Sudah seminggu ini pula dia tidak menghubungi Bu Erna dan Wati. Dia membiarkan istri dan anaknya itu tetap di rumah me
Bima tadi hanya fokus mengunci pintu depan rumah, padahal Bu Ikah juga menyuruhnya mengunci pagar depan. Saking takutnya, Bima sampai melupakan pagar tersebut. Itu pulalah yang membuat Bima dengan leluasa bisa melihat Irma mengendarai motor membonceng Pak Jaki.Zombi laki-laki berjalan gontai memas
Anja tak sempat menerkam Gugun atau Suster Ana yang dengan cepat bersembunyi di dalam toilet. Anja lantas mengejar seorang pria berusia lima puluh tahun yang berlari ke balik tirai ranjang pasien. Anja menerjang pria itu, sehingga tirai terlepas dari anternit dan menimbulkan suara gedeb
Dokter Idrus berdiri kaku ketika Anja menabraknya. Dia tak sanggup menghindar, seolah otak dan kedua kakinya dibekukan oleh jantungnya yang berdebar-debar. Punggung dan kepala belakangnya membentur lantai dengan keras. Sementara dia tahu betul Anja menyerangnya dengan semakin beringas.
Gugun sangat terkejut ditabrak oleh Anja, terlebih kepala belakangnya membentur lantai. Dia mendadak pening dengan pandangan memburam. Kendati dalam kondisi telentang seperti itu, dia tetap refleks mencekik leher Anja yang kini berada di atas tubuhnya. Gendang telinganya dipukul oleh su
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.