Compartir

Bab 1392 Pacar

Autor: Sarjana
Menodai sesuatu yang belum ternodai, jauh lebih menarik!

Setelah berpikir demikian, Ardius memiringkan kakinya dengan kaku, agar bisa menyembunyikan kecanggungan akibat reaksi biologisnya itu.

"Halo, Tuan Muda Ardius."

Futari tersenyum manis pada Ardius, tetapi dia tidak berjabat tangan dengan pria itu. Sebaliknya, dia menggandeng lengan Ardika dan berkata, "Tuan Muda Ardius, perkenalkan, ini adalah Kak Ardika."

"Aku nggak terbiasa berpartisipasi dalam pertemuan asing, jadi aku memintanya untuk
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3668 Benih Kecurigaan Akan Segera Berkembang

    Walaupun Lucas sudah menebak hal ini, tetapi saat mendengar informasi ini, dia tetap agak terkejut."Tentu saja situasinya bukan seperti itu. Kami hanya ingin tahu apakah ada yang berulah di belakang hingga membuat proyek-proyek itu bermasalah, juga demi membeli sebuah informasi."Lucas berusaha sebaik mungkin untuk memberikan penjelasan."Memangnya kenapa kalau begitu? Aku bebas menginvestasikan uangku pada siapa saja, tapi Keluarga Siantar benar-benar sudah menganggap remeh kami, tentu saja aku nggak setuju untuk melanjutkan kerja sama lagi."Kali ini Muklis sudah bertekad untuk tidak bekerja sama lagi. Apa pun yang mereka katakan, juga tidak ada gunanya.Hal yang lebih mengesalkan adalah, uang sebesar 180 miliar itu diambil dari dana proyek mereka. Orang yang satu itu benar-benar menganggap mereka sebagai orang bodoh."Sebenarnya hal ini bisa dijelaskan lagi. Pak Muklis nggak perlu marah karena hal ini. Itu hanya penggunaan dana untuk sementara waktu saja, kekurangan itu akan segera

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3667 Senang

    "Memang ada sedikit masalah, tapi juga bukannya sangat merepotkan. Asalkan diubah sedikit, nggak lama lagi akan ada penghasilan. Sebenarnya hal seperti ini juga sulit dikatakan. Nggak ada yang tahu apa yang akan terjadi besok. Terlebih lagi, bisnis Keluarga Siantar selalu untung nggak pernah rugi."Lucas masih berusaha untuk membujuk lawan bicaranya. Dia juga sangat penasaran mengapa tekad Muklis dalam hal ini sangat kuat.Terlebih lagi, bagaimana Muklis bisa tahu soal proyek bermasalah? Mereka sudah memblokade informasi soal proyek bermasalah sejak awal, tidak akan ada orang luar yang tahu."Yah, seperti yang kamu katakan sendiri, nggak ada yang tahu apa yang akan terjadi besok. Jadi, kalian harus segera mentransfer uang itu padaku. Aku takut kalau ditunda-tunda akan terjadi sesuatu nggak terduga."Keputusan Muklis sudah bulat, tidak akan bisa dibujuk lagi.Lucas merasa sangat menyayangkan. Kali ini boleh dibilang dia juga sudah melihat ketetapan hati Muklis."Omong-omong, aku hanya b

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3666 Suruh Mereka Cari Cara Sendiri

    "Sekarang Bos marah juga nggak ada gunanya. Bagaimana kalau kita pikirkan dulu cara lain?"Lucas yang berdiri di samping mengingatkan bosnya. Melihat bosnya yang sedang terluka masih harus memikirkan hal-hal itu, dia tahu memang tidak mudah bagi bosnya.Namun, pada dasarnya nyali mereka sendiri juga terlalu besar. Beberapa proyek dimulai pada saat bersamaan. Dulu ada Keluarga Siantar dan beberapa mitra bisnis yang menjadi penopang, tentu saja mereka bisa aman-aman saja.Akan tetapi, ibarat atap sudah bocor, hujan malah turun berhari-hari. Proyek mereka bermasalah, masih bisa mereka atasi. Namun, bermasalah pada saat bersamaan, membuat mereka tidak sanggup menanggung beban itu."Apa kamu pikir aku nggak ingin memikirkan cara? Tapi sekarang masalahnya adalah kita nggak berdaya."Sekarang Alendo sudah terluka, dia bahkan tidak bisa fokus pada pemulihannya dengan tenang. Di saat seperti ini, ada masalah baru lagi di perusahaan. Hal ini membuatnya makin marah dan kesal."Bagaimana kalau kit

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3665 Tidak Percaya Tidak Bisa Menangkapnya

    "Dasar pecundang! Di mana para petarung itu? Hanya terima gaji buta saja?"Alendo merasa dirinya sudah melakukan persiapan matang, hanya saja dia tidak menyangka pergerakan Ardika begitu cepat, sama sekali tidak sempat memerintahkan para petarung itu untuk menyerang, bocah itu sudah menyerangnya."Saat aku membawamu ke rumah sakit, para petarung itu masih terletak di lantai yang dingin. Mereka semua sudah tumbang."Mengingat situasi seperti itu, ekspresi Lucas berubah menjadi makin muram.Untuk sesaat, dia juga tidak tahu apa yang harus dikatakannya!Kejadian seperti itu hanya dialami sekali saja sudah membekas dalam benak, mungkin seumur hidup ini dia tidak akan bisa melupakan lokasi yang mengerikan itu.Awalnya Alendo masih ingin menyalahkan para petarung tersebut, tetapi mendengar informasi ini juga membuatnya agak terkejut."Ardika hanya datang seorang diri, bagaimana dia bisa punya kemampuan seperti itu?"Alendo tetap sedikit tidak percaya, dia tidak percaya seseorang bisa sehebat

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3664 Ada Sedikit Masalah

    Satu per satu dari beberapa orang itu menggeleng. Mereka tidak ada pemikiran yang luar biasa soal ini, mereka hanya merasa akan berubah drastis.Beberapa buah mobil itu melaju dengan cepat, tetapi juga tidak menarik perhatian.Orang-orang di jalanan berjalan dengan tergesa-gesa, memiliki tujuan sendiri.Seolah-olah hidup selalu sesederhana ini, tidak ada perubahan apa pun.Namun, diam-diam Provinsi Aste sudah mulai berubah.Alendo sudah sangat berpengalaman dalam berbisnis, terlibat dalam banyak industri.Awalnya dia memiliki identitas dan status yang terhormat, tentu saja ada banyak orang yang memanjakannya dan menyanjungnya.Namun, beberapa waktu ini kinerja Keluarga Siantar membuat banyak pebisnis ketakutan, ada beberapa mitra juga masih sedang mengamati situasi.Beberapa orang pebisnis yang belum sempat bertindak, untuk sesaat juga tidak panik lagi. Saat ini, orang-orang yang sebelumnya terus mengejar ingin meminta proyek, juga mulai beralasan, tidak bersedia untuk bekerja sama lag

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3663 Hanya Masalah Sepele

    Namun, setelah tadi dia memeriksa kondisi bosnya sejenak, sepertinya selain luka di kepala, tidak ada bagian lain dari tubuh bosnya yang terluka lagi.Sekarang bosnya itu dalam kondisi tidak sadarkan diri, mungkin sedikit lebih baik, karena dengan begini bosnya tidak akan merasa kesakitan lagi.Namun, mendengar suara obrolan di luar membuatnya kesal.Lucas berspekulasi bahwa identitas Ardika sangat terhormat, dan kali ini bosnya benar-benar sudah menyulut amarah Ardika.Juga tidak tahu pembalasan seperti apa yang akan dilancarkan oleh Ardika nantinya.Saat ini, Lucas mulai mengkhawatirkan urusan bisnis. Namun, melirik bosnya yang dalam kondisi tidak sadarkan diri itu, dia merasa seharusnya dia tidak perlu mengkhawatirkan hal itu.Lucas menghubungi rumah sakit swasta. Tak lama kemudian, pihak rumah sakit sudah mengirim ambulans kemari.Dengan bantuan orang lain, Lucas mengangkat bosnya ke atas tandu. Kemudian, dia melirik petarung yang tidak sadarkan diri itu sejenak, menunjukkan ekspre

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 2110 Cahdani

    "Bocah, aku sedang bicara denganmu!"Jepi melontarkan satu kalimat itu dengan diliputi amarah yang membara.Karena dia mendapati setelah dia selesai berbicara, bocah di seberangnya itu tetap saja makan di sana dengan santai seakan-akan tidak terjadi apa-apa.Hal ini membuat Jepi merasa malu dan terh

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 2098 Alasan Memperlakukan Ardika dengan Baik

    "Sutandi, kami akan mentraktir makan lain kali ...."Satu per satu dari tamu undangan lainnya juga mencari alasan dan pergi.Namun, sebelum berjalan keluar dari ruang pribadi, setiap orang itu secara khusus menatap Ardika sejenak, seolah-olah ingin mengingat paras pria itu dengan baik dalam benak me

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 2170 Platform Meijiki

    Namun, tak lama kemudian, Jeslin berkata dengan agak putus asa, "Tapi, aku mau juga nggak ada gunanya. Aku sudah mulai siaran langsungku selama dua bulan. Biasanya tetap saja kurang bisa menarik perhatian penonton.""Sekarang ini, penyiar seperti kami yang hanya mengandalkan paras tanpa memiliki ket

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 2024 Empat Ratus Ribu

    "Ardika, kamu sudah menang!""Tapi, aku bukan kalah darimu. Aku kalah beruntung, aku kalah dari Pak Jigo. Hahaha ...."Mikues terduduk lemas di lantai, dia tertawa dengan keras seolah-olah sudah menerima nasibnya.Dia bahkan tertawa hingga air matanya menetes.Banyak orang melemparkan sorot mata sim

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status