Share

Bab 2140 Rosa

Author: Sarjana
"Wah, kalau begitu, benar-benar malang!"

Sosok profesor yang bernama Wilfred itu juga mengamati Ardika sambil mengangkat bahunya.

Namun, sebagai target ejekan, Ardika sama sekali tidak terpengaruh. Dia hanya melirik Limdo sekilas sambil tersenyum tipis.

Ekspresi Limdo terlihat agak canggung, dia segera menangkupkan tangannya di hadapan Ardika dengan diliputi rasa bersalah.

"Maaf, Tuan Ardika, demi keselamatan Tuan Jace ...."

Kala itu, saat masih di kereta api cepat, setelah Ardika pergi, dia seg
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3652 Kamu Sangat Sulit Diajak Bertemu

    Ardika melihat mobil sudah berhenti. Di hadapannya, adalah sebuah kelab mewah, juga dibangun di area paling ramai di pusat kota."Ini adalah Kelab Hemos, ini adalah kelab khusus anggota, hanya anggota yang bisa mengundang teman masuk. Kalau ingin mengunjungi tempat ini, harus mendaftarkan keanggotaan. Setiap kali isi saldo paling nggak harus 1 miliar.""Tapi, hampir semua orang yang mengunjungi tempat ini akan menghabiskan 1 miliar ke atas dalam setiap kali kunjungan."Saat membicarakan soal ini, Lucas tetap merasa agak bangga.Kelab-kelab privat seperti ini umumnya diperuntukkan bagi orang-orang kaya.Ada berbagai macam hiburan dan fasilitas yang tersedia di dalam, inilah yang membuat orang-orang kaya itu bersedia untuk menghabiskan uang di sini.Pintu masuk kelab tidak terlalu menonjol. Bagi yang belum pernah mengunjungi tempat ini, mungkin akan sering melewatkannya.Lucas langsung membawa Ardika masuk ke dalam.Kalau ingin memasuki kelab, perlu menggesek kartu terlebih dulu.Setelah

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3651 Kelab Hemos

    Ardika seolah-olah memenuhi janji temu hanya demi makan.Lucas juga tidak berani mengatakan apa pun, dia hanya mempersilakan Ardika masuk ke dalam mobil, lalu langsung mengendarai mobil meninggalkan Hotel Biston.Begitu Ardika pergi, Chalis sudah pasti diam-diam mengikutinya.Hanya saja, hari ini agak berbeda. Dia bahkan secara khusus membawa beberapa orang anggota Organisasi Snakei."Paman Chalis, apa perlu sampai sebegitunya?"Ada anggota yang agak kebingungan.Selama beberapa waktu ini, Ardika juga tidak melakukan apa-apa, mereka juga tidak tahu identitas Ardika, hanya mendengarkan instruksi Chalis saja."Tujuan kita adalah melindungi Ardika. Alendo traktir makan, nggak ada bedanya dengan perjamuan berbahaya. Kalau kita nggak ikut dan sampai terjadi sesuatu, kita yang akan kena masalah."Melihat anak-anak muda yang masih belum mengerti apa-apa itu, Chalis secara khusus mengingatkan.Para anak muda itu juga tidak mengatakan apa pun lagi, hanya mengikuti dalam diam.Namun, karena mere

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3650 Mungkin Akan Lebih Menarik

    "Aku benar-benar berharap Alendo nggak mengecewakanku."Boleh dibilang sejak tiba di Provinsi Aste, semuanya berjalan terlalu mulus, juga tidak ada hal yang menarik.Sekarang akhirnya dia akan pergi menemui Alendo itu, juga tidak tahu apa yang akan terjadi.Alendo sudah mencurigai Ardika, maka sudah pasti akan menyerangnya.Lucas berdiri di samping untuk menunggu instruksi bosnya."Dia bilang atur saja sesuka hati kita besok pagi.""Benar-benar berpikiran terbuka, ya. Sama sekali nggak takut padaku."Alendo tertawa. Bagaimanapun juga, asalkan orang itu berani muncul, maka dia pasti bisa mencari tahu semua identitas pria tersebut. Tidak ada rahasia yang bisa disembunyikan."Pesan sebuah ruang pribadi di Kelab Hemos, barang yang perlu disiapkan, siapkan dengan baik."Alendo sudah mulai menantikan pertemuan mereka.Dia juga ingin tahu sebenarnya rahasia apa yang disimpan oleh orang itu.Seseorang yang bahkan tidak takut pada Andelin, seharusnya memiliki latar belakang yang besar.Namun, o

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3649 Perlukah Membuat Pengaturan Terlebih Dulu

    "Lucas, asistennya Alendo, terus menunggu di lobi. Pak Ardika, kalau kamu nggak ingin bertemu dengannya, aku akan membersihkan lokasi."Chalis tetap menanyakan pendapat Ardika."Pada akhirnya juga akan bertemu, hanya saja nggak tahu identitasku yang seperti apa yang sudah tertebak."Terakhir kali di pesta ulang tahun Kesya, Ardika memang agak menonjol.Mungkin saat itulah dia dilirik oleh Alendo."Kalau kamu nggak bersedia, aku bisa melakukan pembersihan kapan saja, dan soal pihak Alendo juga bisa langsung bergerak."Chalis tidak ingin merugikan Ardika."Nggak perlu begitu khawatir, tetap saja perlu pergi lihat."Ardika menyunggingkan seulas senyum tipis. Yang akan datang, tetap akan datang. Lagi pula, ini juga yang ingin dilihatnya.Alendo sudah kehilangan begitu banyak bisnis, juga tidak tahu apakah pria itu sudah belajar untuk menjadi lebih patuh.Kalau pria itu tidak belajar untuk menjadi lebih patuh, dia bisa membuat pria itu mengalami apa yang dialaminya sekali lagi."Perlukah ak

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3648 Memang Sudah Seharusnya Mulai Curiga

    Wesanto makin penasaran akan hal ini. Dia hanya murni penasaran, bukannya ada orang yang ingin membeli informasi ini."Sebaiknya jangan coba-coba mencari tahu hal-hal yang tidak seharusnya kamu cari tahu. Intinya, bantu aku selidiki apakah Ardika itu berada di Hotel Biston."Lucas juga sudah merasakan adanya bahaya.Hanya saja, mau tak mau dia tetap harus melakukan hal ini. Terlebih lagi, sebagai asisten Alendo, dia sama sekali tidak punya ruang untuk memilih."Oke, aku mengerti. Sepertinya dia masih belum kembali, kamu hanya bisa menunggu di sana lebih awal."Wesanto yang berada di depan komputer, mengetik komputernya sejenak, sudah memperoleh informasi."Aku sudah mengerti."Lucas merasa agak tidak senang, tetapi dia juga tidak mengatakan apa pun."Dan, tolong bayar dulu jasaku. Aku sudah sibuk selama berhari-hari, tapi kalian sama sekali nggak menyebutkan soal itu."Wesanto memanfaatkan kesempatan untuk mendesak agar mereka segera membayar."Jangan khawatir, jasamu itu sudah pasti a

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3647 Pergi ke Luar Negeri Malam Itu Juga

    Alendo memanggil Lucas."Apa sudah ada informasi soal Ardika?"Alendo bertanya dengan tidak sabar, dia selalu merasa ada hal-hal yang sudah terlewatkan.Namun, Lucas malah merasa agak keheranan. Walaupun bosnya memperhatikan hal ini, tetapi juga tidak perlu sampai begitu panik."Aku meminta Wesanto untuk terus mengamati hal ini, tapi sampai sekarang belum ada kabar baru darinya, seharusnya masih belum ada informasi apa pun.""Bos, apa terjadi sesuatu?"Lucas menanyakan satu kalimat itu."Kemarin Tuan Besar Keluarga Jamando pergi ke luar negeri pada malam itu juga."Satu kalimat yang diucapkan oleh Alendo itu membuat Lucas tersentak.Lucas tahu demi menemukan orang di balik layar itu, Alendo benar-benar sudah menguras pikiran.Dia langsung membeli vas bunga antik dengan mengeluarkan uang banyak untuk menyenangkan hati Tuan Besar Keluarga Jamando. Alhasil, yang diperoleh hanyalah jawaban yang ambigu.Awalnya hari ini masih berencana untuk mengunjungi Tuan Besar Keluarga Jamando itu, teta

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 500 Membeli Sebuah Jam Tangan

    Kalau dibandingkan saat meninggalkan vila mereka tampak tidak bersemangat dan menundukkan kepala mereka, saat anggota Keluarga Basagita kembali lagi, mereka tampak arogan dan memelototi Ardika sambil tertawa dingin.Namun, berbeda dari yang mereka bayangkan, mereka sama sekali tidak melihat tanda-tan

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 540 Kekerasan Dunia Maya

    Keesokan harinya.Pagi-pagi sekali Kompleks Vila Bumantara yang awalnya tenang dan tenteram tiba-tiba menjadi berisik seperti pasar.Dua keluarga yang menempati vila itu terbangun karena suara berisik di luar."Sial! Apa mungkin Dewa Perang mengirim orang untuk melakukan penangkapan?!"Desi memelototi A

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 487 Hidup Kembali

    "Atas saran dari Tuan Vrenzent, aku hanya bisa bertaruh!"Setelah berbicara panjang lebar, Alden melirik Edrik yang wajahnya sudah pucat pasi seperti secarik kertas putih dan berkata dengan nada sedikit dingin, "Jadi, aku terpaksa mengikuti permainan mereka, membiarkan pengkhianat menggunakan penyeba

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 493 Memberi Peringatan

    "Tina?"Draco mengalihkan pandangannya ke arah wanita yang tidak disukainya itu.Wanita itu selalu saja berlagak pintar dan mempersulit bosnya.Walaupun bosnya tidak mempermasalahkan hal itu, tetapi dia sudah beberapa kali ingin memberi pelajaran kepada wanita itu.Namun, sayang sekali wanita itu memili

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status