Lelaki Dua Wajah

Lelaki Dua Wajah

last updateHuling Na-update : 2023-03-10
By:  Lathifah NurKumpleto
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
10
0 Mga Ratings. 0 Rebyu
259Mga Kabanata
24.3Kviews
Basahin
Idagdag sa library

Share:  

Iulat
Buod
katalogo
I-scan ang code para mabasa sa App

Gara-gara menikah dengan seorang putri konglomerat akibat sebuah taruhan konyol, Karel menjadi bulan-bulanan ayah mertuanya. Ia disiksa hingga sekarat, lalu dibuang ke hutan. Dua belas tahun kemudian, ia seakan bangkit dari kematian. Karel kembali dengan rupa yang berbeda, mendekati mantan istri dan ayah mertuanya untuk balas dendam. Follow medsos author yuk ... IG @lathifahnur117 Tiktok @lathifahnur117 FB/FP: Lathifah Nur

view more

Kabanata 1

Bab 1

Asin!

Karel merasakan tenggorokannya semakin kering setelah menelan seteguk darah dari bibirnya yang terluka.

Kedua tangannya menggantung, terikat rantai kokoh pada tonggak besi. Begitu pula dengan kakinya.

Tubuh Karel tak ubahnya seperti layang-layang.

Setelah menjadi bulan-bulanan dan samsak hidup selama lebih dari satu jam, dia nyaris mati karena kehausan, akibat terlalu banyak mengumbar lengking kesakitan.

Namun, pilihan yang dia punya hanyalah meminum darah dari luka tubuhnya sendiri.

Jangan tanya seperti apa rupa mukanya kini. Nyaris tak berbentuk, dengan lebam yang terus bertambah.

Karel bahkan tak lagi dapat melihat dengan benar. Kedua matanya seperti butiran telur yang disusun rapat.

Entah berapa lama Karel kehilangan kesadarannya.

Byuur!

Guyuran air membuat Karel mengerjap dan menggeleng.

Perih!

Itu bukan air biasa yang disiramkan kepadanya, melainkan air yang bercampur dengan asam dan garam.

Karel merasakan setiap goresan luka di wajahnya menggelinjang kesakitan. Bibirnya sampai membiru dan bergetar hebat.

Tuan De Groot berjalan mendekat dengan wajah garang dan raut penuh kebencian. Dia menjungkit dan menjepit dagu Karel dengan jari.

"Inilah akibatnya kalau kau mencoba melewati batasmu! Siapa yang memberimu izin untuk menikahi putriku diam-diam, hah?!"

"Cinta!" Karel menjawab tegas, mengabaikan segenap rasa sakit yang mendera sekujur tubuhnya.

"Apa? Cinta?"

Bugh!

Kepalan tinju Tuan De Groot mendarat di perut Karel.

Karel menanggung rasa sakit itu dalam diam.

Bola mata Tuan De Groot berkilat berang.

"Rasa cintamu itu salah sasaran. Kau hanya mendatangkan penderitaan bagi putriku. Anak petani miskin sepertimu, sampai kapan pun, tidak akan mampu membahagiakan putriku."

Tuan De Groot mencengkeram leher Karel. "Dengar! Ceraikan putriku, maka aku akan mengampuni selembar nyawamu!"

Karel menyeringai sinis. "Dalam mimpimu, Tuan!"

Cengkeraman tangan Tuan De Groot pada leher Karel menguat, membuat Karel kesulitan bernapas.

"Jangan salahkan aku! Kau sendiri yang memilih mati di tanganku!" Tuan De Groot menarik lepas cekalan tangannya dari leher Karel.

Uhuk! Uhuk!

"Kalau aku mati, arwahku akan membawa putrimu bersamaku!"

Plak!

Tamparan keras mendarat di pipi Karel. Mengalirkan darah segar dari rongga hidung dan sudut bibirnya.

"Kau terlalu sombong!" murka Tuan De Groot. "Lebih cepat aku melenyapkanmu, lebih baik untuk masa depan putriku."

Tuan De Groot menikam keberanian Karel dengan tatapan penuh kebencian. Ia menadahkan tangan kanannya dan berkata dengan nada dingin kepada anak buahnya, "Kemarikan obat itu!"

Seorang lelaki berkulit gelap dan lebih tinggi dari Karel berjalan cepat menghampiri Tuan De Groot.

Lelaki itu meletakkan sebutir pil berwarna hitam di telapak tangan Tuan De Groot tanpa mengatakan apa-apa. Kemudian, mundur ke posisi semula.

"Kau tahu benda apa ini?" cibir Tuan De Groot, mengancakkan butiran pil yang masih terbungkus rapi. "Pil ini akan mengirimmu ke neraka."

Karel meludahkan seteguk darah.

Darah Tuan De Groot mendidih. Belum pernah ada seseorang yang begitu berani meludah di depannya.

Didera rasa terhina, Tuan De Groot menghantamkan tinju kirinya ke ulu hati Karel.

"Pukul aku sepuasmu, Tuan! Jika aku benar-benar mati, bersiaplah untuk kehilangan putrimu juga!"

Telinga Tuan De Groot berasap mendengar ancaman Karel.

"Cambuk dia!" titah Tuan De Groot.

Gema suaranya menggelegar, membuat dinding ruang bawah tanah itu bergetar.

Seorang lelaki bertelinga runcing menyeringai kejam. Melangkah pelan mendekati Karel. Ia mengambil posisi di sebelah kiri Karel. Sementara Tuan De Groot tak sedikit pun beranjak dari tempatnya berdiri.

Dengan kekuatan penuh, lelaki bertelinga runcing mengayun cambuk. Menebas punggung Karel.

"Aaaaakh!"

Palawakin
Susunod na Kabanata
I-download

Pinakabagong kabanata

Higit pang Kabanata

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Walang Komento
259 Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status