Share

Melepas Masa Lalu
Melepas Masa Lalu
Auteur: Mamao

Bab 1

Auteur: Mamao
Gavin Sanjaya bersandar santai di sofa sambil menatap Lisa dengan sinis. Tatapannya yang asing membuat hati Lisa bergetar. "Kenapa? Nggak bisa bayar?"

"Waktu kamu tagih utang dari Kelly, waktu kamu mengancam dan menghinanya, kenapa kamu nggak berpikir begitu?"

Seketika, seluruh ruangan pribadi menjadi sunyi. Mata semua orang tertuju pada Lisa.

Kemudian, seseorang tertawa terbahak-bahak.

"Kak Gavin, Lisa begitu miskin, bagaimana mungkin bisa membayar 4,16 miliar padamu?"

"Dulu, dia nggak ragu untuk naik ke kasurmu. Menurutmu kali ini, dia akan menjual diri ke siapa untuk melunasi utangnya? Hahaha!"

"Bukannya cuma 4,16 miliar? Lisa, malam ini kalau kamu melayaniku dengan baik, aku akan memberimu 5 miliar!"

...

Gavin tersenyum tipis, dia menggoyangkan gelasnya dengan santai sambil berkata, "Itu bukan urusanku."

"Lisa, kalau kamu nggak bisa melunasi utangmu tepat waktu, aku akan menututmu."

Mendengar ucapan ini, wajah Lisa sontak memucat, hatinya seolah-olah ditusuk dengan pisau. Saking sakitnya, dia hampir berlutut di lantai.

Ini bukan pertama kalinya Gavin mempersulitnya karena Kelly Suwandi, keponakan Gavin yang baru pulang dari luar negeri.

Pertama kali, karena dia tidak menyiapkan makanan untuk Kelly tepat waktu, Gavin melarangnya makan selama tiga hari.

Kedua kali, karena dia tidak sengaja memecahkan tablet Kelly, Gavin memukul tangannya hingga patah.

Ketiga kali, karena Kelly kesal, Gavin menyuruhnya memakai kostum badut dan memecahkan batu dengan dadanya. Nyawanya hampir melayang.

...

Sekarang, hanya karena dia menagih utang 200 juta yang dipinjam Kelly, Gavin membawanya datang ke sini dan menghukumnya di depan banyak orang. Bahkan membiarkannya dipermalukan oleh sekelompok anak sultan.

Semua orang sangat menantikan adegan dia dipermalukan.

Namun, mengingat biaya pengobatan ibunya yang mahal, Lisa tersenyum dan menatap pria di samping Gavin.

"Selama aku melayanimu dengan baik, kamu akan memberiku 5 miliar?"

Pria itu sangat bersemangat. Dengan persetujuan Gavin, dia memanggil pelayan untuk membuka sepuluh botol minuman keras.

"Lisa, kalau hari ini kamu menghabiskan sepuluh botol minum keras ini, aku akan memberimu 5 miliar!"

Tanpa ragu-ragu, Lisa langsung meneguk sebotol minum keras. Kadar alkohol yang tinggi hampir membakar perutnya. Dia kesakitan hingga mengerutkan kening dan bercucuran keringat dingin.

Semua orang menatapnya dengan tatapan merendahkan, terutama Gavin.

Namun, Lisa tidak peduli.

Dia sangat kekurangan uang.

Bisa dibilang harga dirinya bukanlah apa-apa kalau dibandingkan dengan uang.

Setelah menghabiskan sepuluh botol minuman keras, mata Lisa sangat merah.

Dia mengulurkan tangannya pada pria itu sambil berkata, "Uang."

Pria itu menoleh ke arah Gavin sambil bertanya, "Kak Gavin, haruskah aku memberikan uang ini?"

"Tentu saja." Gavin mengangkat alisnya sambil tersenyum tipis. "Cuma uang kecil, anggap saja disedekahkan pada pengemis di jalanan."

Selembar kartu bank dilemparkan ke samping kaki Lisa. Dia membungkuk untuk mengambil kartu itu, lalu bergegas ke rumah sakit.

Dengan uang ini, operasi ibunya bisa segera dilangsungkan.

Namun, ketika dia tiba di rumah sakit untuk membayar biaya operasi, dokter berkata dengan nada menyesal, "Nona Lisa, Pak Gavin sudah perintahkan kami untuk menghentikan semua pengobatan ibumu, kami juga nggak berdaya."

Lisa merasa dunianya seolah-olah runtuh. Dia segera menelepon Gavin dan ingin memohon pada Gavin untuk menyelamatkan ibunya.

Namun, terdengar suara sinis dari sambungan telepon. "Bukannya dia baru dioperasi minggu lalu? Cuma melewatkan satu operasi, dia nggak akan mati."

"Anggaplah ini hukuman karena kamu membuat Kelly sedih."

Ketika panggilan diakhiri, terdengar suara nyaring dari dalam bangsal.

Garis di monitor yang semula bergelombang, tiba-tiba berubah menjadi garis lurus.

"Plak!"

Ponselnya jatuh ke lantai.

Mata Lisa memerah, dia menerjang ke samping ranjang.

Dia memegang tangan ibunya dengan gemetaran. Saking dinginnya, dia merasa sekujur tubuhnya diselimuti oleh es.

"Ibu ...."

"Ibu!"

Teriakan putus asa itu memecah keheningan di malam hari. Lisa berlutut semalaman dengan tatapan kosong.

Setelah sinar matahari menyinari bangsal, dia baru menerima kenyataan bahwa ibunya sudah meninggal.

Dokter menyerahkan sepucuk surat kepadanya sambil berkata, "Nona Lisa, ini adalah surat yang dituliskan oleh ibumu sebelum meninggal, harap tabah."

Isi surat itu sangat singkat, tetapi Lisa malah menangis terisak-isak.

[Lisa, lari! Hidupmu baru dimulai.]

Hadiah terakhir yang diberikan ibunya adalah kebebasan.

Setelah menyelesaikan pemakaman ibunya dengan berat hati, Lisa langsung menghubungi Badan Riset dan Inovasi Nasional.

"Profesor Juan, sudah kuputuskan. Aku ingin bergabung dengan proyek penelitian kali ini."
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application

Latest chapter

  • Melepas Masa Lalu   Bab 20

    Karena Tuan Besar Otto selalu memperlakukannya dengan baik, dia pergi ke rumah sakit.Gavin terbaring di ranjang rumah sakit, dia tampak sangat kurus dan terpuruk.Lisa hampir tidak bisa mengenalinya.Tuan Besar Otto tampak sangat murung. "Dia didiagnosis gagal ginjal. Dokter bilang dia nggak akan bertahan lebih dari sebulan."Lisa menunduk dan tidak mengucapkan sepatah kata pun.Dalam perjalanan ke rumah sakit, dia sudah mendengar hasil penemuan Joseph.Sejak Lisa pergi, kebiasaan Gavin berubah drastis. Dia merusak kesehatannya sepanjang hari.Bahkan setelah mengalami pendarahan lambung dan selamat dari kematian, hal pertama yang dilakukan olehnya adalah meminum minuman keras.Justru aneh kalau dia masih sehat.Gavin menatap kosong ke luar jendela, bibirnya terkatup rapat dan dia terdiam untuk cukup lama.Ketika didiagnosis menderita gagal ginjal, orang pertama yang terlintas di benaknya adalah Lisa.Ada banyak hal yang ingin dia ceritakan pada Lisa dan ada banyak hal yang ingin dia l

  • Melepas Masa Lalu   Bab 19

    Lisa menatap mata Gavin, tidak terkandung sedikit pun rasa cinta.Dia mengangkat tangannya yang digenggam erat oleh Joseph sambil menjawab dengan jujur, "Seperti yang kamu lihat, dia tunanganku."Tanpa sadar, Joseph langsung melindunginya di belakang dan menatap Gavin dengan dingin.Gavin tiba-tiba berteriak dengan marah, "Bagaimana mungkin? Jelas-jelas, akulah orang yang kamu cintai! Bagaimana mungkin kamu tiba-tiba mencintainya?"Lisa tidak ingin berbasa-basi dengan Gavin, dia langsung menarik Joseph dan berjalan ke arah mobil."Lisa!"Gavin segera menghentikannya. Terdengar suara benturan, Gavin berlutut di hadapannya dan memohon dengan tulus."Lisa, selama ini kupikir aku mencintai Kelly. Tapi, sekarang aku baru menyadari kamulah orang yang kucintai.""Bolehkah kamu memberiku satu kesempatan? Aku sudah tahu salah, tolong maafkan aku."Di tengah berbicara, dia ingin meraih pergelangan tangan Lisa, tetapi Joseph langsung menendangnya hingga terjatuh ke tanah.Sekalipun Joseph adalah

  • Melepas Masa Lalu   Bab 18

    Ketika bangun, Gavin menemukan dirinya berada di sebuah kamar asing.Kelly berbaring di sampingnya dengan bahu telanjang.Gavin yang merasa terjebak pun kehilangan akal sehat, dia langsung menendang Kelly yang sedang tidur di sampingnya."Ah!"Sebelum Kelly berteriak kesakitan, Gavin sudah mencengkeram erat lehernya hingga wajahnya memucat.Suara Gavin sangat dingin, seolah-olah disalurkan dari kejauhan. "Siapa izinkan kamu tidur denganku? Kamu cari mati?"Detik berikutnya, Kelly dihempaskan ke sudut ruangan dan perut bagian bawahnya menghantam lantai. Saking sakitnya, dia tidak bisa berkata-kata.Gavin mengeluarkan ponselnya untuk menelepon.Tak lama kemudian, sekelompok pengawal masuk dan memaksa Kelly untuk memakan pil kontrasepsi."Bawa dia ke rumah sakit untuk diperiksa. Kalau hamil, suruh dia aborsi."Mendengar ucapan ini, mata Kelly dipenuhi dengan keterkejutan. Sekujur tubuhnya gemetaran.Namun, Gavin tidak memberinya kesempatan untuk berbicara, dia langsung dibawa ke rumah sak

  • Melepas Masa Lalu   Bab 17

    Gavin tidak menyangka dia akan melihat Lisa di koran.Di koran, Lisa berdiri di podium konferensi pers Badan Riset dan Inovasi Nasional. Dia tidak terlihat seperti wanita yang lusuh dan terpuruk, sebaliknya dia tampak sangat memukau.Bahkan pesonanya terpancar dari foto itu.Inilah Lisa yang sebenarnya.Gavin menggenggam koran itu dengan emosional. Dia hendak mencari Lisa, tetapi dihentikan oleh pengawal di pintu.Dia berkata dengan kebingungan, "Kakek, biarkan aku pergi. Aku mau mencari Lisa, bukannya Kakek menyukainya? Sekarang, aku akan meminta maaf padanya dan memintanya menikah denganku."Melihat wajah cucunya yang lesu dan tidak memiliki semangat hidup, Tuan Besar Otto menarik napas dalam-dalam."Dulu, kamu menyalahkanku karena aku memisahkanmu dengan Kelly dan memaksamu menikahi Lisa yang nggak kamu cintai.""Sekarang, semuanya sudah berjalan sesuai keinginanmu. Lisa meninggalkanmu, kamu menikah dan mengadakan resepsi dengan Kelly, kamu masih belum puas? Apa yang kamu cari?""Ka

  • Melepas Masa Lalu   Bab 16

    Dibandingkan dengan Lisa yang sedang berbahagia, Keluarga Sanjaya kacau balau.Setelah Gavin mengusir Kelly dari vila, dia memberhentikan semua kartu kredit Kelly dan mengumumkan pada publik bahwa mereka sudah memutus hubungan.Tanpa perlindungan dari Keluarga Sanjaya, Kelly menghadapi berbagai macam kesulitan. Dia tidak ingin dikirim ke luar negeri, jadi setiap hari dia menunggu Gavin di depan vila.Begitu Gavin keluar, dia akan terus mengikuti Gavin.Dia mengabaikan harga dirinya, berlutut di depan Gavin dan memohon pada Gavin untuk memberinya kesempatan."Gavin, tolong jangan memperlakukan aku seperti ini. Aku sudah tahu salah, bolehkah kamu memaafkan aku kali ini saja? Kumohon.""Aku tahu sekarang kamu sedang marah, tapi aku bisa berubah. Aku bisa menjadi Kelly yang lemah lembut dan baik hati seperti yang kamu inginkan. Aku bisa berubah kapan saja.""Gavin, Paman, kalau perlu, aku bersedia menemui Lisa dan meminta maaf padanya. Tapi, jangan campakkan aku."...Kelly yang dulunya an

  • Melepas Masa Lalu   Bab 15

    Isi buku harian itu berakhir di hari perpisahan mereka.Lisa masih bisa melihat bekas air mata di buku harian itu, jantungnya tiba-tiba berdebar kencang. "Maaf.""Kenapa minta maaf?"Joseph memasuki ruangan, dia mengeluarkan pengering rambut dari laci dan membantu Lisa mengeringkan rambut.Ketika ujung jarinya mengusap kulit kepala Lisa, suasana menjadi agak ambigu.Namun, dia tampak sangat serius. "Maaf, Lisa.""Waktu itu, aku nggak tahu ibumu sedang sakit. Aku bukan cuma nggak menemanimu melewati masa sulit, aku malah marah dan pergi ke luar negeri.""Maaf sudah membuatmu menderita begitu lama."Dulu, dia pergi ke luar negeri karena kata-kata kejam yang diucapkan oleh Lisa.Selama bertahun-tahun, dia tidak berani mencari tahu segala sesuatu yang berhubungan dengan Lisa, bahkan tidak pernah menghadiri reuni kelas.Dia menghabiskan waktunya untuk bekerja, tetapi dia tetap tidak bisa melupakan Lisa.Rasa rindu yang sudah lama terpendam itu meluap. Akhirnya, tiga bulan yang lalu, dia mem

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status