Home / Urban / Membagi Jatah Untuk Ipar dan Mertua / Bab 596: Bertemu Raymond dan Mamon

Share

Bab 596: Bertemu Raymond dan Mamon

Author: mrd_bb
last update Huling Na-update: 2026-02-11 18:51:03
Putri Intan pegang tangan Mante dan tiba-tiba kaget dan bak tersengat listik. “Mante, siapa ayah dan ibumu?” tanya Putri Intan mengejutkan si preman ini, tapi hanya sesaat, karena si cantik ini tarik lagi tangannya.

“A-apa maksud kamu dok?” tanya Mante tergagap, tak menyangka Putri Intan akan bertanya soal ortunya.

“Siapa nama ayah dan ibumu,” kembali dokter Putri Intan bertanya, tatapan wanita jelita higthclass ini sangat menusuk tajam, inilah turunan dari ayahnya, tak beda jauh dengan mata Man
mrd_bb

BERSAMBUNG

| 17
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (3)
goodnovel comment avatar
Yeni Andriana
sengaja biar ceritanya panjang dan bikin gemes pembacanya hmmm
goodnovel comment avatar
Indarto
Gak asikk... harusnya langsung bilang aja kalau Nama Asliku Mante Talang dan nama Ibuku Bresia Talang
goodnovel comment avatar
kekasih hati
kenapa gak langsung bilang aja
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Membagi Jatah Untuk Ipar dan Mertua   Bab 648: Pesan Aneh dari Kakek Tua

    Di sebuah jalan sepi , Mante kaget mobilnya tiba-tiba mogok!“Ahh sial ni mobil tua ini, mana aku ngga bawa alat-alat bengkel lagi, masa aku harus bermalam di jalan yang sepi ini,” batin Mante jengkel bukan main, mana ini sudah pukul 3 dinihari lagi, batinya.Mante lalu keluar dari mobil ini dan menatap jalanan yang sepi, dia sama sekali tidak takut, pengalaman di alam masalalu membuat batinnya sudah teruji kuat dan mau mogok di tempat angker sekalipun hatinya bisa saja.Saat dari kejauhan melihat ada nyala lampu pelita yang menandakan itu sebuah rumah, Mante tanpa ragu ke sanalah ia menuju.Dan memang benar, ada gubuk tua yang ada pelitanya di depan rumah.“Siapa di luar?” terdengar suara dari rumah saat Mante mengetuknya, lau terdengar pintu rumah ini di buka.Mante menatap si tuan rumah yang wajahnya teduh dan menyenangkan, seorang pria tua kurus dengan kopiah yang sudah agak pudar warnanya, bajunya koko putih yang juga agak kekuningan termakan usia .“Siapa di luar kek?” terdengar

  • Membagi Jatah Untuk Ipar dan Mertua   Bab 647: Kembali ke Alam Masa Depan

    Raka benar-benar membuktikan ucapan Ki Puji, selain bersama Putri Moana dia juga dengan Putri Arumi dan dua dayangnya.Ketiga wanita cantik dengan tubuh menggiurkan berhasil dia taklukan dan kini tertidur kelelahan setelah mengarungi percintaan yang tiada puasnya malam lanjut siang dan malam lagi dan ini sudah hari ke 6, bukan main daaahh. Hanya Mante yang tetap setia dengan Maharatu Dyah, terlebih bibit-bibit cinta sudah tumbuh di hatinya, uhuiiii .Beda dengan Raka, seolah tak kenal puas dan tanpa dia sadari itu semua gara-gara…kalung mestika yang masih pakai Raka dan anehnya Mante sama sekali tidak keberatan dengan ulah adiknya ini.Hari ke tujuh...Prabu Rangkabhumi geleng-geleng kepala menatap salah satu cucutnya ini, yang terlihat kelelahan dan ketiduran dengan dalam pelukan Putri Arumi dan di dekat kakinya ada dua dayang jelita yang juga terlihat kecapekan dan lagi enak-enakan molor.Lalu si roh sakti ini membaca mantera – mantera dan meniupkan ke wajah Raka.Tranggg….Raka da

  • Membagi Jatah Untuk Ipar dan Mertua   Bab 646: Dayangpun di Embat!

    “Asyik benar kalian di sini, apakah mau selamanya di sini,” tegur si pria parobaya yang masih tampan dan berpakaiaa santai, walaupun terlihat tetap elegan ini.“Kakek leluhur….nggaklah, mau pulang lagi, tapi minta waktu bolehkah,” sahut Raka cepat, sambil menahan kekagetan hatinya.Si kakek leluhur yang tak lain adalah Prabu Rangkabhumi menatap kedua keturunannya ini bergantian.“Raka…jadi inikah kakek leluhur kita, wajahnya mirip papa kita?” bisik Mante dengan suara bergetar, sebab baru pertama kalinya bertemu roh Prabu Rangkabhumi.“Iya Bang, inilah Prabu Rangkabhumi kakek lelulur kita, yang kesohor miliki banyak haremm cantik-cantik …aduhhh!”Raka kaget kepalanya kena kemplang kakek leluhurnya, Mante ikutan kaget, getukan di kepala Raka bikin nyalinya seketika ciut, padahal jaraknyaa 2 meteran dari Raka, tapi secara hebat mampu menggetuk kepala Raka.“Ku beri waktu seminggu dari sekarang, pulang kembali ke masa depan, atau kalian bertahan selamanya di sini, nggak ada lagi tawar men

  • Membagi Jatah Untuk Ipar dan Mertua   Bab 645: Sama Ajee Kelakuan

    Sampai putar-putar satu kadipaten, Raka dan Putri Moana gagal menemukan dua orang borunan kakap ini.Akhirnya mereka pun balik lagi ke istana kadipaten yang kini sudah di kuasai pasukan Kerajaan Bhumi Salak, dan Ki Barudak si komandan pasukan yang memimpin pasukan ini di tugaskan sebagai pejabat Adipati sementara.Dia langsung bawa Raka dan Putri Moana masuk ke dalam ruangan utama kadipaten ini dan dengarkan laporan Raka dan Moana tentang kedua pelarian ini.“Pasti kelak mereka akan di temukan di manapun bersembunyi, sebelum pangeran dan tuan putri balik ke kotaraja, apakah ingin bertahan di sini dulu beberapa hari?” tawar Ki Barudak.Tapi Raka dan Moana izin pamit sambil cari info keberadaan kedua buronan paling di cari ini, apalagi mereka sudah lumayan lama meninggalkan kotaraja.Sepanjang jalan keduanya tetap menikmati bulan madu yang tiada puasnya, apalagi kalau ada air terjun di sebuah hutan keduanya asyik mandi-mandi di sana.Tanpa keduanya sadari, seseorang menonton ulah keduany

  • Membagi Jatah Untuk Ipar dan Mertua   Bab 644 : Kejar Raja Aron

    Yang namanya enak, nggak bakalan berhenti hanya satu hari, keduanya terus ulang percintaan ini hingga 7 hari 7 malam.“Gileeee…nafsu kamu benaran deeh, kayak minum obat puyer, minta terus, capek akuuuh ngangkang saban hari,” sungut Putri Moana yang saban hari di bawa olahraga asoiii oleh suaminya ini.“Maaf...abisnya enak sihh,” sahut Raka terkekeh sambil memeluk tubuh denok bininya, tapi di tepis Moana.“Haduehh…bisa ngesot aku, udah ambil ajah selir sebanyak yang kamu suka kelak,” gerutu Putri Moana dan saat membuka jendela penginapan, Moana kaget bukan main, ratusan parjuri terlihat berlalu lalu di kota ini.“Raka apa yang terjadi, kenapa ratusan prajurit berseleweran.” seru Moana kaget.Mendengar Raka seolah baru nyadar dengan tugasnya, dia bangkit dari ranjang dan menatap ke jalanan.Plakk…Raka tepuk jidatnya.“Sayang, cepatan berpakaian, aku lupa dulu ayahanda Panglima bilang bila dalam 2 minggu tidak ada kabar, maka dia akan kirim pasuka besar ke sini. Dueeh pasti terjadi sudah

  • Membagi Jatah Untuk Ipar dan Mertua   Bab 643: Olesi Pedang dengan Darah Perawan

    “Asal kau tahu suamiku sayang, ibuku kenal baik dengan ayahmu, aku bahkan pernah bertemu beliau dahulu, saat datang ke alam masalalu ini!” sahut Putri Moana senyum.“Oh yaaa…wah kelak aku akan tanyakan ke papa, kenapa nggak bilang kalau pernah bertemu dengan kamu dan Nyi Kundir, eh mama mertua?” sahut Raka tertawa.“Sekarang…silahkan nikmati tubuhku malam ini dan selamanya, sebab aku adalah istrimu saat ini, pelan-pelan yaah…!” bisik Putri Moana malu-malu, layaknya gadis perawan siap di belah durennya oleh sang suami.Raka…dengan mata biawaknya langsung lepas jubahnya, juga baju dalemnya sekalian, lalu pagut Putri Moana dan mendorongnya ke kasur empuk dan dingin ini.Begitu Putri Moana lepas baju tipisnya dan perlihatkan bulu keteknya yang belum di cukur, si jelita ini kontan menjerit manjalita, saat Raka dengan nakalnya menciumi ketek wangi ini hingga Moana kini mendesah-desah makin nyaring.“Ih doyan amat sih ama ketek, mana berbulu lagi…?” bisik Moana yang diam-diam mulai basah di

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status