Share

Bab 94

Author: Lailiela
last update publish date: 2026-09-06 10:20:02

“Dia akan segera sadar. Jadi duduklah dengan tenang,” ucap Damar.

Saat melihat Suryani yang masih mencemaskan suaminya yang belum juga sadar.

Namun seperti yang dikatakan oleh Damar barusan. Kalau Santoso akan segera sadar, baru beberapa saat damar mengatakan hal itu. Sekarang tangan Santoso mulai bergerak kemudian kelopak matanya akhirnya perlahan terbuka.

Santoso sadarkan diri awalnya pandangannya terlihat buram, tetapi perlahan ia bisa melihat dengan jelas.

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Mbah Dukun Dambaan Wanita   Bab 95

    “Aku rasa sebaiknya biar pakai punyaku saja. Tabungan uang yang ada di dalam akun bankmu biar kamu saja yang simpan.”“Tidak, aku juga mau—”“Tidak Sekar, itu adalah hakmu. Tetapi bukankah bagus jika seperti itu? Bagaimana jika suatu saat nanti kita butuh uang dalam jumlah banyak secara mendadak?”“Bukankah nanti bisa pinjam uang yang ada di dalam akunmu? Anggap saja sebagai uang jaga-jaga untuk milikmu.”Sejenak Sekar juga memikirkan hal itu, tidak ada ruginya jika mereka menyimpan uang untuk jaga-jaga nanti jika terjadi sesuatu di lain waktu. Atau jika nanti ada sesuatu yang membuat mereka terdesak sehingga membutuhkan uang. Maka mereka pasti akan membutuhkan uang itu dengan segera jadi akhirnya Sekar pun mengangguk.“Baiklah, aku akan mendengarkan Mbah. Jadi uang di akun ku akan tetap tersimpan.”“Ya, buat seperti itu.” Sekar mendekatkan dirinya sampai menempel di bahu Damar.“Hari ini karena tidak

  • Mbah Dukun Dambaan Wanita   Bab 94

    “Dia akan segera sadar. Jadi duduklah dengan tenang,” ucap Damar.Saat melihat Suryani yang masih mencemaskan suaminya yang belum juga sadar.Namun seperti yang dikatakan oleh Damar barusan. Kalau Santoso akan segera sadar, baru beberapa saat damar mengatakan hal itu. Sekarang tangan Santoso mulai bergerak kemudian kelopak matanya akhirnya perlahan terbuka.Santoso sadarkan diri awalnya pandangannya terlihat buram, tetapi perlahan ia bisa melihat dengan jelas. Serta wajah Suryani yang langsung mendekat, menunduk melihat ke arahnya sambil berderai air mata.“Sayang kamu nggak apa-apa kan?”Suryani membiarkan suaminya membaringkan kepalanya di atas pahanya.“Sekarang aku merasa baik-baik saja. Tolong bantu aku duduk!”Santoso pun akhirnya duduk dibantu oleh istrinya. Ia menoleh pada Damar lalu menundukkan kepala sambil berkata,“Mbah Dukun, terima kasih atas bantuannya. Berkat Mbah, saya sekarang merasa

  • Mbah Dukun Dambaan Wanita   Bab 93

    Air yang berada di dalam bejana itu langsung berubah menjadi warna hitam. Itu berarti kekuatan gaib sudah diserap oleh benda itu. Sehingga itu sebabnya air berubah jadi hitam. Mantra yang dibacakan oleh Damar sambil diiringi dengan suara lonceng di tangannya. Membuat udara sekeliling mereka terasa berat.Jelas meskipun tidak terlihat tetapi kekuatan yang dipancarkan oleh Damar membuat situasi jadi seperti itu.Kekuatan gaib yang berasal baju yang direndam oleh Damar itu memiliki aura gaib yang sangat kental dengan ilmu hitam.Maka dari itu hanya merendamnya saja sudah terlihat kalau air yang ada di dalam bejana saat ini berubah menjadi semakin pekat dan warnanya lebih hitam dari sebelumnya.Mengucapkan mantra damar kembali membuka matanya sambil menunduk melihat ke air dalam bejana.“Aku rasa dukun yang mengendalikan suamimu ini memiliki tingkat kekuatan ilmu hitam yang tinggi.”“Jadi bagaimana Mbah?”

  • Mbah Dukun Dambaan Wanita   Ban 92

    “Bagus, hanya itu saja yang kita perlukan. Dan semua barang ini sudah lengkap seperti yang Mbah inginkan.”Melihat itu Damar langsung mengusap kepala Sekar.“Kamu benar, ini semua sudah sama persis dengan apa yang aku minta padamu.”“Ya, kan, hehehe …!”Sekar sangat senang saat Damar memujinya. “Kalau begitu, ayo cepat bantu aku aku meletakkan semua benda ini ke atas meja. Kita perlu merapikannya!”Mendengar ucapan Sekar Damar pun segera bergegas untuk membantunya.Damar sebenarnya ingin mengajarkan beberapa ilmu yang dilakukan saat ritual pada Sekar. Namun, sepertinya ia harus mengajarkannya secara perlahan.Dengan memberitahukan caranya sedikit demi sedikit.“Jadi kali ini karena kita akan menjalankan ritual di siang hari. Jadi kamu hanya perlu melihat dari samping saja. Sekalian membantuku jika aku butuh bantuan.”“Iya, aku mengerti Mbah!” jawab Sekar.Saat mereka sibuk d

  • Mbah Dukun Dambaan Wanita   Bab 91

    “Karena ini pertama kalinya bagimu maka aku akan memberikan jimat itu secara gratis padamu sekarang.”“Eh, serisan Mbah!”Mata Gilang langsung berbinar saat mendengar jimat itu yang diberikan secara percuma kepadanya.“Ya, itu gratis untukmu, jadi sekarang kamu bisa pergi karena harus gantian dengan yang lain.”“Kalau begitu makasih banyak ya, Mbah!” Gilang bahkan sampai mengambil tangan Damar untuk Salim dengan sopan sebelum ia pergi dari sana.Beberapa orang terus berdatangan sampai akhirnya Sekar menutup pagar dan memberitahukan kalau mereka saat ini sudah tutup dan sekaligus memberitahukan pada yang lain kalau besok tempat Damar akan tutup untuk sementara karena ada ritual yang akan berlangsung.Dari siang sampai hari mulai sore Damar melayani orang yang datang padanya sampai selesai.Saat matahari hampir terbenam barulah Damar akhirnya bisa menyelesaikan pekerjaannya.“Akhirnya selesai j

  • Mbah Dukun Dambaan Wanita   Bab 90

    Di sana barulah asap dari dupa mulai mengepul tipis di udara. Bukan hanya itu, Damar juga membakar kemenyan hingga baunya mulai menyebar di sana.Sebelum kedatangan tamu yang akan berkunjung, terlebih dahulu Damar mengecek kondisi tubuhnya. Ia mengeluarkan kekuatan spiritual lalu memusatkannya di tangan. Terlihat seperti bola api berwarna biru dan sangat bercahaya keluar dari tangannya.Dengan ukuran sebesar kepalan tangan di telapak tangannya, kekuatan itu mulai muncul.Meski itu hanya sebagian kecil dari kekuatan yang dimilikinya, tapi setidaknya perlahan Damar akan mencoba untuk melepaskan belenggu kutukan yang menahannya.Kutukan itu berupa belenggu yang mengikat di kedua tangan milik Damar. Namun, perlahan membuat retakan pada belenggu di tangannya retak.Retakan kecil itu perlahan berubah jadi lebih besar. Namun, saat mencoba untuk membuka belenggu itu, tiba-tiba kekuatan tenaga dalamnya dan spiritual itu tidak b

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status