MasukDamar mencoba untuk mengusirnya dengan halus.“Jika kamu tidak bisa maka aku akan mengirim ke alam baka sebagai arwah jahat tanpa mendapatkan pembelaan dari para malaikat.”“Ukhh … lepaskan aku!”“Seseorang sudah mengirimku ke sini. Jika aku belum selesai dengan misi yang diberikan oleh Tuanku. Maka aku tidak dibolehkan untuk pulang.”Roh itu menampakan wajah dengan sangat mengerikan. Dia sengaja membuatnya menjadi sangat mengerikan agar Damar takut kepadanya. Namun, Damar sama paling tidak berkedip saat melihat wajah mengerikan dari roh itu. Sebaliknya tangan Damar malah menahannya lalu dengan kekuatan miliknya. Damar berusaha untuk mengeluarkan api pembakaran, salah satu kekuatan supernaturalnya bisa membakar roh jahat.Sebenarnya kekuatan belum bisa digunakan oleh Damar. Namun, karena akhir-akhir ini dia sering berlatih dan sampai membuat kutukan belenggu di tangannya retak. Di celah itu mes
“Mbah mau ikut menginap di rumahku?” “Ya, sekali-kali menurutku itu tidak apa kan?”Sekar menyenggol bahu Damar.“Tapi seterusnya juga malah tambah nggak apa-apa.”“Kamu ini bisa saja membalas ucapanku.” —-Damar yang mengetahui lokasi rumah yang sudah diberikan alamatnya oleh Tono. Jadi mereka pun sampai di rumah milik Tono, rumah itu terlihat biasa saja tetapi cukup lumayan agak luas untuk ukuran rumah yang dimiliki oleh pengantin baru.“Sebentar ya Mbah biar aku saja yang mengetuk pintunya.”Damar tidak menjawab ia hanya mengangguk.Tok, tok! Dari dalam tidak ada jawaban yang terdengar keluar. Karena itu Sekar jadi curiga kalau …“Apa mungkin mereka tidak ada?”Langkah Damar maju ke depan. Lebih dekat ke pintu.“Coba ketuk lagi.”Akhirnya Sekar pun kembali mengetuk pintu lebih keras. Tok, tok, tok!Tidak lama kemudian b
“Itu benar aku juga pernah melihatnya, sosok yang sangat menakutkan. Saat itu aku pulang dari luar kota tapi tidak sempat mengabari istriku karena ingin memberinya kejutan ….”“ … Namun, sepertinya makhluk itu langsung menghilang saat aku tiba di rumah.”“Bisa kamu beritahu aku seperti apa ciri-cirinya?”“Aku tidak bisa menjelaskannya secara detail, tapi sesosok itu memiliki wajah yang sangat mengerikan. Bahkan sepertinya wajahnya sangat rusak parah.”Saat menceritakan itu kedua bola mata pria bernama Tono itu menyipitkan matanya. “Aku rasa sepertinya ada seseorang yang mengirimkan sesuatu ke dalam rumah tanggamu. Dia ingin menghancurkan tubuh hubungan kalian.”Damar juga sedang memikirkannya sambil mengusap janggut yang ada di dagunya. “Ah, bener juga. Aku hampir lupa memberitahu Mbah.”Damar kembali menoleh ke arah Tono. “Setiap kali aku berada di luar kuota Istriku selalu menelpon. Katak
Karena wajah mereka saling dekat. Damar akhirnya mencium bibir Ririn. Hingga mereka sempat berciuman dengan sangat lama. — Cahaya pagi menyinari ranjang tempat Smear tidur. Ia terbangun di dalam kamarnya sendiri. Namun, mengingat kalau semalam ia pingsan karena didorong oleh Ririn sampai pingsan. Jadi Sekar segera bangkit dari ranjang. “Awhh … sakit, rasanya belakang kepalaku masih terasa sakit!” Wajah Sekar mengernyit saat melihat ke arah cermin yang ada di depan meja rias. Cermin itu memantul ke arah ranjang tempat Sekar bangun. Wajahnya terlihat pucat tapi ia merasa ada yang aneh. Karena itu Sekar sebelah merah turun dari tempat tidurnya. Langkahnya keluar dari kamar lalu cepat menuju ke arah kamar tidur Ririn. “Mbak! Mbak Ririn!” Sekar mengetuk-ngetuk pintu barulang kali namun tidak ada jawaban dari dalam. Mendengar suar
Dia terus menggerutu karena rasa sakit berhubungan saat pertama kali membuat miliknya terasa sangat perih di dalam.Namun ini adalah kesempatan bagi Damar di saat roh itu terlihat lengah. Tangan Damar menarik tubuh Ririn agar mendekat ke pelukannya. Kemudian ia menahan wajah Ririn dekat dengannya, lalu membisikkan mantra. Roh yang mendengar mantra itu langsung tidak bisa bergerak, ia merasa seperti tidak bisa menggerakkan tubuh itu sesuka hatinya lagi. Jelas Damar sedang mengunci roh yang ada di dalam tubuh Ririn. Ia mencoba untuk membuat roh itu keluar dengan sendirinya karena tidak bisa menggerakkan tubuh Ririn. Jadi karena tidak berdaya, roh itu akan keluar dengan sendirinya. Meski tidak saat ini roh itu masih bersikeras untuk tetap tinggal tapi Damar tidak akan membiarkannya.Kedua tangan Damar menggerakkan pinggul Ririn dengan gerakan naik turun. Gerakannya tidak santai melainkan digerakkan dengan kasar. P
Mendengar itu Damar sampai menggoyangkan pinggulnya lebih dalam menghujam lubangnya.Tidak sampai di situ, ia bahkan mengangkat tubuh Dewi dan digendong menghadap ke arahnya. Kelamin mereka masih menyatu. Namun, milik Beni masuk lebih dalam di perut Dewi.“Huaanghh … ahh, ini terasa lebih dalam dari sebelumnya.”Desahan Dewi hanya sampai di halaman rumah saja. Dari dalam rumah tidak terdengar suara apapun. Sehingga Sekar yang sedang berusaha mengeluarkan roh yang ada di dalam tubuh Ririn kini membuatnya sibuk sendiri.Tanpa tahu apa yang terjadi saat ini di luar, tepar di halaman rumah. Damar masih terus mengangkat tubuh Dewi naik turun agar miliknya bisa keluar masuk dalam posisi digendong di depan.Damar merasakan lubang Dewi yang semakin menjepit lebih erat dari sebelumnya.Jelas dia sedang merasa sangat terangsang. Belum lagi Dewi sesekali melihat ke pintu rumah. Ia berharap Sekar tidak bisa melihatnya yang sedang dalam kondisi bercinta dengan Damar.“Huuh, aahh … rasanya kepala







