Share

8. The Icebreaker Moment

Biyan sudah tiba di Yunani.

Vila yang dia tempati dekat dari lokasi residensimu.

Lelah dan kantuk yang menyergap Adisti selama di pesawat serta-merta menguap. Langkahnya terhenti kala memasuki Bandara Internasional Eleftherios Venizelos, Athena, untuk memastikan matanya tak salah membaca deretan kata-kata itu.

Tinggal satu kali perjalanan darat lagi, dia akan bertemu sang suami.

“Hei, ternyata kamu ada di sini.”

Adisti mendongak saat mendengar seseorang berbicara dalam bahasa Indonesia. Sosok itu, seorang pria dengan rambut ikal, menghampirinya. Siapa namanya—Adisti lupa. Satu hal yang pasti, dia adalah teman satu rombongan yang juga lolos seleksi residensi.

“Kita terpisah row di pesawat, makanya kamu enggak ingat aku,” pria itu meneruskan, seakan-akan dapat menafsirkan kebingungan yang tercetak di wajahnya. “Batara. Kamu Adisti, kan?”

Adisti mengangguk cepat. “Maaf, aku… udah lama enggak terbang jauh.”

“So am I. Ini penerbangan pertama setelah pandemi,” sahutnya. “Kita harus
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status