LOGINAir yang berada di dalam bejana itu langsung berubah menjadi warna hitam. Itu berarti kekuatan gaib sudah diserap oleh benda itu. Sehingga itu sebabnya air berubah jadi hitam. Mantra yang dibacakan oleh Damar sambil diiringi dengan suara lonceng di tangannya. Membuat udara sekeliling mereka terasa berat.Jelas meskipun tidak terlihat tetapi kekuatan yang dipancarkan oleh Damar membuat situasi jadi seperti itu.Kekuatan gaib yang berasal baju yang direndam oleh Damar itu memiliki aura gaib yang sangat kental dengan ilmu hitam.Maka dari itu hanya merendamnya saja sudah terlihat kalau air yang ada di dalam bejana saat ini berubah menjadi semakin pekat dan warnanya lebih hitam dari sebelumnya.Mengucapkan mantra damar kembali membuka matanya sambil menunduk melihat ke air dalam bejana.“Aku rasa dukun yang mengendalikan suamimu ini memiliki tingkat kekuatan ilmu hitam yang tinggi.”“Jadi bagaimana Mbah?”
“Bagus, hanya itu saja yang kita perlukan. Dan semua barang ini sudah lengkap seperti yang Mbah inginkan.”Melihat itu Damar langsung mengusap kepala Sekar.“Kamu benar, ini semua sudah sama persis dengan apa yang aku minta padamu.”“Ya, kan, hehehe …!”Sekar sangat senang saat Damar memujinya. “Kalau begitu, ayo cepat bantu aku aku meletakkan semua benda ini ke atas meja. Kita perlu merapikannya!”Mendengar ucapan Sekar Damar pun segera bergegas untuk membantunya.Damar sebenarnya ingin mengajarkan beberapa ilmu yang dilakukan saat ritual pada Sekar. Namun, sepertinya ia harus mengajarkannya secara perlahan.Dengan memberitahukan caranya sedikit demi sedikit.“Jadi kali ini karena kita akan menjalankan ritual di siang hari. Jadi kamu hanya perlu melihat dari samping saja. Sekalian membantuku jika aku butuh bantuan.”“Iya, aku mengerti Mbah!” jawab Sekar.Saat mereka sibuk d
“Karena ini pertama kalinya bagimu maka aku akan memberikan jimat itu secara gratis padamu sekarang.”“Eh, serisan Mbah!”Mata Gilang langsung berbinar saat mendengar jimat itu yang diberikan secara percuma kepadanya.“Ya, itu gratis untukmu, jadi sekarang kamu bisa pergi karena harus gantian dengan yang lain.”“Kalau begitu makasih banyak ya, Mbah!” Gilang bahkan sampai mengambil tangan Damar untuk Salim dengan sopan sebelum ia pergi dari sana.Beberapa orang terus berdatangan sampai akhirnya Sekar menutup pagar dan memberitahukan kalau mereka saat ini sudah tutup dan sekaligus memberitahukan pada yang lain kalau besok tempat Damar akan tutup untuk sementara karena ada ritual yang akan berlangsung.Dari siang sampai hari mulai sore Damar melayani orang yang datang padanya sampai selesai.Saat matahari hampir terbenam barulah Damar akhirnya bisa menyelesaikan pekerjaannya.“Akhirnya selesai j
Di sana barulah asap dari dupa mulai mengepul tipis di udara. Bukan hanya itu, Damar juga membakar kemenyan hingga baunya mulai menyebar di sana.Sebelum kedatangan tamu yang akan berkunjung, terlebih dahulu Damar mengecek kondisi tubuhnya. Ia mengeluarkan kekuatan spiritual lalu memusatkannya di tangan. Terlihat seperti bola api berwarna biru dan sangat bercahaya keluar dari tangannya.Dengan ukuran sebesar kepalan tangan di telapak tangannya, kekuatan itu mulai muncul.Meski itu hanya sebagian kecil dari kekuatan yang dimilikinya, tapi setidaknya perlahan Damar akan mencoba untuk melepaskan belenggu kutukan yang menahannya.Kutukan itu berupa belenggu yang mengikat di kedua tangan milik Damar. Namun, perlahan membuat retakan pada belenggu di tangannya retak.Retakan kecil itu perlahan berubah jadi lebih besar. Namun, saat mencoba untuk membuka belenggu itu, tiba-tiba kekuatan tenaga dalamnya dan spiritual itu tidak b
Saat menyentuh gagang pintu kemudian mendorongnya ke dalam. Pintu tetap tidak bergerak itu berarti, dari dalam Aluna sudah menguncinya. Itu membuat Sekar menghela nafas lega karena itu berarti semalam tidak ada terjadi apa-apa.Kemudian Sekar pun mengetuk pintu kamar itu beberapa kali. Ia bahkan mulai memanggil Aluna agar membukakannya pintu.“Aluna, cepat bukakan aku pintu. Ini aku Sekar!”Belum ada terdengar jawaban apapun di dalamnya.“Aluna apa kamu sudah bangun?”Tiba-tiba barulah terdengar suara serak Aluna dari dalam kamar. “Uhm, ya. Maaf aku baru saja bangun!”Langkah kakinya berjalan menuju pintu terdengar oleh Sekar. Suara gesekan logam dari kunci yang diputar untuk membuka.Detik berikutnya pintu putar, barulah Sekar melihat Aluna yang baru saja bangun dengan penampilannya yang agak berantakan. Meski ia tidak memakai pakaian melainkan hanya memakai kain ya
“Ahngh … haah, tidak! Tunggu sebentar ahh. Setidaknya beri aku istirahat dulu!”“Istirahat? Bukanya kamu tadi yang terus memanggilku hanya untuk menusukmu di sini?”Tangan Damar menyentuh bagian bagian bawah perut di mana letak batang miliknya berada di dalam. Sehingga membuat Aluna merasakan tekanan yang semakin membuat sempit dan sesak. Ia merasakan dengan jelas sensasi alat kelamin pria itu di dalam perutnya.“Ughh …! Rasanya sangat sesak sekali, ahhnghh!”Karena sensasi itu membuat Aluna sampai muncrat lagi hingga lubangnya jadi sangat basah.“Aku bahkan belum bergerak di dalam tapi kamu sudah keenakan duluann!”Damar pun mulai menggerakkan pinggulnya, ia memompa perlahan sampai ke titik paling dalam dan merasakan kenikmatan yang tidak tertahankan.Gerakannya perlahan mulai jadi cepat sehingga menimbulkan suara decakan mesum terdengar. “Ahh, ahh! Nghh … rasanya di dalam milikmu terasa se







