FAZER LOGIN"Aku hamil," jerit penyesalan wanita muda cantik diiringi air mata yang terus saja berderai. Kirana Asyifa Tirani wanita miskin dan sengsara itu telah mengandung benih dari seorang lelaki kaya, tanpa adanya ikatan pernikahan. Ia begitu menyesali diri, akibat perbuatannya yang hina, kini ia harus menanggung malu lantaran tengah hamil tua tanpa seorang suami. Pria yang menghamili Kirana tiba-tiba saja menghilang di saat usia kehamilan wanita muda itu menginjak 9 bulan. Dan kini ia sedang berjuang mencari Alvin, pria yang sering melakukan adegan panas bersamanya. Akankah Kirana menemukan pria bajingan itu?
Ver maisJasmine
In the context of alpha-omega dynamics, the impact of an alpha's pheromones on an omega can be significant. When an alpha releases pheromones, they can affect an omega's behavior, emotions, and even physiology. An alpha's pheromones can draw an omega in, making them feel an intense attraction and arousal. This can be overwhelming, making it difficult for the omega to resist the alpha's advances. Not only that but an alpha's pheromones can also induce a sense of submission and compliance in an omega. This can lead to a decrease in the omega's assertiveness and independence. Alphas can use their pheromones to manipulate an omega's emotions, making them feel calm, relaxed, or even euphoric. However, this can also be used to control or manipulate the omega's emotions. An alpha's pheromones can trigger physiological responses in an omega, such as increased heart rate, dilated pupils, or even a sudden onset of heat. In some cases, an alpha's pheromones can facilitate bonding and imprinting between the alpha and omega. This can create a strong emotional connection between the two. And my sadistic mate, Alpha Ryker Wolverine, the leader of the Eclipse Pack, knew this all too well. I do not remember who my parents were but I grew up knowing that I am an omega. Whether it's true or not, I will never know because even now that I am eighteen years old, I have not yet shifted. I do feel my wolf but she does not talk to me. I can only feel her presence and sometimes her emotions. I have since accepted my identity as an omega because my wolf is just too weak and submissive. Traits that I loathe but have no power to change. The first time I knew that Alpha Ryker was my mate, I was thrilled, but the next thing he did left me feeling anything but impressed. Ryker leaned against the wall, his eyes fixed on me as I busied myself in the kitchen. He could sense my awareness of him, the way my heart rate increased and my hands trembled slightly. With deliberate slowness, Ryker let his eyes drift shut, focusing on the subtle scent he was about to release. His pheromones, rich and heady, wafted through the air, carrying with them the unmistakable mark of an alpha. My hands stilled, my head jerking up as if I had been slapped. My eyes, wide and unfocused, locked onto Ryker's face. I know that he could see the conflict written across my features. The instinctive response to an alpha's pheromones warring with my sense of self-preservation. "No, no, no," I whispered to myself, my eyes darting around the kitchen as if searching for an escape. But my body seemed rooted to the spot, unable to move or look away from Ryker. This was not my will but my wolf's. I could not help the hatred I felt for my wolf. Mates are supposed to be equals but she was already giving in to our mate's manipulation on the first meeting! Even though the whole pack considered me weak and unremarkable, I could tell that Ryker was no good for me. I expected my wolf to see through his manipulation but she turned a blind eye. The very reason why Ryker later abused me, left, right, and center! Ryker's lips curled into a cruel smile as he watched me struggle. He knew exactly what he was doing. Pushing me, testing me, and making me confront the depths of my desire. My inner monologue was a jumbled mix of fear, arousal, and desperation: Why is he doing this? Why can't he just leave me alone? I hate this, hate the way my body responds to him, hate the way my mind goes foggy and I can only think of him... But what if he rejects me again? What if he doesn't want me, but just wants to torment me? As Ryker's pheromones continued to wash over me, I felt my resolve crumbling. I was trapped, caught in a web of my desire and Ryker's deliberate manipulation. Ryker's smile grew wider, his eyes glinting with triumph. He knew he had me right where he wanted. Helpless, vulnerable, and completely at his mercy. This was the beginning of my undoing. Ryker broke me in every way possible.Brak! Tubuh Kirana gemetar tatkala dirinya menabrak seorang wanita yang dari penampilannya memang cantik, modis dan juga anggun. Namun wajahnya agak samar-samar seperti ia kenali, tapi entah siapa? Dari Lubuk hatinya Kirana ingin menebak namun ia tak sanggup sebab takut salah. Wajahnya perempuan yang ditabraknya barusan begitu tak asing, seolah pernah mengenali, akan tetapi penampilannya sungguh berbeda. Ditambah lagi seorang om-om yang saat ini menggandeng tangannya membuat mata Kirana kelap sama sekali tak mengenali sosok wajah yang amat tak asing di mata. "Maaf Mbak, aku tak sengaja. Biar aku bereskan barang-barangmu." Gegas wanita muda itu pun membereskan barang yang berserakan dari dalam tas. Di Mall yang mewah dan megah ini Kirana harus menabrak orang disaat dirinya sedang terburu-buru berjalan dan pikiran dikelilingi beban. "Seharusnya aku tidak gegabah. Maafkan aku Mbak," sahut Kirana kembali berdiri setelah barusan berjongkok karena membereskan barang orang yang ditabrakny
"Apa kamu bilang setia? Omong kosong! Bukannya tadi kamu melihat sendiri bahwa istri kamu dengan pria lain. Diluar berduaan lagi, bahkan si cowoknya bilang kalau istrimu masih mempunyai hubungan spesial. Apa itu yang dinamakan setia, setia dari Hongkong." Tiara tiba-tiba mengingatkan kejadian tadi yang membuat siakap Reza dingin pada istrinya. Pria muda itupun tiba-tiba semakin mengencangkan genggaman tangannya, membuat Tiara pun meringis kesakitan. "Za, sakit Za." "Reza lepaskan! Bukan Tiara yang sudah menumpahkan minuman pada kepala istrimu! Ibu yang sudah melakukannya!" Bu Sinta datang setelah menidurkan cucunya itu."Lepaskan dia, kasihan Tiara kesakitan," pinta Bu Sinta saat Reza ngeyel tak akan melepaskan tangan mantan istrinya itu.Pada akhirnya Reza terdiam dengan segala beban mengelilingi isi kepalanya. Ia pun melepaskan genggamannya itu. "Za, Tiara tak bersalah sama sekali, Mama lah yang sudah menumpahkan minuman jus melon pada wajah Kirana. Lagipula salah dia sendiri.
Tiara bahkan melangkah mendekati kediaman Kirana yang basah kutuk dengan jus melon yang ditumpahkan Bu Sinta pada kepala, tentu mengotori wajah dan baju. Namun Tiara pun tak puas, ia mendekat dan terus mendekat sembari melemparkan senyum seulas yang bisa diartikan tidak suka."Kamu tau ini apa?" tanyanya sembari memperlihatkan 1 gelas jus melon yang barusan tidak habis ia minum. "Jus melon. Kamu mau apa lagi? Tidak puas Mama sudah menumpahkannya di kepalaku?! Dan sekarang apakah kamu pun akan melakukan hal yang sama?" ucap Kirana sembari beringsut mundur kebelakang pelan-pelan. Semakin Kirana ketakutan semakin membuat Tiara leluasa menumpahkan segala kebencian dan juga rasa kesalnya. Padahal selama ini Kirana tidak mempunyai salah pada wanita jahat itu. Akan tetapi keberadaannya membuat Tiara tak kuasa ingin membuat Kirana semakin menderita. "Andai Lo gak hadir dan gak muncul di kehidupanmu dengan Reza, mungkin semuanya tidak akan seperti ini. Aku menyesal telah meminta cerai pada
Kirana hanya menegur air liurnya dengan susah payah saat Bu Sinta ngeyel ingin meminum jus melon yang barusan Kirana larang. Sehingga gelas yang berisi jus melon tersebut mendekati bibir wanita paruh baya. Kirana berusaha tenang dengan mata memandang mertuanya dengan penuh kekhawatiran. Sudah pasti Bu Sinta akan marah, semarah-marahnya.Cuih! Bu Sinta kembali menyemburkan air jus melon yang dibuatkan menantunya itu. "Kenapa Ma? Apa yang terjadi pada Mama. Kirana ambilkan air putih," titah Tiara dengan nada sedikit panik.Kirana pun ikut wara-wiri mengambilkan air putih secepat mungkin dan memberikannya pada wanita paruh baya yang ngeyel itu.'Mampus aku, minuman buat Tiara malah Mama yang minum,' batin Kirana mulai tak tenang."Kirana, maksud kamu apa?! Kamu ingin membunuh ibu mertuamu ini?!" sentak Bu Sinta dengan nada suara yang amat meninggi.Kirana yang kala itu masih terdiam hanya menggeleng lemah, "Tidak Ma, aku tidak bermaksud.""Ada apa Ma? Apa yang terjadi?" tanya Tiara ik
Ayam jantan baru saja berkokok di luar, menandakan jika subuh pun berlalu. Wanita muda berparas cantik itu pun masih terdiam dibalik pintu yang dimana di dalam kamar tersebut ada Reza.Kriet! Pada akhirnya Reza keluar dan hendak membuka pintu. Ternyata disana sudah terdapat istrinya yang saat ini ia
Wanita muda itu pun tidak ada pilihan, ia terpaksa harus menggendong bayi sembari menggoreng telur ceplok untuk sang mertua. Sejak kedatangan Mama Reza kerumah ini kini beban Kirana bertambah banyak. Bukan hanya Griz yang harus diurusnya melainkan nenek lampir yang bawel lebih banyak kemauan."Sayang
Tok! Tok! Tok!Gedoran demi gedoran terdengar di telinga pria muda yang statusnya sedang galau itu. Reza Kusuma begitu terganggu saat sang pembantu tak kunjung membukakan pintu. "Kemana Kirana dan Meli, mengapa mereka tidak membuka pintu," gumam Reza sembari terdiam tatkala ada orang yang menggedor p
Malam pun semakin larut, hanya terdengar suara dari arah jarum jam terus berputar detik demi detik. 5 menit lagi jam 1 malam, akan tetapi pria muda itu masih terdiam taman sendirian. Udara terasa dingin hingga menusuk ke tulang, membuat Kirana pun tidak bisa melepaskan jaket bulunya. "Tuan, tidak ba












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Classificações
avaliaçõesMais