Teilen

52. Aveline Aman Di Sini

last update Veröffentlichungsdatum: 16.04.2026 21:04:38

Baru kali ini Nicolle melihat Henry membeku.

Walaupun hanya sesaat, sebelum pria itu akhirnya bersuara.

“Sejak kapan Dokter Nicolle punya pikiran buruk seperti itu pada saya?”

Kali ini giliran Nicolle yang membeku.

Nicolle baru saja menuduh seorang atasan secara tidak langsung, tetapi cukup jelas, bahwa Henry menggunakan Aveline sebagai alat.

Sekarang, Nicolle meny
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   154. Jalan-jalan

    Vance terdiam lama. Sorot mata pria paruh baya itu bergetar saat menatap putrinya sendiri yang kini duduk di samping ranjang dengan air mata membasahi pipi. Naomi menunduk, masih menggenggam tangan Vance erat-erat seolah takut pria itu kembali jatuh sakit kalau dia melepaskannya. Monitor jantung di samping ranjang terus berbunyi stabil. Beberapa detik berlalu sebelum Vance akhirnya mengembuskan napas panjang. “Sepertinya kamu yang terlalu emosional, Naomi.” Salah satu sudut bibir Vance terangkat tipis. “Bukan Papa.” Naomi langsung menghapus sisa air matanya sambil mengalihkan pandangan sesaat. Wanita itu mendecakkan lidah pelan. “Sebelum Papa yang emosional dan drop lagi,” balas Naomi lirih, “lebih baik aku duluan yang emosional.” Vance tersenyum miring. Senyum kecil itu membuat wajah pria paruh baya tersebut tampak sedikit lebih hidup dibanding beberapa menit lalu. Naomi menghela napas pelan sambil kembali duduk tegak. Ruangan itu akhirnya terasa sedikit lebih ringan. Na

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   153. Membuat Janji

    Kalimat itu langsung membuat tenggorokan Naomi terasa tercekat.Wanita itu menggigit bibir bawahnya keras, berusaha menahan sesuatu yang sejak tadi terus menekan dadanya dari dalam.Ruangan mendadak terasa terlalu sunyi.Monitor jantung masih berbunyi stabil di samping ranjang, tetapi suara itu justru membuat suasana semakin sesak.Brandon yang berdiri tidak jauh dari pintu langsung memahami situasinya tanpa perlu diberi tahu.Pria itu segera berdeham pelan lalu mengarahkan dokter dan perawat keluar.“Dok, bisa kita bicara di luar?” tanya Brandon tenang.Dokter mengangguk tipis.Satu per satu mereka keluar dari kamar bersama Brandon tanpa banyak bicara, memberi ruang bagi Naomi dan Vance.Pintu kamar akhirnya tertutup pelan.Naomi menunduk beberapa detik sebelum akhirnya berkata pelan dengan mata mulai berkaca-kaca,“Aku baik-baik

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   152. Kembali Bersama

    Dada wanita itu langsung terasa sesak.Jari-jari wanita itu mengencang di tali tas laptop, sementara napasnya mulai memburu di balik masker yang menutupi setengah wajahnya.Beberapa detik Naomi hanya diam membelakangi Raiden.Perlahan Naomi menoleh. Tatapan wanita itu jatuh pada tangan Raiden yang masih menggenggam pergelangan tangannya erat, seolah pria itu takut Naomi benar-benar pergi menjauh lagi.Naomi menghempaskan tangan Raiden.“Kamu tidak mengakuinya saat dia masih di dalam kandunganku, bahkan kamu menghina dia sebagai anak haram!” desis Naomi penuh penekanan.Raiden membeku.Wajah pria itu seketika memucat. Raiden mendadak lemas, seolah seluruh tenaganya direnggut hanya dengan satu kalimat Naomi tadi.Ingatan tentang hari itu kembali menghantam kepalanya tanpa ampun.Tatapan Naomi yang penuh luka, tangisan yang mati-matian Naomi tahan, dan dirinya s

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   151. Memaksakan Diri

    Jam di dinding kamar Vance menunjukkan pukul sembilan lewat empat puluh menit ketika Aveline akhirnya menyerah pada kantuknya. Aveline tertidur pulas di sofa panjang dekat jendela. Tubuh kecil itu meringkuk di balik selimut sambil memeluk stiker kelinci yang sejak tadi tidak dilepaskannya. Rambutnya sedikit berantakan menutupi dahi. Naomi berdiri di samping sofa beberapa detik lebih lama. Tatapannya melunak. Perlahan wanita itu membenarkan posisi selimut Aveline sampai menutupi bahunya, lalu menyingkirkan beberapa helai rambut dari wajah putrinya. “Ave tidur yang nyenyak ya,” bisik Naomi lirih. Naomi membungkuk, mengecup kening putrinya lama sebelum akhirnya berdiri lagi. Pandangan Naomi sempat berpindah pada Vance yang masih terbaring diam di ranjang perawatan. Pria paruh baya itu masih belum sadar. Namun entah kenapa, ruangan tadi terasa jauh lebih hidup sejak ada Aveline di sana. Naomi mengembuskan napas pelan lalu mengambil tas dan laptopnya dari meja kecil dekat

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   150. Yang Seharusnya Bertemu, Akan Menemukan Jalannya

    Dokter itu melirik Naomi, seolah memastikan apakah wanita itu boleh mendengar tentang kondisi Vance atau tidak.“Dia aman,” sela Brandon meyakinkan.Dokter itu akhirnya menganggguk.“Jenderal Vance sudah melewati masa kritis.”Naomi mengembuskan napas lega.Namun sebelum rasa lega itu benar-benar terbentuk, dokter tersebut melanjutkan kalimatnya.“Tetapi sampai sekarang beliau masih belum sadarkan diri.”Naomi terdiam beberapa detik di depan pintu ruang VVIP itu.Setelah dokter itu pergi, Brandon mempersilakan, “Silakan.”Naomi mengangguk sambil mengerjapkan mata beberapa kali.Wanita itu menggenggam erat handle pintu, sementara napasnya terasa sedikit berat di balik masker.Di sampingnya, Aveline mendongak bingung.“Mama?” panggil gadis kecil itu pelan.Naomi akhirnya tersadar dari lamunannya. Wanita it

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   149. Naomi, Raiden, dan Lavel

    Naomi mengangkat kedua alisnya. “Pindah rumah sakit?” ulang wanita itu pelan, jelas terkejut. Tatapan Naomi langsung beralih pada Brandon, meminta penjelasan lebih lanjut. “Tidak dijelaskan alasan dan ke mana Mayor dipindahkan. Data seorang Mayor pasti bersifat rahasia,” jelas Brandon. Naomi terdiam beberapa detik. Wanita itu melirik Aveline yang masih berdiri di depannya dengan wajah kecewa. Naomi mengembuskan napas perlahan. “Mama juga tidak tahu, Ave.” Aveline langsung menegakkan badannya dengan wajah penuh solusi yang dia pikir sangat jenius. “Coba telepon, Ma!” usul Aveline. Naomi refleks melirik ponselnya sendiri yang tergeletak di atas meja. Brandon ikut melirik, diam-diam penasaran apakah Naomi benar-benar akan melakukannya. Aveline menggu

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status