Home / Romansa / Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku / 92. Tidak Dapat Disambungkan

Share

92. Tidak Dapat Disambungkan

Author: prasidafai
last update Petsa ng paglalathala: 2026-04-30 18:04:17

Raiden mengembuskan napas pelan.

Udara malam yang dingin keluar bersama embusan itu, seolah membawa pergi sebagian ketegangan yang sejak tadi menggantung di antara mereka.

Pria itu memejamkan mata sesaat, rahangnya yang semula mengeras perlahan mengendur. Saat kembali membuka mata, tatapannya tidak lagi setajam tadi.

“Saya minta maaf, Dokter,” sesal Raiden. “Cara saya memang salah.”

Nicolle menatap Raiden sambil mengangkat salah satu alisnya.

“Seba
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (1)
goodnovel comment avatar
rianur378
yah bapak,,, terlambat 🫣🫣🫣🫣🫣 wkwkwk,,, lupa yah kalo putri nya nakal🫣🫣🫣
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   221. Penugasan Kali Ini

    “Dokter Nicolle!” Suara panik perawat itu memantul di lorong rumah sakit, berusaha mengejar wanita di depannya. Naomi tidak menunggu penjelasan lebih lanjut. Begitu mendengar nama Clara disebut, langkahnya perlahan berubah menjadi lari. Jantung Naomi memompa begitu keras hingga napasnya terasa memburu. Berbagai kemungkinan buruk berputar di kepalanya. Jangan sampai terlambat lagi. Beberapa tenaga medis yang berpapasan spontan menyingkir ketika melihat Naomi berlari menuju ruang perawatan intensif. Brak! Pintu kamar terbuka. Naomi masuk dengan napas terengah-engah. Dadanya naik turun. Namun seluruh tubuhnya mendadak membeku. Di atas ranjang, Clara perlahan menoleh. Sepasang mata yang selama hampir setahun tertutup itu kini menatap lurus ke arahnya. Bibir Clara bergerak pelan. “Dokter ... Nicolle ... saya ..

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   220. Hal yang Meringankan

    “Ya.” Vance menjawab tanpa ragu sedikit pun. “Lihat saja nanti di persidangan, Nao. Insting Papa jarang meleset.” Naomi terdiam. Ucapan Vance membuat satu potongan ingatan yang selama ini terkubur tiba-tiba muncul kembali. “Dia lumayan hebat di ranjang, meski memiliki wajah yang polos. Tapi sayang, sekarang kami sudah tidak bisa melakukan itu lagi,” ungkap Dante saat itu. Mata Naomi perlahan membelalak. “Jadi, wanita yang dia maksud adalah Lucy?” gumam Naomi lirih. Ruangan mendadak sunyi. Naomi memejamkan mata sejenak. Semua kepingan yang selama ini tercerai-berai perlahan mulai menyatu. Dante mengetahui identitas aslinya sebagai Naomi, padahal informasi itu hampir tidak diketahui siapa pun. Naomi mengembuskan napas panjang. “Lucy yang memberitahunya,” bisik Naomi pelan. Vance menatap putrinya tanpa menyela. Kini semuanya terasa jauh lebih masuk akal. Hampir dua minggu setelah Naomi keluar dari rumah sakit, persidangan Dante akhirnya dimulai. Naomi datang

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   219. Bicarakan Saja di Sini

    Sore itu, Raiden mengantar Tasya pulang ke rumah. Begitu mobil berhenti di halaman, Raiden turun lebih dulu. Dia membukakan pintu untuk ibunya, lalu berjalan mengantarnya sampai ke teras. “Aku harus berangkat lagi, Ma,” ujar Raiden sambil melirik mobilnya. Tasya yang sedang mencari kunci rumah menoleh. “Berangkat?” Kedua alis wanita paruh baya itu terangkat. “Bukannya kamu masih mendapat izin menjaga Nicolle?” “Masih.” Raiden mengangguk. “Tapi ada tugas pengganti di Markas Besar selama aku tidak berada di garis depan.” “Markas Besar?” “Iya.” Senyum tipis muncul di bibir Raiden. “Ada perintah langsung dari atasanku.” Raiden mengembuskan napas pelan. “Sepertinya ...” Pria itu terkekeh kecil. “Aku mulai dipercaya lagi. Kali ini tanpa bantuan siapa pun.” Tatapan Tasya melembut. Perlahan wanita paruh baya itu mengusap lengan putranya.

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   218. Bayiku

    Jemari Raiden yang hangat mengusap perlahan punggung tangan Naomi yang bebas dari selang infus. “Tidak apa-apa,” jawab Raiden lembut. “Jangan terlalu dipikirkan. Kalau aku bisa kembali ke sini, berarti aku sudah mendapat izin.” “Benarkah?” Tatapan Naomi melembut. Raiden mengangguk. “Aku tidak akan meninggalkan tugasku sembarangan, Nao.” Sudut bibir Raiden terangkat tipis. Naomi tertawa pelan meski gerakan itu membuat sisi tubuhnya sedikit nyeri. “Baiklah,” jawabnya lirih. Raiden mengecup pelan punggung tangan Naomi sebelum kembali menggenggamnya. Malam itu akhirnya berlalu dengan tenang. Keesokan paginya, suara langkah kaki kecil berlari memenuhi lorong rumah sakit. “Mama!” Pintu kamar perawatan terbuka. Aveline langsung berlari menghampiri ranjang Naomi sebelum Raiden sempat mengejarnya. “P

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   217. Henti Jantung

    Suara gaduh terdengar samar di telinga Naomi.“Tekanan darah turun. Cepat, pindahkan ke ruang operasi!”“Jalur infus kedua sudah terpasang!”Kelopak mata Naomi bergerak pelan.Cahaya lampu yang menyilaukan langsung menyambut Naomi. Pandangannya masih kabur. Langit-langit putih rumah sakit bergerak perlahan di atas kepalanya.Naomi merasa tubuhnya berguncang mengikuti laju brankar yang didorong cepat di sepanjang koridor.Wajah-wajah panik para tenaga kesehatan menjadi pemandangan pertama yang berhasil ditangkap matanya.“Bu? Bu, apa Anda bisa mendengar saya?”Seorang dokter berlari di samping brankar sambil menyorotkan senter kecil ke mata Naomi.Naomi berusaha menjawab. Bibirnya sedikit terbuka. Namun rasa nyeri luar biasa langsung menjalar hingga ke rahangnya.“Ugh ....”Suara yang keluar hanya erangan pelan.“Jangan dipaksa bicara,” ujar dokter itu cepat. “Kami akan menanga

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   216. Raiden Memanggil

    Naomi menarik napas pendek.“Dante Emilio,” jawab Naomi.Di seberang telepon, Vance langsung terdiam.Beberapa detik kemudian terdengar suara kursi bergeser, seolah pria paruh baya itu baru saja menegakkan duduknya.“Putra pemilik RSPU yang kamu curigai sebagai dalang di balik kecelakaan Clara?” tanya Vance memastikan.“Iya, Pa,” jawab Naomi.Vance mengembuskan napas pelan.“Kalau soal itu, bersabarlah sekitar dua hari lagi,” pinta Vance.“Kenapa?” Naomi mengernyit.“Bukti terakhir sedang diverifikasi,” jawab Vance.Naomi langsung mendesah. “Bukannya tadi Papa bilang bisa menyelesaikannya sebelum aku sampai rumah? Perasaanku tidak enak, Pa. Dante sedang ada di Lavel.”“Dan ...” Naomi menggigit bibir bawahnya. “Dia sepertinya memiliki hubungan dengan Lucy.”Beberapa detik berikutnya tidak ada suara apa pun dari ujung telepon.Keheningan itu justru membuat Naomi semakin

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   96. Masalah Lagi

    Alex menoleh. Pria itu langsung menegang.“Mayor Raiden,” sapa Alex spontan memberi sikap hormat.Raiden dengan santai merangkul bahu Alex.“Kau tadi bilang apa, Kapten Alex?” ulang Raiden, kali ini penuh penekanan.Alex, alih-alih menciut, justru tersenyum lebar.“Berbuat mesum.” Alex menjawabnya

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   95. Cinta Lokasi

    “Siap, Jenderal,” sahut Raiden. Viktor hanya mengangguk tipis, lalu berbalik. Pria paruh baya itu langsung melangkah keluar dari zona medis. Sebelum mengikuti Viktor, Raiden sempat melirik Nicolle. Tatapan itu hanya berlangsung singkat, tetapi cukup untuk membuat dada Nicolle kembali menegang. Ta

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   94. Gara-Gara Alarm Darurat

    “Lihat baik-baik,” tambah Raiden. Nicolle menunduk. Dua cincin kecil yang berkilauan itu tergeletak di telapak tangannya. Sementara Raiden memperhatikan setiap perubahan pada raut wajah wanita itu dengan lekat. Matahari yang mulai naik membuat segalanya tampak lebih jelas, termasuk ekspresi Nico

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   93. Alarm Darurat

    Pintu mobil baru saja terbuka ketika Nicolle sudah lebih dulu turun.“Terima kasih tumpangannya, Mayor,” ucap Nicolle singkat tanpa menoleh. “Saya harus langsung ke zona medis.”Raiden terdiam di dalam mobil, membiarkan tatapannya mengikuti punggung wanita yang menjauh

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status