LOGINJika acara pagi dipenuhi doa.Dan acara siang dipenuhi rasa terima kasih.Maka acara malam dipenuhi oleh satu hal yang sangat sederhana.Keluarga.***Menjelang magrib, rumah kembali berubah wajah.EO yang sejak pagi belum sempat duduk mulai bergerak lagi.Dekor siang yang natural diganti sedikit lebih elegan.Lampu taman dinyalakan.Floating candle di kolam ikan kembali menyala.Pantulan cahaya bergerak pelan di permukaan air.Area makan luas yang tadi dipenuhi tetangga dan petani—diganti menjadi konsep dinner keluarga.Meja kayu dipertahankan.Tapi ditambah table runner warna champagne.Lilin LED.Vas kaca tinggi berisi bunga putih.Lampu gantung rotan bercampur fairy light membuat seluruh taman terasa hangat.Bukan pesta keluarga konglomerat yang dingin.Lebih seperti jamuan di halaman rumah orang yang sedang sangat bahagia.Band yang tadi akustik kini berganti format.Tetap sederh
Jika acara pagi dipenuhi doa dan suasana yang membuat hati hangat—maka acara siang adalah tentang akar.Tentang dari mana seseorang berasal.Dan bagaimana seseorang memilih untuk tidak melupakan tempat dia tumbuh.***Begitu pengajian selesai, rumah tidak langsung sepi.Tim EO bergerak cepat seperti pasukan terlatih.Karpet pengajian digulung.Area duduk lesehan dipindahkan.Beberapa dekor bunga dipertahankan.Kursi kayu ditambah.Meja panjang dibuka.Tenda transparan di taman mulai dipakai.Lampu gantung rotan yang tadi hanya dekor—siang itu mulai terasa fungsinya.Band akustik yang sejak pagi standby mulai melakukan sound check.Bukan band besar.Bukan penyanyi ibu kota.Hanya empat orang.Penyanyi perempuan.Keyboard.Gitar.Cajon.Dan lagu-lagu yang dipilih juga aneh.Bukan lagu pesta.Tapi lagu-lagu yang terasa seperti pulang.Sampai beberapa lagu lawas Sunda yang diaransemen modern.Kaluna pergi ke balkon lantai dua hanya untuk memperhatikan semuanya ber
Hari di mana pesta besar yang telah dipersiapkan oleh seluruh jiwa dan raga sang ibu hajat—akhirnya tiba.Pagi itu rumah baru Satria dan Kaluna bangun lebih dulu dibanding matahari.Kabut Lembang masih menggantung tipis di atas hamparan sawah ketika lampu-lampu taman yang menyala lembut telah dimatikan.Kali ini tidak ada suara bor maupun suara tukang.Hari ini rumah impian Satria dan Kaluna akan resmi diperkenalkan kepada dunia.***Sejak kemarin, halaman depan telah berubah.Kaluna yang beberapa hari lalu hampir kehilangan kewarasan karena persiapan—hari ini hanya bisa berdiri terpekur sambil menatap semuanya selesai.Tema HOME — Where Love Begins benar-benar terasa.Tidak berlebihan. Tidak seperti pesta keluarga konglomerat yang dingin dan terlalu mewah.Melainkan pesta yang akan terasa hangat dan ‘sederhana’ versi Konglomerat.Pintu masuk sedang dihiasi rangkaian bunga putih, krem, dan hijau sage. Bunga lokal seperti sedap malam, mawar putih, baby breath dan daun eucaly
Pagi berikutnya, Kaluna bangun dengan mata sedikit sembab.Meski semalam mereka sudah baikan, tubuhnya tetap terasa lelah.Bukan cuma fisik.Tapi pikiran.Beruntung si kembar tidak bangun.Ternyata membuat pesta untuk tiga kelompok tamu berbeda bukan perkara mudah.Dia membuka ponsel.Ada dua puluh tujuh chat dari EO.Kaluna menutupnya lagi.Tidak sanggup.Sementara di sampingnya, Satria sudah tidak ada.Kaluna turun dari atas ranjang kemudian berjalan menuju pintu.Dari lorong sudah terdengar suara ramai dari kamar si kembar.Kaluna bergerak ke sana. Di dalam kamar si kembar, Satria sedang memangku Arutala sambil sesekali mengangkat badan kecil itu ke udara.Arunika ada di baby bouncer.Begitu menyadari sosok Kaluna—Satria mengangkat pandangannya.Senyum Satria terbit begitu cerah secerah mentari pagi. “Pagi.”Kaluna bersandar di bingkai pintu sebelum akhirnya menyahut, “Pagi.”Kaluna me
Sejak hari itu—rumah baru resmi menjadi milik mereka.Dan entah kenapa setelah rumah selesai, hidup tidak otomatis jadi lebih santai.Justru sebaliknya.Karena sekarang Kaluna punya proyek baru.Baby shower sekaligus selamatan rumah.Awalnya ide itu terdengar sederhana.Undang keluarga dan tetangga sekitar.Makan bersama.Doa.Selesai.Tapi yang memegang ide adalah Kaluna.Dan Kaluna tidak pernah tahu arti kata sederhana.***Tiga hari terakhir rumah itu berubah seperti kantor proyek.Di meja makan terbuka beberapa katalog dekorasi.Laptop menyala.Sampel kain.Moodboard.Daftar tamu.Layout meja.Pilihan bunga.Vendor dessert.Pilihan photobooth.Kaluna bahkan menyewa EO dari Jakarta.Karena menurutnya—kalau sudah sekali buat, sekalian buat pesta yang keren.Dia ingin pesta yang hangat.Modern.Elegan.Bukan pesta yang terasa seperti acara perusahaan.Tema yang dia pilih adalah HOME — Where Love Begins.Dominasi warna putih, cream, sage green dan sedikit
Tiga bulan kemudian, rumah impian Satria dan Kaluna akhirnya selesai dibangun.Bukan selesai sebagai bangunan yang baru berdiri lalu buru-buru ditempati.Tapi benar-benar selesai sempurna, meski finishingnya memakan banyak waktu karena om Kaivan harus menunggu hujan deras demi membuktikan tidak ada yang bocor, saluran air bekerja dengan baik, saluran pembuangan pun tidak ada yang tersumbat oleh material bangunan.Dan pagi itu ketika kabut masih menggantung tipis di antara sawah dan pegunungan, mobil Satria masuk ke halaman rumah baru mereka.Kaluna duduk di kursi penumpang depan.Di belakang—dua nanny duduk menemani si kembar yang sekarang lebih besar tubuhnya dibanding tiga bulan lalu.Arutala sudah mulai sering menatap orang.Arunika suka mengoceh sendiri.Dan yang paling berubah—mereka sudah tidak serapuh dulu.Sampai Kaluna kadang bingung bagaimana mungkin bayi bisa tumbuh secepat itu.Satria memarkirkan mobilnya di garasi.Dia turun duluan lantas membuka pintu untuk Ka
Pagi itu Ratu bangun jauh lebih awal dari siapa pun.Jantungnya berdebar kencang bahkan sejak membuka mata.Hari yang selama ini dia tunggu akhirnya tiba.Hari wisuda.Hari ketika seluruh perjuangan begadang, revisi, laporan, penelitian, presentasi, dan sidang skripsi akhirnya
Bandung malam itu jauh lebih ramai dibanding biasanya.Akhir pekan membuat jalanan di sekitar kampus dipenuhi kendaraan.Namun hal itu sama sekali tidak mengurangi suasana bahagia keluarga kecil bapak Sutisna karena besok adalah hari yang sangat penting.Hari wisuda Ratu.Setelah bertahun-tahun
Ratu mengembuskan napas panjang begitu pintu apartemennya tertutup.Hari itu benar-benar melelahkan.Sejak pagi dia mondar-mandir membantu tim proyek di kantor konsultan arsitek milik Om Kaivan, tempatnya magang.Mengecek gambar kerja. Membantu revisi desain. Mengikuti meeting dengan klien.Sam
Untuk pertama kalinya setelah beberapa minggu sibuk—Satria bahkan bangun sedikit lebih siang.Udara Lembang pagi itu dingin sekali.Kabut masih menggantung tipis di balik jendela kamar.Kaluna sudah bangun sejak tadi tapi dia memilih tidak bergerak, diam dalam pelukan hangat sang suami tercinta







