Karena Tuan Besar Otto selalu memperlakukannya dengan baik, dia pergi ke rumah sakit.Gavin terbaring di ranjang rumah sakit, dia tampak sangat kurus dan terpuruk.Lisa hampir tidak bisa mengenalinya.Tuan Besar Otto tampak sangat murung. "Dia didiagnosis gagal ginjal. Dokter bilang dia nggak akan bertahan lebih dari sebulan."Lisa menunduk dan tidak mengucapkan sepatah kata pun.Dalam perjalanan ke rumah sakit, dia sudah mendengar hasil penemuan Joseph.Sejak Lisa pergi, kebiasaan Gavin berubah drastis. Dia merusak kesehatannya sepanjang hari.Bahkan setelah mengalami pendarahan lambung dan selamat dari kematian, hal pertama yang dilakukan olehnya adalah meminum minuman keras.Justru aneh kalau dia masih sehat.Gavin menatap kosong ke luar jendela, bibirnya terkatup rapat dan dia terdiam untuk cukup lama.Ketika didiagnosis menderita gagal ginjal, orang pertama yang terlintas di benaknya adalah Lisa.Ada banyak hal yang ingin dia ceritakan pada Lisa dan ada banyak hal yang ingin dia l
Lisa menatap mata Gavin, tidak terkandung sedikit pun rasa cinta.Dia mengangkat tangannya yang digenggam erat oleh Joseph sambil menjawab dengan jujur, "Seperti yang kamu lihat, dia tunanganku."Tanpa sadar, Joseph langsung melindunginya di belakang dan menatap Gavin dengan dingin.Gavin tiba-tiba berteriak dengan marah, "Bagaimana mungkin? Jelas-jelas, akulah orang yang kamu cintai! Bagaimana mungkin kamu tiba-tiba mencintainya?"Lisa tidak ingin berbasa-basi dengan Gavin, dia langsung menarik Joseph dan berjalan ke arah mobil."Lisa!"Gavin segera menghentikannya. Terdengar suara benturan, Gavin berlutut di hadapannya dan memohon dengan tulus."Lisa, selama ini kupikir aku mencintai Kelly. Tapi, sekarang aku baru menyadari kamulah orang yang kucintai.""Bolehkah kamu memberiku satu kesempatan? Aku sudah tahu salah, tolong maafkan aku."Di tengah berbicara, dia ingin meraih pergelangan tangan Lisa, tetapi Joseph langsung menendangnya hingga terjatuh ke tanah.Sekalipun Joseph adalah
Ketika bangun, Gavin menemukan dirinya berada di sebuah kamar asing.Kelly berbaring di sampingnya dengan bahu telanjang.Gavin yang merasa terjebak pun kehilangan akal sehat, dia langsung menendang Kelly yang sedang tidur di sampingnya."Ah!"Sebelum Kelly berteriak kesakitan, Gavin sudah mencengkeram erat lehernya hingga wajahnya memucat.Suara Gavin sangat dingin, seolah-olah disalurkan dari kejauhan. "Siapa izinkan kamu tidur denganku? Kamu cari mati?"Detik berikutnya, Kelly dihempaskan ke sudut ruangan dan perut bagian bawahnya menghantam lantai. Saking sakitnya, dia tidak bisa berkata-kata.Gavin mengeluarkan ponselnya untuk menelepon.Tak lama kemudian, sekelompok pengawal masuk dan memaksa Kelly untuk memakan pil kontrasepsi."Bawa dia ke rumah sakit untuk diperiksa. Kalau hamil, suruh dia aborsi."Mendengar ucapan ini, mata Kelly dipenuhi dengan keterkejutan. Sekujur tubuhnya gemetaran.Namun, Gavin tidak memberinya kesempatan untuk berbicara, dia langsung dibawa ke rumah sak
Gavin tidak menyangka dia akan melihat Lisa di koran.Di koran, Lisa berdiri di podium konferensi pers Badan Riset dan Inovasi Nasional. Dia tidak terlihat seperti wanita yang lusuh dan terpuruk, sebaliknya dia tampak sangat memukau.Bahkan pesonanya terpancar dari foto itu.Inilah Lisa yang sebenarnya.Gavin menggenggam koran itu dengan emosional. Dia hendak mencari Lisa, tetapi dihentikan oleh pengawal di pintu.Dia berkata dengan kebingungan, "Kakek, biarkan aku pergi. Aku mau mencari Lisa, bukannya Kakek menyukainya? Sekarang, aku akan meminta maaf padanya dan memintanya menikah denganku."Melihat wajah cucunya yang lesu dan tidak memiliki semangat hidup, Tuan Besar Otto menarik napas dalam-dalam."Dulu, kamu menyalahkanku karena aku memisahkanmu dengan Kelly dan memaksamu menikahi Lisa yang nggak kamu cintai.""Sekarang, semuanya sudah berjalan sesuai keinginanmu. Lisa meninggalkanmu, kamu menikah dan mengadakan resepsi dengan Kelly, kamu masih belum puas? Apa yang kamu cari?""Ka
Dibandingkan dengan Lisa yang sedang berbahagia, Keluarga Sanjaya kacau balau.Setelah Gavin mengusir Kelly dari vila, dia memberhentikan semua kartu kredit Kelly dan mengumumkan pada publik bahwa mereka sudah memutus hubungan.Tanpa perlindungan dari Keluarga Sanjaya, Kelly menghadapi berbagai macam kesulitan. Dia tidak ingin dikirim ke luar negeri, jadi setiap hari dia menunggu Gavin di depan vila.Begitu Gavin keluar, dia akan terus mengikuti Gavin.Dia mengabaikan harga dirinya, berlutut di depan Gavin dan memohon pada Gavin untuk memberinya kesempatan."Gavin, tolong jangan memperlakukan aku seperti ini. Aku sudah tahu salah, bolehkah kamu memaafkan aku kali ini saja? Kumohon.""Aku tahu sekarang kamu sedang marah, tapi aku bisa berubah. Aku bisa menjadi Kelly yang lemah lembut dan baik hati seperti yang kamu inginkan. Aku bisa berubah kapan saja.""Gavin, Paman, kalau perlu, aku bersedia menemui Lisa dan meminta maaf padanya. Tapi, jangan campakkan aku."...Kelly yang dulunya an
Isi buku harian itu berakhir di hari perpisahan mereka.Lisa masih bisa melihat bekas air mata di buku harian itu, jantungnya tiba-tiba berdebar kencang. "Maaf.""Kenapa minta maaf?"Joseph memasuki ruangan, dia mengeluarkan pengering rambut dari laci dan membantu Lisa mengeringkan rambut.Ketika ujung jarinya mengusap kulit kepala Lisa, suasana menjadi agak ambigu.Namun, dia tampak sangat serius. "Maaf, Lisa.""Waktu itu, aku nggak tahu ibumu sedang sakit. Aku bukan cuma nggak menemanimu melewati masa sulit, aku malah marah dan pergi ke luar negeri.""Maaf sudah membuatmu menderita begitu lama."Dulu, dia pergi ke luar negeri karena kata-kata kejam yang diucapkan oleh Lisa.Selama bertahun-tahun, dia tidak berani mencari tahu segala sesuatu yang berhubungan dengan Lisa, bahkan tidak pernah menghadiri reuni kelas.Dia menghabiskan waktunya untuk bekerja, tetapi dia tetap tidak bisa melupakan Lisa.Rasa rindu yang sudah lama terpendam itu meluap. Akhirnya, tiga bulan yang lalu, dia mem