共有

Pria Biasa

作者: Erna Azura
last update 公開日: 2026-03-13 19:40:00

Kaluna sudah dalam keadaan segar habis mandi ketika malam benar-benar turun di Jakarta.

Lampu kamar hanya menyala setengah, tirai jendela terbuka sedikit memperlihatkan gemerlap lampu kota dari kejauhan.

Ia duduk bersila di atas tempat tidur dengan ponsel di tangan.

Tiba-tiba dia tersenyum sendiri tanpa sebab.

Beberapa kali ia membuka aplikasi chat lalu menutupnya lagi.

“Kenapa jadi grogi begini sih,” gumamnya kemudian terkikik geli.

Padahal dua hari penuh dia da
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (5)
goodnovel comment avatar
rianur378
sepuluh k,,,,,,
goodnovel comment avatar
Ami tsamarat
manis bgt dah kaluna satria sekarang happy happy aja dulu sebelum badai datang balik nya
goodnovel comment avatar
Ami tsamarat
klo mereka tau kaluna suka sama satria sekretarisnya mungkin hanya riley yg mengerti sedangkan kanaya mungkin enggak tapi moga aja sebagai kembaran nya kanaya bisa jadi support sistem nya kaluna
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Menantang Kasta   Gosip

    Pagi di rumah bapak dan ibu dimulai jauh lebih cepat dibanding kehidupan mereka di Jakarta.Saat langit masih diselimuti kabut tipis, suara ayam jantan sudah lebih dulu memecah kesunyian.Udara Bandung yang dingin menyelinap masuk dari sela jendela.Aroma kopi hitam dan bawang putih tumis dari dapur membuat Kaluna perlahan membuka mata.Ia mengerjap beberapa kali.Butuh beberapa detik untuk mengingat kalau sekarang dia bukan lagi berada di apartemen kecil mereka di Jakarta.Melainkan di rumah sederhana milik bapak dan ibu.Di desa.Kaluna menoleh ke samping.Satria sudah tidak ada.Selimut di sisinya dingin.Berarti pria itu sudah bangun lebih dulu.Kaluna duduk perlahan.Bekas operasinya masih terasa sedikit tertarik, tapi jauh lebih baik dibanding beberapa hari lalu.Setelah mandi dan berganti pakaian dengan blouse krem longgar dan celana kulot bahan linen, Kaluna keluar kamar.Ia mendapati Satria sedang membantu bapak di halaman belakang.Keduanya tampak sedang memi

  • Menantang Kasta   Pulang

    Perjalanan dari Jakarta ke Bandung terasa jauh lebih sunyi dari biasanya.Satria dan Kaluna sedang tenggelam dalam pikirannya sendiri.Mobil Satria melaju membelah jalan tol dengan kecepatan stabil.Kaluna duduk di kursi penumpang sambil sesekali menatap ke luar jendela.Gedung-gedung tinggi perlahan menghilang.Digantikan hamparan hijau, pepohonan, sawah, dan langit yang terasa lebih luas.Udara pun perlahan berubah.Lebih sejuk dan ringan.Dan entah kenapa lebih menenangkan.Kaluna mengusap perutnya pelan.Bekas operasi itu masih terasa sesekali.Tidak terlalu sakit.Tapi cukup untuk mengingatkannya pada apa yang baru saja mereka lalui.Di sampingnya, Satria fokus menyetir.Tangannya mantap di kemudi.Namun tatapannya lebih dalam dari biasanya.Kaluna melirik sekilas.“Sayang…”“Hm?”“Kamu enggak nyesel, kan?”Pertanyaan itu membuat tangan Satria sedikit mengencang di setir.“NyeseI apa?”“Pulang ke Bandung.”Sunyi beberapa detik.Sampai akhirnya Satria mengg

  • Menantang Kasta   Membahagiakan Ratu

    Pagi di Manhattan terasa jauh berbeda dari Jakarta.Udaranya dingin namun segar. Langit biru terang. Sinar matahari memantul di kaca-kaca gedung tinggi, membuat kota itu terlihat seperti hidup tanpa pernah benar-benar tidur.Di dalam penthouse, Ratu baru saja selesai sarapan ketika Zyandru keluar dari walk-in closet.Hari ini pria itu tampil berbeda.Bukan kaos santai seperti semalam.Melainkan kemeja putih fitted, coat hitam panjang, jam tangan mewah, dan rambut yang tertata rapi.Benar-benar seperti pria yang keluar dari cover majalah bisnis.Ratu yang sedang duduk di kitchen island sampai tersedak air putih yang dia minum.Matanya mengerjap beberapa kali.Zyandru yang sadar sedang diperhatikan justru menyeringai.“Kenapa?”Ratu cepat menggeleng.“Enggak…”“Bohong.” Zyandru berjalan mendekat.Membungkuk sedikit.“Gelagat kamu aneh.”Pipi Ratu langsung memanas. “Ganteng banget .…” Kalimat itu keluar beg

  • Menantang Kasta   Memutuskan Untuk Pulang

    Matahari pagi kini sudah benar-benar naik.Cahayanya masuk dari balik jendela apartemen kecil mereka, memantul lembut di lantai keramik dan meja makan mungil yang sejak tadi dipenuhi aroma mentega, roti panggang, dan telur orak-arik.Di dapur kecil itu, Satria sibuk sambil mengenakan celemek hitam yang entah sejak kapan melingkar di pinggangnya.Tangannya cekatan menuang teh hangat ke dalam dua cangkir.Sesekali matanya melirik ke arah kamar.Memastikan Kaluna baik-baik saja.Sejak pulang dari rumah sakit, pagi-pagi mereka berubah.Tidak ada lagi pagi yang terburu-buru.Tidak ada lagi suara notifikasi email pekerjaan atau jadwal interview.Yang ada hanya Kaluna.Dan memastikan istrinya pulih.Beberapa menit kemudian, suara pintu kamar mandi terbuka terdengar.Satria refleks menoleh.Dan seketika tatapannya melembut.Kaluna keluar dari kamar dengan rambut yang masih setengah basah.Tubuhnya dibungkus dress rumahan berbahan katun lembut. Wajahnya masih pucat, tapi jauh le

  • Menantang Kasta   Orang Yang Paling Mengerti

    Langit masih gelap.Sinar matahari belum benar-benar muncul, hanya semburat jingga tipis yang mulai membelah ufuk timur.Area kolam renang apartemen pun masih sepi.Belum banyak penghuni yang turun. Belum ada suara anak-anak. Belum ada riuh percakapan para penghuni.Hanya suara air yang sesekali beriak dan embusan angin pagi yang menyentuh permukaan kolam.Satria duduk sendirian di salah satu kursi santai dekat tepi kolam.Rambutnya masih basah sehabis berenang.Kaos abu-abu tipis menempel di tubuh atletisnya yang juga masih sedikit lembab setelah sesi gym dan berenang.Biasanya aktivitas pagi seperti ini bisa membuat kepala Satria lebih jernih.Tapi tidak hari ini. Tatapannya kosong ke permukaan air.Ponsel di tangannya sudah terbuka sejak beberapa menit lalu.Nama Bapak yang tertera di layar membuat dadanya terasa berat.Jempolnya sempat berhenti beberapa detik. Ragu.Lalu akhirnya Satria menekan tombol panggil.Nada sambung terdengar.Satu kali.Dua kali.Sampai ak

  • Menantang Kasta   Saran Untuk Pulang

    Matahari sore mulai condong ketika pintu ruang rawat akhirnya terbuka.Seorang dokter masuk sambil membawa clipboard di tangan.“Untuk kondisi pasien sudah stabil,” katanya sambil menatap Satria. “Lukanya juga bagus, tidak ada perdarahan lanjutan. Kalau tidak ada keluhan, pasien sudah boleh pulang hari ini.”Sesuatu di dada Satria yang sejak beberapa hari terakhir terasa berat akhirnya sedikit mengendur.“Terima kasih, Dok.”Dokter mengangguk lalu pergi.Begitu pintu tertutup, Satria langsung menoleh ke arah Kaluna.Kaluna yang sejak tadi duduk bersandar di ranjang pasien tersenyum kecil. Lemas. Tapi hangat.“Akhirnya…,” bisiknya.Satria ikut tersenyum.Namun senyum itu berbeda. Lebih lega. Lebih tulus. Dan mungkin sedikit rapuh.Karena hanya dia yang tahu betapa berat beberapa hari terakhir. Biaya rumah sakit. Biaya operasi.Harga dirinya yang diinjak di depan keluarga Kaluna.Dan jam Rolex yang kini sudah tidak lagi

  • Menantang Kasta   Sudah Saatnya

    Tapi baru saja Kama duduk di kursi kebesarannya.Suara pintu terdengar diketuk.Tok.Tok.“Masuk.”Pintu terbuka pelan.Seorang wanita paruh baya masuk dengan raut wajah tegang. Ia adalah kepala HRD AG Group pusat.“Maaf mengganggu, Pak Kama… ada hal penting yan

  • Menantang Kasta   Tidak Akan Mudah

    Ting ….Suara denting terdengar pertanda pintu lift akan terbuka.Davanka keluar dari dalam lift kemudian menderapkan langkah menuju ruangan CEO.Dari jauh, Satria sudah menangkap sosok Davanka.Dia keluar dari mejanya menyambut pria itu yang datang tanpa pemberitahuan, karena biasanya jika ada

  • Menantang Kasta   Lebih Kuat

    Pagi itu, meja sarapan di mansion keluarga Gunadhya terasa sedikit berbeda.Biasanya santai tapi tidak seperti biasa, hari ini lebih khidmat.Kaluna turun mengenakan setelan blazer putih gading dengan rok span selutut. Rambutnya ditata rapi, makeup natural namun tegas. Elegan. Profesional. Tak te

  • Menantang Kasta   Tidak Dengan Pria Manapun

    Arshavina gelisah semalaman setelah sang suami memberitahu apa yang sesungguhnya terjadi dengan Kaluna, dia yakin kalau Kanaya-kakak kembar Kaluna belum tahu tentang ini.Jadi, keesokan harinya setelah sang suami tercinta pergi ke kantor.Ia duduk lama di paviliun sayap kanan Mansion dengan buku

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status