INICIAR SESIÓNBERSAMBUNG
Di saat spanning keduanya sama-sama sudah tinggi dan kini tinggal satu penghalang lagi, Eneng akan berpolos ria dan satu dorongan pelan, akan merubah segalanya.Mante kontan terdiam, sebab selintas di otaknya terbayang wajah…Maya, ibunda dari wanita si cantik jelita ini, sekaligus mantan kekasihnya di masa lalu 16 tahunan yang lalu.Mante, langsung bangkit dari tubuh indah ini dan duduk di dekat Eneng, yang aslinya sudah pasrah dan dia tidak akan menolak di ajak terbang ke awan.Rudal balisitik yang awalnya tegang kini perlahan-lahan turun. Eneng yang kaget dengan perubahan ini lalu membuka matanya dan menatap pria bertubuh kokoh ini, yang duduk melengut di sampingnya ini dengan tubuh yang sudah polos.Saat Eneng menatap wajah Mante, Eneng kaget, mata pria matang yang ia kagumi ini terlihat berkaca-kaca.“Om…kenapa Om…menangis, apa yang terjadi, apakah Eneng ada salah?” kata Eneng menhaan debaran hatinya dan bertanya hati-hati.Mante menoleh ke samping, saat melihat tubuh mulus ini, y
“Yuks Om kita jalan,” ajak Eneng Dafiana dan Mante pun mengangguk, meninggalkan Romeo yang masih diam termangu dan kini termenung duduk di teras.Romeo hanya menatap saat mobil mewah ini meninggalkan halaman rumah ini, setelah nenek Marsa masuk ke dalam. Beda dengan Romeo, si nene ini malah sudah beri lampu 'ijo' buat Mante dan Eneng.Romeo masih duduk termangu dan tidak beranjak dari tempatnya. “Wajah kakak dan Om Mante tak bisa bohong, keduanya agaknya saling menyukai, aaahh bikin pusing saja,” sungut Romeo menahan kemangkelan hatinya, sebab tak menyangka hubungan Mante dan kakaknya makin dekat.Saat akan masuk, datanglah Kang Ubet dengan motornya, Romeo menahan kakinya dan menahan tawa dengan pria ini, yang terus tak nyerah kejar kakaknya, padahal sudah di tolak Eneng.“Romeo mana kakakmu?” tanya Kang Ubed sambil bawa sebuah bungkusan dan mata Romeo menebak, pasti ini kue isinya.“Kakak aku sudah jalan dengan kekasihnya ke Jakarta barusan tadi,” sahut Romeo cuek, mata Kang Ubed
“Kakek jangan bercanda aah..!” ceplos Romeo tak percaya, si kakek ini ngomong nya enteng banget, seolah duit nggak ada artinya buatnya, pikirnya.Sehingga bikin kaget lalu ketawa Mamon dan juga istrinya, sebab wajah Romeo terlihat luchuuu kalau lagi begitu. “Kak, kakekku itu nggak pernah becanda kalau nolong orang, ayoo aku temanin belanja,” kata si bocil Brandon yang sudah baikan kakinya, hingga bikin Romeo makin terkejut, tangannya setengah di seret Brandon.Hingga Romeo bak mimpi saja, saat tanganya terus di tarik Brandon menuju ke toko SOG* yang luas dan memanjang ke dalam ini, dikuti Mamon dan Brgitha di belakang. Bukan Romeo yang sibuk, tapi..Brigitha lah yang sibuk memilihkan pakaian buat Romeo, seolah si ganteng jangkung ini cucunya sendiri. Bahkan dua sepatu kets berharga lebih dari 5 juta juga di belikan. Hasilnya…empat kantong belanjaan kini berada di tangan Romeo. Tak lupa buat nenek dan kakanya juga ia belikan.Tidak cukup hanya itu, ponsel berharga lebi 30 jitog plus
Romeo kembali bikin pengamat tarung bebas berdecak kagum, di usia belianya, mampu bikin KO lagi musuhnya di pertandingan ke 4 ini dan lagi-lagi di ronde pertama, padahal musuhnya berusia 19 tahun dan sudah 7X naik ring.Ini benar-benar rekor, sebab sejak tanding yang pertama, sampai yang ke 4 ini, semua musuhnya KO di ronde pertama.Sehingga rekornya saat ini adalah 4-0, dan peringkatnya otomatis naik di kelas yang ia pilih saat ini, yakni kelas Super Lightweight atau Junior Welter, dengan berat tubuh 63 kilogram ke atas.Koh Awe sudah janji, 2 pertandingan lagi dan bila menang terus, maka Romeo akan menantang juara Intercontinental di pertandingan ke 7 nya, dia juga menghitung usia Romeo pas 16 tahun dan itu syarat untuk naik kelas ke level senior.Romeo sendiri berencana naikan lagi bobot tubuhnya, agar bisa bertanding di kelas Welterweigth, atau dengan bobot tubuh 66 kilogram ke atas, yang pastinya di kelas ini banyak petarung hebat…dan pastinya juga bayarannya lebih besar, itulah
Eneng yang kini berada di dekat jendela mobilnya, membuat Mante Razak tak enak hati, apalagi dua orang menatapnya tak senang dengan pikiran beda, yang satu cemburu, yang satunya bingung kenapa si kakak makin akrab dengan Mante.“Sudahlah Eneng, kasian pacar kamu curiga, juga tak enak dengan Romeo,” kata Mante pelan, sambil menatap si cantik ini, yang makin di tatap, hati Mante makin gimana gicuu.Rasa cintanya ke Maya kini berubah ke Eneng…tak ada yang tahu, rumah tangga Mante dan dua bininya sebenarnya ada masalah…!Romeo juga tak tahu, Mante Razak sudah 3X ke sini menemui kakaknya ini, pasca dulu ia usir dan sempat akan bentrok.Karena saat datang, Romeo tidak ada rumah, pertama dia masih di sasana berlatih, yang kedua saat dia bertanding di Jakarta dan sore jelang malam ini yang ke 3X nya Mante datang berkunjung dan tanpa setahu Romeo, kakaknya diam-diam makin klepek-klepek dengan Mante Razak.Tapi...rasa itu Eneng pendam dalam hati, sebab dia tahu pria tampan matang itu sudah memi
“Yuli…sudah pindah SMU ke Jakarta?” tanya Romeo kaget, 3 hari setelah kemenangannya yang ke 3.Ujang dan Beti kasih tahu itu langsung sambil mengangguk, bahkan saat ini Yuli sudah nggak ada di Bogor, setelah kepergok ibunya menemui Romeo di tempat latihan, 5 hari sebelum Romeo bertarung yang ke 3X nya tersebut.“Nomor ponselnya juga udah ganti,” kata Beti menambahkan cerita Ujang, hingga Romeo termenung. Kini putuslah sudah komunikasi keduanya.Padahal kemenangan ini ingin ia persembahkan buat Yuli, yang setia menemaninya latihan, hingga semangatnya naik berliat-lipat.Romeo sendiri tetap pilih SMU di Kabupaten Bogor untuk lanjutkan pendidikannya, bahkan biarpun jawara saat kelulusan, Romeo tetap pilih SMU negeri biasa, agar satu sekolah lagi dengan Ujang dan Beti, juga pastinya tak bayar SPP.Romeo pikir tak perlu harus pindah ke Jakarta, kecuali buat bertanding, lagian Bogor dan Jakarta tak terlalu jauh.“Sabar ya brother, fokus ke karir ajee dulu,” kata Ujang bak orang dewasa saja
Usai berkata begitu, si orang tua ini pamit dengan alasan sudah mau senja dan pergi begitu saja, meninggalkan Raymond yang masih terkaget-kaget.Ambar yang tak dengar ucapan si orang tua asyik ngobrol dengan warga setempat, fasihnya Ambar bahasa daerah ini membuat suasanaa jadi cair.Tanpa sadar Ray
Tanpa sadar keduanya saling melumat, sesaat keduanya larut dan saling menumpahkan rasa kangen rindu selama bertahun-tahun.Tak bisa di pungkiri baik Rayond ataupu Rahma sama-sama masing sangat mencintai, namun…tiba-tiba mereka tak sadar di tengah-tengah mereka ada Mamon.“Ihh mama…Om, badan Mamon sa
Dan benar saja…! Saat sidang gugatan 3 mingguan kemudian, Raymond memenangkan gugatannya. Dan sejak saat itu pula, Sanusi Rukmono dan Aron Talang menghilang dan jadi buronan kepolisian dan kejaksaan!Sebab dalam materi gugatan yang ia menangkan itu, Raymond yang di wakili Mike Sikumbang pengacaranya
Tiga bulan sudah Raymond berkantor di PT Bara Omega yang sebentar lagi akan berubah nama jadi Razak Oil Corporation.Usai jalankan kewajibannya dan akan ngopi sekaligus sarapan di kamarnya yang memang komplet ada meja makannya, yang setiap pagi di sediakan ART di kantor ini.Tiba - tiba saja bulu ku







