Home / Urban / Menantu Pahlawan Negara / Bab 1438 Siapa Namamu

Share

Bab 1438 Siapa Namamu

Author: Sarjana
"Ardika, seorang pecundang sepertimu malah berani menantang Tuan Muda Wirhan. Kamu sudah lihat sendiri, 'kan? Bagaimana mungkin Tuan Muda Wirhan bersedia memedulikanmu?"

"Seekor semut, haha! Bagus, ucapan Tuan Muda Wirhan ini sangat tepat! Di mata sosok Tuan Muda Wirhan yang terhormat, orang ini memang hanyalah seekor semut. Berani-beraninya seekor semut sepertimu menantangnya!"

Orang-orang itu mulai melontarkan kata-kata ejekan terhadap Ardika lagi.

Sebelumnya, mereka sudah ditekan oleh Ardika cukup lama, bahkan terus mengkhawatirkan Ardika akan menyuruh orang untuk menghancurkan mobil mereka, serta mematahkan lengan dan kaki mereka. Mereka semua merasa sedikit ketakutan.

Kini, ketakutan dan kekesalan yang menyelimuti hati mereka berubah menjadi sindiran-sindiran dan ejekan-ejekan ini.

'Oh? Wirhan nggak bersedia datang?'

Ardika mengerutkan keningnya, lalu berkata dengan tenang, "Ardius, sepertinya hari ini lengan dan kakimu sudah ditakdirkan akan patah."

"Huh! Memangnya kamu pikir kam
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
faris zerto
cerita taik babi..bodoh lekat punya penulis
goodnovel comment avatar
Wanto Wanto
cerita yang membosankan
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3376 Aku Punya Ratusan Triliun Apa Kamu Mau

    "Oh, kali ini kamu pintar juga."Jacky tidak bisa menahan diri dan mendecakkan lidahnya.Kala itu, saat Luna menjadi pemimpin cabang, orang yang paling senang adalah Desi. Dia selalu mengira keluarganya telah mendapatkan keuntungan besar, akan benar-benar berjaya. Dia juga menjadi makin arogan dan semena-mena.Akhirnya kejadian kali ini sudah menyadarkannya."Selain menyindir, apa lagi yang kamu bisa?!" Desi memelototi suaminya dengan tajam.Jacky berkata dengan tidak berdaya, "Aku hanya ingin membuatmu sedikit sadar. Kalau permintaan yang diajukan terlalu banyak dan keterlaluan, setelah dipojokkan Nenek Lesti juga hanya akan putus hubungan dengan kita.""Bagaimanapun juga, Luna yang memulai Grup Hatari dari nol, bukan milik Nenek Lesti.""Kalaupun Grup Hatari benar-benar hancur, dia juga tidak mengalami kerugian apa pun."Setelah memikirkannya, Desi merasa ucapan suaminya memang masuk akal juga.Dia langsung merasa agak takut, dia pun berkata, "Kalau begitu Ardika, kita nggak perlu me

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3375 Ibu Mertua yang Ramah

    Walaupun karena masalah yang ditimbulkan oleh Ardika kali ini hingga menyebabkan Luna diusir dari Grup Hatari membuatnya sangat tidak puas, tetapi tidak tahu mengapa, secara naluriah Jacky tetap bersedia untuk memercayai Ardika sekali. Dia ingin lihat apakah bualan menantunya itu benar-benar bisa terwujud.Jadi sejak kemarin, dia diam-diam pergi menjawab panggilan telepon, sama sekali tidak membiarkan Desi mengetahuinya."Sepertinya apa yang Ardika katakan kemarin memang benar."Jacky menatap Ardika dengan sorot mata agak rumit, dia tidak bisa menahan diri dan bertanya dengan agak penasaran, "Entah bagaimana caranya dia bisa membuat Grup Susanto Raya dan Pak Jace menurutinya."Utang sebesar puluhan triliun, proyek sebesar puluhan triliun.Terlepas dari seberapa baik hubungan mereka dengan Ardika, mereka juga tidak perlu sampai bertindak gegabah hanya demi memberinya muka.Jacky sama sekali tidak bisa memahaminya.Desi membuka mulutnya, lalu melihat Ardika. Dia segera melangkah maju unt

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3374 Tidak Ada yang Bisa Mengancamku

    Lesti berkata dengan kesal, "Bagus, bagus, Jace! Pandai sekali dia bersilat lidah! Mengarang kata-kata seindah itu!""Apa kamu nggak memberi tahu mereka, kamu mewakiliku ke sana?""Aku ini adalah tetua Keluarga Bangsawan Basagita Suraba, mereka malah masih nggak bisa tenang menyerahkan hak penggunaan tanah itu pada kita?"Dhea berkata dengan nada bicara penuh kebencian, "Mereka bilang mereka nggak mengenal Keluarga Bangsawan Basagita Suraba, mereka hanya mengenal dan mengakui Luna.""Bagus, bagus, bagus!"Lesti sampai tertawa saking emosinya. "Jace ini nggak menganggap serius aku, ya! Baiklah, Keluarga Sinantri Kota Sewo, aku sudah ingat ini!""Kalau begitu, bagaimana dengan pihak Kota Banyuli? Apa kata Grup Susanto Raya? Jangan bilang mereka juga menggunakan Luna sebagai alasan?"Raut wajah Dhea berubah menjadi makin muram. "Nona, aku bilang aku mewakili Nona untuk menemui penanggung jawab mereka, tapi pihak Grup Susanto Raya bahkan nggak mengizinkanku masuk."" ... "Seolah-olah dita

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3373 Kamu Setuju Aku Tidak Setuju

    "Dasar satu keluarga nggak tahu berterima kasih! Nggak punya kesadaran untuk membalas kebaikan orang lain!""Berani-beraninya mereka ingin mengancamku! Apa mereka benar-benar berpikir aku ini mudah dikendalikan?!"Saking emosinya, Lesti sudah hampir muntah darah.Sebagai tetua Keluarga Bangsawan Basagita Suraba, dia selalu dihormati. Ke mana pun dia pergi, dia selalu menjadi pusat perhatian banyak orang dan disanjung oleh banyak orang. Tidak ada yang berani melawannya.Awalnya dia mengira kalaupun dia menyuruh Jacky sekeluarga untuk berlutut, mereka pasti tidak berani melawannya.Namun, sejak dia tiba di ibu kota provinsi, Ardika dan Luna terus menerus melawannya. Ardika di bajingan itu bahkan mengirimnya ke kantor polisi, membuatnya menghabiskan beberapa jam di kantor polisi.Bagi Lesti, itu adalah penghinaan yang belum pernah dirasakannya seumur hidupnya.Dia benar-benar sudah tidak tahan lagi.Orang-orang dari berbagai cabang Keluarga Bangsawan Basagita Suraba Provinsi Denpapan tida

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3372 Satu-Satunya Pihak yang Kalah

    Setelah merenung sejenak, Kirbi menangkupkan tangannya dan berkata, "Aku sudah tahu apa yang harus kulakukan.""Bawakan pedang Bu Vita kemari."Tanpa butuh waktu lama, sudah ada orang yang membawakan pedang Vita, lalu menyerahkan pedang tersebut pada Vita dengan penuh hormat."Oke, aku pergi dulu."Ardika berbalik, meninggalkan Gedung Glori dengan ditemani oleh Vita dan Cahdani.Hingga sosok bayangan Ardika sudah menghilang dari Gedung Glori, Kirbi baru menghela napas dan berkata, "Aku benar-benar nggak menyangka, ternyata seorang menantu benalu adalah ketua cabang Gotawa yang ditunjuk secara pribadi oleh Yang Mulia."Dia tahu saat Ardika mengungkapkan identitasnya, pasti akan sangat menggemparkan.Di sisi lain, Ardika membawa Vita dan Cahdani kembali ke Klinik Torem, meresepkan obat untuk mereka memulihkan tubuh mereka.Vita mengalami luka dalam akibat serangan Kirbi, sedangkan jiwa Cahdani juga bergejolak akibat bunyi kecapi Kirbi sebelumnya.Walaupun tidak parah, tetapi tetap saja k

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3371 Masih Belum Waktunya untuk Menjabat

    Ardika tersenyum tipis dan berkata, "Pak Kirbi, apa sekarang kamu masih mau merekrutku?"Kirbi menunduk dengan malu dan berkata, "Aku nggak berani!"Sekarang akhirnya dia sudah mengerti mengapa Ardika tidak bersedia menerima perekrutannya.Selain itu sebelumnya, demi memberinya muka, Ardika tidak bersedia banyak bicara.Namun, dia malah mengartikan itu sebagai kesombongan Ardika.Sekarang dia baru tahu dia benar-benar tidak berhak untuk membuat Ardika menyerangnya.Ardika jauh lebih kuat dibandingkan dirinya, juga jauh lebih terhormat dibandingkan dirinya."Bangunlah."Ardika mengucapkan satu kata itu dengan acuh tak acuh, dia tidak berniat untuk mempersulit Kirbi.Kirbi tertegun sejenak, lalu menangkupkan tangannya lagi dan berkata, "Terima kasih sudah memaafkan kelancanganku, Tuan!"Usai mengucapkan kalimat ini, dia baru berdiri.Adapun mengenai sekelompok orang murid Aula Hukum itu, mereka tidak berani berdiri, melainkan tetap berlutut di sana. Raut wajah satu per satu dari mereka t

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status