Share

Bab 2

Author: Mamao
Profesor Juan sangat gembira hingga suaranya gemetaran. "Lisa, kamu serius? Masalah ibumu sudah beres? Pria itu juga ...."

Lisa menyelanya, "Ibuku sudah meninggal dan pria itu nggak berguna lagi."

Profesor Juan terdiam selama dua detik, lalu menghiburnya, "Lisa, meski aku nggak tahu apa yang kamu alami selama lima tahun ini, masa-masa paling sulit adalah saksi pertumbuhanmu. Hidupmu baru saja dimulai."

Benar.

Bagaimana mungkin hidup seorang gadis berbakat hancur karena Gavin?

Mungkin dia pernah menyukai Gavin.

Gavin tampan, memperlakukannya dengan baik dan bersedia membayar biaya pengobatan ibunya.

Bagaimana mungkin dia tidak suka?

Setelah Kelly kembali, Gavin yang biasanya tidak meminum minuman keras pun mengungkapkan isi hatinya. "Kelly, aku sangat merindukanmu. Alangkah baiknya kalau dulu aku nggak mengadopsimu sebagai keponakanku ...."

Lisa mengambil foto yang dijatuhkan oleh Gavin.

Gadis yang sangat cantik dan agak mirip dengannya.

Namun, Lisa tahu perbedaan di antara dirinya dengan Kelly. Dia hanyalah pengganti yang tidak berharga.

Sejak saat itu, rasa suka Lisa pada Gavin sepenuhnya lenyap.

Dia berperan sebagai pengganti yang baik, menanggung segala perbuatan cabul yang tidak berani dilakukan Gavin pada Kelly.

Setelah ibunya sembuh, dia akan segera pergi dan tidak akan membuang-buang waktu.

Namun pada akhirnya, pengorbanannya dibalas dengan kematian ibunya dan kata-kata tidak berperasaan dari Gavin. "Kamu sudah tahu salah?"

Lisa menatap pesan ini untuk cukup lama. Tanpa sadar, dia membuka profil Instagram Gavin.

Pantai, laut, matahari terbenam dan Kelly yang sangat cantik.

Semuanya dibayar dengan nyawa ibunya!

Dia memanggil taksi dan pergi ke vila untuk mengemas barang-barangnya.

Begitu masuk, dia melihat Gavin duduk di ruang tamu dengan ekspresi muram.

"Kamu pergi ke mana? Kenapa nggak membalas pesanku?"

Dingin, tidak berperasaan dan selalu merasa diri sendiri benar.

Lisa tidak mengerti mengapa dulu dia menyukai pria seperti ini.

Melihat Lisa mengabaikannya, Gavin menghampiri Lisa dan menggenggam pergelangan tangannya. "Lisa, kamu membuat Kelly sedih, bisa-bisanya kamu marah padaku?"

Lisa meringis kesakitan, tetapi dia menatap Gavin dengan tenang sambil berkata, "Jadi? Kali ini, aku harus bagaimana meminta maaf padanya?"

"Memecahkan batu pakai dadaku? Mematahkan tanganku lagi? Atau meminum sepuluh botol minuman keras lagi?"

Lisa yang biasanya tidak pernah melawan tiba-tiba menyindirnya. Gavin tertegun sejenak, tetapi dia segera menenangkan diri. "Ikut aku pulang ke rumah tua, Kakek ingin bertemu denganmu."

Dia seolah-olah teringat akan sesuatu dan lanjut berkata, "Kuberikan 200 juta. Kamu tahu apa yang boleh dikatakan dan apa yang harus dirahasiakan."

Lisa terkekeh.

Keluarga Sanjaya sangat mementingkan nama baik keluarga. Jadi, ketika Tuan Besar Otto mengetahui bahwa Gavin memiliki perasaan lain pada Kelly, dia langsung mengirim Kelly ke luar negeri.

Kemudian, Tuan Besar Otto terus mengaturkan kencan buta untuk Gavin.

Namun, Gavin malah tertarik pada Lisa yang suka menyendiri, hanya karena dia mirip dengan Kelly.

Malam itu, di bawah pengaruh alkohol, Gavin menidurinya secara paksa.

Gavin kekurangan cinta dan Lisa kekurangan uang.

Kemudian, hubungan mereka pun berkembang menjadi majikan dan wanita simpanannya.

Pemandangan di luar jendela terus berganti hingga pada akhirnya mobil berhenti di rumah tua Keluarga Sanjaya.

Saat pintu terbuka, sosok mungil langsung menerjang ke pelukan Gavin. "Paman Gavin, aku sangat merindukanmu!"

Ekspresi Gavin berubah lembut, dia menggendong Kelly dengan penuh kasih sayang. "Kenapa nggak pakai sepatu lagi? Bagaimana kalau kamu masuk angin?"

"Lebih bagus kalau masuk angin. Dengan begitu, kamu akan terus menemaniku."

...

Mereka sangat mesra, layaknya sepasang kekasih.

Kepala pelayan yang berdiri di samping menasihati Gavin, "Tuan Muda, belakangan ini Tuan Besar kurang sehat, sebaiknya Anda mengontrol diri."

Ketika Gavin pulang ke rumah tua sebelumnya, Gavin bertengkar dengan Tuan Besar Otto karena Kelly. Tuan Besar Otto marah hingga tekanan darahnya naik dan dilarikan ke rumah sakit untuk diselamatkan.

Gavin mengerutkan kening sambil bertanya dengan kesal, "Kenapa Tuan Besar tiba-tiba ingin bertemu dengan Lisa? Apa ada rumor yang tersebar di Keluarga Sanjaya?"

Tepat pada saat ini, terdengar suara tegas dari lantai atas. "Rumor apa yang nggak boleh kudengar?"

Tuan Besar Otto memegang tongkat dan berjalan menuruni tangga.

Melihatnya turun, Lisa segera memapahnya.

Selain ibunya, Tuan Besar Otto adalah satu-satunya orang yang tulus memperlakukannya sebagai keluarga.

Tuan Besar Otto menatap Lisa dengan gembira. Ketika menoleh dan melihat Gavin berpelukan dengan Kelly, amarahnya pun meluap.

"Paman dan keponakan begitu mesra, apa pantas?"

Tatapan Gavin berubah muram, dia melepaskan tangan Kelly.

"Kenapa Kakek menyuruhku dan Lisa pulang?"

Tuan Besar Otto mendengus dingin. "Tentu saja untuk membicarakan pernikahanmu dengan Lisa!"

"Kamu dan Lisa sudah pacaran selama lima tahun, sudah waktunya menikah."

"Aku sudah putuskan. Bulan depan, kamu dan Lisa harus mendaftarkan pernikahan dan mengadakan resepsi!"
Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Melepas Masa Lalu   Bab 20

    Karena Tuan Besar Otto selalu memperlakukannya dengan baik, dia pergi ke rumah sakit.Gavin terbaring di ranjang rumah sakit, dia tampak sangat kurus dan terpuruk.Lisa hampir tidak bisa mengenalinya.Tuan Besar Otto tampak sangat murung. "Dia didiagnosis gagal ginjal. Dokter bilang dia nggak akan bertahan lebih dari sebulan."Lisa menunduk dan tidak mengucapkan sepatah kata pun.Dalam perjalanan ke rumah sakit, dia sudah mendengar hasil penemuan Joseph.Sejak Lisa pergi, kebiasaan Gavin berubah drastis. Dia merusak kesehatannya sepanjang hari.Bahkan setelah mengalami pendarahan lambung dan selamat dari kematian, hal pertama yang dilakukan olehnya adalah meminum minuman keras.Justru aneh kalau dia masih sehat.Gavin menatap kosong ke luar jendela, bibirnya terkatup rapat dan dia terdiam untuk cukup lama.Ketika didiagnosis menderita gagal ginjal, orang pertama yang terlintas di benaknya adalah Lisa.Ada banyak hal yang ingin dia ceritakan pada Lisa dan ada banyak hal yang ingin dia l

  • Melepas Masa Lalu   Bab 19

    Lisa menatap mata Gavin, tidak terkandung sedikit pun rasa cinta.Dia mengangkat tangannya yang digenggam erat oleh Joseph sambil menjawab dengan jujur, "Seperti yang kamu lihat, dia tunanganku."Tanpa sadar, Joseph langsung melindunginya di belakang dan menatap Gavin dengan dingin.Gavin tiba-tiba berteriak dengan marah, "Bagaimana mungkin? Jelas-jelas, akulah orang yang kamu cintai! Bagaimana mungkin kamu tiba-tiba mencintainya?"Lisa tidak ingin berbasa-basi dengan Gavin, dia langsung menarik Joseph dan berjalan ke arah mobil."Lisa!"Gavin segera menghentikannya. Terdengar suara benturan, Gavin berlutut di hadapannya dan memohon dengan tulus."Lisa, selama ini kupikir aku mencintai Kelly. Tapi, sekarang aku baru menyadari kamulah orang yang kucintai.""Bolehkah kamu memberiku satu kesempatan? Aku sudah tahu salah, tolong maafkan aku."Di tengah berbicara, dia ingin meraih pergelangan tangan Lisa, tetapi Joseph langsung menendangnya hingga terjatuh ke tanah.Sekalipun Joseph adalah

  • Melepas Masa Lalu   Bab 18

    Ketika bangun, Gavin menemukan dirinya berada di sebuah kamar asing.Kelly berbaring di sampingnya dengan bahu telanjang.Gavin yang merasa terjebak pun kehilangan akal sehat, dia langsung menendang Kelly yang sedang tidur di sampingnya."Ah!"Sebelum Kelly berteriak kesakitan, Gavin sudah mencengkeram erat lehernya hingga wajahnya memucat.Suara Gavin sangat dingin, seolah-olah disalurkan dari kejauhan. "Siapa izinkan kamu tidur denganku? Kamu cari mati?"Detik berikutnya, Kelly dihempaskan ke sudut ruangan dan perut bagian bawahnya menghantam lantai. Saking sakitnya, dia tidak bisa berkata-kata.Gavin mengeluarkan ponselnya untuk menelepon.Tak lama kemudian, sekelompok pengawal masuk dan memaksa Kelly untuk memakan pil kontrasepsi."Bawa dia ke rumah sakit untuk diperiksa. Kalau hamil, suruh dia aborsi."Mendengar ucapan ini, mata Kelly dipenuhi dengan keterkejutan. Sekujur tubuhnya gemetaran.Namun, Gavin tidak memberinya kesempatan untuk berbicara, dia langsung dibawa ke rumah sak

  • Melepas Masa Lalu   Bab 17

    Gavin tidak menyangka dia akan melihat Lisa di koran.Di koran, Lisa berdiri di podium konferensi pers Badan Riset dan Inovasi Nasional. Dia tidak terlihat seperti wanita yang lusuh dan terpuruk, sebaliknya dia tampak sangat memukau.Bahkan pesonanya terpancar dari foto itu.Inilah Lisa yang sebenarnya.Gavin menggenggam koran itu dengan emosional. Dia hendak mencari Lisa, tetapi dihentikan oleh pengawal di pintu.Dia berkata dengan kebingungan, "Kakek, biarkan aku pergi. Aku mau mencari Lisa, bukannya Kakek menyukainya? Sekarang, aku akan meminta maaf padanya dan memintanya menikah denganku."Melihat wajah cucunya yang lesu dan tidak memiliki semangat hidup, Tuan Besar Otto menarik napas dalam-dalam."Dulu, kamu menyalahkanku karena aku memisahkanmu dengan Kelly dan memaksamu menikahi Lisa yang nggak kamu cintai.""Sekarang, semuanya sudah berjalan sesuai keinginanmu. Lisa meninggalkanmu, kamu menikah dan mengadakan resepsi dengan Kelly, kamu masih belum puas? Apa yang kamu cari?""Ka

  • Melepas Masa Lalu   Bab 16

    Dibandingkan dengan Lisa yang sedang berbahagia, Keluarga Sanjaya kacau balau.Setelah Gavin mengusir Kelly dari vila, dia memberhentikan semua kartu kredit Kelly dan mengumumkan pada publik bahwa mereka sudah memutus hubungan.Tanpa perlindungan dari Keluarga Sanjaya, Kelly menghadapi berbagai macam kesulitan. Dia tidak ingin dikirim ke luar negeri, jadi setiap hari dia menunggu Gavin di depan vila.Begitu Gavin keluar, dia akan terus mengikuti Gavin.Dia mengabaikan harga dirinya, berlutut di depan Gavin dan memohon pada Gavin untuk memberinya kesempatan."Gavin, tolong jangan memperlakukan aku seperti ini. Aku sudah tahu salah, bolehkah kamu memaafkan aku kali ini saja? Kumohon.""Aku tahu sekarang kamu sedang marah, tapi aku bisa berubah. Aku bisa menjadi Kelly yang lemah lembut dan baik hati seperti yang kamu inginkan. Aku bisa berubah kapan saja.""Gavin, Paman, kalau perlu, aku bersedia menemui Lisa dan meminta maaf padanya. Tapi, jangan campakkan aku."...Kelly yang dulunya an

  • Melepas Masa Lalu   Bab 15

    Isi buku harian itu berakhir di hari perpisahan mereka.Lisa masih bisa melihat bekas air mata di buku harian itu, jantungnya tiba-tiba berdebar kencang. "Maaf.""Kenapa minta maaf?"Joseph memasuki ruangan, dia mengeluarkan pengering rambut dari laci dan membantu Lisa mengeringkan rambut.Ketika ujung jarinya mengusap kulit kepala Lisa, suasana menjadi agak ambigu.Namun, dia tampak sangat serius. "Maaf, Lisa.""Waktu itu, aku nggak tahu ibumu sedang sakit. Aku bukan cuma nggak menemanimu melewati masa sulit, aku malah marah dan pergi ke luar negeri.""Maaf sudah membuatmu menderita begitu lama."Dulu, dia pergi ke luar negeri karena kata-kata kejam yang diucapkan oleh Lisa.Selama bertahun-tahun, dia tidak berani mencari tahu segala sesuatu yang berhubungan dengan Lisa, bahkan tidak pernah menghadiri reuni kelas.Dia menghabiskan waktunya untuk bekerja, tetapi dia tetap tidak bisa melupakan Lisa.Rasa rindu yang sudah lama terpendam itu meluap. Akhirnya, tiga bulan yang lalu, dia mem

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status