Home / Urban / Menantu Pahlawan Negara / Bab 2235 Rosa Sudah Datang

Share

Bab 2235 Rosa Sudah Datang

Author: Sarjana
"Kak Ardika ...."

Futari memanggil kakak iparnya dengan suara agak terisak. Saking ketakutannya, raut wajahnya sudah berubah menjadi pucat pasi.

Bagaimana mungkin dia bisa membayangkan kakak iparnya akan bertindak begitu gegabah? Tidak hanya menyinggung Werdi, kakak iparnya bahkan menyinggung begitu banyak orang.

Kalau para nona dan tuan muda ini menggabungkan kekuatan mereka, mungkin sudah cukup untuk menggemparkan setengah dari ibu kota provinsi ini, bukan?

Futari merasa sangat menyesal, dia m
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (4)
goodnovel comment avatar
Bambang Haryadi
nyambung lagi nih n lama lagi pastinya
goodnovel comment avatar
Muliadi
haramjadah
goodnovel comment avatar
Jasun Somplax
penulis babi
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3658 Sudah Takut

    Makin dia bersikap seperti itu, makin membuat amarah Alendo menggebu-gebu."Cepat beri tahu aku identitasmu dan siapa-siapa saja yang ada di belakangmu. Kenapa mereka harus melakukan hal seperti itu?"Alendo sudah dibuat sangat cemas oleh masalah tersebut. Sekarang, akhirnya dia sudah menemukan Ardika. Dia hanya merasa seharusnya pria itu ada hubungannya dengan hal-hal tersebut.Namun, orang yang satu ini malah tak kunjung bersedia untuk bicara, dan tampak sangat tenang, membuat orang tidak berdaya menghadapinya."Kenapa kamu nggak bersedia untuk bicara? Apa mungkin ada rahasia, atau kamu sendiri juga sedang merahasiakan sesuatu?"Melihat Ardika yang begitu tenang, Alendo merasa dirinya sudah hampir menggila.Kalau begini terus, benar-benar sangat sulit baginya untuk tetap bisa tenang."Kenapa kamu nggak bersedia untuk bicara?"Alendo sudah berbicara sebanyak itu, tetapi Ardika tetap bersikap tenang, sama sekali tidak berencana untuk menjawab pertanyaan.Para petarung di samping bisa m

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3657 Tidak Akan Bisa Pergi Lagi

    Melihat situasi sudah mulai berbahaya, para wanita lainnya juga segera berdiri, dan berniat untuk mundur, memberikan ruang bagi dua orang pria tersebut."Kalian semua keluar sana!"Melihat Ardika tidak bisa diajak bicara baik-baik, Alendo merasa tidak perlu sungkan lagi padanya.Mendengar perintah Alendo, para gadis muda itu juga tidak berani ragu lagi. Mereka segera membuka pintu dan pergi secepatnya.Alendo menatap Ardika dengan sorot mata sedingin es seolah-olah menatap orang mati.Alendo sudah melakukan persiapan yang matang. Tempat ini adalah tempat yang dipersiapkannya, maka tentu saja dia sudah mengatur banyak anak buahnya di sini.Sebelumnya dia juga sudah pernah menyaksikan kemampuan Ardika dengan mata kepalanya sendiri, jadi kali ini dia juga tidak berani meremehkan lawannya."Karena kali ini kamu berani datang, maka nggak perlu pergi lagi."Alendo sudah menunjukkan sikap layaknya pemenang, dia menatap Ardika yang berada di hadapannya itu dengan sorot mata sedingin es.Ardika

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3656 Itu Tergantung pada Sepasang Kakiku Ini

    "Oh, nggak ada maksud apa-apa, hanya mau lihat apakah kamu akan menyesali perbuatanmu."Ardika tiba-tiba berbicara seperti itu, membuat suasana di dalam ruang pribadi tersebut berubah menjadi tegang.Gadis-gadis itu sangat mengerti caranya meredakan ketegangan. Karena itulah, satu per satu dari mereka segera mengambil botol anggur dan mulai membujuk.Mereka tidak memedulikan hal-hal itu, mereka hanya tahu selama pelayanan mereka bagus, para tamu baru akan memberi mereka bonus."Ya ampun, Pak Ardika, kalau ada apa-apa, bisa dibicarakan secara baik-baik. Untuk apa marah? Itu nggak baik untuk kesehatan.""Pak Ardika, ayo kita minum bersama.""Pak Ardika, biar aku suapi kamu makan anggur."Satu per satu dari beberapa orang wanita itu langsung menggunakan segala macam trik yang mereka kuasai, melakukan yang terbaik untuk menjilat Ardika.Alendo mulai hanyut dalam pemikirannya sendiri, tidak tahu bagaimana caranya menangani hal ini.Dia tidak tahu identitas lawan bicaranya itu, jadi sedari t

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3655 Sangat Rendahan

    Sebelum mereka masuk ke ruangan ini, mereka sudah menerima informasi. Sebelum-sebelumnya, sangat mudah bagi mereka untuk bisa memperoleh informasi. Namun kali ini mereka mengalami kegagalan lagi dan lagi.Seakan-akan tidak bisa berbicara, setiap kali mereka menanyakan pertanyaan yang penting, Ardika selalu saja tutup mulut dengan rapat, hanya meminum anggurnya dalam diam.Makin dia bersikap seperti ini, makin menyulut keinginan beberapa orang wanita itu untuk menaklukkannya."Pak Ardika, kenapa kamu nggak bersedia untuk berbicara? Apa mungkin kamu nggak punya latar belakang apa pun, jadi kamu nggak berani mengatakannya?"Melihat trik godaan maut mereka tak kunjung berhasil, para gadis muda itu hanya bisa menggunakan trik memprovokasi."Alendo, apa kamu begitu ingin tahu identitasku?"Ardika tiba-tiba menoleh, melihat ke arah Alendo.Saat mendengar namanya disebut, Alendo merasa agak terkejut. Awalnya, dia sedang minum anggur sambil memeluk wanita dan mendengarkan pembicaraan orang-oran

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3654 Taktik Wanita Cantik

    Ardika mengira Alendo akan menggunakan taktik seperti apa untuk menghadapinya, tetapi dia tidak menyangka ternyata lawannya itu menggunakan taktik wanita cantik.Alendo benar-benar masih belum berhasil memperoleh informasi apa pun tentang dirinya. Bagi orang yang tahu identitas aslinya, sudah pasti tidak akan menggunakan taktik yang satu ini."Pak Ardika, beberapa orang gadis muda ini dipastikan bersih. Kalau kamu suka, di samping juga ada kamar."Alendo mengingatkan dengan ambigu.Alendo meyakini dengan percaya diri pria mana pun tidak akan tahan menghadapi taktik wanita cantik. Tanpa butuh waktu lama, Ardika pasti akan terbuai dalam pelukan hangat wanita cantik.Alendo juga menuangkan segelas anggur untuk dirinya sendiri, lalu melambaikan tangannya, menginstruksikan beberapa orang gadis muda itu untuk melayani Ardika.Beberapa gadis muda itu sudah sangat berpengalaman soal ini. Walaupun mereka tidak tahu detail situasi di dalam sini, tetapi mereka tahu apa yang harus mereka lakukan.

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3653 Kalau Begitu Itu Salahku

    Lucas juga tidak menyangka pertemuan pertama antara kedua orang itu bisa begitu menegangkan.Namun, sebagai seorang asisten biasa, seharusnya dia tidak ikut campur dalam hal seperti ini. Karena itulah, dia hanya berpura-pura tidak terjadi apa-apa, lalu keluar dari ruangan dalam diam."Belakangan ini kamu sedang sibuk apa? Sepertinya sangat sulit untuk menemuimu."Alendo berinisiatif untuk memulai pembicaraan."Hmm, nggak ada kesibukan apa-apa. Yah, hanya jalan-jalan nggak jelas saja."Ardika berbicara dengan ekspresi acuh tak acuh sambil mengamati apa yang telah disuguhkan di atas meja, bahkan seperti menunjukkan ekspresi agak jijik.Melihat sikap Ardika itu, Alendo sudah merasa agak tidak senang. Yang disuguhkan di atas meja itu adalah anggur bagus koleksi pribadinya, semuanya adalah koleksi langka.Juga hanya kolektor sejatilah yang bisa memiliki koleksi-koleksi itu.Namun, siapa sangka Ardika malah menunjukkan sorot mata jijik saat menatap koleksi-koleksi tersebut."Seharusnya kamu

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 950 Gelandangan

    Begitu mendengar ucapan Ardika, secara naluriah Firza mengangkat lengannya untuk menyentuh wajahnya.Saat dia menyadari dirinya sudah menunjukkan ketakutannya di hadapan Ardika, ekspresinya langsung berubah menjadi muram.Sebelumnya, saat berada di Vila Bistani, dia dihajar oleh Ardika dua kali dalam

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 1091 Kalian Serang Saja Secara Bersamaan

    "Ahhh ...."Vera mengeluarkan suara teriakan yang menyedihkan. Saat itu juga, tubuhnya terpental dan menabrak meja rias di belakangnya dengan keras."Brak ... bruk ... prang ...."Botol-botol dan yang lainnya yang ada di atas meja langsung terjatuh ke lantai. Dalam sekejap, sekujur tubuh Vera langsung

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 992 Harrison

    Lembaga eksternal Negara Enggrim di Negara Nusantara, konsulat menempati tingkatan tertinggi, tepat di bawah kedutaan.Ada beberapa konsulat Negara Enggrim di Negara Nusantara, salah satu di antaranya berlokasi di ibu kota Provinsi Denpapan.Biarpun hanya merupakan sebuah konsulat juga mewakili seluru

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 1023 Langsung Minum dengan Mangkuk

    "Oke, bocah. Aku menyetujui permintaanmu. Kalau kamu bisa mengalahkan kami semua, aku akan membiarkan pabrik obat kembali beroperasi tanpa berkomentar apa pun lagi."Kemudian, Gulko menyunggingkan seulas senyum jahat dan berkata, "Tapi, kami punya aturan minum-minum sendiri, yaitu nggak boleh mengaku

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status