로그인"Tamat sudah riwayat kita."Alendo masih merasa sedikit tidak terima, tetapi dalam lubuk hatinya dia tahu dia sudah kalah, bahkan kalah dengan sangat menyedihkan. Mungkin dia sudah tidak punya kesempatan untuk membalikkan keadaan lagi."Bagaimana mungkin? Seharusnya kita masih punya kesempatan. Proyek penting masih bisa berjalan, kita masih bisa membalikkan keadaan."Tadi Lucas juga sudah berpikir sejenak. Sebenarnya proyek pulau masih bisa dijalankan kembali, hanya saja butuh sejumlah dana untuk melakukan pengubahan."Apa pun yang kamu lakukan, dia akan memikirkan segala cara untuk menghentikan. Apa pun proyek itu, juga nggak akan bisa lulus."Saat ini, akhirnya Alendo sudah mengaku kalah. Dia juga tahu bahaya seperti apa yang akan dihadapinya.Kalaupun dia tidak terima, memangnya dia bisa apa? Kalau Ardika ingin mereka kalah, maka mereka jangan harap bisa menang.Menghadapi kekuatan absolut, mereka sama sekali tidak bisa mengubah apa pun, juga tidak bisa melawan."Tapi, Bos, apa kita
"Ternyata, Kak Alendo, ya! Selamat pagi! Di mana kamu sekarang?"Nada bicara Jesika sangat santai, dia tidak menganggap serius makian Alendo."Ternyata semua ini ulahmu, licik sekali, ya. Bisa-bisanya aku nggak terpikirkan soal kamu."Alendo mengira dengan mengusir Rivani dari Provinsi Aste, seharusnya mereka sudah kehilangan hak untuk menjadi pewaris.Namun, dia benar-benar tidak menyangka mereka bisa melakukan begitu banyak hal di belakangnya.Dia juga sama sekali tidak menyangka dirinya bisa kalah yang begitu menyedihkan."Jangan marah, kalau ada apa-apa, bisa kita bicarakan pelan-pelan. Eh, tapi, bisa ditargetkan oleh bosku adalah sebuah kehormatan bagimu. Seharusnya kamu merasa senang."Kalau Jesika ingin membuat orang kesal, tentu saja sangat mudah.Dia tahu pemikiran kakak sepupunya itu, jadi tentu saja dia bisa menyebutkan titik kelemahan pria itu dan membuatnya kesal."Dasar wanita jalang! Kamu pantas mati!""Tahukah kamu, berapa banyak kerugian yang telah kualami gara-gara ka
Setelah melihat bosnya jatuh pingsan, Lucas segera menelepon ambulans, lalu mengantar bosnya ke rumah sakit.Dalam kurun waktu sesingkat ini, sudah terlalu banyak hal yang terjadi. Ini membuat Lucas makin terlatih dalam menangani hal-hal seperti ini.Semua yang dihadapi oleh Alendo adalah bagian dari rencana Ardika.Begitu Alendo masuk rumah sakit, dia juga sudah memperoleh informasi soal itu."Pak Ardika memang luar biasa, bisa memprediksi segala sesuatunya dengan tepat."Sambil duduk di sofa, Chalis terus melontarkan pujian untuk Ardika.Ardika tetap bersikap tenang, tidak menganggap serius hal seperti itu."Apa Cheldo sudah dikirim pergi?"Ardika bertanya dengan santai. Kemarin dia sudah naik pesawat ke sana dan melihat-lihat sejenak. Pemandangan di pulau itu memang bagus.Ditambah lagi, prospek keseluruhan proyek tersebut juga sangat bagus. Namun, sayang sekali demi melawan Alendo, dia terpaksa harus membocorkan beberapa rahasia.Namun, soal pulau tersebut, masih bisa ditata dan di
"Bos, jangan panik, ini memang perbuatan Cheldo. Sepertinya dia sudah disuap untuk membocorkan keseluruhan proyek ini."Lucas menundukkan kepalanya dengan diliputi perasaan sangat bersalah. Bagaimanapun juga, ini salahnya tidak mengawasi hal ini dengan baik.Awalnya, demi memastikan proyek ini tidak bocor, mereka telah melakukan banyak sekali persiapan sejak awal. Namun, satu-satunya yang tidak terpikirkan oleh mereka adalah bawahan mereka akan berkhianat."Jadi menurutmu apa yang harus kita lakukan sekarang? Aku menunggu keberhasilan hal ini untuk membalikkan keadaan. Tapi sekarang aku gagal membalikkan keadaan, bahkan telah menyinggung Organisasi Snakei."Sorot mata Alendo tampak sedingin es, kelihatan seperti orang yang pertahanan mentalnya akan segera hancur.Lucas merasa gelisah, tetapi sepertinya hal yang bisa dilakukan juga sangat terbatas."Bos, jangan begini, seharusnya masih ada kesempatan."Lucas yang sedang berdiri di samping masih berusaha untuk membujuk bosnya, berharap b
"Bocorkan semua hal-hal di sini, lalu kami akan mengatur pesawat agar kamu bisa meninggalkan tempat ini."Ardika sudah berjanji akan melindungi Cheldo. Ke depannya pria itu bisa menjalani kehidupannya di luar negeri."Terima kasih banyak, Pak Ardika."Cheldo mengerti dirinya sendiri juga telah mencurahkan banyak waktu dan pikiran untuk hal ini. Kalau benar-benar harus pergi, dia masih merasa sedikit tidak rela. Namun, dia juga tahu kalau dirinya tetap tinggal di Negara Nusantara, dia pasti akan menjadi sasaran pembunuh, jadi mau tak mau dia tetap harus pergi."Aku harap kamu bisa melakukan tugas terakhirmu dengan sempurna."Selesai berbicara, Ardika naik ke kapal di pelabuhan, meninggalkan tempat tersebut.Saat melihat kepergian Ardika, Cheldo masih merasa sedikit tidak tenang.Namun, saat melihat saldo di rekeningnya, dia malah merasa itu tidak ada apa-apanya.Manusia disibukkan dengan segudang aktivitas seumur hidup mereka, tetapi tetap saja tidak bisa menghasilkan uang sebanyak ini.
Selain itu soal proyek penggusuran, juga muncul beberapa masalah. Para lansia itu tetap tidak setuju. Jadi, tidak peduli seberapa tinggi harga yang ditawarkan, para lansia itu tetap tidak setuju untuk pindah.Ini membuat semua proyek tidak bisa dijalankan lagi.Sebelumnya mereka sudah banyak berinvestasi pada proyek itu, jadi kalau sekarang mereka harus melepaskan proyek itu, mereka tidak rela.Yang terpenting adalah karena Keluarga Siantar sudah mengalami beberapa masalah, ada banyak orang yang tidak bersedia untuk menerima proyek mereka. Jadi, seberapa rendah pun harga yang mereka tawarkan, juga tidak ada orang yang bersedia mengambilnya.Sekarang Alendo membutuhkan keberhasilan sebuah proyek untuk membuktikan dirinya sendiri.Namun, semua proyek malah bermasalah. Ini membuatnya mulai kebingungan.Juga karena itulah, proyek ini menjadi sangat penting. Apa pun yang terjadi, harus berhasil.Justru karena proyek ini terus dirahasiakan, jadi tidak muncul masalah apa pun. Ini juga membuat
Sesuai dugaan Ardika, Domio benar-benar takut Ardika berniat untuk memanfaatkan dirinya, lalu setelah dia melakukan pembersihan besar-besaran terhadap cabang Provinsi Aste, Ardika akan mengirim orang untuk menyingkirkannya demi meredakan amarah banyak orang.Tentu saja, kalau Ardika benar-benar bere
"Pak Ardika, syukurlah kamu baik-baik saja!"Melihat Ardika dalam kondisi baik-baik saja, Jesika juga menghela napas panjang.Setelah itu, dia menanyakan keberadaan ninja manusia pohon itu.Ardika hanya mengucapkan beberapa patah kata singkat, mengatakan dirinya telah menangani ninja tersebut. Dia t
"Pak Wilgo!"Melihat Wilgo yang berjalan memasuki ruangan dengan kedua tangan ditempatkan di punggungnya, selain segelintir orang, banyak orang di tempat tersebut yang terkejut bukan main.Bagaimanapun juga, identitas sebagai wakil ketua Organisasi Snakei cabang Provinsi Denpapan melambangkan kekuas
"Oh, begitu, ya."Ardika mengangguk, dia mengenal Hilto, Kapolda ibu kota provinsi.Kala itu, dia juga sudah tahu nama belakang Hilto dan Sutandi sama-sama Yasin, jadi dia sudah mulai berspekulasi apakah keduanya memiliki hubungan.Siapa sangka Sutandi, gurunya, benar-benar adalah anggota Keluarga Y







