Compartir

Bab 411 Hajar

Autor: Sarjana
"Teman, kamu berasal dari mana?"

Lukas melontarkan pertanyaan itu untuk menggali informasi. Dia merasa dengan kekuatan yang ditunjukkan oleh Ardika, pemuda itu pasti memiliki latar belakang yang tidak biasa.

Ardika melirik lawan bicaranya itu, lalu berkata dengan dingin, "Cepat bawa anggotamu pergi dari sini. Tapi, tentu saja dia harus ditinggalkan di sini."

Ardika mengangkat lengannya dan menunjuk Hanif.

Pemuda itu yang telah memaksa Desi untuk berlutut dan memukul wajah Handoko hingga tak berb
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado
Comentarios (1)
goodnovel comment avatar
Amat Zaenuri
bu luna cerdas kan ? nggak sadar2 dg kekuasaan suaminya... bu Desi, kayak bukan seorang terpelajar...padahal beliau kan ex perawat yg handal... apa kabar keluarga Lasman... bagaimana kasus yg mengkambing hitamkan bu Desi hingga dia jadi ibu sepenakut itu...
VER TODOS LOS COMENTARIOS

Último capítulo

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3720 Sudah Terlewatkan

    "Kapan dia mulai menyusun perencanaan itu? Kenapa terasa seperti sejak awal semua orang sudah berada dalam kendalinya? Setiap melangkah satu langkah, semuanya dalam kendalinya."Kesya tiba-tiba merasakan Ardika adalah seorang genius yang sangat hebat. Kapan pun itu, nggak ada seorang pun yang bisa lolos dari perencanaannya."Soal kapan dia mulai merencanakannya, aku benar-benar nggak mengerti."Andelin juga mulai merasa hormat sekaligus takut pada orang yang satu, sama sekali tidak berani mendekatinya.Setelah mengetahui awal dan akhir hal ini, Andelin juga sama sekali tidak berani menyelidikinya, hanya takut ditargetkan oleh sosok hebat itu.Sekarang dia hanya bisa berhati-hati, tidak ingin muncul di hadapan Ardika, takut pria itu mencari perhitungan dengannya."Tapi, waktu itu dia juga datang ke Provinsi Aste seorang diri. Kami bertemu di stasiun kereta, juga dia yang membantuku tepat waktu."Mengingat hal itu, Kesya merasakan hatinya diliputi kehangatan.Kala itu, dua orang itu masi

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3719 Tidak Akan Bisa Bebas Lagi

    Walaupun Andelin menjabat sebagai seorang presdir, tetapi ada banyak orang yang mengincar posisinya, ingin menggantikannya kapan saja.Kalau dia tidak bersedia berusaha, ada kemungkinan dia akan disingkirkan dari posisinya kapan saja.Sebelumnya Andelin memang cenderung berpandangan sempit, tetapi pada dasarnya dia melakukan itu juga demi memberikan sebuah lingkungan yang baik untuk putrinya.Hanya saja, Kesya tidak bisa mengerti kesulitannya."Sekarang aku sudah mengerti. Hanya saja sebelumnya aku sudah pernah menjelaskan hubunganku dengan Ardika, tapi kamu selalu saja salah paham."Kesya tetap mengutarakan pemikirannya sendiri dengan keras kepala, dia hanya berharap ibunya bisa mengerti."Saat itu aku selalu merasa kamu seperti bocah yang belum dewasa. Bagaimanapun juga, kamu baru lulus dan nggak punya pengalaman apa pun, mudah ditipu."Andelin tidak bisa melindungi Kesya setiap saat.Kalau begitu, dia hanya bisa berusaha semaksimal mungkin untuk menyingkirkan bahaya di sekitar putri

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3718 Demi Kebaikanmu

    Tadinya masih ada senyuman menghiasi wajah Kesya. Namun, saat mendengar ucapan ibunya, dia merasa sedikit linglung.Pada akhirnya, dia ingin memaksakan seulas senyum agar ibunya bisa tenang.Namun, sekeras apa pun upayanya, dia tetap tidak bisa tersenyum.Momen-momen kelam itu seperti mimpi buruk yang terus menghantuinya.Setiap kali mengingat hal itu, dia seperti merasakan dikurung lagi, seolah-olah kembali mengalami kehidupan yang seperti mimpi buruk itu.Kesya pernah berpikir untuk melupakan ingatan itu, tetapi setiap kali dia mencoba, selalu saja gagal.Dia sering terbangun pada tengah malam, lalu menyentuh kulitnya yang penuh dengan bekas luka. Setiap kali hal itu terjadi, dia makin membenci Linko.Pada pagi hingga sore hari, Kesya terlihat sangat senang, seolah-olah sudah melupakan segalanya.Namun, ini juga hanya sebuah cara yang dia gunakan untuk menghindari mimpi buruknya itu.Melihat Kesya seperti itu, Andelin langsung menyesal.Dia merasa seharusnya dia tidak menanyakan hal

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3717 Akhir Linko

    Saat pintu mobil tertutup, Kesya kembali menangis.Saat ini, dia bisa merasakan dengan nyata dirinya telah terselamatkan, juga akhirnya tahu ini bukan sekadar mimpi.Hanya saja, sayang sekali waktunya berinteraksi dengan Ardika terlalu singkat, masih membuat hatinya diliputi perasaan tidak rela."Gadis Muda, jangan menangis lagi. Nggak lama lagi tubuhmu sudah bisa pulih kembali. Kamu juga nggak perlu mengkhawatirkan luka di wajahmu. Aku akan meracik obat khusus untukmu, kamu bisa pulih kembali seperti sedia kala."Dokter di samping menghiburnya, dan menyeka air matanya."Terima kasih, akhirnya aku bisa keluar juga dari tempat itu."Kesya benar-benar sangat khawatir dia akan terkurung di sana selamanya.Ardika melihat ambulans yang sudah melaju menjauh, menghilang di tengah kegelapan malam.Kemudian, dia berbalik dan melihat vila tersebut."Tangkap semua orang. Karena Linko sudah berbuat salah, maka sudah seharusnya menerima hukuman."Awalnya Ardika juga tidak berencana untuk menargetka

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3716 Menyelamatkan

    Kepala pelayan mendapati rahasia mereka telah terekspos, citra arogannya itu pun langsung luluh lantak.Karena itulah, dia mengulurkan lengannya dan menunjuk ke arah ruang bawah tanah yang tak jauh dari sana."Tuan Muda berada di dalam."Kepala pelayan itu menunjukkan ekspresi muram, lalu menundukkan kepalanya.Ardika tertawa.Saat ajal sudah dekat pun, Linko masih belum menyadarinya, bahkan masih bersenang-senang di sana.Benar-benar konyol.Berani-beraninya orang seperti itu menyerang Kesya! Benar-benar tidak tahu diri!"Nah, begini baru benar."Chalis juga tertawa. Dia menepuk-nepuk wajah kepala pelayan, lalu menyuruhnya untuk membuka akses masuk ke ruang bawah tanah.Saat ini, Ardika berjalan menghampiri meja anggur, lalu mengeluarkan sebotol sampanye terbaik.Kemudian, dia memainkannya, lalu berjalan menuju ruang bawah tanah dengan membawa botol minuman keras tersebut.Beberapa orang anggota Organisasi Snakei lainnya segera mengikuti.Ardika berjalan menuruni tangga yang panjang s

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3715 Keluarga Demode Tidak Ada Apa-Apanya

    "Seharusnya kamu kenal orang ini. Linko, mantan pacarnya."Jesika merasa tidak ada yang perlu disembunyikan, jadi dia langsung menjelaskan."Seharusnya suasana hati Kesya sedang nggak baik, itulah sebabnya dia nggak menyadari ada orang yang membuntutinya. Saat dia sadar, dia sudah dibawa masuk ke dalam mobil.""Berdasarkan penyelidikan rekaman kamera pengawas setelahnya, kami mendapati seharusnya mobil yang mereka tumpangi itu pergi ke Gunung Uta."Jesika sudah tahu gambaran kasar lokasinya, jadi dia secara khusus mengingatkan."Aku sudah meminta Paman Chalis untuk melakukan persiapan, mengerahkan anggota Organisasi Snakei kemari."Walaupun Jesika masih belum yakin sikap Ardika terhadap Kesya, tetapi karena dia sudah tahu hal ini, maka sudah seharusnya dia membantu.Bagaimanapun juga, Andelin juga bagian dari Organisasi Snakei. Boleh dibilang mereka adalah mitra. Karena Andelin sedang menghadapi masalah, sudah sepantasnya dia membantu."Terima kasih, tolong selamatkan putriku."Walaupu

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 2332 Satu Lawan Sepuluh

    Ardika menyunggingkan seulas senyum tipis dan berkata, "Jadi, bukankah ini sama saja dengan membuktikan semua yang kukatakan tadi benar?""Tuan Ardika masih muda."Zilvana tersenyum mengejek dan berkata, "Di dunia orang dewasa, hanya ada keuntungan, nggak ada benar dan salah.""Siapa yang lebih kuat

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 2353 Menjadi Tameng Lagi

    "Priamu?"Melihat Rosa yang tiba-tiba turun dari lantai atas, Doni dan Amanda pun tercengang.Bagaimana bisa ada seorang wanita cantik dengan aura elegan dan terhormat di tempat tinggal Ardika?Begitu tersadar kembali, Amanda mulai melontarkan kata-kata penuh amarah. "Bagus, bagus Ardika! Saat di Ko

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 2249 Keberuntungan Luar Biasa

    Ardika tetap duduk bersandar dengan santai pada kursinya dan berkata dengan acuh tak acuh, "Kartu tertutup saja belum dibuka, siapa yang berani bilang aku pasti kalah? Tentu saja aku harus membuka kartu dulu."Saat berbicara, Ardika kembali menyunggingkan seulas senyum mempermainkan."Tapi, agar nan

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 2219 Bagaimana Kamu Tidak Sungkan Terhadapku

    Ardika mengalihkan pandangannya, melirik wanita itu sekilas. Kemudian, dia kembali menundukkan kepalanya, lalu mengulurkan tangannya untuk mengambil sepotong melon. Dia berkata dengan santai, "Oh? Makan saja butuh undangan? Bahkan butuh ada orang yang membawa masuk?""Kamu nggak bertanya pada orang

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status